Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Bertemu


__ADS_3

Entah berapa kebohongan yang keluar dari mulut Celo, aku yang mendengarnya saja capek apa lagi dia yang selalu memikirkan kata-kata untuk berbohong.


"Oh ya mas kamu darimana?" tanyaku.


"Dari pasar beli buah," jawabnya.


Aku mengerutkan alis, sejak kapan dia pergi ke pasar selama ini dia tidak pernah pergi ke pasar, aku saja dilarang untuk ke pasar karena menurutnya pasar itu kotor dan banyak kuman.


"Mimpi apa kamu semalam mas? hingga pergi ke pasar pagi-pagi sekali," tanyaku.


"Entahlah sayang, aku juga nggak tau. Tadi tiba-tiba aku ingin ke pasar," jawabnya.


"Bohong lagi," batinku.


Setelah makan, aku dan Celo bersiap untuk ke rumah sakit, sebenarnya ingin sekali bertemu Citra di sana tapi mungkin lebih baik kalau hari Minggu saja bertemunya.


"Mas besok jangan ada alasan apapun untuk tidak ada di rumah karena teman aku akan main kesini," kataku saat kami dalam perjalanan menuju rumah sakit.


"Baiklah sayang," sahutnya dengan mencubit hidungku.


Aku tersenyum sinis, sungguh ingin tau bagaimana reaksi Citra dan Celo saat besok mereka bertemu.


************


POV 3


"Sumpah mas, aku gedeg sama istri kamu, apa sih maunya. Dia ngelarang kamu ini dan itu, dia pikir cuma dia apa istrinya," maki Citra.


"Apa jangan-jangan dia tau hubungan kita?" tanya Citra kemudian.


"Nggak lah sayang, aku tuh udah sembunyikan ponsel khusus kamu di tempat aman, aku juga mengganti nama kamu di ponsel umum aku dengan nama Dokter Faisal dan aku kini juga memberinya password," jawab Celo.


"Pokoknya aku nggak mau tau kamu harus nemenin aku ke rumah teman aku mas," pinta Citra.


"Astaga Citra, ngerti dong. Sekali ini aja lain kali aku akan ambil cuti dan kita bisa bersenang-senang berdua," bujuk Celo.


Citra akhirnya mau mendengar kata-kata Celo untuk tenang dan besok dia juga akan datang ke rumah Aisyah dengan naik taksi online.


"Kalau kamu nurut kan aku jadi senang sayang," kata Celo.


"Iya tapi kalau aku gini terus aku ya males mas, urusin saja sana istri pertama kamu nggak usah ngurusin aku dan anak kita," maki Citra.


"Ya sudah sekarang kamu tidur sini, aku nggak mau tau atau aku pergi," imbuh Citra yang membuat Celo semakin frustasi.


Celo melemparkan tatapannya keluar jendela, bagaimana dengan Aisyah kalau dia tidur di rumah Citra dan bagaimana dengan Citra kalau dia pulang.

__ADS_1


Sebelum pulang tadi Aisyah pesan makanan pada Celo, dia minta dibelikan nasi goreng seafood lantas kalau dirinya bermalam di rumah Citra bagaimana dengan Aisyah? sudah pasti Aisyah marah, mau alasan apa lagi?


Aarrrggg


"Kamu kenapa mas?" tanya Citra.


"Bingung, kalian sama-sama menuntut aku ini dan itu," jawab Celo.


"Kamu kan tau mas, aku sudah banyak mengalah dengan istri kamu, aku ini hamil mas hiks hiks hiks, aku ingin dimanja dan disayang oleh kamu, tau gini aku lebih baik nggak hamil," sahut Citra dengan menangis.


Celo menatap iba Citra, tak seharusnya dia memperlakukan Citra seperti ini apalagi Citra tengah hamil anaknya.


"Ya sudah aku akan menginap di sini," Celo.


Senyuman terukir di bibir Citra, dia merasa telah menang.


"Wahai istri pertama Celo maaf, tapi aku lebih butuh suami kita daripada kamu.


