MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | Part 53 - Menghilang


__ADS_3

Lolita menghilang itulah yang Alex ketahui. Seharusnya ia terus  menggenggam wanita itu ketika mereka berdebat mengenai minuman.


Lolita memaksa meminum Alkohol tapi ia melarangnya dengan keras. Ia bahkan mengancam akan mengurung Lolita di kamar jika meminumnya. Mungkin karena itulah Lolita kesal dan diam-diam pergi untuk meminum cairan keras itu tanpa diketahui olehnya.


Sial! Bagaimana bisa Alex kecolongan. Seharusnya ia terus memperhatikan Lolita di manapun dan kapanpun itu. Lihat sekarang, karena kejadian ini, ia yang panik sendiri kan?


Ia paling takut jika sampai Lolita bertemu dengan Garik dan wanita itu di culik lagi. Tidak, ia Tidak akan membiarkannya.


"Jhon tetap di sini dan terus awasi Garik. Aku akan mencoba mencarinya lagi di lobi!" ucap Alex bergegas pergi dari sana


Sebelumnya, Alex sudah mencari di tempat pesta, tapi tidak kunjung menemukan Lolita. Mungkin saja, wanita itu berada di Lobi. Namun saat sudah sampai dan berkeliling dari satu arah ke arah lainnya. Alex belum juga menemukan Lolita.


Sebenarnya dimana Lolita. Alex sudah hampir frustasi. Ia berjalan tak tentu arah dan berharap bisa menemukan Lolita di manapun di tempat hotel ini. Ia juga sempat mengira Lolita sudah di culik Garik.


Namun pemandangan di depannya mengatakan hal lain. Di sisi barat tempat Hotel ini, Lolita sedang di peluk oleh Denis.


Seketika Alex mengepalkan tangannya marah. Bagaimana bisa Pria itu bisa menemukan Lolita?


Flasback, Lolita ingin sekali minum. Ia sudah meminta izin pada Alex. Tapi pria itu tak mengijinkannya dan yang lebih parahnya Alex mengancam akan mengembalikannya ke kamar dan mengurungnya di sana. Kurang ajar kan. Beraninya Alex mengancamnya seperti itu.


Karena itulah, saat ada kesempatan. Lolita pun diam-diam pergi sambil membawa cairan keras itu ke tempat sepi. Lalu setelah memastikan Alex tak mengikutinya. Lolita langsung menenggaknya seketika. Ia puas tapi menyesal karena hanya membawa satu gelas. Ia ingin lebih.


Ketika akan kembali, mendadak pundaknya di sentuh seseorang. Lolita berbalik dan terkejut.


"Lolita? Kau di sini?" Dan saat itulah tubuhnya langsung di peluk oleh Denis.


Lolita terkejut dan tak bisa bereaksi apapun. Bagaimana bisa Denis di sini? Itulah pertanyaan yang ada dalam benaknya.


Denis melerai pelukan mereka. Pria itu memegang wajah Lolita dengan senang, "Kamu baik-baik saja kan? Pria itu di mana?" Sedetik setalah Denis menanyakan itu, wajahnya tiba-tiba di pukul. Denis yang belum siap, hampir terjatuh ke tanah.


Lolita menjerit terkejut. Wanita itu melihat Alex lah yang melakukan.


"Jangan sentuh dirinya." seketika wajah Lolita panik melihat kehadiran Alex. Ia merasa saat ini malaikat maut sedang berada di hadapannya.


Dengan rahang yang mengetat, mata yang tajam hingga urat-urat tangan Alex yang terekspose dapat dipastikan Pria itu marah sangat besar. Seperti langit hitam tiba-tiba terdengarlah Guntur. Seperti itulah Alex saat ini.


Kemudian Alex menarik tangannya keras. Lolita bisa merasakan nyeri di seluruh pergelangan tangannya. Alex yang seperti ini mengingatkan Lolita pada Alex yang pernah menyandaranya waktu itu.


"Alex sakit!!" Lolita mengeluh.


Tapi seolah Alex menulikan telinganya dan mengabaikan kesakitan Lolita. Pria itu kemudian menyeret Lolita pergi dari sana.


"Alex tunggu dulu!" Lolita tak mau pergi dan menahan tangannya.


"Biarkan aku bicara dengan Denis." pinta Lolita.


"Kita pergi." tatapan Alex masih datar dan dingin. Ia tak mau di bantah saat ini. Pria itu pun kembali menarik tangan Lolita lagi.


"Tidak! Aku tidak mau!!" Lolita menahan tangannya.


"Kita pergi Lolita!" Kali ini sentakan keras yang dilakukan Alex.


