Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Menyalahkan Citra


__ADS_3

Celo yang mendengar kabar kalau Aisyah melahirkan segera datang ke ruang perawatan Aisyah kebetulan dia masih di rumah sakit, saat membuka pintu dia nampak kesal melihat Reno menggendong bayinya.


"Hey apa-apaan kamu Reno, siapa yang menyuruh kamu untuk menggendong anakku?" bentak Celo.


Reno menoleh lalu tersenyum menyeringai.


"Memangnya kamu pantas jadi ayahnya?" tanya Reno balik.


Celo mengepalkan tangannya, ingin sekali menghajar Reno namun dia harus menahannya karena tidak ingin ada keributan.


Aisyah meminta Reno untuk memberikan anaknya pada Celo bagaimanapun juga bayi itu adalah anak Celo.


Celo menangis saat menggendong anaknya, dia sungguh menyesal telah memiliki anak lain dari rahim yang berbeda, andaikan waktu bisa diputar pasti Celo dan Aisyah saat ini adalah pasangan suami istri yang paling bahagia setelah penantian yang panjangnya menantikan sang buah hati.


"Sayang lihatlah, dia sangat mirip dengan aku. Pikirkan lagi keputusan kamu untuk pisah sama aku sayang," kata Celo dengan mata basahnya.


Aisyah melemparkan pandangannya sembarang matanya berkaca pula, memang sungguh berat berpisah setelah memiliki anak namun ini harus dia lakukan.

__ADS_1


"Maaf mas keputusan aku sudah bulat, aku nggak mau terluka lagi," kata Aisyah.


Reno yang tidak ingin ikut campur memilih keluar kamar dan menunggu di luar. Dia tidak ingin jadi pendengar setia antara Aisyah dan Celo.


"Demi anak kita sayang," bujuk Celo.


"Justru demi anak kita mas aku ingin pisah sama kamu, cukup aku yang sakit bukan dia," sahut Aisyah.


"Apa maksud kamu?" Celo yang tidak paham.


"Bagiamana dengan anak kamu satunya? bagaimana dengan Citra? tanya Aisyah.


Aisyah tertawa mendengar jawaban Celo, kenapa baru sekarang ingin meninggalkan Citra, dulu kemana saja?


"Mas mas, kamu semakin brengsek tau nggak, pas dia udah ngasih kamu anak, kamu baru mau meninggalkannya, woy dulu kamu kemana aja, aku sudah memberi kamu kesempatan tapi kamu masih berat sama Citra, sekarang saat Citra memiliki anak kamu malah ingin meninggakannnya, otak kamu dimana mas?" kata Aisyah kesal.


Celo terdiam, entah mengapa perasaan terhadap Citra menguap entah kemana, Celo hanya pulang demi anak Citra saja bukan demi Citra.

__ADS_1


"Aku hanya ingin bersama kamu," sahutnya lirih.


"Aku pun sama tapi kamu telah menyakiti aku mas, telah menduakan cinta aku," ucap Aisyah.


"Aku lelah mas, cukup sudah. Cukup sampai di sini saja kebersamaan kita mas, semoga kedepannya baik kamu atau aku bisa bahagia dengan jalan yang kita pilih," imbuh Aisyah.


Celo mendekati Aisyah , dia memegangi tangan Aisyah memohon meminta Asiyah untuk mau memaafkannya namun semua telah terlambat.


"Udahlah mas, terima saja toh ini bukannya yang kamu mau kan," kata Aisyah.


Celo pulang dengan hati hancur, Aisyah adalah cinta Celo namun kehadiran cinta Citra membuat Celo mabuk dan merubah haluan sehingga membuat Cinta Asiyah mati untuknya.


"Mas kamu kok sudah pulang?" tanya Citra.


Celo menatap Citra dengan tatapan yang tak biasa, dia memegangi pundak Citra dengan kedua tangannya.


"Ini semua gara-gara kamu, kenapa kamu hadir dalam hidup aku Citra, kenapa! kenapa! aku benci sama kamu, aku muak sama kamu," teriak Celo yang membuat Citra mematung, hatinya hancur mendengar perkataan Celo.

__ADS_1


"Aisyah minta pisah itu semua gara-gara kamu!" Celo meluapkan kekesalan hatinya pada Citra, dia terus menyalahkan Citra atas apa yang menimpanya padahal dalam kasus ini Celo lah yang banyak andil dalam rusaknya hubungannya dengan Aisyah.


__ADS_2