MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
Mafia KeJam | Part 77 - Selalu sakit hati


__ADS_3

***


Di Rumah Roger, Roger mengatakan Pernikahan Aidan dan Sarah akan tetap dilaksanakan. Walaupun Pernikahan Denis dan Freya masih belum jelas kepastiannya. Tapi Aidan dan Sarah akan tetap menikah. 


Denis sedang menemui Lolita, mereka tidak berharap Lolita mau memaafkan Denis. Kesalahan Denis memang fatal, Roger sebagai Ayah pun marah kenapa Denis sampai ingin menggunakan bayi tak berdosa itu. 


Ketika perbincangan mereka, tiba-tiba Denis datang. Roger langsung bertanya apa keputusan Lolita.


Lalu Denis hanya menjawab, "Pernikahan akan tetap terjadi!" Denis mengatakan dengan marah lalu pergi ke kamarnya.


Roger menatap Aidan dan Aidan hanya menggeleng tidak tahu.


...


Besoknya Pernikahan berlangsung meriah di sebuah gedung ternama. Bertemakan Glamor dan mewah. Gedung itu mendominasi warna putih, silver dan Gold. Langit-langit pun bergelantungan lampu-lampu kristal yang mewah.


Sebagai tambahan berbagi macam bunga tersebar di sekeliling Gedung. Dengan alat makan yang mewah serta Buffet yang tak kalah luar biasa membuat para tamu betah untuk berlama-lama di tempat ini.


Sementara itu di Ruangannya, Denis tampak merenung. Ia sedang menunggu Lolita tapi sejak sejam lalu wanita itu belum datang.


"Kita harus menunggu sampai kapan? Ini sudah waktunya, para undangan sudah tiba semuanya Denis." Aidan tampak gusar di tempatnya.


"Kalau begitu kau pergi saja ke altar duluan bersama Sarah. Mungkin Freya telat, aku akan menunggunya." ucap Denis.


"Kau yakin Freya akan datang?" Aidan bertanya. Pasalnya ia sangsi, setalah apa yang dilakukan Denis mustahil Lolita ingin kembali menikah.


"Yah, aku yakin. Jika tidak, Dia akan menyesali semuanya." balas Denis dingin.


"Baiklah, aku akan pergi ke Altar duluan. Selama aku mengucapkan janji suci bersama Sarah, kau terus hubungi Freya, yah?" pinta Aidan.


Denis tak menjawab dan Aidan pun langsung pergi dari sana. 


Bersamaan Roger yang menyerahkan Sarah pada Aidan. Mereka pun mengucapkan janji suci bersama. 


Pernikahan itu masih berlangsung tapi Lolita belum kunjung datang. Denis mulai merasa kehilangan harapannya. 


Mengambil sesuatu di saku jasnya, Denis menatap Pistol itu. 


Bersamaan dengan itu suara meriah dari tamu undangan terdengar, Pernikahan telah selesai. Aidan dan Sarah telah resmi menjadi sepasang suami istri. Mereka berdua tersenyum dan saling berciuman setelahnya. 


Denis mencengkram Pistol itu. Lolita tidak datang. 


"Jika aku tidak bisa memilikimu, aku juga tidak bisa hidup, Freya ...." Denis pun kemudian menembakan Pistol itu ke Jantungnya. 


Suara tembakan terdengar dan bersamaan dengan itu Pintu ruangan Denis terbuka. Lolita ada di sana dengan nafas tersengal. Wanita itu kemudian berteriak setalah melihat apa yang terjadi.


"DENISSS!!!"  


Denis sudah terkapar di lantai dengan darah bercucuran di jantungnya. 


Air mata Lolita membanjiri pipinya, wanita itu berlari menghampiri Pria itu lalu berteriak memanggil namanya.


Alex yang ada di sana hanya diam menyaksikan Lolita yang seperti kehilangan nyawa melihat Denis bersimpah darah seperti itu.


...


Denis kemudian dilarikan ke Rumah sakit. Lolita terus menangis dan Aidan pun menangkannya.


"Aku yakin Denis akan baik-baik saja, Freya." tenang Aidan.


Semua keluarga ada di sini, termasuk Sarah yang sekarang sudah menjadi istri Aidan.


"Yah, Lolita dia pasti baik-baik saja." Sarah ikut menenangkan.


"Aku tahu, Denis pasti akan melakukan ini. Karena itulah aku kemari. Tapi aku terlambat, Denis benar-benar bodoh!" Lolita mengumpat sambil menangis.


