Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Resmi


__ADS_3

Beberapa episode terakhir.


Beberapa hari berlalu, inilah sidang perceraian Aisyah dan Celo, Reno turut hadir dalam sidang tersebut begitu pula dengan orang tuanya yang datang dari luar negeri.


Celo nampak sedih karena Aisyah benar-benar menggugatnya. Hakim dengan mudah mengabulkan gugatan Aisyah karena Celo telah selingkuh dan menikah diam-diam dengan wanita lain tanpa ijin dari Aisyah.


Palu telah diketuk, kini Aisyah dan Celo telah resmi berpisah, dengan rasa sedih dan menyesal tingkat dewa Celo memeluk Aisyah untuk terakhir kalinya.


"Maafkan aku Aisyah," kata Celo.


"Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita mas, sayangi dan cintai Citra," ucap Aisyah.


Orang tua Celo nampak kecewa dengan anaknya, mereka tak lupa meminta maaf pada sahabatnya yaitu kedua orang tua Aisyah, mereka berharap persahabatan mereka tidak putus karena perceraian Celo dan Aisyah.


Seusai sidang orang tua Celo pulang ke rumah Celo, di sana nampak Citra yang sudah menunggu kepulangan Celo, dia tak menyangka kalau Celo pulang dengan wanita dan pria paruh baya.


"Apa itu orang tua mas Celo?" batin Citra.


Citra tersenyum menyambut Celo.


"Kenalkan ini orang tua aku," kata Celo memperkenalkan orang tuanya pada Citra.

__ADS_1


Plak


Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Citra, Mama Celo nampak marah dengan Citra karena Citra telah merusak kebahagiaan Aisyah menantu kesayangannya.


"Kenapa saya ditampar?" tanya Citra dengan memegangi pipinya yang panas karena pukulan mama Celo.


"Kenapa kenapa, puas kamu sekarang telah menyakiti Aisyah, kalian pikir membangun rumah tangga tangis wanita lain itu berkah," maki mama Celo.


Citra dan Celo hanya terdiam sedangkan papa Celo mencoba menenangkan istrinya.


"Semua sudah terjadi, biar buat pelajaran bagi mereka," kata Papa Celo.


Papa dan mama Celo masuk ke dalam, mereka ingin istirahat ke dalam. Di ruang tamu tinggal Citra dan Celo.


"Belain gimana? kenyataannya memang salah kan," sahut Celo.


"Tega kamu mas melimpahkan semua ini hanya padaku, padahal dulu kamu lah yang membujukku," timpal Citra.


********


Ya seperti itulah kehidupan Citra, sedikit-sedikit dia selalu disalahkan oleh Celo, Citra hanyalah istri yang tak dianggap dan tidak dicintai.

__ADS_1


Setiap hari Celo hanya melamun menyesali perpisahannya dengan Aisyah tanpa memperdulikan Citra.


"Kalau tau begini akhrinya aku juga nggak akan mau mas nikah sama kamu dulu," kata Citra sambil mendekati Celo.


"Kalau kamu menyesal sana pergilah dari sini," teriak Celo.


Citra menangis sambil menatap anaknya yang kini digendongnya.


"Bagaimana aku bisa pergi sedangkan Cecil memerlukan kamu," kata Citra.


"Ya sudah kalau begitu diam lah jangan banyak protes," sahut Celo.


Di sisi lain Reno nampak sangat bahagia, film gelas Ambyar hasil karya dari rumah produksinya telah ditayangkan perdana di bioskop dia dan Aisyah turut hadir untuk melihat film mereka.


"Astaga ga nyangka kita pernah melakukan adegan ranjang Reno," kata Aisyah.


"Iya," sahut Reno.


"Aku ingin kita setiap hari melakukannya sebagai suami istri Aisyah, selepas masa iddah kamu aku ingin menjadikan kamu istriku," sambung Celo.


Aisyah menatap Celo dengan tatapan tak biasa, menurutnya menikah lagi terlalu cepat.

__ADS_1


"Apa tidak terlalu cepat Ren, aku baru saja menjanda," kata Aisyah.


"Justru itu, masih hot hotnya Aisyah," sahut Reno dengan terkekeh.


__ADS_2