MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | Part 60 - Seolah selingkuh


__ADS_3

Semenjak mereka berjalan-jalan bersama di Time Square malam itu. Lolita memang mengatakan dalam hatinya, itu adalah momen terakhirnya bersama Alex.


Tapi nyatanya, Lolita tidak bisa jika harus meninggalkan Alex sekarang. Karena itu sebisa mungkin wanita itu menahan agar Alex tak membawanya ke Rumah itu.


Beberapakali Lolita telah menggagalkan niat Alex yang hendak mengajaknya ke sana. Seperti jalannya yang masih belum di perbaikilah, perutnya yang sakit hingga mendadak ia merasa malas untuk berpergian.


Sekarang sudah seminggu berlalu Lolita berada di New York dan ia belum juga menyelesaikan masalahnya. Wanita itu seolah lupa akan tanggung jawabnya pada misinya dan Janji untuk tidak membagi cintanya dengan Alex.


Namun lihat sekarang Lolita malah bersenang-senang dengan Pria itu di dapur. Mengerjainya dan tanpa sadar menumpahkan sedikit cinta pada Pria itu.


"Alex kau harus menekan adonannya agar rata." perintah Lolita duduk di meja yang sedang Alex gunakan untuk membuat kue kering.


Tiba-tiba Lolita menginginkan Kue jahe. Katanya sebelum Natal tiba bulan depan, Alex harus bisa membuat kue jahe berbentuk orang-orangan agar wanita itu bisa memakannya.


"Tidak bukan seperti itu, kau harusnya uleni dulu sampai rata. Cepat!" Lolita terus mengomel.


Walaupun bingung, Alex tetap mengerjakannya.


"Adonanya sangat lengket, kau harus menambahkan tepung lagi!" omel Lolita, kesal.


Alex pun segera menambahkan tepung sesuai keinginan Lolita.


Dalam hatinya Lolita tertawa. Ia tidak menyangka seorang Alex mau juga di ajak memasak dengannya. Bagaimana pendapat anak buahnya saat bosnya yang berbadan besar ini memasak di dapur karenanya?


Tiba-tiba Lolita dikagetkan dengan tepung yang menempel di wajahnya.


"Alex kau sengaja kan?" tanya Lolita kesal.


Pria itu lalu menatapnya sebentar,


"Tidak." jawab Alex singkat lalu sedikit tersenyum sambil menguluni adonannya lagi.


"Tidak kau pasti sengaja!!" Merasa tak terima, Lolita langsung tumpahkan tepung itu ke tangannya dan mengoleskannnya ke wajah Alex.


Alex tak terima dan membalasnya. Kemudian terjadilah perang tepung di antara mereka. Saling tertawa dan memadu kasih.


Momen itu berlanjut ke hari berikutnya. Saat itu Lolita ingin sekali menonton Film romantis. Katanya Film itu baru diliris dan ia sangat penasaran.


Namun yang tidak Lolita ketahui adalah film itu menayangkan adegan **** juga di tengahnya.


Lolita langsung menelan salvinanya gugup. Ia tahu sekarang Alex terus menatapnya. Tapi Lolita pura-pura tidak tahu.


"Sepertinya kita menonton yang lain saja." saat Lolita hendak beranjak tiba-tiba Alex menerjangnya lalu menciumnya dengan nafsu.


Alex hanya mencumbu tubuhnya, Pria itu tahu Lolita belum siap dengan hal ini.


Karena itu yang bisa Lolita berikan hanyalah memuaskan Alex di bagian bawah Pria itu.


...


Ingin sekali Alex membawa Lolita ke Rumahnya yang ada di Brooklyn City. Tapi kendala selalu menghampirinya. Kemarin Lolita dan sekarang, Ferrit, kakeknya.


Setalah mengetahui keberadaannya di New York kekeknya itu langsung datang dan berbicara banyak hal dengannya.


