Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Seandainya


__ADS_3

Kecewa seperti apapun tetap dirinya yang salah, menjadi yang kedua memang banyak konsekuensinya, manis di awal namun dibelakang akan banyak kekecewaan apalagi istri pertama tak restu pasti di akhir akan jadi ladang musibah bagi semuanya.


Celo berperan paling banyak dari polemik masalah mereka, jika dia tidak membuka hati dan membawa Citra masuk dalam rumah tangga mereka mungkin tak akan ada yang tersakiti dan rumah tangganya tidak akan rusak seperti Ini.


Karena usia kehamilan yang semakin membesar, Citra memutuskan untuk ambil cuti kelahiran, sore itu setelah mendapatkan cuti Citra datang ke ruangan Celo.


"Mas," panggil Citra.


"Iya ada apa?" tanya Celo.


"Aku sudah ambil cuti dan aku minta kamu untuk siaga mas," pinta Citra.


"Aku tidak bisa Citra, kalo kamu merasa sakit saja baru hubungi aku," sahut Celo.


"Gila mas kamu, aku ini mau melahirkan bukannya mau jalan-jalan," timpal Citra.


"Mas Celo kamu keterlaluan sekali," teriak Citra.


Tak ingin ada yang curiga Celo meminta Citra untuk keluar.


"Keluarlah, tunggu aku di rumah," kata Celo.


Tanpa berkata apa-apa Citra keluar ruangan Celo meski kecewa tapi mau bagaimana lagi ini konsekuensi atas perbuatannya.

__ADS_1


Seminggu telah berlalu, Citra sungguh kesal dengan Celo yang enggan untuk bermalam di rumahnya padahal Celo tau kalau dirinya akan melahirkan.


Malam itu, Citra datang ke rumah Celo dia sungguh kesal sekali pada Celo yang tidak memikirkan perasaannya sama sekali.


Saat di tengah jalan hujan deras melanda sehingga saat Citra keluar dari taksi dia basah kuyup.


Citra memencet bel dan kebetulan yang membuka pintu adalah Aisyah.


Meski Citra telah mengambil suaminya namun Aisyah tetap bersikap baik dengan Citra.


"Citra," kata Aisyah dengan kaget saat dia tau siapa yang datang.


"Mas Celo mana?" tanya Citra dengan tubuh yang lumayan basah.


Aisyah menyuruh Citra untuk masuk lalu dia mengambilkan Citra handuk.


"Ini lap dulu baju kamu yang basah," kata Citra.


Asiyah nampak iba dengan keadaan Citra tapi bagiamana lagi inilah jalan yang Citra mau, dijadikan yang kedua.


"Kamu kenapa cari mas Celo malam-malam begini? tanya Aisyah.


"Tak lama lagi aku akan segera melahirkan Aisyah aku hanya ingin di samping suami aku," jawab Citra.

__ADS_1


Aisyah tersenyum sinis, meski merasa tak nyaman dengan jawaban Citra, Aisyah tetap bersikap baik.


"Gimana rasanya jadi yang kedua, enak kan ga diprioritaskan, ditinggal saat detik-detik seperti ini," kata Aisyah menyindir Citra.


Citra terdiam, air matanya meluncur bebas.


"Aku lelah Citra menghadapi mas Celo," kata Citra.


Aisyah tertawa mendengar kata-kata Citra yang mengatakan kalau dia lelah dengan Celo.


"Ini semua konsekuensinya kalau menjalin hubungan dengan suami orang, kamu hanya dibutuhkan saat perlu saja, cintanya nggak tulus ada maksud tersendiri," sahut Aisyah.


"Kamu adalah wanita berpendidikan tapi bagiamana kamu mau dijadikan simpanan pria beristri, untung aku ngalah dengan mundur dari permainan ini coba kalau nggak pasti kamu akan diabaikan Citra," sambung Aisyah.


Citra terdiam hanya isakan tangisnya yang terdengar.


"Seharusnya jadi wanita tu elegan sedikit, pasti kamu akan mendapatkan pria yang tulus dan baik, tapi ya sudahlah Celo pun pria baik cuma dia salah jalan saja yang menjadikannya buruk," ucap Aisyah.


Citra tak bisa berkata-kata, memang apa yang di bilang Aisyah benar adanya, andaikan dulu dia tidak main api dengan Celo mungkin dia bisa mendapatkan pria yang benar-benar tulus.


"Auuuuuuuwwwww," pekik Citra sambil memegangi perutnya.


"Sakit," teriaknya.

__ADS_1


__ADS_2