Love Of Racer Badboy

Love Of Racer Badboy
Menghabiskan Waktu Semalaman dengan Lopi


__ADS_3

Pagi hari.


Setelah melakukan malam panas yang mendebarkan bersama Lopi, di mulai dari permainan di atas sofa dan berakir di atas ranjang untuk extra tambahnya. Katia merenung dan cemberut, dia duduk di atas ranjang dengan memeluk lututnya, mulai berpikir yang macam-macam, bagaimana pun, semalam dia benar-benar kebablasan, kegadisannya telah dia berikan begitu saja pada Lopi.


Mulai tumbuh pikiran aneh dan hatinya mulai ketakutan jika seandainya Lopi akan meninggalkan dia setelah ini. Dia sudah sangat sayang dan merasa nyaman bersama Lopi.


Ia terisak, sehingga Lopi yang masih tidur dengan nyenyaknya, terbangun. Dengan gerakan kecil sambil menggeliat, dia mengelus betis Katia yang dia peluk. Perlahan, Lopi membuka matanya, dan berangsur duduk.


“Sayang,” panggil Lopi dengan suara serak. “Hei, kamu kenapa?” Lopi mendekat dan meraih wajah Katia yang merunduk memeluk lututnya.


Saat wajah Katia terangkat, Lopi melihat kedua bola mata yang menghanyutkan dirinya tadi malam basah karena air mata, dia menatap mata itu intens. “Apa kamu menyesal Sayang, telah memberikan kegadisanmu padaku?" tanya Lopi.


Katia tidak menjawab, dia hanya menggeleng. “Lalu, kenapa kamu menangis?” Lopi menghapus air mata Katia dan mengecup pipinya lembut.


“Aku takut....”


“Takut kenapa, hm?” Lopi memeluk Katia, kulit mereka kembali saling bersentuhan, karena Katia dan Lopi, sama-sama belum memakai baju dan masih di atas ranjang dengan keadaan polos.


“Aku takut ... kamu akan meninggalkan aku setelah ini Lop....” lirih Katia.


Lopi tersenyum kecil, menangkap kedua pipi Katia. “Kenapa kamu bisa memiliki pemikiran seburuk itu, Sayangku? Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan wanita yang aku sayangi dan cintai, wanita yang memberikan aku hadiah istimewa, malam yang begitu indah.”


“Dengar, Sayangku. Aku, Lopi Elzain, akan selamanya mencintai Katia Aille, tidak akan pernah meninggalkan dirinya, bagiamana pun,” janji Lopi.


Katia menatap Lopi dengan serius, memastikan ucapan Lopi. Pemuda itu terlihat berkata dengan serius dan tulus, kemudian Katia memeluknya dengan tersenyum. Lalu, mereka berdua berciuman dengan mesra.


Setelah melakui sedikit drama tadi, Katia dan Lopi segera membersihkan diri, karena mereka akan segera berangkat ke kampus yang berbeda. Katia gadis yang energik dan kuat, walaupun di pangkal pahanya masih terasa sedikit perih, tetapi tidak masalah.


Setelah bersiap dan rapi. Katia di antarkan oleh Lopi menggunakan motor merahnya ke kampus. Saat motornya berhenti di gerbang kampus, dengan bersamaan Icha juga turun dari motor besar warna hijau milik Boy.


“Hai, Bro!” sapa Lopi.


“Eh, Bro!" Boy terkesiap.


Icha dan Katia sudah kenal dengan Lopi saat itu, sedangkan Boy tentu saja belum berkenalan dengan Katia.


“Hm, kenalin Bro, ini pacar gue, namanya Katia,” ujar Lopi.


“Katia.”


“Boy!”

__ADS_1


“Jadi, Icha-- emm-”


“Aku dan boy berteman,” potong Icha cepat.


“Oh, bagus dong, temannya pacarku, temanan juga sama temanku, bisa jadi lebih dekat, iya nggak Bro?” goda Lopi memainkan mata.


Boy hanya tersenyum menanggapinya.


“Jadian sekalian juga lebih bagus, jadi kita bisa double date deh,” sambung Katia menggoda Icha juga. Pipi Icha bersemu merah karena malu.


“Ih, apa-an sih, kamu ngomong apa sih Kat,” ucap Icha malu-malu.


Mereka mengobrol sejenak, sebelum masuk ke kampus, sambil terus-terusan menggoda Boy dan Icha yang semakin terlihat dekat dan akrab akhir-akhir ini. Tak lama, Icha dan Katia masuk ke dalam kelas, begitu pula Boy dan Lopi juga pergi ke kampusnya.


