
"Renoooo," teriak Aisyah.
Mendengar teriakan Aisyah membuat Reno keluar dari lamunannya.
"Iya Aisyah," kata Reno.
"Apa yang kamu lamunkan?" tanya Asiyah dengan tatapan menyelidik.
Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tentu dia tidak ingin bilang apa yang dia lamunkan.
"Nggak kok Aisyah," jawab Reno berbohong.
"Yakin?" tanya Aisyah penuh penekanan.
"Yakin lah," jawab Reno.
Akibatnya lamunan liarnya bagian bawah Reno jadi menegang sehingga dia nampak tak enak.
"Ya sudah kamu istirahat aku balik dulu," pamit Reno lalu dia ngibrit begitu saja sebelum Aisyah mengiyakan pamitannya.
Reno berjalan ke luar hotel lalu masuk ke dalam mobilnya, di dalam mobil Reno mencoba menetralkan pikirannya supaya hasrat liarnya menghilang karena dia tidak ingin Aisyah menjadi sasaran imajinasi hasrat liarnya lagi.
Di rasa sudah lebih berkurang, Reno mulai melajukan mobilnya dan pergi dari hotel.
__ADS_1
Waktu cepat berlalu, inilah hari dimana Aisyah harus syuting ke luar negeri. Celo yang tau tentu marah namun Aisyah tidak begitu menanggapi amarah Celo.
"Terserahlah mas, aku harus tetap pergi," kata Aisyah.
"Mau jadi istri durhaka kamu Aisyah!" teriak Celo.
"Mas, kenapa sih kamu selalu bersikap seperti ini, aku tidak pernah mempermasalahkan kamu dan Citra tapi mengapa kamu selalu mempermasalahkan kegiatan aku" kata Aisyah dengan kesal.
"Ya jelas aku mempermasalahkannya karena kamu ini istri aku," sahut Celo.
Aisyah melihat luar jendela, air matanya kembali menetes. Sebenarnya dia juga tidak ingin menjadi istri Durhaka namun bagaimana lagi selepas dia pisah nanti, anak dan dirinya tetap membutuhkan uang untuk hidup, Aisyah tidak mengharapkan pemberian Celo mengingat Celo telah memiliki anak dengan Citra.
"Aku belajar dari pengalaman orang-orang yang mana mantan suami jarang ingat untuk menafkahi anaknya bersama mantan istri," kata Aisyah.
"Mas mas kamu dulu juga janji ma aku untuk tidak mendua tapi kenyataannya apa? kamu tetap menduakan aku," timpal Aisyah.
"Kita tetap pisah," sambungnya.
Celo nampak diam, dia tidak bisa menyahut lagi kata-katanya sudah habis yang bisa dia lakukan adalah merelakan Aisyah pergi ke luar negeri.
Saat Aisyah pergi keluar negeri Celo mengajak Citra ke rumahnya sesuai permintaan Citra, awalnya Celo menolak tapi Citra terus memaksa katanya mumpung Aisyah ke luar negeri.
***********
__ADS_1
"Action," kata Sutradara.
Reno memeluk Aisyah dari belakang, dia menciumi setiap jenjang leher Aisyah kemudian membawanya ke tempat tidur.
Memang dalam acting kali ini Reno dan Aisyah tengah berbulan madu, mereka sudah menyatu dalam ikatan pernikahan.
Adegan ranjang ini membuat Aisyah baper, hasrat yang selama ini terpendam mencuat yang seketika membuat aktingnya totalitas, sang Sutradara sampai melongo dibuat akting dari keduanya.
"Cut," teriak sang sutradara.
Meski dalam kisah hidupnya sendiri, Aisyah masih berkutat dengan Celo dan Citra namun dalam filmnya dia telah bahagia dan menikah dengan Reno.
Sebulan telah berlalu, akhirnya syuting telah usai tinggal menunggu kapan ditayangkan di Bioskop.
Semenjak adegan ranjang itu, bayangan Reno yang hampir mencumbu dirinya selalu membayangi Aisyah apalagi Reno yang benar-benar telah jatuh cinta pada Aisyah.
Di sisi lain, kandungan Citra sudah menginjak sembilan bulan, dia meminta Celo untuk siaga karena takutnya sewaktu-waktu dia melahirkan.
"Aku nggak bisa kalau berada di sini terus Citra, bagaimana Aisyah," kata Celo.
"Kamu tuh Aisyah, Aisyah terus lihatlah aku ini mau melarikan mas!" teriak Citra.
Citra menangis, dia sungguh kecewa dengan sikap Celo yang tidak bisa membedakan yang penting dan tidak.
__ADS_1