Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Reuni


__ADS_3

Di dunia ini siapa yang mau dimadu, setiap wanita tentu menginginkan cinta utuh dari suaminya, bukan cinta yang terbagi.


Hubungan Aisyah dan Celo semakin jauh tentu ini membuat Citra sangat senang karena Citra mendapatkan perhatian penuh Celo.


"Aku tuh senang banget mas kamu banyak meluangkan waktu bersama aku," kata Citra.


"Aku masih bingung saja bagaimana membujuk Aisyah untuk bisa menerima kamu sebagai madunya karena aku tidak bisa jika harus berpisah dengannya," sahut Celo.


Citra nampak sedih jika Celo bersikeras bersama Aisyah otomatis posisinya sangat lemah bisa-bisa Celo melupakannya.


*********


Usia kandungan Aisyah memasuki awal trimester kedua yaitu usai empat bulan dimana janin dalam kandungannya mulai bergerak-gerak.


Aisyah terharu karena anaknya merespon ucapan Aisyah dengan bergerak.


"Kamu kenapa sayang, kok menangis?" tanya Celo.


"Anakku bergerak," jawab Aisyah.


"Boleh aku menyentuhnya?" tanya Celo.


"Jangan, aku tidak ingin anak kita ketergantungan akan suara kamu, biarlah hanya aku yang menjadi orang tuannya," jawab Aisyah.


Aisyah yang tidak ingin digombali Celo memutusakan untuk masuk ke dalam kamarnya, Celo mantap pintu kamar Aisyah dengan tatapan sendu.


Apa rumah tangganya sudah tidak bisa diperbaiki? tapi Celo masih sangat menginginkan istri pertamanya.


Keesokannya Aisyah keluar untuk belanja, dia belanja untuk keperluan pribadinya.


Saat di perjalan Diana menelpon, dia bilang kalau ada Reuni SMA.


"Dimana?" tanya Aisyah.


"Rumah Ana," jawab Diana.


"Kayaknya aku nggak ikut deh Din, aku mau belanja," kata Aisyah.


"Nggak nggak kamu harus datang, siapa tau dengan kumpul teman lama pikiran kamu lebih fresh," bujuk Diana.


Aisyah tetap saja tidak mau tapi Diana tidak menyerah, dia terus membujuk Aisyah supaya ikut.


"Baiklah baiklah," kata Aisyah.


Diana nampak senang karena akhirnya Aisyah mau ikut reuni juga.


Aisyah belanja terlebih dahulu sebelum pergi ke tempat reuni, dia nampak santai saat berbelanja supaya nggak lama-lama saat di sana.


Satu jam berlalu, Aisyah memutuskan untuk segera pergi ke rumah Ana.


Saat mobil Aisyah memasuki halaman rumah Ana nampak sebuah mobil mewah juga masuk. Sehingga Aisyah dan pemilik mobil mewah tersebut berebut tempat parkir.


Aisyah nampak tak mau kalah begitu pula dengan pemilik mobil mewah tersebut hingga Aisyah membuka kaca mobilnya dan memarahi si pemilik mobil tersebut.


"Kan masih banyak parkiran lain kenapa menginginkan tempat parkir incaranku," kata Aisyah.

__ADS_1


Pemilik mobil tersebut membuka jendela kacanya, dan betapa kagetnya Aisyah kalau pemilik mobil mewah tersebut adalah Reno.


David Reno adalah teman sekelas Aisyah jaman sekolah dulu, Aisyah dan Reno selalu bertengkar setiap hari, banyak yang mereka debatkan hingga hal yang tidak penting terkadang menjadi bahan debat mereka.


"Kamu!" teriak Aisyah.


Tau kalau Aisyah yang berebut tempat parkir dengannya membuat Reno mengalah, dia mencari tempat lain.


Aisyah keluar dari mobil lalu masuk ke dalam.


Diana dan kawan-kawannya sudah menunggu Aisyah.


"Hey Syah, apa kabarnya?" tanya Ana.


"Alhamdulillah baik," jawab Aisyah.


Tak berselang lama pandangan para teman-teman tertuju pada lelaki yang baru datang yang tak adalah Reno.


"Astaga itu Reno," kata Ana.


"Iya, dia tuh sekarang udah sukses," sahut Ana.


Reno menyalami satu persatu teman laki-lakinya, pandangannya kini tertuju pada Aisyah dengan langkah pelan Reno mendatangi Aisyah.


