
Usia kehamilan Citra menginjak empat bulan, janin sudah berkembang dan hidup bahkan sudah bisa bergerak.
"Owh bergerak sayang," kata Celo bahagia saat dia bisa merasakan tendangan dari anaknya.
"Iya mas, dia bergerak aktif," sahut Citra yang tak kalah bahagia.
Mereka berdua nampak bahagia meski jauh di sana ada wanita yang mereka dholimi, wanita yang mereka tusuk dari belakang.
Aisyah, wanita yang selalu menjalankan kewajibannya pada sang suami, wanita yang dengan setianya mendampingi suami hingga sang suami bisa seperti ini, wanita selalu berdoa meminta atas kesehatan, keselamatan dan rejeki sang suami, wanita yang tak henti-hentinya berusaha untuk memberikan seorang anak pada sang suami tapi dengan teganya Celo malah terbuai dengan kehadiran wanita baru, wanita yang baru dia kenal, wanita yang datang saat dia berada di atas wanita yang dengan teganya merebut semua milik wanita lain.
Celo dan Citra berfoto mesra, dimana Celo menggunakan foto tersebut sebagai foto profil di wa khususnya begitu pula dengan Citra yang menggunakan foto tersebut sebagai foto profil di wa nya dan tentunya Aisyah yang menyimpan kontak Citra sudah pasti melihatnya.
Meksipun Citra tidak mengijinkan Celo berhubungan badan dengan Aisyah namun Celo tetap melanggar janjinya, dia tetap berhubungan dengan Aisyah namun durasinya dia kurangi karena Citra selalu memberinya kepuasan setiap hari sehingga Celo sudah malas berhubungan dengan Aisyah.
Flashback off
POV 1
"Tidak, tidak," kataku tak percaya.
Air mataku meluncur bebas saat melihat sebuah status wa di ponselku, aku melihat seorang wanita cantik tengah mengandung dengan lelaki yang mencium perutnya.
Aku melihat dengan cermat wajah si lelaki yang sangat familiar bagiku. Alisnya, senyumnya, matanya, bibirnya, semua sama persis dengan Celo suamiku.
Berkali kali aku melihat foto itu bahkan aku menyamakan dengan foto Celo suamiku dan memang persis sekali.
Apa mungkin Celo memiliki saudara kembar? atau orang lain yang persis Celo? atau memang itu adalah Celo? entahlah aku sendiri juga bingung bin heran.
Aku sungguh tak tau, pernikahanku dengan Celo perasaan baik-baik saja, tak ada masalah bahkan Celo sangat menyayangiku
Dengan pikiran yang berkecamuk aku menghubungi ponsel suamiku namun tidak dijawab.
Aku kembali melihat foto yang tadi aku screenshoot beharap aku salah lihat namun foto itu sangat mirip dengan Celo suamiku.
"Apa ini benar kamu mas," kataku yang masih percaya.
Hatiku sangat sakit, apa benar wanita itu dia? dia pernah bilang padaku kalau suaminya adalah orang Surabaya dan juga seorang Dokter bedah, apa Celo yang dimaksud olehnya?
Aku berharap suaminya bukan suamiku, aku tak sanggup jika benar terjadi, tapi bagaimana dengan foto itu?
Arrrggggg, aku yang tak tenang mengambil tas milikku dan pergi ke rumah sakit dimana Celo bekerja namun setibanya di rumah sakit perawat bilang kalau Celo off hari ini.
Tubuhku seperti disambar petir, satu kebohongan Celo mulai kutemukan.
__ADS_1
"Kenapa kamu bohong mas?" kataku dengan mata yang mulai membasah.
Rasa takut perlahan menghampiri diriku, aku takut dia menduakan aku, aku takut dia memiliki wanita lain, aku takut, takut dan takut.
Aku yang penasaran meminta ijin untuk ke ruangan kerja Celo barangkali ada sesuatu yang bisa aku temukan di sana namun suster tidak mengijinkan karena melanggar aturan.
"Saya mohon suster?" pintaku.
Mau nggak mau suster pun mengantarku ke ruangan Celo.
Aku menggeledah ruangan Celo tapi aku tidak menemukan apa-apa. Hanya foto pernikahan kami yang aku lihat di mejanya.
"Sudah ketemu?" tanya Suster.
"Nggak ada sus," jawabku.
Aku mencoba menenangkan diri dengan mengambil nafas dalam-dalam dan melepaskannya.