Hingga Denis yang diam sedari tadi pun kemudian mendengus jengah, "Pria apa yang memaksa seorang wanita?!" tanya Denis langsung menyingkirkan tangan Alex dengan kasar di pergelangan tangan Lolita.


Dari tadi Denis memang diam, itu karena ia bingung menggambarkan situasi saat ini. Kenapa Alex bisa bersama Lolita. Tapi sekarang Denis mengerti wanitanya masih di sandera oleh Alex dan ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Jangan pernah menyakitinya! karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi!" Denis bicara sambil menunjuk wajah Alex, tajam.


"Kemarilah Lolita." Denis membawa wanita itu kebelakang punggungnya.


Alex yang menyaksikan bagaimana Denis memperlakukan Lolita dengan lembutlangsung merasa marah. Kejolak api yang dari tadi belum kunjung mereda pun semakin memanas dalam dadanya.

__ADS_1


Ia tak terima, seorang Denis mengambil apa yang tak berhak Pria itu memiliki. Denis telah memisahkannya dengan Freya maka Pria itu tak pantas bersanding dengan Lolita lagi


Lalu bersama perasan dendamnya, Alex menyerang Denis dengan memababi buta.


Lolita langsung menjerit ketakuatan, "Alex berhenti!! Apa yang kau lakukan?!" Lolita mencoba menghentikan Alex tapi ia terlalu takut mendekat.


Denis yang merasa tak terima pun kembali membalas pukulan Alex. Pria itu memutar balikan keadaan dan sekarang ia yang memimpin pergulatan ini.


Tentu saja hal itu mudah di kendalikan Alex. Pria sudah sering menghadapi perkelahian bahkan lebih besar dari ini.


Alex pun mendorong tubuh Denis dengan sekali sentakan. Ia berdiri dan membanting tubuh Denis ke tanah. Merasa itu belum cukup ia meninju perut Denis hingga terbatuk kering.


Alex tak membiarkan Denis istirahat, ia kemudian memukul terus Denis. Menyalurkan amarah dan rasa dendamnya pada Pria itu.


Lolita semakin panik, jika ini terus di biarkan. Denis akan mati. Kekuatan Alex lebih besar dari Denis. Ia tahu itu. Walaupun Denis seorang polisi tapi Alex juga mafia.


Alex sudah banyak berkelahi dengan puluhan orang bahkan saat Pria itu sakit pun, Alex masih bisa mengalahkan anak buah Garik dan menyelamatkannya.


Lolita harus melakukan sesuatu. Dengan keadaan Denis yang sedang dipukuli Alex di tanah, Lolita berlari dan memeluk tubuh Alex dari belakang.


"Tidak Alex, aku mohon hentikan!!" Lolita menangis dan berteriak kencang. Ia tidak akan membiarkan Denis mati.


Dan seketika Alex berhenti dengan tangan yang mengepal mengudara di wajah Denis. Pria itu mengencangkan kepalan tangannya.


"Alex berhenti, kumohon ..." Lirihan terakhir Lolita membuat Alex menggeram. Lalu dengan amarah yang ditahannya, ia bangkit dari tubuh Denis dan mencoba menangkan hatinya Kembali.


"Kita pergi!" Alex kemudian memegang pergelangan tangan Lolita, tapi kali ini dengan lembut.


"Alex ..." Lolita merintih dan memohon lewat matanya ingin melihat Denis terlebih dahulu. Tapi Pria itu tidak peduli dan terus menariknya pergi dari sana.


Lolita pandang Denis dari belakang yang masih tiduran di tanah. Ia khawatir, ia tak bisa meninggalkan Denis begitu saja kan?


"Denis terluka. Kita harus rawat dia." bujuk Lolita lagi.


"Bisa saja Denis akan membawa polisi dan menangkapmu Alex. Kau juga akan dalam bahaya Alex." Lolita mencoba menakuti Pria itu.


"Alex!" panggil Lolita.


"Alex!" rengek Lolita terus.


"Al—"


"STOP!!!" Satu bentakan Alex langsung membuat Lolita terdiam seketika.


Mata Pria itu menghunus tajam ke bola netra Lolita.


"Kau ingin menemuinya kan? Pergilah!!" Alex melepaskan tangan Lolita.


"PERGI!!" Setelah bentakan terkahir itu, Alex pergi meninggalkan Lolita.


Lolita yang melihat itu tercengang. Seperti ada yang hilang, Lolita terus menatap kepergian Alex tanpa bereaksi.


