
Tolong follow Ig ku yah na_herna90 untuk membaca mafia kejam secara lengkap serta season 2 yang tak kalah seru dan menegangkan semuanya bisa di baca gratis tanpa dipungut biaya apapun...
Happy reading guys:-)
****
Tapi siapa sangka percintaan mereka dilakukan sampai pagi. Alex awalnya lapar, tapi karena ia dan Lolita kelelahan jadilah mereka tertidur sampai siang.
Mereka terbangun pukul satu siang. Lolita pergi ke dapur dan ingin memasak. Tapi saat ia membuka lemari makanan, ia tak menemukan apapun selain peralatan masakan dan piring yang tersusun rapi di sana.
Alex memintanya memasak lalu bagaimana ia memasak kalau tidak ada bahan makanan di sini?
Sebuah tangan tiba-tiba memeluknya dari belakang. Pria itu mengendus lehernya sebentar.
"Aku lupa membeli bahan masakan ... Bagaimana jika kita pergi ke supermarket?" tanya Alex, sambil menggerayangi tubuh Lolita yang masih ditutupi selimut.
Apa pria itu masih belum puas akan percintaan mereka semalam?
Wanita itu pun segera menahan tangan Alex, "Aku tidak punya baju Alex." ucap Lolita mengingatkan saat Alex merobek Dressnya.
"Lolita tidak punya, tapi Freya punya." jawab Alex santai.
Lolita menyeringit dan berbalik.
Alex yang tahu segera menjawab, "kau lupa, kau pernah menaruh banyak pakaian di lemari itu." jelas Alex mengingatkan.
Ah, Iyah. Dulu Freya sering bermalam di sini bersama Alex. Karena dulu ia tidak mau bolak baik Rumah, ia pun menaruh sebagian pakaiannya di sini.
"Memang masih ada?" tanya Lolita senang.
"Tentu saja." balas Alex tersenyum.
"Tapi sebelum itu, bagaimana jika kita mandi bersama?" tanya Alex menatap nakal Lolita.
Lolita langsung menunjukan wajah malasnya.
"Apa semalam masih belum cukup Alex?" tanya Lolita sebal. Badanya sudah pegal-pegal dan Alex masih menginginkannya?
"Hanya sekali ..." pinta Alex memohon.
Lolita hanya diam lalu membiarkan Alex melakukan aksinya.
Alex mencium lehernya dan mengangkat tubuhnya untuk membawanya masuk ke kamar mandi.
Di sana pun mereka tak langsung mandi, Alex lebih dulu menyatukan diri bersama Lolita sambil berdiri. Banyak ******* dan erangan yang mereka keluarkan.
"Kau adalah canduku Freya ..." ucap Alex sebelum mencium Lolita lagi dan membawanya ke Shower dan menyalakan airnya.
Dengan air mengalir mereka kembali melakukannya berulang kali. Alex berjanji hanya sekali tapi ini sudah dua kali. Lolita harus menghentikannya.
"Alex khh ... Berhentilah ... Kau janji hanya sekali khh ...." keluh Lolita mendesah dan merasa gila akan apa yang dilakukan Alex dibawah sana.
"Setalah pelepasan ini ..." jawab Alex menggeram dan terus bergerak di dalam sana.
...
Sesudah mandi dan berpakaian rapih mereka keluar dari kamar. Lolita nampak malas berpergian. Wajahnya murung, padahal ia sudah rapi dengan Sweater Coklat dan sepatu Bootsnya.
Di luar pun sudah turun salju, musim dingin telah tiba dan itu semakin membuat Lolita malas keluar.
"Tidak bisakah kau yang membelinya? Aku tidak mau keluar ... Kau membuat badanku remuk Alex!" keluh Lolita merengek.
Alex mendengus terkekeh, "Sayang ... Ini hanya sebentar, kita akan segera kembali." ucap Alex mengelus rambut Lolita dengan lembut.
Sayang? Lolita langsung tertegun.
"Jangan panggil aku seperti itu!" kemudian Lolita berkata tidak suka.
"Kenapa?" tanya Alex menaikan satu alisnya.
Lolita tampak gugup, "It-tu sangat Norak!"ucapnya malu.
Alex terkekeh lagi, "Kalau begitu aku akan terus memanggilmu sayang. Sayang bagaimana jika kita pergi?" tanya Alex mengggodanya.
"Alex!" teriak Lolita kesal dan memukul lengan Pria itu keras.
...
"Kau mau makan apa?" setelah berada di Supermarket, Lolita bertanya sambil melihat-lihat.