Di sisi lain Aisyah menunggu kepulangan Celo, entah mengapa dia ingin sekali makan nasi goreng seafood.


Tiga jam sudah berlalu dari pamit keluar rumah sakit namun Celo tak kunjung sampai bahkan kini ponselnya tak bisa dihubungi.


Air mata Aisyah tumpah, dia tau kalau Celo menginap di rumah Citra, madunya.


"Jika kamu menginginkan anak, aku bisa apa mas, aku hanya wanita yang tidak sempurna," kata Aisyah dengan terisak.


Semalam Aisyah menangis dan tepat pukul tiga pagi dia baru terlelap dan satu jam setelahnya Celo baru pulang.


Celo naik ke tempat tidur dan melihat sisa air mata di mata Aisyah dia tau kalau sang istri pasti habis menangis.


"Maafkan aku sayang, maaf," kata Celo dengan mengecup kening Aisyah.


"Semua memang salahku, andaikan waktu itu aku tidak salah jalan mungkin kita bahagia bersama tanpa ada orang lain.


Andaikan kamu tau sayang semakin kesini aku semakin tersiksa melihat kalian berdua menderita, kita bertiga sama-sama menderita, sungguh jika aku tau akhrinya akan seperti ini, aku nggak akan menduakan kamu," batin Celo dengan mata yang basah.


Tepat pukul delapan Aisyah baru bangun.


"Astagfirullah, aku kesiangan," kata Aisyah.


Dia melihat Celo yang juga masih memejamkan mata.


"Pulang jam berapa dia," batin Aisyah.


Citra segera mandi dan bersiap, karena sebenar lagi Citra akan datang ke rumahnya.

__ADS_1


"Cit, aku share ya," kata Aisyah.


"Ok Aisyah," balas Citra.


Aisyah menyiapkan makanan dan minuman untuk Citra nanti, sungguh dia tak sabar menyambut tamu agung yaitu Reader plus madunya.


"Nyampe mana Cit?" tanya Aisyah.


"Kurang dua puluh menit lagi," balas Citra.


"Ok, nggak sabar ingin bertemu reader," balas Aisyah.


"Aku juga nggak sabar pengen ketemu author pemes," balasnya.


Aku mengirim emot ngakak.


"Kamu pasti akan terkejut Cit setelah tau kalau akulah wanita yang kamu sakiti, wanita yang kamu rebut suaminya," kata Aisyah.


Sebelum Citra datang dia menyembunyikan foto-foto Celo hingga foto pernikahan yang dipajang di ruang tamu Aisyah sembunyikan.


Tak hanya foto dia juga memasukkan mobil Celo di garasi, supaya saat datang Citra tidak melihat mobil Celo.


"Perfect, drama akan segera dimulai," kata Aisyah.


Aisyah kembali ke kamar untuk melihat Celo dan benar saja dia masih terlelap mungkin habis begadang dengan Citra semalam.


"Lihatlah mas bentar lagi istri kedua kamu main Lo di rumah kita, semoga saja jantung kamu kuat ya," ucap Aisyah.


Aisyah berjalan mendekati Celo yang masih tertidur.


"Mas mas, udah jam sembilan Lo kamu nggak bangun," kata Aisyah sambil menggoyang tubuh Celo.


"Pagi sayang, maaf ya semalam aku...." kata Celo yang terpotong karena Aisyah meletakan jari telunjuknya di bibir Celo.


"Hust, udah nggak papa kok, sekarang lebih baik kamu mandi karena teman aku akan segera datang," ucap Aisyah.


Celo tersenyum, dia sungguh bernafas lega. Semalaman dia mikir alasan yang pas dan ternyata Aisyah malah tidak mempermasalahkannya.


"Ok," kata Celo lalu pergi ke kamar mandi.


Ponsel Aisyah berbunyi dan benar saja Citra telah sampai.


"Masuk Cit," kata Aisyah lalu bergegas turun.


Deg...

__ADS_1


Aisyah nampak gugup, dengan bismilah dia berjalan mendekati wanita yang tengah berdiri di teras.


"Citra,"


__ADS_2