**********
Aku terdiam di depan teras rumah, pikiranku traveling kemana-mana, aku sungguh tak menyangka kalau reader yang telah aku anggap sebagai saudara ternyata berfoto mesra dengan suamiku layaknya suami istri.
Apa memang mereka suami istri? kepalaku semakin berdenyut memikirkannya.
Malam sekali Celo baru pulang, aku yang masih terjaga menyambut kedatangan suamiku.
"Iya sayang, ada kecelakaan dan harus dioperasi," jawab Celo berbohong.
Aku tersenyum kecut, aku tau kali ini dia tengah berbohong.
"Aku tadi ke rumah sakit," ucapku.
Celo membolakan matanya, dia menatapku dengan lekat.
"Kamu ke rumah sakit? ngapain?" tanya Celo dengan kikuk.
"Mencari kamu mas," jawabku
"Tadi aku habis pulang ke rumah bunda dan lewat rumah sakit, ya sudah aku mampir untuk ngajakin kamu makan siang bersama tapi suster bilang kamu off hari ini," imbuhku dengan menatapnya.
Tatapanku kali ini bukan tatapan biasa seolah ingin protes pada Celo kenapa berbohong.
Seketika raut wajah Celo berubah saat tatapan kami bertemu.
__ADS_1
"Memang aku off sayang tapi Dokter Faisal meminta aku menggantikan jadwal operasinya di rumah sakit Delta dan saat akan pulang ada pasien korban kecelakaan yang keadaannya sangat kritis jadi mau nggak mau kami melakukan operasi dadakan," jelas Celo.
Aku kini menatapnya ragu, apakah benar dia ada kerjaan di rumah sakit lain atau mengunjungi wanita itu?
Aku mencoba menahan gejolak di dada, ingin sekali aku bertanya langsung siapa wanita hamil yang ada di status tersebut, tapi aku tidak mau gegabah dan ingin mencari tau kebenarannya sendiri.
"Ya sudah mas, sana mandi bau banget lo," kataku dengan menutup hidung.
"Mandi berdua yuk, sumpah kangen banget aku sama kamu," ucap Celo.
"Udah jangan gombal, sana mandi," timpalku kesal.
Aku menatap punggung Celo yang berjalan ke kamar mandi, aku sungguh bingung. Dilihat dari sikap Celo nampak kalau Celo begitu menyayangiku tapi siapa wanita itu? kenapa di dalam foto Celo nampak bahagia dengan mencium perut si wanita itu? wanita yang tak lain adalah readerku sendiri.
Aku mengambil ponsel Celo dan mengecek wa miliknya.
Aku scrol sampai bawah tapi aku tidak menemukan nama perempuan yang asing di sana, semua nama nampak familiar bagiku hanya saja di urutan pertama ada nama Dokter Faisal dengan chat sudah sampai rumah ya dengan emot sedih.
Karena tidak menemukan apa-apa, aku memasukkan ponselnya kembali ke tas jinjing miliknya.
"Ya Allah jika memang suami hamba memiliki wanita lain tolong tunjukkan pada hamba," doaku.
Tak berselang lama Celo keluar dengan handuk kimono miliknya.
"Mas kamu nggak minta jatah, sudah tiga hari ini nggak cocok tanam kita," kataku dengan memeluk erat dirinya.
"Besok saja ya sayang, hari ini lelah sekali." Kata Celo.
"Memangnya kamu lagi pingin?" tanya Celo kemudian.
"Nggak sih, heran saja kok akhir-akhir ini kamu jarang minta jatah biasanya seminggu bisa empat sampai lima kali," jawabku heran.
Celo tersenyum lalu menciumi setiap jengkal wajahku.
"Efek usia sayang," sahut celo dengan memelukku.
Celo yang lelah mengajakku untuk tidur dan baru sebentar saja nafas Celo sudah teratur yang tandanya Celo sudah terlelap.
"Aku yakin mas kalau wanita itu ada hubungannya sama kamu, ingat feeling seorang istri itu nggak pernah salah, sudah lama aku merasa ganjil dengan kamu dan dengan adanya status wa itu membuat aku semakin yakin kalau kamu ada apa-apa dengannya."
Halo kak,
Selamat sore, hehe up nya tiga kali ya mumpung aku rajin ,π€£
__ADS_1
Begini Kak maksud dari ceritanya, sekarang udah paham kan,ππ
Selamat membaca kak dan terima kasih untuk yang selalu komenπππ