MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | Part 54 - GARIK!


__ADS_3

Saat ini emang belum part nya romantis yah, tapi nanti setelah mslah ini, bkl byk kok😅🙏


Like komeny. Masih ada yg nungguin cerita ini gk yh?


****


"Kita harus pergi dari sini."


Informasi dari Jhon sangat memberatkan. Alex tahu sebentar lagi akan terjadi sesuatu yang besar di tempat ini. Karena itu ia harus membawa mereka pergi sejauh mungkin.


Alex bisa saja melawan mereka sendirian bersama Jhon, tapi bagaimana dengan Lolita? Wanita itu nanti dalam bahaya?


Bersamaan dengan itu tiba-tiba saja suara tembakan terdengar. Lolita terkejut. Semua orang yang berada di pesta menjerit dan pergi ketakutan.


"Kalian semua pergi!" Orang yang menembakkan pistol ke udara memerintah dengan kencang.


"Jangan ada yang tersisa, kosongkan tempat ini secepatnya!!" ucapnya lagi.


Sementara Alex menatap mereka serius sambil menggenggam tangan Lolita.


"Alex bagaimana ini?" Lolita tampak khawatir melihat beribu-ribu orang bergerombol keluar dari tempat pesta.


"Jangan takut, tetap pegang tanganku." Alex menatap ke arah depannya. Sekarang ia tahu saat ini adalah waktunya.


Mereka menginginkannya, jadi walaupun Alex pergi itu tak ada gunanya. Penjaga dan monitor di Hotel ini sudah mengenalinya. Alex dan Lolita tidak bisa pergi sekarang.


Setelah tempat itu kosong, Alex menatap orang berjas hitam itu tajam. Kemudian tiba-tiba sekumpulan orang mengepung mereka hingga membentuk lingkaran.


Alex mulai waspada sementara Lolita semakin panik.


"Jangan khawatir." ucap Alex mengeratkan genggaman tangannya pada Lolita.


Kemudian Garik beserta Aaron datang menghampiri mereka. Pria itu tampak menyungingkan senyum kemenangannya pada Alex.


"Kita bertemu lagi Alex." Garik menyapa dengan senang. Kemarin boleh saja Alex hampir membunuhnya tapi sekarang dengan kecerdasannya, ia berhasil membalikan keadaan.


Alex hanya diam dan menatap mereka berdua tajam. Terutama Aaron.


"Ini urusan kami. Seharusnya kau tak ikut campur." ucap Alex pada Aaron, dingin.


Pria itu tersenyum memukau, "Aku tahu itu. Tapi karena kau, bisnis obat terlarangku hancur. Polisi sudah mengetahuinya semenjak malam itu. Untung saja aku tak di tangkap." ungkap Aaron santai.


"Jika kau lihat dari sisi lain, aku juga seorang pengedar. Tidak mungkin aku sengaja melakukannya." Alex berucap lagi.


"Baiklah, aku tidak akan ikut campur. Tapi satu hal, bisakah kau memberikannya?" tanya Aaron. Memulai negosiasi.

__ADS_1


Alex tahu apa yang diinginkan Aaron. Sila. Pria itu sangat tergila-gila dengan sepupunya itu. Sampai rela melakukan apapun saja untuknya. Tapi karena Sila pergi, Alex dengar Aaron sampai menyewa orang untuk mencari Sila. Padahal Alex tahu Sila pergi karena tak ingin menemuinya lagi.


"Aku akan mempertemukan kalian. Tapi jika Sila tak ingin menemuimu lagi setalah kalian bertemu, itu bukan urusanku lagi."


"Deal!" Aron langsung menyepakati. Hanya Alex lah kata kuncinya agar bisa bertemu dengan Sila, itulah mengapa ia sampai melakukan drama murahan ini.


"Kita pergi!" Kemudian Aaron memerintahkan anak buahnya untuk bubar.


"Apa maksudnya ini? Kau sudah berkerjasama denganku. Kau tidak boleh pergi!" Garik berusaha menghentikan Aaron.


"Lakukan sendiri." Lalu setalah itu Aaron pergi dengan semua anak buahnya.


Garik sempat mengumpat. Sekarang tinggalah ia dan anak buahnya yang sedikit.


Alex tidak menampilkan ekspresi apapun.


"Tidak papah, aku dan anak buahku masih bisa membunuhmu!" Lalu setelah itu, Garik memerintahkan anak buahnya menyerang mereka.


Alex segera menarik tangan Lolita dan mengamankan wanita itu di tempat lain, "Tetap di sini dan jangan kemana-mana. Aku akan melawan mereka." Setelah mengatakan itu Alex pergi dan bertarung melawan anak buah Garik membantu Jhon.


Lolita tampak cemas dan khawatir. Hal ini mengingatkannya pada Alex yang pernah menyelamatkannya dulu Di Club. Bagaimana jika Pria itu terluka lagi. Ia hanya takut dengan nasib hidupnya setalah ini.


Pertarungan terus terjadi. Alex berhasil mengalahkan sepuluh anak buah Garik. Tinggal lima orang lagi dan Alex mengalihkannya pada Jhon.


