
Aisyah nampak panik melihat Citra yang kesakitan, dia segera mendekati Citra yang kesakitan.
"Kamu kenapa Citra?" tanya Aisyah.
"Perut aku sakit Aisyah," jawab Citra.
"Kamu mau melahirkan?" tanya Aisyah lagi.
"Mungkin," jawab Citra.
Aisyah yang panik segera mengambil kunci mobilnya dia segera mengeluarkan mobilnya yang sudah terparkir rapi di garasi.
Tubuhnya jadi basah karena terkena hujan namun Aisyah tidak mempedulikan hal itu karena yang dia pikirkan adalah Citra.
Dengan tubuh yang lumayan basah, Aisyah masuk ke dalam dan membopong Citra masuk ke dalam mobil lalu membawanya ke rumah sakit.
Jarak pandang yang pendek membuat Aisyah tidak bisa melaju dengan cepat, ditambah tubuhnya yang kedinginan serta perut yang lumayan sakit.
"Kamu sabar ya Citra," kata Aisyah.
Berkali-kali Aisyah melihat Citra dari kaca spion, dia sungguh bingung karena mobil yang tidak bisa melaju dengan cepat.
"Ya Tuhan lindungilah Citra dan bayinya," batin Aisyah.
Tak beberapa lama kemudian mobil telah sampai di rumah sakit, Aisyah segera berlari menuju resepsionis untuk menyiapkan brankar.
Citra segera dilahirkan ke ruang bersalin dan beberapa suster dan dokter menyiapkan segala sesuatunya.
Aisyah turut mendampingi Citra yang akan melahirkan, awalnya dia ingin menunggu di luar namun Citra meminta Aisyah untuk menemaninya.
__ADS_1
Dengan kesakitan Citra memegangi tangan Aisyah, berkali-kali dia meminta maaf pada Aisyah karena telah merebut Celo dari tangan Aisyah.
"Sudahlah Citra jangan memikirkan hal itu, lagipula semua sudah berlalu yang terpenting sekarang banyak-banyak berdoa meminta agar anak kamu bisa lahir dengan selamat," kata Aisyah.
"Sungguh mulia kamu Aisyah, maafkan aku," ucap Citra.
Melihat Citra melahirkan memuat Aisyah tegang, layaknya seorang kakak Aisyah menyemangati Citra untuk terus kuat dan berjuang melahirkan bayinya.
Oek
Oek
Oek
Seorang bayi laki-laki lahir dengan selamat, air mata Aisyah keluar dia kini berada diantara senang dan sakit.
Anak yang sangat Celo impikan telah lahir namun bukan dari rahimnya tapi melainkan dari rahim wanita lain.
"Hatiku sungguh sakit," gumamnya dengan air mata yang terus keluar.
Citra dan bayinya telah dipindahkan ke ruang perawatan, Aisyah juga ikut turut menemani Citra.
Di sisi lain Celo yang mendapatkan kabar kalau Citra melahirkan segera datang ke rumah sakit, setibanya di ruang perawatan dia segera menciumi bayinya, tak hanya bayi mungilnya dia juga menciumi Citra sang ibu bayi tersebut.
Aisyah yang baru keluar dari kamar mandi nampak mematung melihat Celo. Lagi-lagi hatinya tercabik.
Air mata lolos kembali namun segera mungkin Aisyah menghapusnya.
"Sudahlah Aisyah kenapa masih kamu tangisi, Celo sudah bahagia dengan keluarga kecilnya kini saatnya kamu pergi," batin Aisyah.
__ADS_1
Aisyah menghampiri Celo dan Citra dan ini membuat Celo shock karena ada Aisyah.
"Aku pamit pulang ya," kata Aisyah dengan tersenyum.
"Sayang kamu di sini?" tanya Celo.
"Iya, ini aku mau pulang," jawab Aisyah.
"Aku antar ya," kata Celo.
"Nggak usah, temani Citra dan anak kamu," sahut Aisyah.
"Terima kasih ya Aisyah," kata Citra.
"Sama-sama," sahut Aisyah lalu keluar.
Celo segera menyusul Aisyah, dia ingin mengantar Aisyah pulang.
"Aku bawa mobil sendiri mas," kata Aisyah.
"Temani istri dan anak kamu, aku bisa pulang sendiri. Selamat ya mas akhrinya kamu memiliki anak juga maafkan aku yang telat memberinya," imbuh Aisyah.
"Sayang kamu baik-baik saja kan," kata Celo.
"Mana mungkin aku baik baik saja mas," batin Aisyah.
Aisyah mencoba tersenyum meski hatinya hancur berkeping-keping.
"Aku baik, jaga dan sayangi Citra dan anak kamu jangan sampai semua pergi meninggalkan kamu mas," ucap Aisyah lalu menepuk bahu Celo.
__ADS_1
Aisyah membalikan badan lalu berjalan meninggalkan Celo yang masih mematung melihat kepergian Aisyah.