Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Calon suami baru


__ADS_3

Aisyah meminta Celo dan Reno untuk duduk karena dia akan mengobati luka mereka berdua.


"Pelan-pelan sayang," protes Celo.


"Biar saja, biar kapok. Lagian udah besar masih saja berantem. Jangan mentang-mentang dokter bedah terus berantem gitu," maki Aisyah.


Kini pandangan Aisyah berganti ke Reno, perlakuannya sama, dia mengobati dengan sedikit menekan sehingga Reno juga memekik kesakitan.


"Sayang pelan-pelan dong," protes Reno.


Celo membolakan matanya lalu menatap Reno yang tengah diobati Aisyah.


"Jaga ucapan kamu, Aisyah adalah istri aku," kata Celo yang tak terima.


"Eh tunggu dulu, mungkin sekarang dia adalah istri kamu tapi beberapa bulan ke depan dia akan menjadi istri aku," sahut Reno.


"Nggak, nggak akan aku biarkan," timpal Celo.


"Terima saja Celo bentar lagi kamu jadi calon mantan suami sedangkan aku calon suami baru," pungkas Reno.


Aisyah semakin kesal mendengar Celo dan Reno berdebat.


"Astagfirullah, ya Allah ya Robbi, Mas Celo! Reno! kalian ini apa-apaan sih," maki Aisyah.


"Dia duluan sayang," kata Reno dan Celo barengan.

__ADS_1


Aisyah memegangi kepalanya yang tiba-tiba cenat cenut karena melihat Celo dan Reno bertengkar terus.


"Sekarang baikan," kata Aisyah.


"Ogah," sahut Celo.


"Aku juga ogah," sahut Reno.


"Ya sudah," timpal Aisyah lalu pergi


Celo dan Reno lagi-lagi berdebat, Celo yang kesal mengusir Reno dari rumahnya.


"Awas aja kamu Celo," ancam Reno.


"Nggak takut," sahut Celo.


***********


Celo memutuskan untuk tidak ke rumah sakit karena wajahnya bonyok semua akibat pukulan dari Reno.


Citra yang mendapatkan kabar kalau Celo tidak masuk kerja karena sakit, berniat untuk ke rumah Celo setelah pulang dari rumah sakit nanti.


Di dalam kamarnya Aisyah duduk di balkon, pikirannya sungguh kalut, dia bingung harus bagaimana menghadapi Celo dan Reno.


Di sisi lain Celo adalah suaminya meski akan segera menjadi mantan di sisi lain Reno adalah atasannya yang mana untuk saat ini Reno lah yang bisa melambungkan mimpinya.

__ADS_1


"Entahlah," kata Aisyah.


Saat asik berkutat dengan pikirannya, Celo datang menemui Aisyah.


"Sayang," panggil Celo.


"Please jangan tinggalin aku," pinta Celo.


Aisyah nampak tersenyum.


"Kita sudah berkali-kali membahasnya, aku sudah bulat untuk membesarkan anak ini sendiri," kata Aisyah.


"Apa ini gara-gara Reno, apa kamu mencintainya?" tanya Celo dengan marah.


"Mas! bisa nggak sih kamu introspeksi diri, aku gini tuh karena kamu bukan karena Reno," sahut Aisyah.


"Ibaratnya nih, kamu memasukan maling ke dalam rumah dan saat ada sesuatu yang hilang kamu malah menyalahkan orang lain," imbuh Aisyah.


Celo nampak frustasi, dia sungguh tak tau bagaimana lagi untuk membujuk Aisyah supaya mau hidup bertiga dengan Citra.


"Apa kamu tidak sayang dengan pernikahan kita yang sudah berjalan sepuluh tahun, apa kamu tidak ada keinginan untuk mempertahankannya sayang," kata Celo dengan lirih.


Aisyah tertawa mendengar perkataan Celo.


"Kamu ngomong pake otak apa cuma asal ngomong, di sini kamu loh mas yang mengkhianati pernikahan kita bukan aku, disini juga kamu yang tidak merusak dan tidak mempertahankannya, lantas kenapa seolah aku yang bersalah," kata Aisyah dengan menggelengkan kepala heran ma Celo suami antiknya.

__ADS_1


"Intinya kamu bebas mas, aku juga nggak mau peduli ma kamu lagi," imbuh Aisyah lalu membalikan badannya dan menatap hamparan rumah di depannya.


__ADS_2