"Hay," sapa Reno.


"Hay Ren," sapa balik Diana dan Ana sedangkan Aisyah hanya terdiam menatap Reno.


"Aisyah," panggil Diana dengan menyenggol.


"Eh iya sorry sorry," ucap Aisyah.


"Berubah gimana maksud kamu, ini aku belum berubah jadi power ranger Lo," sahut Reno dengan tertawa.


"Apaan sih, ya perasaan dulu pas SMA kecil nggak sebesar ini," jelas Aisyah


"Ya hidup harus ada perubahan lah, masa iya jalan di tempat," timpal Reno.


"Iya sih," sahut Aisyah.


Reno, Aisyah, Diana dan Ana mengobrol banyak mereka juga bernostalgia membahas masa lalu.


"Sumpah dulu dia jelek banget la sekarang cakep banget," puji Aisyah.


"Cie cie tertarik nih ma musuh," goda Diana.


"Eh enggak tapi memang iya kan," ucap Aisyah.


"Kamu udah nikah?" tanya Ana.


"Belum, carikan dong," jawab Reno dengan terkekeh.


"Nih calon janda, mau nggak," goda Diana.


"Ih apaan sih, aku nih masih suami orang," sahut Aisyah.

__ADS_1


"Alah bentar lagi kan janda," timpal Diana.


"Nggak ingin membuka hati dulu, fokus ma merawat anak dulu, kamu kan tau sudah sepuluh tahun aku menunggunya," ucap Aisyah dengan sendu.


Tatapan Aisyah kini jadi sedih dan ini membuat teman-temannya ikutan sedih.


"Jangan sedih ya Aisyah ada aku kok yang selalu ada buat kamu," hibur Diana.


"Makasih Din," sahut Aisyah lalu memeluk Diana.


"Aku boleh nggak ikutan meluk," kata Reno.


"Enak saja," sahut Aisyah.


Reuni berlangsung sangat seru, benar apa kata Diana kalau datang ke acara reuni pikiran akan fresh karena senang bertemu banyak teman.


Setelah reuni, Aisyah pulang ke rumahnya. Di rumah ada Celo dan Citra yang duduk di ruang tamu menunggu Aisyah.


"Sayang, kamu darimana?" tanya Celo.


"Acara ma teman," jawab Aisyah malas.


"Kamu ngapain ngakak Citra kesini?" tanya Aisyah.


"Dia ingin silaturahmi apa salahnya sih," jawab Celo.


"Ya ya ya, inikan rumah suami tercintanya ya wajar sih kalau diajak pulang," sahut Aisyah lalu pergi meninggalkan Celo dan Citra.


Celo berlari menyusul Aisyah yang nyelonong pergi.


"Sayang tunggu!" panggil Celo.


"Kamu kenapa sih sekarang nggak respect sekali sama aku, aku ini suami kamu," kata Celo.


Aisyah tertawa dengan menatap Celo.


"Kamu sudah tau jawabannya tapi kenapa masih bertanya? aku seperti juga karena kamu mas!" ucap Aisyah.


"Iya aku tahu tapi bisa nggak kamu bersikap normal lagi seperti dulu, kita bisa mulai dari awal bertiga," ucap Celo dengan enteng.


"Apa ulangi lagi," kata Aisyah dengan mendekatkan telinganya.


"Mulai dari awal bertiga," imbuhnya dengan tertawa.


"Kita coba sayang," kata Celo.


"Ngimpi mas kamu, hatiku itu ibarat gelas yang pecah, ambyar, tak hanya patah jadi dua tapi hancur berkeping-keping berserakan dimana-mana dan dengan sadarnya kamu mulai dari awal bertiga, sumpah ngimpi kamu mas," jelas Aisyah.


Celo memegang tangan Aisyah.


"Aku mohon, beri aku kesempatan untuk bisa membuktikan kalau aku bisa adil," pinta Celo dengan mata yang berkaca.


Aisyah menggelengkan kepala heran dengan suaminya yang tak waras.


"Sudahlah mas, aku tetap kukuh dengan pendirianku, aku tetap ingin pisah setelah anak ini lahir, aku nggak bisa berbagi suami dengan wanita lain," kata Aisyah lalu masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Celo menatap pintu kamar Aisyah dengan tatapan nanar, dia mengusap rambutnya dengan kasar.


"Ya Tuhan buatlah Aisyah berubah pikiran,"


__ADS_2