Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Bisa jadi dia selingkuh


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat, novel yang Aisyah tulis ternyata memiliki banyak pembaca dan itu membuatnya sangat bahagia.


Aisyah berterima kasih pada readernya semua karena udah mau mendukungnya termasuk akun Cilo.


Aisyah dan akun Cilo kini tak hanya komunikasi dalam kolom komentar, Aisyah sengaja meminta nomor wa akun Cilo supaya mereka bisa saling dekat seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang.


"Nama yang bagus," puji Aisyah.


Pemilik akun Cilo bernama Citra yang begitulah saat dia memperkenalkan diri pada Aisyah melalui pesan singkat yang dikirim lewat wa.


Semenjak saat itu, Citra menjadi bestie Aisyah. Layaknya seorang teman dekat, Citra selalu mensupport Aisyah, memberi dukungan pada Aisyah supaya tidak berhenti berkarya.


"Terima kasih Citra," kata Aisyah.


Lama saling kenal, kini hubungan mereka tak hanya sebatas Author dan Reader melainkan hubungan seorang teman meski hanya virtual.


Mereka bercerita banyak hal, mulai alamat dan keluarga masing-masing.


"Suamiku juga dari kota Surabaya," kata Citra.


"Benarkah?" tanya Aisyah.


"Iya, dia seorang Dokter bedah di salah satu rumah sakit elite di sana," jawab Citra.


"Suamiku juga, dia juga seorang Dokter bedah," sahut Aisyah.


Kebetulan yang tak disangka, sama-sama pecinta novel online, sama-sama suka bercanda dan sama-sama memiliki suami dokter.


Aisyah sangat bahagia karena dia dan Citra memiliki kesamaan dan itu menjadikan hubungan mereka semakin dekat lagi.


**********


"Hari ini aku ada tugas ke luar kota sayang," kata Celo.


"Pulang jam berapa mas?" tanya Aisyah.


"Mungkin besok, nggak papa kan?" jawab Celo.


"Ya papa mas, aku nggak boleh ikut?" tanya Aisyah lagi.


"Aku bisa nunggu kamu di mobil, janji nggak akan ngerepotin kamu," imbuh Aisyah.


"Ya nggak bisa dong sayang, nanti aku malah ga fokus mengoperasi pasien karena pasti bawaannya ingin ke mobil mulu," ucap Celo dengan mencubit hidung mungil Aisyah.


"Jangan dicubit dong mas, nanti semakin pesek hidung aku," protes Aisyah.


"La malah justru aku pencet biar mancung hidungnya," ucap Celo dengan tertawa.


Aisyah memeluk Celo dia sungguh gemas sekali dengan sang suami yang selalu menggodanya.


"Ya sudah aku berangkat dulu ya sayang," kata Celo.

__ADS_1


"Hati-hati ya," ucap Aisyah.


Celo bergegas masuk ke mobilnya tak lupa Celo melambaikan tangan pada Aisyah.


Selepas kepergian Celo Aisyah masuk ke dalam rumah.


Seperti biasanya Aisyah membuka aplikasi novel miliknya, banyak sekali komentar dari reader tak ketinggalan komen Citra.


Puas membalas semua komen Reader, Aisyah melihat status wa salah satunya status dari Citra.


"Duh yang happy karena suaminya mau datang." Aisyah mengomentari status Citra.


"Hehe iya nih Aisyah, suami aku lagi otw. Rindu berat karena seminggu nggak ketemu," balas Citra.


"Memangnya nggak pulang setiap hari?" tanya Aisyah.


"Enggak, repot dengan kerjaan," jawab Citra dengan emot sedih.


Citra dan Aisyah akhirnya saling curhat, Aisyah mengeluhkan suaminya yang sering keluar kota enam bulan terakhir ini, biasanya nggak pernah kalaupun iya dia selalu mengajak Aisyah turut ikut.


Citra hanya menanggapi curhatan Aisyah dengan emot sedih dan kata sabar. Berbeda dengan Aisyah, Citra tau kalau dirinya adalah istri kedua jadi dia tidak banyak protes pada suaminya.


Seusai chatting dengan Citra, Aisyah mencoba menghubungi suaminya namun panggilannya tidak dijawab sama sekali bahkan dua jam kemudian ponselnya tidak aktif.


