Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
lahiran


__ADS_3

Citra terdiam mendengar ucapan Aisyah, kembali pada Celo adalah sebuah kebodohan yang hakiki, hati yang bercabang tidak mungkin lurus kembali meksipun beberapa kali dipangkas.


Bagi Aisyah Celo telah mati, Celo yang kini hidup dengan Citra adalah Celo yang lain yang tidak Aisyah kenal.


"Maaf Citra lebih baik kamu pergi, aku tidak berminat kembali dengan suami kamu," kata Aisyah.


Citra mengangguk lalu pamit untuk undur diri, Aisyah sungguh kasihan dengan Citra yang harus mengalami semua ini tapi inilah jalannya.


Membangun rumah tangga dengan pondasi dari tangis wanita lain tentu tidak akan berkah. Ya begitulah rumah tangga Celo dan Citra sekarang.


Hari cepat berlalu, kandungan Aisyah semakin besar dan bulan ini adalah bulan dimana dia melahirkan.


Reno menghubungi Aisyah untuk bertemu karena ada hal yang ingin dia bicarakan terkait launching film perdana Aisyah.


"Perut aku sudah besar Ren," kata Aisyah.


"Ya sudah aku yang kesana," sahut Reno.


Tak sampai hitungan Jam Reno sudah sampai di rumah Aisyah, dulu semasa sekolah Reno sering sekali main ke rumah Aisyah.


"Lama sekali tapi tidak ada perubahan," kata Reno.


"Menangnya power ranger bisa berubah," sahut Aisyah.


Reno terkekeh mendengar kata Aisyah.


"Bentar lagi ada yang berubah disini," kata Reno.


"Ih sok tau," ucap Aisyah.


"Aku serius ini," sahut Reno.

__ADS_1


"Apa memangnya?" tanya Aisyah.


Reno menunjuk sebuah dinding dan ini membuat Aisyah heran, apa yang berubah dari dinding tersebut.


"Di dinding itu akan terpajang foto pernikahan kita," kata Reno.


Aisyah menggelengkan kepala, sungguh heran dengan tingkat kepedean yang dimilik Reno.


Reno dan Aisyah mengobrol asik terkait film yang akan segera tayang di bioskop, kata Reno penjualan tiket sudah hampir habis karena film ini begitu di nantikan oleh penonton.


"Semoga film ini boom ya dan kamu siap-siap jadi artis terkenal," kata Reno.


"Amin," sahut Aisyah.


Tiba-tiba perut Aisyah sakit.


"Auwwww," pekik Aisyah.


"Entah Ren," jawab Aisyah.


Dengan dibantu Reno Aisyah berdiri dan ada air yang merembes keluar.


"Ini kenapa kok basah Ren?" tanya Aisyah.


"Mana aku tau apa kamu ngompol?" tanya Reno balik.


Aisyah yang panik segera meminta Reno untuk membawanya ke rumah sakit agar bisa diperiksa siapa tau memang udah waktunya melahirkan.


"Air ketuban telah pecah, sedangkan anda baru pembukaan pertama jadi kami harus melakukan operasi," kata Dokter.


"Lakukan yang terbaik dok," kata Reno seolah dia adalah bapak dari anak yang dikandung Aisyah.

__ADS_1


Dokter menyiapkan semuanya, Reno mencoba menguatkan Aisyah yang ketakutan.


"Jangan takut ada aku, kamu harus kuat demi anak kita sayang," ucap Reno yang semakin ngelantur.


Aisyah hanya mengangguk sambil memegangi tangan Reno karena perutnya terus saja kontraksi.


"Sakit Ren," kata Aisyah.


"Sabar, bentar lagi kita akan memiliki anak sayang," bujuk Reno.


"Iya," sahut Aisyah.


Ruang operasi telah siap, dokter akan memindahkan Aisyah ke sana.


"Kamu bisa, jangan putus berdoa ok," kata Reno.


Reno mondar mandir di depan ruang operasi, dia sungguh cemas, beberapa pikiran negatif mulai muncul dan sebisa mungkin Reno menghalaunya.


"Ya Tuhan semoga Aisyah dan anaknya selamat," batin Reno.


Tak berselang lama, suster keluar dengan membawa bayi yang tengah menangis, Reno tak sempat melihatnya karena suster segera pergi.


Air mata Reno keluar, entah mengapa dia sangat bahagia.


"Dia sudah lahir," kata Reno.


Tak berselang lama Aisyah dipindahkan ke ruang perawatan begitu pula dengan bayinya.


"Subhanallah Aisyah dia mirip aku," kata Reno.


Reno segera menggendong bayi Aisyah lalu mengadzani bayi mungil tersebut.

__ADS_1


Entah bagaimana hukumnya jika orang lain yang mengadzani bayi yang bukan anak kandungnya.


__ADS_2