Icha dan Katia belajar dengan serius begitu pula dengan Boy dan Lopi masuk ke dalam kelasnya dengan hati senang, tanpa mengacau dan mengganggu dosen seperti biasa.


_______


Jam istirahat.


Katia dan Icha pergi ke kantin. “Cha, kita pilih di pojok ya, gue lagi males gabung sama anak-anak, gua mau curhat sama lo!”


“Ok!”


Katia memesan makanan kesukaan mereka, bakso, nasi goreng, dengan minuman ber-gas yang dingin, di sertai dengan cemilan dan kacang atom. Sedangkan Icha, langsung mencari dan duduk di pojok, menahan lebih dulu tempat mereka agar tidak di tempati orang lain terlebih dahulu.


Tak lama, Katia membawa bakso, nasi goreng, cemilan, dan minuman dingin di dalam nampang dengan hati-hati. “Tara! Ini pesanan kita! Masih ada lagi kah?" tanya Katia memastikan.


“Tambah minumannya deh, air mineral dingin aja, 'kan mau curhat, jadi pasti lama duduk di sini,” tutur Icha.


“Oke, wait! Aku tambahin minuman dan cemilan dulu!” Katia kembali ke depan meja kantin, mengambil cemilan kentang goreng, keripik-keripik ubi, dan lainnya.


Setelah itu, mereka mulai menyantap makanan dengan lahap.


“Eh, be the way, lu udah jadian ama dia, si Boy?”


“Belum.”


“Oh, gue kira lu udah jadian, habisnya lu lengket banget, kek orang pacaran, ciyus! Gue kira lu udah jadian ama dia, Bestie!” celetuk Katia, lalu menyedot minumannya.


“Uh, seger, maknyus, bakso hangat dengan minuman manis yang dingin, mantap!” cerocos Katia memuji makanan yang dia makan.

__ADS_1


“Hm, lu sama Lopi gimana? Dia beneran baik, atau lu udah mulai bosen ama dia?" tanya Icha.


Katia menerawang sejenak, lalu dia berkata sambil tersenyum. “Aku sangat bahagia bersama dengannya Cha, tidak ada lagi kebahagian lain, aku sangat jatuh cinta padanya, sangat dalam.”


Icha yang mendengar itu menjadi tertegun. “Gue harap, Lopi benar-benar baik, akan jaga cinta kalian dan setia,” kata Icha tersenyum.


“I hope too, Bestie! (Saya juga berharap demikian, teman baikku)


Mereka melanjutkan perbincangan mereka sampai waktu masuk pun kembali.


______


Waktu pulang.


Katia dan Icha tersenyum riang saat keluar dari kelas yang cukup melelahkan menguras otak dan emosi karena dosennya pemarah kali ini.


“Eh, Cha. Sebentar lagi ada acara balapan. Ikut yuk, Lopi sama Boy ikut balapan loh!" ajak Katia antusias.


“Hah, serius?”


“Iya.”


“Tapi, kita pulang dulu, ganti baju,” ajak Icha.


“Ah, gak usah Cha. Pakai jacket aja, suntik farfum banyak-banyak,” usul Katia.


Dan akhirnya, Icha pun mengikuti saran Katia.


Tak lama, Boy dan Lopi sampai di gerbang kampus, Katia dan Icha sudah menunggu mereka dengan dandanan yang lebih rapi, mereka berdua pakai jaket dan wangi semerbak.


“Ayaaaang, aku sama Icha nonton kalian balapan ya!” Katia berkata dengan wajah imut yang dibuat-buat


Lopi menatap Boy dan Katia bergantian.


“Please, Ayang. Aku mau lihat kamu balapan motor, boleh ya,” rengek Katia manja.


Boy menoleh pada Icha yang berwajah malu-malu, Boy tersenyum dan berkata, “Ya udah, gak apa-apa, tapi nanti kalian harus jauh-jauh dari arena balapnya, jangan di tepi berdiri, takut ada yang ke serempet nanti.”


Mendengar Boy berkata seperti itu, Lopi tersentak, lalu menjawab rengekan Katia, “Ya udah, naik sekarang, kita ke arena balapan.”


“Asiiiiik, makasih Ayang ku, muach!” Katia langsung mengecup pipi Lopi, membuat pasangan Boy dan Icha cemburu saja.

__ADS_1


“Pegangan yang erat Sayang!” Lopi mulai menancap gas. Begitu pula dengan Boy, dia menyusul Lopi di belakang, menuju arena balapan.


__ADS_2