Alex yang di punggungi Lolita, merasa cemburu. Ia terpaksa harus menuruti keinginan Lolita yang ingin menemui Denis dipernikahan itu. Jika Lolita tidak memohon dengan teramat, ia tidak akan menurutinya. Ia tidak peduli jika Denis mati. 

__ADS_1


Dokter keluar dari Ruang pemeriksaan. Lolita segera menghampiri Dokter.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Lolita panik. 


"Pasien sudah melewati masa kritis. Pelurunya memasang sangat dalam dan menyentuh jantungnya, tapi untungnya kami bisa mengambilnya dan menyelamatkannya." jelas sang dokter.


Lolita langsung bersyukur.


"Apakah kita bisa menemuinya Dok?" Roger yang juga ada di sana bertanya.


"Bisa, tapi Pasien harus di pindahkan ke Ruang pemulihan. Dan sepertinya Pasien akan sadar nanti malam." lanjut sang Dokter.


Mereka semua mengerti, Dokter pun kembali masuk ke ruang pemeriksaan untuk memindahkan Denis ke Ruang pemulihan.


Megan dan Roger lah yang menjenguk Denis terlebih dahulu. Alex memegang bahu Lolita. Wanita berbalik menatapnya.


"Kau harus makan. Bayi kita juga perlu di perhatikan." ucap Alex. 


...


Kemudian Alex membawa Lolita ke kantin Rumah sakit. Pria itu memesankan satu paket makanan untuk Lolita. Di dalamnya berisi Nasi putih, sup labu, salmon dengan saus krim, serta sepotong kue pisang.


"Kau harus habisi ini semua dan meminum obatmu." ucap Alex, perhatian.


Lolita memang sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit, tapi obatnya harus tetep diminum karena keadaannya masih lemas. 


Boleh saja nada Alex terkesan biasa saja, tapi Lolita mengerti Alex sedang marah padanya karena tadi ia menangisi Denis tadi.


Mengelus dada Alex, Lolita memberikan ketenangan di sana. 


"Kau tahu Alex, jika aku sudah memutuskan sesuatu aku akan pegang itu sampai kapanpun. Begitupun dengan janjiku, aku tidak akan meninggalkanmu. Kita akan bersama. Dan mengenai Denis, aku tidak bisa menggapnya sebagai masa lalu. Dia saudaraku, aku peduli padanya." terang Lolita, berusaha membuat Alex mengerti.


Alex hanya mengangguk. "Iyah, aku percaya padamu." balas Alex.


"Baiklah, aku akan makan semuanya agar kau tidak semakin marah padaku." Lolita pun segera memakan, makanan yang dibawa Alex. 


"Terimakasih." ucap Lolita tersenyum.


Ketika Alex ingin mengelus rambut Lolita, Aidan datang dan mengabarkan sesuatu.


"Denis sadar lebih cepat, Dia mencarimu saat ini, Freya." nada senang di tunjukan Denis.


"Kau harus menemuinya, dia daritadi menginginkanmu datang!" keluh Aidan.


Lolita menangguk dan segera pergi bersama dengan Aidan tanpa berpamitan dengan Alex. 


Seketika Alex mengepalkan tangannya, kenapa Denis selalu berada di tengah-tengah hubungannya dengan Freya lagi. 


Alex merasa marah, sungguh. Jika tidak memandang Lolita sebagai kekasihnya. Alex sudah mengacaukan keluarga mereka saat ini juga.


...


Lolita masuk ke kamar Denis. Pria itu tampak senang dan langsung menggenggam tangannya.


"Aku mencarimu dari tadi" nada kelegakan keluar di bibir pucat Denis.


"Aku di sini." Lolita menenangkan.


Denis tersenyum setelahnya, "Jangan tinggalkan aku." ucap Denis.


Dari luar, Alex melihat itu di kaca pintu Rawat inap. Wajahnya tidak berekspresi tapi siapapun tahu Alex saat ini sedang menahan amarah.


Roger yang ada di sana menghampiri Alex. 


"Bisakah, kita bicara berdua?" tanya Roger pada Alex. 


Alex hanya diam. Tapi Pria itu menyetujuinya. 

__ADS_1


Terbukti saat Roger membawanya ke Taman Rumah Sakit yang sepi, Alex mengikutinya dari belakang.


Setelah mereka duduk berdampingan,  Alex langsung bertanya niat Roger sebenarnya.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Alex, dingin tanpa melihat Roger.