"Apa saja. Asal kau yang masak." jawab Alex menggoda.
Lolita langsung layangkan tatapan sinisnya, "Oh... Sepertinya seorang Alex yang dingin itu telah berubah menjadi berekspresi yah!" tanya Lolita menyindir.
Alex menaikan bahunya tidak tahu, "Mungkin karena dirimu." jawab Alex pendek.
"Terjadi sesuatu Alex?" tanya Lolita lirih. Ia mengenal Alex semasa sekolah dulu. Pria itu sangat ramah dan suka bergaul. Dia tidak segan lagi bersikap baik bahkan dengan musuhnya sendiri tapi sekalinya marah, Pria itu tetap tidak berubah. Sangat menakutkan.
Lolita jadi penasaran kenapa Alex berubah menjadi kejam dan dingin seperti ini?
"Kau juga berubah Freya ..." jawab Alex.
__ADS_1
Mereka kemudian bertatapan.
Lolita mendengus miris, "Kehidupan memang seperti itukan? Sangat kejam!" ucap Lolita mendadak sedih.
"Apapun perjalan hidup yang kita lalui. Pasti memiliki alasan tersendiri. Kau mau bercerita, kan?" tanya Alex.
Lolita menangguk, "Tidak buruk. Aku ingin melihat kehidupan siapa yang lebih tertindas di antara kita. Kau atau aku!" senyum miring di tunjukan Lolita untuk mentang.
"Sesuai keinginanmu." Kemudian Alex mengecup sudut bibir Lolita singkat.
Mereka berdua tersenyum.
"Apa?" tanya Lolita tiba-tiba.
"Kau sangat cantik." puji Alex, memuja.
"Semua orang juga tahu itu. Tidak ada yang lebih cantik dariku di Dunia ini selain aku. Artis pun kalah olehku." ucap Lolita sombong. Kenarsisan Lolita mulai kembali lagi.
Alex sampai menggeleng, entah mengapa ia lebih suka Freya yang percaya diri seperti ini. Sangat mengairahkan dan menantang.
Astaga pikiran Alex mulai mesum.
...
"Hari Natal kita harus hias pohon Natal bersama. Dulu kau paling suka dengan kegiatan ini, kau bahkan ingin di berikan kado oleh Santa Claus, tapi karena itu tidak mungkin. Aku pun yang memberikannya ..." Alex tersenyum mengingat kenangan itu.
Pria itu kembali memakan Mac and Cheese buatan tangan Lolita. Rasanya sangat enak, percis dengan suasana hatinya yang bahagia sekarang.
Lolita juga mau memakan makan berbahan keju lagi. Ternyata alasan Freya tidak menyukai keju itu karena dirinya. Alex meninggalkan sepotong cheesecake dan Note sebelum mengilang. Freya marah dan melampiaskannya dengan membenci keju sedemikian lamanya.
Alex tak percaya ini. Sadar atau tidak, Freya ternyata punya perasaan yang dalam padanya.
"Aku juga ingin membuat kue jahe. Kau pasti akan terkejut karena aku sudah mahir membuatnya." puji Alex pada dirinya sendiri.
"Tidak akan gosong, kau pasti menyukainya." Lanjut Alex lagi.
Alex terus berbicara dan Lolita malah diam dengan ponselnya. Wanita itu menyeringit dan menatap layar ponselnya serius.
Alex pun bergerak menghampirinya dan menaru dagunya di bahu Lolita.
"Ada apa?" tanya Alex lembut.
Lolita melihatnya sebentar dan menunjukan banyak pesan dan panggilan terjawab yang diterimanya dari Aidan dan Denis.
Lolita tidak tahu mengapa Aidan tahu nomer ponselnya tapi kalau Denis, Pria itu sangat khawatir. Ia yakin Aidan menceritakan tentang Megan pada Denis. Itulah mengapa sekarang Denis sudah kembali dari Indonesia dan memohon agar Lolita kembali. Dia mencarinya.
Sayang kau dimana? Aku benar-benar khawatir. Rasanya aku hampir gila, jika saja aku tidak meninggalkanmu hari itu, kejadian ini tidak akan terjadi. Ku mohon kembalilah.
Itu pesan terakhir yang dikirim Denis padanya.
"Aku harus kembali Alex." ucap Lolita.
Pria itu hanya diam dengan rahang mengeras.
"Kau harus sadar Alex, aku adalah milik Denis. Aku memberikan kesempatan pada hatiku tapi bukan berarti aku kembali padamu." ucap Lolita kasar.