"Lawan mereka, aku yang akan membunuhnya!" Setalah itu, Alex menghampiri Garik. Sorot kematian dilayangkan Alex lewat matanya.


Pria Tua itu terlihat ketakutan tapi menutupinya dengan rapat. Ia tak boleh kalah hanya karena bocah tengil seperti Alex. Ia harus melawannya.


Kemudian Garik menyerang. Mereka sempat bertarung. Tapi tentu saja Garik kalah tanding. Alex langsung bisa melumpuhkannya dengan satu tinjuan.


"Kau berfikir bisa mengalahkan ku kan?" Satu tinjuan kembali di layangkan Alex ke perut Garik.


"Kau selalu mencari masalah denganku, mengusik hidupku hingga menggangu ketenanganku!" Garik tampak tak berdaya. Alex menjambak rambutnya lalu membantingnya ke lantai.


"Brak!!"


Alex lalu mencekik leher Garik, "Kau akan mati sekarang juga Garik!!" Alex menggeram.


Melihat cara Alex menyerang Garik seperti itu membuat Lolita menutup mulutnya. Ia terkejut. Ia pikir Alex hanya ingin memberi pelajaran pada Garik. Tapi setelah melihat ini semua, Alex juga ingin membunuh Pria itu.


Yah, Lolita lupa. Alex tetaplah seorang Mafia yang kejam. Tidak segan lagi untuk membunuh musuhnya. Walau pernah terbesit dalam pikirannya, Alex akan berubah. Tapi sepertinya tidak.


"Jj-ika kk-au membunuhku, Ppolisi aakan datang, identitas mu akan terbongkar." Garik berusaha mengucapkan hal itu untuk menakuti Alex.


"Aku tidak peduli." balas Alex cepat dan terus mencekik leher Garik penuh dendam.

__ADS_1


Garik sudah merusak markasnya, berulang kali menyerangnya hingga hampir menculik Lolita. Menurutnya itu sudah melewati batas. Garik harus segera dimusnahkan saat ini juga.


Tiba-tiba saat Alex mencekik leher Garik. Polisi berdatangan dan langsung menghampiri Alex.


"Berhenti, kau harus melepaskan Dia!!" Polisi Dubai itu memerintahkan Alex dengan menggunakan Pistol di tangannya.


Di belakang sana, Denis juga datang. Pria itu melihat Lolita dan mereka kemudian saling berpandangan.


Alex yang merasa terganggu dengan kehadiran Polisi itu, menghajar mereka dengan satu tangannya. Ia tak ingin siapapun menghalanginya.


Karena semakin kehabisan nafas, Garik mencoba meraba sesuatu di sekitarnya. Pria itu menemukan sebuah Botol minuman. Memanfaatkan Alex yang lengah karena Polisi. Garik langsung lemparkan botol itu ke kepala Alex.


Seketika Alex menjauh, kepalanya berdarah. Untungnya bukan bagian belakangnya yang berdarah kalau tidak ia bisa saja pingsan di sini.


Memegang keningnya yang berdarah, Alex di kagetkan dengan larinya Garik ke arah Lolita. Pria Tua itu langsung menyandra leher Lolita dengan pecahan beling yang diambilnya dari Botol itu.


"Jangan ada yang mendekat!!" Garik langsung mengancam semua orang.


Alex beserta orang yang ada di sana terkejut, "Garik lepaskan dia!" Alex berkata tajam.


"Aku tahu sekarang, kau menganggapnya berharga kan, Alex?" tanya Garik tersenyum miring. Sekarang ia temukan kelemahan Alex juga.


"Kalian semua menjauh dan jangan ikuti aku!!" Teriak Garik kesetanan lalu membawa Lolita masuk dalam Lift.


Sementara itu Lolita ketakutan, "lepaskan aku Garik!!" Ia akan berontak tapi Garik lebih dulu menggoreskan sedikit beling itu di leher Lolita.


"Jangan melawanku atau kau akan mati!!" ancam Garik.


Lolita langsung terdiam.


Sampai di lantai bawah, Garik langsung memasukan Lolita ke dalam Mobil. Tak lupa ia mengikat kedua tangan wanita itu dulu sebelum melajukan mobilnya.


Dalam hati Lolita berkata, semoga Alex menyelamatkannya.


Denis menatap kepergian mobil itu, "Kita harus mengejarnya!" ucap Denis.


Pria itu dan Alex sempat betatapan tajam.


Kemudian Alex tak peduli dan langsung masuk ke dalam mobil yang di bawa Jhon.


"Jhon terus kejar dia, jangan sampai kehilangan jejak." Alex memerintah.


Ketiga mobil itu terus kejar-kejaran di jalan. Garik melihat hal itu di spion Mobilnya. Ia kemudian mengambil ponsel dan menelfon seseorang.


"Cepat bantu aku dan tunggu aku di sana!" Setelah menelfon, Garik mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Menyalip mobil lainnya dan menjauh dari ketiga mobil itu.


__ADS_2