
di kantor......
leon: nath berkas yang gw minta man.
leon sedang masuk ke ruangan nathan sambil melihat lihat berkas yang ia bawa di tangannya tetapi saat ia sudah di dalam , dirinya baru menyadari jika nathan tidak ada di dalam ruangannya.
" Lah kemana nih orang ? lagi di butuhkan malah ngilang tapi kalo lagi nggak di butuhkan malah nongol , hadeh cape deh." ucap leon sambil menempelkan telapak tangannya di keningnya.
" telepon aja kali ya?" ucap leon.
leon pun mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan mencari nomor nathan.
dret....dret ...dret....
di telepon....
" halo " ucap nathan.
" woi lu kemana aja?" ucap leon.
" sory bro gw lagi di rumah sakit" ucap nathan.
" ngapain lu kerumah sakit? " tanya leon.
" lahiran gue" ucap ketus nathan.
" gimana ? lu lahirannya sesar atau normal? terus anaknya cewek atau cowok? kalo cewek buat gue aja ya "ucap leon.
__ADS_1
nathan terkejut dengan ucapan leon yang menggapi nya dengan serius.
" woi ya kali gue lahiran" ucap kesal nathan.
" lagian sih gw lagi serius ,lu malah ngajak bercanda, piye iki" ucap leon.
" gw lagi di rumah sakit xxx, soalnya nayla lagi sakit " ucap nathan.
leon yang mendengar itu pun langsung mematikan teleponnya dan berlari menuju parkiran.
" halo ? halo ? woi lu denger gue nggak? " tanya nathan.
ten ....ten...ten...
" oh **** , he has turned off the phone" ucap nathan.
" hello sir can i help you?" tanya suster itu saat melihat leon.
" kenapa dia pakai bahasa Inggris sih ,otak gue kan lagi males menerjemahin" ucap batin leon.
" oh yes, please tell the patient whose name is nayla nurse" ucap leon.
" Before that, who were you the patient?" ucap suster tersebut.
"her family" ucap leon.
"the patient on behalf of nayla is in room 25 on the 3rd floor sir" ucap suster tersebut.
__ADS_1
" thank you rock" ucap leon.
" You're welcome" ucap suster tersebut.
leon pun langsung meninggalkan suster tersebut dan menuju life yang ada di lantai dasar tersebut.
" ouh astaga selain tampan dia sangat jago bahasa inggris ya , btw bukankah dia leon vladimir alexander ya? buat apa dia kesini?" tanya suster itu dengan dirinya sendiri.
saat life sudah sampai di lantai 3 leon pun keluar dengan terburuk buru sambil mencari nomor kamar yang di beri tahu oleh suster tersebut.
" no kamar 25 , nah ini dia" ucap leon.
ceklek....... leon masuk kedalam dan terlihatlah laura yang sedang nangis di pelukan nathan.
" hush tenanglah ini bukan kesalahan mu , sudah ya, jangan sedih" ucap nathan sembari berusaha menenangkan laura.
" hiks hiks gimana aku nggak sedih , nayla jadi begini karena aku hiks hiks" ucap laura di dalam pelukan nathan.
leon yang melihat laura di peluk pun menjadi marah dan cemburu , ia pun mendorong nathan hingga tersungkur ke bawah.
" aduh patat aku sakit banget , siapa sih yang dorong?" ucap nathan sambil mengusap ngusap pantatnya dengan tangannya.
" woi lu bosen hidup ya? jangan nytuh nyentuh laura , kalo lu nyentuh laura lagi , gue bunuh lu , PAHAM!!" ucap leon.
" wow wow wow sabar bro , gw nggak maksud buat nyentuh laura , gue tadi cuma nenangin dia doang" ucap nathan.
" iya mas , mas leon jangan marah ya , tadi mas nathan cuma nenangin aku doang kok , dia nggak buat macam macam sama aku , sudah ya mas " ucap laura yang mencoba buat menenangkan leon yang sedang marah.
__ADS_1