Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Kamu berbohong mas


__ADS_3

POV 1


"Tidak, tidak," kataku tak percaya.


Air mataku meluncur bebas saat melihat sebuah status wa di ponselku, aku melihat seorang wanita cantik tengah mengandung dengan lelaki yang mencium perutnya.


Aku melihat dengan cermat wajah si lelaki yang sangat familiar bagiku. Alisnya, senyumnya, matanya, bibirnya, semua sama persis dengan Celo suamiku.


Berkali kali aku melihat foto itu bahkan aku menyamakan dengan foto Celo suamiku dan memang persis sekali.


Apa mungkin Celo memiliki saudara kembar? atau orang lain yang persis Celo? atau memang itu adalah Celo? entahlah aku sendiri juga bingung bin heran.


Aku sungguh tak tau, pernikahanku dengan Celo perasaan baik-baik saja, tak ada masalah bahkan Celo sangat menyayangiku


Dengan pikiran yang berkecamuk aku menghubungi ponsel suamiku namun tidak dijawab.


Aku kembali melihat foto yang tadi aku screenshoot beharap aku salah lihat namun foto itu sangat mirip dengan Celo suamiku.


"Apa ini benar kamu mas," kataku yang masih percaya.


Hatiku sangat sakit, apa benar wanita itu dia? dia pernah bilang padaku kalau suaminya adalah orang Surabaya dan juga seorang Dokter bedah, apa Celo yang dimaksud olehnya?


Aku berharap suaminya bukan suamiku, aku tak sanggup jika benar terjadi, tapi bagaimana dengan foto itu?


Arrrggggg, aku yang tak tenang mengambil tas milikku dan pergi ke rumah sakit dimana Celo bekerja namun setibanya di rumah sakit perawat bilang kalau Celo off hari ini.


Tubuhku seperti disambar petir, satu kebohongan Celo mulai kutemukan.


"Kenapa kamu bohong mas?" kataku dengan mata yang mulai membasah.


Rasa takut perlahan menghampiri diriku, aku takut dia menduakan aku, aku takut dia memiliki wanita lain, aku takut, takut dan takut.


Aku yang penasaran meminta ijin untuk ke ruangan kerja Celo barangkali ada sesuatu yang bisa aku temukan di sana namun suster tidak mengijinkan karena melanggar aturan.


"Saya mohon suster?" pintaku.


Mau nggak mau suster pun mengantarku ke ruangan Celo.


Aku menggeledah ruangan Celo tapi aku tidak menemukan apa-apa. Hanya foto pernikahan kami yang aku lihat di mejanya.


"Sudah ketemu?" tanya Suster.


"Nggak ada sus," jawabku.


Aku mencoba menenangkan diri dengan mengambil nafas dalam-dalam dan melepaskannya.


**********


Aku terdiam di depan teras rumah, pikiranku traveling kemana-mana, aku sungguh tak menyangka kalau reader yang telah aku anggap sebagai saudara ternyata berfoto mesra dengan suamiku layaknya suami istri.


Apa memang mereka suami istri? kepalaku semakin berdenyut memikirkannya.

__ADS_1


Malam sekali Celo baru pulang, aku yang masih terjaga menyambut kedatangan suamiku.


"Baru pulang mas?" tanyaku.


"Iya sayang, ada kecelakaan dan harus dioperasi," jawab Celo berbohong.


Aku tersenyum kecut, aku tau kali ini dia tengah berbohong.


"Aku tadi ke rumah sakit," ucapku.


Celo membolakan matanya, dia menatapku dengan lekat.


"Kamu ke rumah sakit? ngapain?" tanya Celo dengan kikuk.


"Mencari kamu mas," jawabku


"Tadi aku habis pulang ke rumah bunda dan lewat rumah sakit, ya sudah aku mampir untuk ngajakin kamu makan siang bersama tapi suster bilang kamu off hari ini," imbuhku dengan menatapnya.


Tatapanku kali ini bukan tatapan biasa seolah ingin protes pada Celo kenapa berbohong.


Seketika raut wajah Celo berubah saat tatapan kami bertemu.


"Memang aku off sayang tapi Dokter Faisal meminta aku menggantikan jadwal operasinya di rumah sakit Delta dan saat akan pulang ada pasien korban kecelakaan yang keadaannya sangat kritis jadi mau nggak mau kami melakukan operasi dadakan," jelas Celo.


Aku kini menatapnya ragu, apakah benar dia ada kerjaan di rumah sakit lain atau mengunjungi wanita itu?


Aku mencoba menahan gejolak di dada, ingin sekali aku bertanya langsung siapa wanita hamil yang ada di status tersebut, tapi aku tidak mau gegabah dan ingin mencari tau kebenarannya sendiri.


"Mandi berdua yuk, sumpah kangen banget aku sama kamu," ucap Celo.


"Udah jangan gombal, sana mandi," timpalku kesal.


Aku menatap punggung Celo yang berjalan ke kamar mandi, aku sungguh bingung. Dilihat dari sikap Celo nampak kalau Celo begitu menyayangiku tapi siapa wanita itu? kenapa di dalam foto Celo nampak bahagia dengan mencium perut si wanita itu? wanita yang tak lain adalah readerku sendiri.


Aku mengambil ponsel Celo dan mengecek wa miliknya.


