
Sikap Celo semakin keterlaluan setelah tau Aisyah dan Reno booming karena film gelas ambyar.
Dia semakin membantu Citra, dia terus saja menyalahkan Citra atas apa yang telah terjadi.
"Cukup mas, cukup kamu nyalahin aku, apa kamu nggak mikir kalau ini semua juga karena salah kamu," kata Citra.
"Tapi kamu yang lebih salah," sahut Celo.
"Bisa nggak sih kita mulai dari awal mas, lupakan Aisyah dan cintai aku lagi,' kata Citra dengan lirih.
Celo tertawa keras mendengar ucapan Citra.
"Aku tidak mencintai kamu lagi Citra, cintaku telah mati untuk kamu karena pada dasarnya rasa itu hanya fatamorgana, semua karana naf su sesaat," sahut Celo.
Lagi-lagi Citra menangis karena ucapan Celo, dia sungguh tak tahan lagi dengan Celo yang selalu menyakitinya.
"Baiklah, aku menyerah. Aku sudah berkorban banyak buat kamu mas tapi pengorbana aku sekaan tak ada artinya di mata kamu," kata Citra.
"Kamu selalu membenarkan ucapan kamu tanpa memikirkan perasaan aku," sambungnya.
Citra berjalan menuju kamar anaknya, dia memutuskan untuk pergi dari hidup Celo, dia paham kini kalau sekuat apapun dia bertahan tidak akan bisa merubah keadaan karena Celo membelenggu dirinya sendiri dengan Cinta Aisyah yang tidak bisa dia miliki lagi.
"Waktunya kita pergi sayang, papa tidak pernah mencintai kita," kata Citra dengan menangis.
Citra pergi dengan membawa luka yang dalam, alih alih ingin mendapatkan keluarga yang utuh kini malah dia jadi istri yang tak dianggap oleh Celo.
"Semoga ini adalah pilihan yang tepat," batin Citra.
Citra pergi jauh keluar kota, dia menggunakan uang tabungan yang dia kumpulkan dari sisa uang bulanan yang diberikan Celo serta uang hasil kerjanya dulu.
Keesokannya Celo masuk kamar, dia nampak heran karena Citra tidak ada di kamar.
"Dimana dia, bajuku kenapa tidak disiapkan," ucapnya.
Dengan marah Celo pergi ke kamar anaknya namun Citra tidak ada di sana, saat ingin kembali ke kamarnya Celo melihat sebuah tulisan yang ditempel dia box bayinya.
"Dear mas Celo, maafkan aku yang tidak bisa menemani kamu sampai maut memisahkan seperti yang telah aku ucapkan dulu, aku sudah menyerah mas, rasa sakit yang kamu berikan tidak mampu lagi aku tahan, aku hanya wanita biasa yang memilik limit rasa sabar.
Sekali lagi maafkan aku, semoga kamu berbahagia tanpa aku dan anak kita.
Citra,"
__ADS_1
Celo meremas kertas yang ditinggalkan Citra
"Beraninya kamu meninggalkan aku Citra," ucapnya dengan amarah yang menggebu.
Entah apa yang Celo inginkan, ditinggal Citra marah ditemani tidak mau mencintai.
Celo datang ke rumah sakit dengan amarah yang menggebu di dadanya hingga saat dia ada operasi Celo tidak fokus sehingga membuat kesalahan fatal yang mengakibatkan pasien meninggal.
"Celo kamu ini Dokter bedah andalan rumah sakit ini, kenapa bisa melakukan kesalahan fatal seperti ini!" bentak pak Direktur.
"Maafkan saya pak, saya banyak masalah," sahut Celo.
"Setiap orang memiliki masalah Celo, tidak hanya kamu saja tapi kita tidak boleh membawa masalah di tempat kerja apalagi kamu ini seorang dokter yang berhubungan dengan pisau dan meja operasi," timpal pak direktur.
Sikap Celo yang beberapa kali mendapatkan peringatan membuatnya dipecat, ijin prakterknya juga dicabut.
"Maaf kamu saya pecat dan Ijin praktek kamu kami cabut," kata Atasanya.
Celo nampak shock , dia yang tidak terima pun protes namun protesnya tidak digubris oleh pak direktur.
Merasa lelah protes Celo akhrinya menyerah dan pulang dengan karir yang hancur.
"Brengsek kamu Citra." Celo terus saja menyalahkan Citra atas apa yang dia alami.
Reno sengaja tidak menemui Aisyah, dia merasa kalau Aisyah tidak menginginkannya padahal dia sangat mencintai teman SMA nya tersebut.
"Reno tumben nggak nemuin aku," kata Aisyah.
Setiap ada suara mobil Aisyah selalu menengok keluar jendela namun berkali-kali dia harus kecewa karena bukan Reno.
Hari cepat berlalu tak terasa sudah seminggu Reno tidak menemui Aisyah sehingga membuat Aisyah yang datang sendiri ke kantor Reno.
"Mbak Pak Reno ada?" tanya Aisyah.
"Ada mbak," jawab resepsionis.
Aisyah berjalan menuju ke ruangan Reno, di depan pintu Aisyah mengambil nafas dalam-dalam lalu membuka pintu.
"Ren," panggilnya.
Reno yang kebetulan sedang menerima telpon langsung menoleh.
__ADS_1
"Eh maaf, aku keluar saja," kata Aisyah lalu membalikan badannya namun dengan segera Reno mencegah Aisyah.
"Tetap di tempat kamu," kata Reno langsung menghampiri Aisyah.
Reno mengajak Aisyah untuk duduk di sofa, mereka berdua nampak canggung, bingung mau ngomong apa.
"Maafkan...." kata Reno dan Aisyah barengan.
"Kamu dulu Ren," ucap Aisyah.
"Kamu dulu Aisyah," sahut Reno.
"Kamu," Aisyah tak mau kalah.
"Ladies first," timpal Reno.
Aisyah menghela nafas,
"Maafkan aku Ren yang terlalu banyak mikir," kata Aisyah.
"Lalu?" tanya Reno.
"Aku sadar kamu kini ada di hatiku, seminggu ini aku terasa mati tanpa kamu," jawab Aisyah.
Reno yang senang langsung saja memeluk Aisyah dengan erat, dia sungguh bahagia karena Aisyah juga merasakan hal yang sama.
"Makasih sayang, makasih. I Love you," bisik Reno.
"I love you too," balas Aisyah.
"Jadi Will you Merry me?" tanya Reno.
"Yes i Will," jawab Aisyah.
Mendengar jawaban Aisyah membuat Reno sujud sukur lalu memeluk Aisyah kembali.
Aisyah dan Reno akhirnya menikah, Aisyah berharap pernikahannya ini akan menjadi pernikahan yang terakhir sedangkan Citra kini harus menjadi single parent dan mencari nafkah sendiri untuk anaknya sebagai seorang petani di desa terpencil di lereng gunung.
Lalu bagaimana nasib Celo?
Celo menyesali perbuatannya, dia tak hanya kehilangan kedua istri dan anaknya, Celo juga kehilangan Karirnya.
__ADS_1
Tamat.
Untuk pemenang G.A, aku umumkan besok ya.🤗