
Hari-hari pun terus berlalu, Boy sudah mulai melupakan masalahnya, terlebih ibunya lebih sering menghabiskan waktu di rumah saja akhir-akhir ini. Masalah restu Ibu Icha, mereka tak memikirkannya, menurut mereka, semuanya bisa berjalan baik nantinya, sehingga mereka melakukan hubungan pacaran diam-diam dan sembunyi-sembunyi.
“Bro, gue mau cerita sama lo!” Lopi tampak tersenyum sumringah.
“Lo mau cerita apa?” tanya Boy, menoleh padanya.
“Gue usah lamar Katia! Gue sama dia mau rencanain pertunangan dan pernikahan kami,” ucap Lopi bahagia.
“Uhuk! Uhuk! Apa? Lo serius?” tanya Boy tersedak.
“Yupz! Gue serius banget Bro. Gue sayang banget sama Katia,” jujur Lopi.
Boy tersenyum, menepuk pundak Lopi, kemudian mereka melakukan hug bro. “Gue seneng dengernya, semoga harapan dan rencana kalian berjalan lancar, gue dukung lo Sob!” ucap Boy.
“Thanks Bro!”
“Oh ya, minggu besok, kita doble date yuk!” ajak Lopi.
Boy tersenyum cerah. “Ok, gue setuju!” sahut Boy.
Hari minggu pun tiba. Mereka melakukan double date. Katia berboncengan dengan Lopi bermotor warna merah, mereka memakai baju couple berwarna putih, celana hitam, sangat cocok dan serasi. Begitu pula dengan Icha dan Boy, mereka kompak memakai baju couple berwarna hitam dengan motor boy berwarna hijau.
“Nah, kali ini, kita mau kemana dulu para putri?” tanya Lopi tersenyum menunjukkan lesung pipinya.
__ADS_1
“Kemana Cha?” Katia menatap Icha.
“Gue maunya yang manis-manis,” jawab Icha.
“Kalau gitu, Kita ke Vendboutique sweet aja, gimana?" usul Katia.
“Boleh, ayok!” Icha pun bersemangat.
“Oke, baiklah para putri, kalau begitu, kita berangkat, pegangan yang erat ya,” ucap Boy mengedip Icha. Sedangkan Lopi langsung mengelus tangan Katia yang sudah memeluk pinggangnya.
Mereka berempat pun pergi ke toko kue itu. Aneka makanan dan cemilan manis lengkap di sini. Katia dan Icha bergelayut manja memegangi lengan kekasihnya yang super tampan itu.
Katia dan Icha memesan desert, cemilan, dan minuman aneka coklat, karena dua gadis cantik itu pecinta cokelat dan makanan manis. Tak lama setelah memesan, pesanan mereka pun sudah tersaji.
“Ini terlihat delicious!” (Lezat) seru Katia tak kalah berbinarnya dari Icha.
Boy dan Lopi hanya tersenyum senang melihat dua gadis itu sangat bahagia melihat makanan manis.
“Ayo, kita cicipi!” ucap Katia, dia langsung menyendok puding coklat. “Ummm, nyumi !’ (Enak)
Setelah mencicipi puding coklat, dia langsung melahap brownis coklat, dan berbagai macam cemilan lainnya.
“Ya ampun, ini enak banget, Kat!” seru Icha. “Manisnya pas, top banget deh!” puji Icha, setelah menyeruput minuman coklat tiramisunya.
__ADS_1
Katia pun juga ikutan mencicipi. “Gila, ini enak banget!”
Lopi dan Boy hanya tersenyum kecil, melihat tingkah dua gadis itu, saking sukanya, mereka berdua bahkan mengabaikan kekasihnya, asik dengan makanannya.
Coklat memang meningkat hormon dopamin, hormon bhagia.
Sedangkan Boy dan Lopi, hanya memakan sepotong kue keju stroberi, karna memang meraka cowok manly. Tidak terlalu suka mengemil dan makanan manis, merrka lebih suka minum alkohol, kacang-kacangan, rokok, asin dan asam.
Ya, dua pria gentle dan beribawa ini, hanya ingin menyenangkan dua gadis mereka, bahkan harus menahan merokok, jika dekat dua gadis ini. Katia dan Icha tidak melarang mereka, hanya mereka saja yang menghargainya.
Setelah kenyang dan puas memakan aneka coklat. Mereka berdua pun shoping ke mall. Berbelanja sepuasnya, Boy dan Lopi hanya diam mengikuti seperti pengawal di belakang mereka berdua.
“Untung kita double date, ya! Kalo gue sendirian nemenin Katia belanja, pasti pusing!” Lopi berbisik pada Boy.
Boy terkekeh dan mengangguk, dia setuju dengan ucapan Lopi kali ini. Jika seandainya dia menemani Icha berbelanja selama ini, berkeliling seperti ini, dia pasti akan sangat bosan.
Semua yang mereka butuhkan, mereka beli, mulai dari pakaian, skincare, aksesoris, dan lainnya.
“Capek ya, Sayang?" tanya Katia. Lopi tak menjawab, dia hanya tersenyum.
“Ya udah, kalo gitu kita ke salon dulu, istirahat. Jadi, kalian bisa pijatan dulu! Yuk!”
“Eh!” Katia dan Icha menarik tangan Boy dan Lopi untuk masuk ke spa.
__ADS_1
Akhirnya, Boy dan Lopi pun di lulur, dipijat, begitupun dengan ke-dua gadis yang senang itu. Katia dan Icha masih saja berbincang, bahkan bermain ponsel sambil medicure dan pedicure, berbeda lagi dengan kedua pria tampan tadi, mereka berdua malah tertidur pulas karena capek menunggu Katia dan Icha. Apalagi mereka dipijit oleh ahlinya.