Seolah takdir tak mengizinkan ia membawa Lolita ke sana. Ferrit menahannya dan membicarakan sesuatu yang penting. Padahal ia ingin sekali membawa Lolita ke sana.


"Aku dengar kau berhasil menghabisi Garik di Dubai?" tanya Ferrit duduk berhadapan dengan Alex di Ruang pribadinya.


"Yah, dia pantas mendapatkannya." jawab Alex singkat. Sebenarnya Pria itu terlalu malas berbicara pada Ferrit.

__ADS_1


Lolitanya lebih penting. Ia ingin Lolita tahu bahwa dirinya adalah pemuda di masa lalunya yang pernah menjalin kasih dan mencintainya sampai saat ini.


Mungkin dengan itu Lolita bisa sadar dan bisa menerimanya lagi.


Mendapati Lolita yang meminta penjelasannya waktu itu langsung membuat Alex terkejut. Ia sudah tahu bahwa waktu ini akan segera tiba. Dimana Lolita ingin ia memberitahu tentang kejahatannya dan jati dirinya.


Tapi yang Alex takutkan adalah melepas Lolita. Ia berharap jika Lolita mengetahui semua ini, wanita itu bisa berfikir dan akan terus bersama dengannya.


"Kau mendengar ku?"


Mendadak suara Ferrit langsung membuyarkan lamunan Alex. Pria itu pun hanya menatap Ferrit datar. Seolah tidak terjadi apa-apa.


"Yah." balas Alex singkat.


"Sepertinya pengaruh wanita itu sangat kuat." Ferrit tersenyum miring dan menatap Alex penuh selidik.


Kemudian Alex membalas senyum miring Ferrit, "Tentu saja, wanita itu sangat berani dan panas di tempat tidurku." ucap Alex dingin setelahnya.


Jangan biarkan Ferrit tahu bahwa Lolita sangat berarti bagi dirinya. Jika Ferrit sampai tahu, Dia pasti akan melakukan sesuatu pada Lolita.


"Benarkah? Kau tidak jatuh cinta padanya kan?" tanya Ferrit dengan nada renyah.


"Kau mengajariku untuk menggunakan otak dan bukan hati!" ingat Alex dengan menusuk.


Alex bahkan masih ingat saat pertama kali Ferrit menjadikannya ketua mafia. Ia di suruh membunuh orang. Kejadian itu siapa sangka membuatnya menjadi Pria dingin yang tak punya hati.


Suara tawa Ferrit terdengar, "Yah, kau memang harus seperti itu Alex." ucap Ferrit membenarkan.


"Kau adalah cucuku." Ferrit melanjutkan lagi.


Alex tak membalasnya.


"Jangan lupa Alex, aku melepaskan wanita itu bukan untuk main-main tapi untuk menghabisi Denis. Kauย  tidak melupakannya bukan?" ucap Ferrit berubah serius.


"Yah, aku harap begitu.." lanjut Ferit lagi.


Pria tua itu kemudian berdiri, "Aku masih banyak urusan. Jangan lupa urus bisnis ini di Club ku. Dan yah, temui Sila. Wanita itu sangat marah karena kau mempertemukannya dengan Aaron." Ferit keluar dari pintu dengan di temani Alex.


Namun kehadiran Lolita di sana langsung membuat mereka berhenti.


Alex juga memandang Lolita bingung. Bukankah ia sudah menyuruh Lolita tetap diam di kamarnya. Tapi mengapa wanita itu di sini?


"Aku kira kau sudah selesai bicara dengannya, aku membuatkanmu kopi." jelas Lolita menunjukan secangkir Kopi hangat di tangannya pada Alex.


"Aku tidak menyangka kau membawanya juga Alex." Ferrit tersenyum mantap Lolita.


Lolita melihat Ferrit kesal. Ia tak pernah lupa bahwa Ferrit lah yang pernah ingin membakarnya waktu itu. Mengingatnya lagi langsung membuat wanita itu panas.


"Aku akan pergi." Lolita langsung pergi dari sana.


