Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Keluh Citra


__ADS_3

Bibi mengurusi Citra dengan telaten dan ini membuat Citra menangis dia rindu sekali dengan kedua orang tuanya.


"Kenapa menangis?" tanya bibi heran.


"Saya sangat rindu dengan kedua orang tua saya," jawab Citra.


Bibi hanya tersenyum mendengar jawaban Citra.


"Inilah nanti yang akan terjadi sama anak non Aisyah," sahut Bibi.


Citra menatap bibi dengan tatapan tak biasa dia merasa ambigu dengan perkataan pelayan suaminya.


"Maksudnya apa Bi?" tanya Citra.


"Pernahkah anda berfikir jauh ke depan saat anda merebut Tuan Celo dari Non Aisyah, pernahkah anda berfikir akan nasib bayi non Aisyah yang lahir tanpa ayahnya?" jawab Bibi.


Citra terdiam, jawaban Bibi seakan menghantam Citra, tidak ada pikiran begitu sedikitpun saat dia menjalin hubungan dengan Celo, yang dia tau dia mencintai Celo dan bersedia menjadi yang kedua tanpa memikirkan Aisyah istri Celo.


"Tapi ya sudahlah Non Citra, Non Aisyah juga sudah pergi dan saya cuma ingin bilang selamat untuk anda karena sukses menghancurkan dongeng Non Aisyah demi membangun dongeng anda," kata Bibi.

__ADS_1


"Aisyah pergi?" tanya Citra.


"Iya," jawab Bibi.


Citra menangis dia teringat kembali akan perjuangan Citra yang membantunya melahirkan, meskipun Citra adalah wanita yang merebut suaminya namun Aisyah mau membatunya tanpa memikirkan dirinya yang tengah hamil.


"Maafkan aku Aisyah," ucap Citra.


"Telat," batin bibi.


**********


Tiga hari telah berlalu, Citra sudah diperbolehkan untuk pulang, Celo mengajak Citra untuk tinggal di rumahnya sedangkan Aisyah kini telah tinggal dengan orang tuanya, dia menceritakan semua pada kedua orang tuanya.


Mama dan papa Aisyah juga memberi tahu orang tau Celo yang kini telah menetap di Singapura, tak hanya orang tua Aisyah orang tua Celo juga setuju dengan keputusan Aisyah untuk pisah. Awalnya mereka menyayangkan namun setelah tau Celo memiliki anak dari ja langnya orang tua Celo langsung murka, rencananya bulan depan mereka akan pulang.


Semenjak perginya Aisyah, Celo menjadi pendiam karena pada dasarnya cinta Celo adalah Aisyah hanya saja dia tergoda nafsu untuk memiliki Citra juga.


"Mas kamu kenapa sih mas jadi seperti ini?" protes Citra.

__ADS_1


"Udah jangan protes, aku lelah, aku ingin tidur karena besok aku harus bekerja," kata Celo lalu pergi ke tempat tidur.


Citra menangis, Celo sungguh berubah bukan seperti Celo yang dulu.


"Mana janji manis kamu mas," kata Citra dengan terisak.


Dengan membawa kekecewaan hatinya Citra pergi ke kamar anaknya, dia memilih tidur dengan anaknya daripada tidur dengan Celo.


Celo kini hanya menyayangi anaknya bukan ibunya dan ini membuat Citra tersiksa.


Di nikahi tanpa dicintai tentu sangat menyakitkan.


Citra yang tidak kuat dengan sikap Celo mencoba menemui Aisyah di rumahnya, dia mengadukan semua sikap Celo pada Aisyah.


"Aku tidak kuat Aisyah, mas Celo seperti orang lain sekarang, pulang larut dan langsung tidur, bangun tidur langsung berangkat kerja lagi," kata Citra.


"Aku dulu juga diperlukan seperti itu, syukurlah kamu sekarang bisa merasakannya, sakit bukan?" kata Aisyah.


Citra terdiam dan menunduk, dia menangis menyesali semuanya tapi nasi telah menjadi bubur sebesar apapun rasa sesalnya tidak akan merubah keadaan.

__ADS_1


"Aku mohon kembalilah Aisyah," pinta Citra.


"Aku masih waras Citra, mana mungkin aku mau kembali dengan mas Celo," sahut Aisyah.


__ADS_2