Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Cintaku yang telah mati


__ADS_3

Sore ini Citra datang untuk menjenguk Celo yang katanya sakit, dia sungguh kaget saat melihat Celo yang babak belur di wajahnya.


"Astaga mas kamu kenapa?" tanya Citra.


"Latihan tinju," jawab Celo.


"Lawak, ditanya baik-baik malah lawak," sahut Citra kesal.


Celo nampak menghela nafas, kemudian dia memeluk Citra dari belakang.


"Obati dong sayang, biar cepat sembuh supaya bisa kerja," kata Celo dengan manja.


Citra membalikkan badan lalu mengangguk dan saat bersamaan Aisyah lewat.


"Kalau mau bermesraan jangan disini," katanya.


Celo segera menjauhi Citra karena dia tidak ingin Aisyah marah.


"Iya maaf tapi dia juga suami aku," ucap Citra.


"Iya tapi kamu salah tempat," sahut Aisyah.


"Sudah dong jangan bertengkar, aku ini lagi sakit butuh perhatian kalian tapi kalian malah asik debat sendiri," pungkas Celo.


"Biar Citra saja yang mengobati kamu dia kan istri kesayangan kamu," sahut Aisyah lalu pergi.


Celo mencoba memanggil Aisyah namun Aisyah mengabaikan panggilannya padahal dia hanya ingin Aisiyah dan Citra akur layaknya saudara.


Celo mengajak Citra ke kamarnya karena obatnya ada di kamar.

__ADS_1


"Aku tuh ingin kalian akur," kata Celo.


"Aku juga mas, tapi Aisyah enggan untuk akur dia lebih memilih perang daripada akur" sahut Citra.


"Kamu benar lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Celo.


"Ya mau gimana lagi mas, Aisyah itu bodoh bukannya bertahan malah minta pisah dikira enak jadi janda," kata Citra.


"Entahlah aku juga heran dengan Aisyah," timpal Celo.


Celo yang lama tidak berhubungan meminta jatah pada Citra, sebenarnya dia ingin meminta hak nya pada Aisyah tapi takut karena pasti dia akan menolak.


Dengan rakus Celo melahap bibir Citra dengan tangan yang bergerilya kemana-mana.


Celo yang sudah tidak tahan segera menidurkan Citra lalu dia melucuti semua pakaian sang istri.


"Sering berhubungan badan bisa mempercepat proses pembukaan," kata Celo.


Celo mengangguk lalu melakukan penyatuan meskipun bibir bagian bawah belum begitu basah alhasil Citra memekik kesakitan saat milik Celo berhasil menerobos masuk ke dalam miliknya.


"Sakit mas," kata Citra.


"Iya kering sekali," sahut Celo.


"Mungkin foreplay nya kurang mas," timpal Citra.


Celo langsung melahap bagian dada Citra dan benar saja melahap secara brutal dada istrinya membuat bagaian bawah Citra banjir seketika.


Di sisi lain Aisyah yang dari teras masuk kembali, bola matanya mencari keberadaan Celo dan Citra namun mereka tidak ada hingga Aisyah melihat kamar yang tertutup rapat.

__ADS_1


Aisyah tersenyum lalu dia kembali lagi ke teras untuk melihat bibi bersih-bersih. Awalnya Aisyah ingin ke kamar namun Aisyah masih belum bisa jika harus mendengar suara rintihan Citra dan Celo karena kamar mereka berdekatan.


"Jangan nangis jangan nangis," kata Aisyah meminta matanya untuk tidak menangis.


Hati istri mana yang tak sakit melihat suaminya lagi asik dengan wanita lain di dalam rumahnya dan dalam kamarnya.


Sekuat kuatnya Aisyah bertahan dan bersikap cuek namun hatinya pasti tetap sakit jika melihat Celo dan Citra bersua di dalam rumahnya.


Aisyah terus memikirkan Celo dan Citra, dia terus melamun tanpa dia sadari kalau Bibi telah selesai bersih-bersih halaman depan.


Saking asiknya melamun membuat Aisyah tidak mendengar panggilan bibi.


Entah berapa lama Aisyah melamun hingga suara Celo dan Citra membawanya kembali dari lamunan.


"Aisyah aku pulang dulu ya," pamit Citra.


"Iya," sahut Aisyah dengan menatap Citra dengan lekat.


Aisyah menemukan warna merah-merah di leher Citra, memang Citra sengaja menaikan rambutnya supaya Aisyah bisa melihatnya.


"Mas aku pamit ya," pamit Citra dengan senyuman yang merekah.


Saat ingin melangkahkan kaki, Citra berbalik arah. Dia ingin mencium pipi Celo seperti biasanya namun Celo secepat kilat menghindar, dia tidak ingin Aisyah marah.


"Nanti saja," kata Celo.


Citra mengangguk lalu melangkahkan kakinya untuk pulang.


Selepas kepergian Citra Celo duduk di samping Aisyah, Celo ingin mengobrol dengan Aisyah dan meminta maaf atas sikap Citra.

__ADS_1


"Tadi kamu asik melamun, apa yang kamu lamunkan?" tanya Celo.


"Merenungi cintaku yang telah mati," jawab Aisyah dengan dingin lalu dia pergi meninggalkan Celo sendiri di teras.


__ADS_2