Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Bohong


__ADS_3

Citra menangis mendengar perkataan Celo, kenapa sekarang Celo menyalahkan dirinya padahal dulu jelas-jelas Celo yang merayunya, memintanya untuk melahirkan anak untuknya namun setelah anaknya lahir kenapa malah seperti ini?


"Tega kamu mas, tidak ingatkah kamu kalau dulu kamu lah yang meminta aku untuk menjadi *** *** kamu, meminta aku supaya mau melahirkan anak buat kamu tapi sekarang apa? kamu malah menyalahkan aku," kata Citra tak terima.


Celo yang tidak bisa menjawab langsung pergi begitu saja meninggalkan Citra di tempatnya.


"Benar kata kamu Aisyah," kata Citra sambil menangis.


Kini dia baru membenarkan ucapan Aisyah dulu tapi semua sudah terlambat.


Hakikatnya tidak ada kebahagiaan bagi yang merampas milik orang lain, rumah tangga yang pondasinya isak tangis wanita lain pasti akan hancur begitu pula rumah tangga Celo dan Citra yang mereka mulai dari sebuah kebohongan pasti akan ada badai di setiap langkah mereka.


Citra mengusap air matanya, dia harus kuat karena mungkin Celo butuh waktu untuk melupakan Aisyah, siapa tau setelah Celo bisa melupakan Aisyah mereka akan bahagia.


"Kamu harus sabar Citra, anak kamu butuh ayahnya." Citra menyemangati dirinya sendiri.


Citra berbeda dengan Aisyah, Citra sekuat hati ingin bertahan sedangkan Aisyah sekuat hati ingin berpisah.


********


Waktu cepat berlalu, Aisyah dan bayinya sudah boleh pulang, orang tua Aisyah sangat senang karena akhirnya mereka telah mempunyai cucu.


"Segera urus perceraian kamu dengan Celo Aisyah, mama nggak sudi memiliki menantu seperti dia," kata Mama Aisyah.


"Iya ma, nanti segera Aisyah urus," sahut Aisyah.

__ADS_1


Celo yang sangat merindukan anak Aisyah dan Citra mencoba datang ke rumah mertuanya namun mama Aisyah tidak mengijinkan Celo untuk bertemu dengan Aisyah, beliau masih sakit hati atas perbuatan Celo.


"Pulanglah, urus sana anak kamu dengan ja lang kamu Celo!" usir mama.


Aisyah yang tau mencoba memberi pengertian pada mamanya, Celo adalah ayah dari anaknya jadi dia bisa menemui anaknya.


"Tapi...." kata Mama yang langsung di sela oleh Aisyah.


"Mama," sela Aisyah.


"Ya sudah terserah kamu lah, awas aja kalau kamu kembali padanya," ancam mama lalu pergi masuk meninggalkan Aisyah dan bayinya.


Aisyah meminta Celo untuk duduk, dia meletakkan bayinya di tangan Celo.


"Namanya siapa?" tanya Celo.


"Nama yang bagus sayang," sahut Celo.


Aisyah mengangguk dengan tersenyum.


Celo terus menciumi anaknya dengan mata yang basah, sungguh dia tidak bisa pisah dengan Aisyah dan bayinya.


"Aku tidak rela kita berpisah," kata Celo.


"Sudah jangan dibahas, kamu udah tau keputusan aku sudah bulat, kalau kamu nggak terima itu urusan kamu," sahut Aisyah dengan tegas.

__ADS_1


Celo menangis memohon tapi Aisyah malah menyuruhnya pergi.


"Kalau kamu seperti ini lebih baik kamu pergi mas," kata Aisyah.


Celo seketika terdiam hingga datanglah Reno.


"Oh ada dokter," kata Reno.


"Kamu ngapain kesini?" tanya Celo dengan kesal.


"Aku mau jenguk anak dan calon istri aku," jawab Reno.


"Dia itu istri aku," timpal Celo.


"Bentar lagi nggak," ucap Reno.


Celo nampak kesal tapi dia juga tidak bisa apa-apa.


"Apa kamu akan menikah dengan Reno?" tanya Celo.


Tak ingin Celo memaksanya untuk kembali akhrinya Aisyah berbohong dengan menjawab iya.


"Iya setelah kita bercerai aku akan menikah dengan Reno," jawab Aisyah.


Celo nampak sakit hati, matanya lagi-lagi mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"Secepat itu kamu melupakan aku Aisyah," kata Celo dengan kecewa.


Di tempatnya Reno sudah senyum-senyum sendiri seperti orang gila.


__ADS_2