Alex hanya menatap kepergian Lolita tanpa ekspresi.


Sementara Ferrit diam dan menyadari ada sesuatu yang aneh di antara mereka. Ini semakin jelas saat Alex membawanya kemari.


Ferrit tersenyum, ia akan memanfaatkan hal ini suatu hari nanti.


...


Minggu ke duanya mereka sama-sama lupa dengan masalah yang mereka alami. Alex lupa ingin membawa Lolita ke Rumahnya.

__ADS_1


Sementara Lolita terlalu hanyut dengan sentuhan bahkan perhatian yang di berikan Alex. Mereka bahkan sering berciuman entah setalah bangun tidur ataupun di jalan.


Keduanya seperti sepasang kekasih sungguhan. Tak ragu lagi saling menatap ataupun bersentuhan.


Alex sedang menatap Lolita yang sedang memakan hamburger di restoran siap saja. Setalah berbelanja, mereka lelah dan memutuskan makan di sini karena Lolita malas untuk memasak hari ini.


"Jangan menatapku. Makanlah!" perintah Lolita.


Tapi Alex tak menghiraukan dan malah menjawab lain, "Aku perhatiankan kau semakin berisi. Pipimu menjadi cabi dan dadamu juga besar pas ditanganku." Alex menatap baju Lolita yang sedikit terbuka.


Wanita itu langsung memukul tangannya Pria itu, "Alex!!" peringat Lolita sambil menatap sekitar.


"Kenapa? Memang itu kenyataannya kan?" tanya Alex tak merasa bersalah.


Merasa kesal, Lolita segera menyudahi makannya dan beranjak dari sana. Selera makannya langsung hilang saat Alex mengatakan hal mesum seperti itu padanya.ย 


Lolita tahu mereka sering melakukannya. Saling menyentuh dan memuaskan satu sama lain tapi apa harus Alex mengatakannya di tempat umum?


"Oke-oke maaf ..." Alex segera menghentikan Lolita yang akan pergi.


Tapi Lolita terlanjur kesal dan hanya melipat tangannya. Ngambek.


Alex tahu bagaimana caranya agar Lolita tidak marah lagi padanya. Ia pun tersenyum lalu mengecup bibir Lolita singkat.


"Sudah tidak marah lagi?"


Tidak ada respon.


Alex mengecup lagi.


"Bagaimana? kau masih marah?" tanya Alex tersenyum.


Pria itu melihat Lolita ikut tersenyum sedikit. Tapi tentu saja Lolita tidak mau menunjukkannya karena masih ngambek.


Alex pun kembali mengecupnya lagi. Tapi kali ini tiba-tiba Lolita menahan kepalanya dan mereka pun saling berciuman panas setalahnya.


Tanpa tahu tempat, mereka terus menikmati ciuman panas itu.ย 


Alex sudah pernah merasakan bibir Lolita tapi rasanya selalu kurang. Ia ingin terus melahap dan menciumnya sampai puas.


Lolita pun sama, ia ingin terus bersama Alex. Setiap sentuhannya yang di berikan Alex padanya ia seolah mengenalnya. Rasanya menyenangkan dan memabukkan.


"LOLITA!" panggilan dengan nada penekanan itu langsung membuat Lolita menghentikan ciumannya.


Wanita itu berbalik dan matanya hampir keluar saat melihat keberadaan Denis di sana.


"Denis?!" seketika Lolita terkejut.


Seolah dunia berhenti, Lolita seperti orang yang tertangkap basah sedang selingkuh dengan pria lain.


Mampus!


***


Balik lagi.


Up!


Jgn lupa tinggalkan jejak yah. Like+comennya jgn lupa. Dan terimakasih banyak yang udah like semua bab Mafia kejam. Aku sangat berterimakasih udh hargai karyaku๐Ÿ™๐Ÿ˜„

__ADS_1


Sampai jumpa di ep selanjutnya ....


Cinta kalian ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2