"Selalu seperti ini," gerutu Aisyah.


Aisyah yang kesal meletakkan ponselnya, dia pergi ke bawah untuk makan.


"Masak apa bi?" tanya Aisyah pada bibi art.


"Wah mantap bi," sahut Aisyah lalu mengambil piring dan langsung makan.


Aisyah makan dengan lahap bahkan dia nambah sampai dua kali.


"Sumpah bi enak banget," kata Aisyah sebagai mulut penuh makanan.


Seusai makan Aisyah mengambil baju Celo yang sudah disetrika oleh bibi.


Aisyah nampak mengerutkan alisnya karena Celo membeli baju baru lagi.


"Tiap pergi keluar kota pasti beli baju baru, apa baju yang aku bawakan kurang sehingga mas Celo beli baju lagi," gumam Aisyah.


Aisyah melipat kembali baju Celo lalu membawa baju-baju sang suami ke kamar.


Sesuai menata baju-baju di tempatnya Aisyah melihat ponselnya dan benar saja aja balasan dari Celo.


Celo bilang kalau dirinya telah sampai di kota Malang.


"Call dong mas," balas Aisyah.


Lama Celo tidak membalas chat Aisyah padahal lagi online.

__ADS_1


Aisyah yang kesal langsung saja melakukan panggilan telepon namun direject oleh Celo.


"Sayang aku harus kerja dulu, bye," balas Celo lagi.


Aisyah yang kesal melempar ponselnya ke tempat tidur.


"Kamu selalu begini mas jika keluar kota," kata Aisyah.


Air mata Aisyah merembes keluar, rasanya heran dengan sikap Celo yang seakan mengabaikannya.


Puas memikirkan Celo, Aisyah kembali menulis kali ini dia menulis tentang poligami, entah mengapa dia ingin sekali menuliskan kisah seorang istri yang dipoligami suaminya.


Saat ceritanya dia post, banyak komen yang membanjiri lapaknya namun hanya Citra yang absen, Aisyah cukup tau kenapa Citra absen hari ini.


Hingga larut, Aisyah masih saja menulis dia juga melupakan ponselnya yang dia lempar ke tempat tidur siang tadi.


"Lanjut besok lagi ah," kata Aisyah lalu menutup laptop miliknya.


Aisyah mengambil ponselnya dan mengecek namun tidak ada pesan masuk dari Celo.


"Aneh kamu mas, dari siang berubah malam namun tidak sempat mengabari aku," gumam Aisyah.


Meskipun hatinya dongkol namun Aisyah bisa mengabaikannya dan tidur.


Pagi menyapa dengan cepat, Aisyah melihat ponselnya lalu menghubungi sang suami namun lagi-lagi panggilannya tidak dijawab.


Aisyah yang kesal melempar bantal ke lantai, pikirannya sungguh kalut dan tak karu-karuan.


"Sabar Syah, tetap positif thinking," Aisyah mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Tak ada kegiatan, Aisyah menghubungi temannya dan mengajaknya untuk makan di luar.


"Kamu kenapa Aisyah?" tanya Diana.


"Aku heran dengan mas Celo Din," jawab Aisyah.


"Kenapa?" tanya Diana lagi.


"Dia tuh sering pergi keluar kota, tapi saat di sana mas Celo nggak bisa sama sekali aku hubungi, dia juga nggak ngabarin aku, padahal dia online," jawab Aisyah.


Diana nampak mengerutkan alisnya.


"Aku rasa ada yang disembunyikan suami kamu Syah," kata Diana yang membuat Aisah menatapnya.


"Maksudnya?" tanya Aisyah.


"Entahlah aku sendiri juga nggak yakin, cuma kalau dia sering keluar kota dan nggak bisa kamu hubungi bisa jadi dia itu sama wanita," jawab Diana.


Aisyah nampak terdiam, apa mungkin suaminya selingkuh? tapi mas Celo sudah berjanji padanya kalau tidak akan selingkuh.


"Ini hanya praduga aku Syah, siapa tau aku salah," kata Diana.

__ADS_1


Aisyah mengangguk, dilema tengah merundung dirinya.


"Kalaupun iya jangan pernah gegabah jangan menuduh tanpa ada bukti yang jelas, kalau bisa kamu selidiki dulu," pesan Diana.


__ADS_2