Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Ciuman paksa


__ADS_3

Celo menghampiri Aisyah yang duduk di samping Reno, dia sungguh kesal sekali dengan Reno yang terang-terangan ingin mengambil istrinya.


"Sayang kamu ngapain?" tanya Celo.


Aisyah dan Reno menoleh barengan.


"Habis periksa dan ini mau nebus obat," jawab Aisyah.


Tak ingin membuat keributan di apotek, Celo meminta Aisyah untuk pergi ke ruangannya dan meminta Reno untuk antri obat Aisyah.


Setelah di ruangannya Celo meminta Aisyah untuk duduk.


"Kenapa kamu minta antar Reno untuk periksa kandungan kamu?" tanya Celo.


"Aku tadinya ingin sendiri tapi Reno memaksa," jawab Aisyah.


"Kamu itu masih istri aku, semua dokter di sini juga tau kalau kamu itu istri aku," kata Celo dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Iya aku tau," sahut Aisyah.


"Sayang jangan buat orang-orang memiliki pandangan buruk terhadap kamu, aku mohon jauhi Reno, kamu stay di rumah kalau ada apa-apa bilang aku biar aku yang mengantar kamu," kata Celo.


Aisyah tersenyum sinis dengan menatap Celo.

__ADS_1


"Kamu marah? kamu cemburu?" tanya Aisyah.


"Ya jelas aku marah dan cemburu, kamu itu istri aku," jawab Celo.


"Aku yang gak ada hubungan apa-apa dengan Reno aja kamu sudah marah pernah nggak kamu berfikir sakitnya aku saat tau kamu dan Citra menikah di belakang aku," sahut Aisyah.


Celo terdiam kata Aisyah langsung menghantam hatinya.


"Sakit mas, pernah nggak kamu berpikir tentang aku saat kamu berada di atasnya?" tanya Aisyah.


Celo hanya diam tanpa bisa menjawab.


"Nggak bisa menjawab kan? karena memang kamu tidak pernah memikirkan perasaan aku yang kamu pikirkan hanya kesenangan kamu sendiri." Aisyah menjawab pertanyaannya sendiri.


Celo memeluk Aisyah dengan erat dia meminta maaf akan segala kesalahan yang telah dia lakukan.


"Aku mas wanita yang selalu berdoa akan kesuksesanmu, wanita yang selama ini menemani kamu dari nol hingga sekarang, wanita yang setiap sore selalu menanti kepulanganmu, aku mas wanita itu bukan Citra," kata Aisyah dengan lirih.


Celo semakin erat memeluk istrinya, dia sungguh menyesal tapi penyesalan hanya tinggal penyesalan, Aisyah enggan untuk membangun kembali rumah tangga yang roboh karena ulah Celo.


"Nasi telah menjadi bubur, mungkin cukup sampai di sini jodoh kita, satu pesan buat kamu jangan melakukan kesalahan yang sama," kata Aisyah lalu dia mencoba melepas pelukan Celo namun bukannya melepaskannya Celo malah semakin erat memeluk Aisyah.


"Lapas mas!" pinta Aisyah.

__ADS_1


"Aku sangat mencintai kamu sayang," kata Celo.


"Jangan bilang cinta mas, cintaku telah mati untuk kamu," timpal Aisyah.


Celo yang tidak terima dengan ucapan Aisyah mencium bibir Aisyah dengan panas di melahap paksa bibir Aisyah.


Plak


Sebuah tamparan mendarat di pipi Celo setahun Aisyah bisa melepaskan diri dari dekapan Celo.


"Jangan pernah cium aku lagi atau detik ini juga aku akan meninggalkan kamu," ancam Aisyah.


Calo meminta maaf dan meminta Aisyah untuk tidak pergi.


"Awas kalau lain kali kamu mencium aku mas," kata Aisyah lalu keluar.


Dari arah berlawanan ada Citra yang membawa sebuah laporan yang akan dia berikan ada Celo


"Lain kali jaga suami kamu jangan sampai menggoda aku," bisik Aisyah.


Citra terbawa suasana, dia nampak kesal lalu masuk ke dalam ruangan Celo.


"Mas! apa yang telah kalian lakukan?" tanya Citra.

__ADS_1


__ADS_2