Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Aku juga menyesal


__ADS_3

Aisyah dan Reno kini menjadi artis yang lagi viral kemana-mana karena film gelas Ambyar yang dibintangi mereka, orang tua Aisyah juga menyetujui jika Reno yang menjadi pasangan Aisyah karena selama ini Reno yang sangat perhatian dengan Aisyah.


"Sudahlah Aisyah daripada sendiri lebih baik kamu terima saja Celo," kata mama Aisyah.


"Tapi...." Belum sempat melanjutkan kata-katanya mama Aisyah sudah memotong.


"Mau cari yang bagaimana lagi coba, ingat pencapaian kamu sekarang semua berkat Reno, dia juga keliahatannya tulus sama kamu," ucap mama.


Aisyah nampak terdiam, memang benar apa yang dia katakan mamanya, semua pencapaiannya saat ini berkat Reno selain itu Reno juga yang selalu ada untuk Aisyah bahkan saat Aisyah melahirkan Reno lah yang menemaninya.


"Sendirian itu gak enak, tidur sendiri, ngerjain ini itu sendiri coba kalau ada suami tidur ada yang nemenin, healing-healing ada yang nganterin," sahut papa.


"Mama tu kamu kuat sendiri tapi Eril membutuhkan sosok papa Aisyah," bujuk mama.


"Baiklah ma, pa akan Aisyah pikir-pikir dulu," pungkas Aisyah.


"Jangan hanya dipikir tapi juga diterima Renonya," ucap mama.

__ADS_1


********


Kehidupan Celo dan Citra berbanding terbalik dengan kehidupan Aisyah, karir Celo semakin menurun, beberapa kali dia mendapatkan surat peringatan dari rumah sakit untuk tidak seenaknya sendiri.


"Kalau kamu terus begini kamu akan aku pecat Celo," ancam Pak Direktur rumah sakit.


Saat masih Aisyah dulu, karir Celo sangat bagus bahkan Celo akan dipromosikan menjadi direktur menggantikan direktur yang lama namun kesalahan yang dia lakukan telah merubah segalanya, semua Celo pertaruhkan demi seroang wanita.


Tak hanya rumah tangga yang hancur namun Karir juga ikut menurun, mungkin inilah teguran Tuhan supaya Celo menjadi lebih baik lagi namun Celo tidak belajar, bukannya menyadari kesalahannya dia malah terus terusan menyalahkan Citra akan semuanya.


Plak


"Aku peringatkan padamu Citra, aku pulang malam itu karena memang aku ada kerjaan bukan karena main dengan perempuan lain!" teriak Celo lalu pergi.


Citra yang ditampar Celo nampak menangis, dia tidak menyangka kalau Celo main tangan.


"Kamu kenapa seperti ini mas, tak hanya acuh tak acuh padaku kamu juga main tangan," kata Citra dengan menangis.

__ADS_1


Hari-hari Citra selalu dipenuhi dengan tangis dan air mata bagiamana tidak Celo bukan lagi Celo yang dulu, mahligai indah yang dia impikan kini menjadi pernikahan yang tak normal, tak ada canda tawa, tak ada kasih sayang dan tak ada cinta, semua sangat hambar dan kelam bagai langit malam tanpa bintang.


"Ya Tuhan kapan semau berakhir," ucap Citra.


********


"Mas aku buatkan nasi goreng kesukaan kamu," kata Citra.


"Makan saja sendiri, aku sarapan di rumah sakit saja," sahut Celo.


"Mas bisa nggak kamu nemenin aku makan, aku kangen mas sama kamu," kata Citra.


"Aku kangen Aisyah dan aku rindu sarapan bersamanya bukan dengan kamu Citra," sahut Celo.


Celo langsung pergi begitu saja meninggalkan Citra yang berdiri di samping meja makan.


Dia menangis sejadi-jadinya, hatiku sungguh sakit mendengar ucapan Celo.

__ADS_1


"Bukan hanya kamu yang rindu kehidupan dulu kamu, aku pun juga andaikan tau seperti ini aku juga tidak akan mau menjadi ja lang kamu mas," kata Citra.


__ADS_2