Maduku ternyata Readerku

Maduku ternyata Readerku
Periksa bersama


__ADS_3

Setelah melalui serangkaian banyaknya cut akhirnya akting Aisyah dan Reno diterima juga, Aisyah sungguh bersyukur karena adegan ciumannya lolos juga.


"Bibirku puluhan kali kamu cium," kata Aisyah dengan kesal.


"Tenang aku akan tanggung jawab," sahut Reno dengan terkekeh.


"Tanggung jawab gundulmu, aku masih suami orang," timpal Aisyah.


"Halah suami semelekete masih saja diakui, gemes banget aku sama kamu," ucap Reno.


Aisyah hanya menggelengkan kepala, tak tau harus ngomong apa lagi pada Reno karena omongan Reno suka bener.


Aisyah yang memiliki jadwal periksa memilih pulang lebih cepat dan ini membuat Reno bersikeras untuk mengantarnya.


"Jangan Ren, aku periksa di rumah sakit tempat Celo bekerja," kata Aisyah yang bersikeras untuk menolak tawaran Reno.


"Mana peduli aku, mau ditempat Celo atau Celo pemilik rumah sakit tidak jadi soal buat aku," sahut Reno.


Aisyah menghela nafas dengan temannya tersebut.


"Alah kebanyakan pikiran, paling benci aku wanita model kayak kamu, nggak sat set blas," kata Reno kesal.


"Sat set sat set kamu pikir apaan," gerutu Aisyah.


"Ya sudah ayo, udah gak sabar nih aku ingin lihat perkembangan janin aku di dalam," sahut Celo.

__ADS_1


"Memangnya kapan kamu nyumbang cebong kamu Reno, enak saja main klaim cebong orang." Aisyah sungguh kesal sekali dengan Reno.


"Hari ini boleh nggak nyumbang, dikit aja," goda Reno.


Kesalahan Aisyah sudah dipuncak, dia mengambil tasnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Reno.


Ditinggal Aisyah tentu tidak menyurutkan keinginannya untuk mengantar Aisyah periksa.


"Ayo sayang," kata Reno sambil menyeret tangan Aisyah lalu memasukan Aisyah ke dalam mobilnya.


Aisyah hanya bisa menghela nafas, sepanjang perjalanan Aisyah juga hanya diam tanpa berkata apa-apa dan ini membuat Reno tak enak juga.


"Kamu marah?" tanya Reno.


"Nggak," jawab Aisyah.


Setibanya di rumah sakit Reno membantu Aisyah turun dari mobil.


Aisyah dan Reno menuju praktek dokter kandungan yang mana dokternya adalah teman Celo sendiri.


"Halo Aisyah," sapa Dokter.


"Halo Dok," sahut Aisyah.


"USG dulu ya," kata Dokter lalu membawa Aisyah ke bed untuk dilakukan USG.

__ADS_1


Semua nampak baik baik saja dan janin dalam kandungan Aisyah juga sehat.


"Gimana Dok?" tanya Aisyah.


"Janin anda sehat cuma BB anda yang turun, tolong dijaga yang Aisyah seharusnya berat badan selalu naik tiap bulan," jawab Dokter.


"Memangnya harus berapa Dok naiknya?" tanya Reno.


Dokter menatap Reno dengan tatapan tak biasa, sedari tadi dia memang ingin bertanya kenapa Aisyah membawa lelaki lain bukannya Celo.


"Ya sewajarnya saja, nggak perlu terlalu naik," jawab Dokter.


Reno malah bertanya banyak hal pada Dokter tentu ini membuat Dokter heran siapa sebenarnya Reno.


"Ya sudah Dok saya akan menjaganya dengan baik," kata Reno.


Dokter hanya bisa tersenyum lalu beliau membuatkan resep obat dan vitamin untuk Aisyah.


Setalah mendapatkan resep obat, Reno dan Aisyah pamit lalu mereka antri di apotek rumah sakit untuk menembus obat.


Saat antri obat dari kejauhan nampak Celo dan Citra berjalan bersama, Aisyah yang melihat pemandangan Indah di depannya hanya tersenyum hatinya kini tidak seperti dulu.


Aisyah tidak menyesali sama sekali perpisahannya dengan Celo namun yang dia sesali adalah pertemuan dengan Celo sepuluh tahun yang lalu.


Celo dan Citra juga mau ke apotek dia juga melihat Aisyah dan Reno.

__ADS_1


Seketika tangannya mengepal melihat istrinya dengan pria lain.


__ADS_2