Sebenarnya apa yang ia pikirkan? Ingat tujuan awalnya Lolita. Ia ingin menjebloskan Alex ke penjara kan? Tapi...


Lolita berlari tanpa pikir panjang. Sesuatu harus di perjuangkan. Ia harus memperjelas semua ini pada mereka berdua.


"Kau pikir seperti itu?" tanya Lolita berhasil menghentikan Alex dengan menahan tangannya.


Pria itu terlihat bingung dan terus memperhatikan Lolita.


"Kita perjelas saja Alex." Lolita kemudian menarik tangan Alex untuk pergi.

__ADS_1


"Jangan uji kemarahanku, kau akan terluka." ucap Alex. Itu benar, amarahnya masih belum terkontrol dan Lolita tak pantas bermain seperti ini dengannya.


"Tidak akan. Aku yakin, Alex ku tidak mungkin menyakitiku." ucap Lolita mulus dari bibirnya.


Seketika hati Alex menghangat. Lolita mengatakan dirinya sebagai miliknya? Tidak mungkin kan, Lolita jatuh cinta sungguhan dengannya?


Mereka sampai di tempat Denis.


"Denis!" Lolita memanggil nama Pria itu yang sedang menjelaskan keadanya pada kedua temannya.


Denis berbalik dan seketika senang akan kehadiran Lolita. Tapi gengagaman tangan Lolita di tangan Alex membuatnya langsung memudarkan senyumnya.


"Lolita kenapa kau menggemam tangannya?" Denis menatap tajam pada Alex.


Alex tidak terima dan akan menyerang Denis lagi, tapi Lolita segera menahan pundaknya, "Tidak Alex, dengarkan aku bicara dulu." Lolita menatap Alex, serius.


Sementara Denis mengepalkan tangannya. Apa itu, kenapa Lolita menatapnya seperti itu? Denis merasa cemburu.


"Denis dengarkan aku baik-baik." ucap Lolita membuat semua orang beralih menatap dirinya.


"Kita putus! Hubungan kita berakhir. Jangan cari aku lagi dan mulai sekarang aku milik Alex dan kita cukup sampai di sini!" ucap Lolita cepat.


"Kau mengerti kan?" Lolita menatap Denis sebentar. Setelah merasa urusannya sudah selesai, ia mengajak Alex pergi dari sana.


Denis tampak tertegun. Ia terlalu terkejut sampai dia sendiri pun diam dan terus mencerna setiap kata yang tadi diucapkan Lolita.


Dua anak buah Denis yang ada di sana merasa prihatin. Mereka tahu wanita itu Lolita. Mereka juga tahu bagaimana Denis sering mengejar-ngejar seorang reporter selama bertahun-tahun. Mereka merasa miris dan khawatir. Atasannya kembali di tolak. Kasian sekali.


...


"Kau puas Alex?" tanya Lolita saat mereka memasuki lift untuk naik ke Pesta itu lagi.


"Hmm ..." Hanya gumanan yang di berikan Alex. Pria itu mendadak cerah. Seperti pagi hari.


"Mulai sekarang Denis adalah masalahku. Aku mengakui kita pernah berpacaran. Tapi kau lihat sendiri kan aku sudah mengakhirinya. Kau sudah percaya?" Tanya Lolita.


Alex mengangguk, "Sangat percaya. " ucap Alex tersenyum senang. Ia yakin sekarang, cinta Lolita hanya untuknya.


"Dasar pemarah!" Kemudian Lolita mengejek.


Alex terkekeh. Ia sangat bahagia, bahagia. Sampai ia pun tak bisa mendeskripsikannya lagi.


Tangan Alex membawa Lolita ke dalam pelukannya, "Jangan tinggalkan aku. Aku mencintaimu ..." Alex kemudian mencium pincuk kepala Lolita sayang.


Namun ekspresi yang ditunjukan Lolita dalam pelukan Alex sangat berbeda. Wanita itu terlihat murung.


....


Mereka kembali ke tempat pesta lalu menemui Jhon di meja Bar.


"Bagaimana Jhon?" Alex bertanya mengenai Garik. Oh, jangan lupakan misinya. Ia harus menangkap Pria Tua itu hari ini juga.


"Ini gawat Boss, Garik dan Aaron tiba-tiba menghilang. Aku sudah mencarinya dan seseorang mengatakan mereka pergi dengan Mobilnya. Aku khawatir mereka sedang merencanakan sesuatu."


Kemudian Alex terdiam. Ini sangat bahaya, apa yang ditakutinya akan terjadi?


***


Up up!!


jgn lupa tinggalkan komentar dan like ya yah🥰😘😘

__ADS_1


__ADS_2