Aku scrol sampai bawah tapi aku tidak menemukan nama perempuan yang asing di sana, semua nama nampak familiar bagiku hanya saja di urutan pertama ada nama Dokter Faisal dengan chat sudah sampai rumah ya dengan emot sedih.


Karena tidak menemukan apa-apa, aku memasukkan ponselnya kembali ke tas jinjing miliknya.


"Ya Allah jika memang suami hamba memiliki wanita lain tolong tunjukkan pada hamba," doaku.


Tak berselang lama Celo keluar dengan handuk kimono miliknya.


"Mas kamu nggak minta jatah, sudah tiga hari ini nggak cocok tanam kita," kataku dengan memeluk erat dirinya.


"Besok saja ya sayang, hari ini lelah sekali." Kata Celo.


"Memangnya kamu lagi pingin?" tanya Celo kemudian.


"Nggak sih, heran saja kok akhir-akhir ini kamu jarang minta jatah biasanya seminggu bisa empat sampai lima kali," jawabku heran.

__ADS_1


Celo tersenyum lalu menciumi setiap jengkal wajahku.


"Efek usia sayang," sahut celo dengan memelukku.


Celo yang lelah mengajakku untuk tidur dan baru sebentar saja nafas Celo sudah teratur yang tandanya Celo sudah terlelap.


"Aku yakin mas kalau wanita itu ada hubungannya sama kamu, ingat feeling seorang istri itu nggak pernah salah, sudah lama aku merasa ganjil dengan kamu dan dengan adanya status wa itu membuat aku semakin yakin kalau kamu ada apa-apa dengannya."


( Flashback )


POV 3


Aisyah dan Celo adalah pasangan suami istri yang menikah tujuh tahun yang lalu.


Mereka memiliki kehidupan yang harmonis tapi hingga saat ini Aisyah masih belum dikaruniai seorang anak, hal ini terkadang membuat Aisyah stres dan frustasi, dia takut kalau Celo meninggalkannya atau menjadikan wanita lain sebagai madunya.


Saat Celo berangkat kerja, Aisyah sendirian di rumah, sungguh hal itu membuatnya jenuh oleh sebab itu dia berkeinginan untuk bekerja.


Aisyah meminta ijin pada Celo untuk bekerja namun Celo tidak memperbolehkannya, dia meminta Aisyah untuk duduk diam anteng di rumah menunggunya pulang kerja karena menurut Celo hakekatnya kodrat seorang istri memang seperti itu.


Hingga suatu ketika Aisyah nampak sangat boring, seusai beres-beres rumah kerjaannya hanya rebahan seperti mak Mak pada umunya.


"Boring sekali," kata Aisyah.


Aisyah memainkan medsosnya tak sengaja dia melihat sebuah iklan novel dan dia mulai menginstal aplikasi novel tersebut.


Awalnya membaca sedikit dan membalik-balikan halaman namun ada sebuah novel yang membuatnya tak berhenti membaca hingga Aisyah mulia kecanduan novel digital.


Begitulah setiap hari kegiatan Aisyah di rumah selepas bersih-bersih dia merebahkan untuk membaca novel kesukaannya.


Dari membaca itulah dia memutuskan untuk menulis, kebetulan hobi Aisyah adalah menulis cuma orang tua Aisyah melarang Aisyah untuk mengembangkan hobinya, mereka menginginkan Aisyah bersekolah jurusan bisnis pada waktu itu


Setiap orang hanya berusaha tetap penentu dari segalanya adalah Tuhan yang Maha kuasa, setelah lulus kuliah Aisyah malah menikah dengan Celo yang merupakan seorang Dokter bedah, dia menyimpan rapi ijazah S1 bisnis dan Manajemen demi menyandang status istri dari Dokter Arcelo Danuarta.


Awal menulis Aisyah masih belum mendapatkan pembaca, dia juga tidak memusingkan hal itu karena tujuannya menulis untuk menyalurkan hobinya bukan demi uang seperti penulis online pada umunya, baginya jika ada pembaca yang membaca tulisannya itu adalah bonus.


Sepuluh hari berlalu, siang itu Aisyah melihat novel yang dibuatnya mendapatkan komentar.


Meski hanya komentar lanjut, dia sangat bahagia sekali.


Aisyah mencoba membalas komen tersebut dia mencoba akrab dengan readernya yang baru satu biji.


Dari komen lanjut tersebut jadilah sebuah komen yang lucu, kebetulan cerita yang Aisyah tulis menceritakan sesosok pria yang sangat hangat, lembut, perhatian dan tampan plus seorang CEO perusahaan besar.


Aisyah menulis berbeda ceritanya, kebanyakan yang ditulis para Author kalo CEO perusahan itu pasti sombong, sedingin es dan tak suka senyum namun berbeda dengan CEO yang dia tulis.


"Aku sangat menyukai karakter Daffa, boleh ya aku bungkus Thor," sebuah komentar dari akun yang bernama Cilo.


Aisyah sangat senang karena reader yang awalnya hanya komen lanjut mau komen yang panjang.


"Enak saja, Daffa itu ayang beb aku." Aisyah membalas komen Cilo yang dibelakang ditambah emot tertawa.

__ADS_1


Lama tidak ada balasan Aisyah menutup aplikasi dan mulai bersiap menyambut Celo pulang.


__ADS_2