"Katakan siapa dirimu?" Roger langsung bertanya. 


"Apa kewajibanku sehingga aku harus memberitahumu?" Alex menjawab malas.


"Aku Ayah kandung Freya, aku wajib tahu siapa saja yang dekat anakku." tekan Roger membuat Alex langsung tak bisa berkata-kata.


Ikatan darah memang kuat. Seperti yang Lolita katakan, wanita itu sangat mencintai Ayahnya. Jika mereka menikah, Lolita ingin Ayahnya merestui mereka juga.


"Jika aku mengatakannya, kau akan terkejut. Aku adalah sosok yang kejam yang tidak bisa kau bayangkan. Kehidupanku penuh kegelapan dan tak cerah sama sekali—"


"Mafia." setalah tebakan Roger benar, Alex menatap Pria Paruh Bayah itu terkejut. Bagaimana Roger bisa tahu tentang identitasnya?


"Tanda Rajawali Hitam di jaket anak buahmu membuktikan bahwa kalian adalah seorang Mafia. Melihat mereka tunduk padamu, aku bisa menebak, kau adalah Ketua dari Kelompok Mafia itu. Dan aku juga bisa tahu, penguasa dari kalian adalah Ferrit." 


Alex semakin tercengang. Roger mengetahui semua tentangnya. Ayah dari Lolita ini bukan orang biasa. Ia tidak boleh gegabah dalam menentukan sikap nantinya.


"Sekarang aku katakan, tinggalkan Putriku. Aku tidak ingin putriku dalam bahaya." ucap Roger selanjutnya.


"Benarkah? Aku lebih tidak percaya jika Freya tinggal bersama keluargamu. Kau tahu sendiri istrimu gila, dia bahkan menyiksa anak tirinya. Jika kau ingin memisahkan kami, itu tidak ada gunanya." dingin Alex, keras.


"Kalau begitu, aku akan memisahkan kalian. Freya tidak akan menolak ayahnya untuk seseorang yang baru hadir di hidupnya kan?" tantang Roger, sinis.


"Terserah. Tapi aku yakin cintaku lah yang akan menang." setalah mengatakan itu Alex pergi dari sana meninggalkan Roger.


Sial! Mulai sekarang Alex tidak boleh memandang remeh Roger. Sekarang bertambah lagi musuhnya, setelah anaknya Denis sekarang Ayahnya pun ingin berurusan dengannya. 


Ia harus cari tahu siapa sebenarnya Roger ini. Tidak mungkin Roger mendapatkan data pribadi dengan mudah kalau Roger tidak mempunyai kekuasaan.


...


Denis mendadak ingin dirawat di Rumah. Pria itu tidak ingin berada di Rumah sakit teralu lama. Ia bosan dan itu membuatnya sesak. 


Dokter sempat melarangnya karena Denis baru saja sadar dan lukanya pun belum kering. Tapi Denis terus memaksa, dia memohon pada Lolita agar membantunya. 


Akhirnya Lolita meminta pada Dokter. Mengenai perawatan rumah sakit bisa di pindahkan ke Rumah. Setiap harinya perawat atau Dokter bisa memeriksa Denis di sana. Mengenai biaya tidak perlu khawatir, Lolita akan membayarnya. 


Dokter pun setuju dengan terpaksa, tapi jika ada sesuatu yang darurat segera hubungi Rumah sakit. 


"Kau juga akan kembali ke Rumah kan?" tanya Denis pada Lolita.


"Iyah, aku akan kembali." 


Mendengar persetujuan Lolita, membuat Alex marah. Ia menghampiri Lolita.


"Kau akan pulang bersamaku, Freya." ingat Alex tentang janji Lolita semalam. Ia tidak akan membiarkan Lolita pergi dengan Denis. 


"Alex kumohon mengertilah ..." Lolita melirih. 


Melepaskan tangan Lolita yang memegang tangannya, Alex langsung pergi dari sana.


"Alex?" Lolita hanya memanggilnya sekali. Wanita itu tidak mengejarnya.


Mengetahui itu semua, kekecewaan langsung Alex rasakan.


Kenapa Lolita selalu melakukan ini padanya. Wanita itu selalu saja memilih Denis. Sebenarnya siapa yang di cintai wanita itu. Ia atau Denis?!


***


Jgn lupa tinggalkan jejak😘


Sabar yah Lolita kyk gini dulu kelakuannya. Tapi lolita sama Alex bakal bersama kok😆

__ADS_1


__ADS_2