Hati Alex seketia sakit. Ini memang kenyataannya. Lolita memilih Denis dibandingkan dirinya. Tapi tenang saja ia masih punya kesempatan memiliki Lolita. Dengan cinta mereka ia yakin, Lolita pasti akan Kemabli padanya.
"Aku antar." singkat Alex ingin mengambil kunci mobil.
"Tidak usah. Aku akan naik taksi. Denis akan curiga nanti." ujar Lolita panik.
Alex tersenyum miris, "Kau sangat mengkhawatirkan Denis yah? Aku di sini seperti selingkuhanmu." kata Alex menyindir.
"Alex ..." Lolita memohon. Kenapa Pria itu selalu marah.
"Baiklah." putus Alex dingin.
Lolita kemudian menatap Alex yang memalingkan wajah ke arah lain. Sebenarnya ia sengaja berkata kasar pada Alex, ia tidak mau Pria itu menghayal dan mengharap lebih banyak padanya.
Karena pada dasarnya Lolita juga tidak tahu takdir akan membawanya kemana. Tapi untuk sekarang ia akan mempertahankan Denis, walaupun itu harus merelakan cintanya.
...
Seketika kepalan tangan di setir langsung mengetat. Kala Alex melihat sendiri bagaimana Denis berlari dan memeluk Lolita erat saat baru keluar dari Taxi.
Hatinya memanas. Alex ingin sekali menghampiri mereka dan meninju Denis dan mengatakan bahwa Lolita mencintainya. Tapi itu semua tidak akan ia lakukan. Lolita bisa marah besar jika sampai ia melakukannya.
Sekarang Alex harus menahan semuanya dulu. Pria itu yakin, cintanya lah yang akan menang dibanding kebersamaan mereka yang lama.
Tidak mau melihat kemesraan mereka lebih lanjut, Alex segera memutar Mobilnya untuk kembali.
...
"Freya kau kemana saja?!" Denis menangkup wajah Lolita khawatir.
Lolita menggigit bibir bawahnya. Kalau saja Denis tahu, ia telah bermalam dengan Alex, Pria itu pasti marah besar. Ia merasa bersalah.
"Aku tidak terima ini, Mamah datang dan memakimu?!" tanya Denis tak terima.
Denis membahas tentang kedatangan Megan kemarin. Pasti Aidan yang memberitahunya.
__ADS_1
"Kita harus menemui mereka, aku akan memperjelas semuanya. Tidak ada yang boleh menghina calon istriku, termasuk Mamah!" tegas Denis langsung menarik tangan Lolita pergi.
"Tapi Denis!" Lolita memekik. Ia belum siap, apalagi harus bertemu dengan Megan lagi.
...
Keringat dingin langsung Lolita rasakan. Ia masih ingat, Rumah ini memiliki kenangan buruk untuknya. Jika harus memilih Lolita tidak ingin kembali ke Rumah besar ini lagi.
"Tidak papah Freya, kau berjanji akan berjuang bersamaku. Aku akan bersamamu. Kita akan sama-sama berjuang melawan mereka!" ucap Denis dengan kobaran api amarah dimatanya.
Pria itu kemudian menggenggam tangannya dan masuk ke dalam pintu besar itu.
Aidan yang terlihat akan keluar Rumah langsung terkejut melihat mereka.
"Freya kau kembali?" Aidan tampak khawatir dan menghampiri adiknya itu.
"Kau baik-baik saja kan?" tanya Aidan lagi.
Lolita hanya diam dengan raut wajah cemas.
"Aidan, dimana Mama?" tanya Denis kemudian.
"Denis jangan sekarang! Papah ada di sini." jawab Aidan melarang.
"Aku tidak peduli, Mamah sudah memaki Freya dan mengancamnya untuk menginggalkanku. Aku sangat takut saat kau mengabarkan Freya menghilang, aku kira Freya benar-benar menghilang seperti waktu itu. Sekarang aku tidak mau diam, aku akan mempertegas semuanya. Siapa pun yang berani mengirim Freya pergi, aku tidak akan memaafkannya!!" bentak Denis marah.
Denis kemudian menarik tangan Lolita untuk mengikutinya.
"Denis!" Aidan tampak pusing, ia pun mengikuti mereka dari belakang.
Ini bukan tentang Ayah mereka. Denis tidak tahu saja, betapa takutnya Freya dengan Ibu mereka.
"Mah, keluar lah!!" Teriak Denis menggelegar di seluruh ruang keluarga.
Lolita tampak ketakutan. Ia ingin segera melarikan diri dari sini tapi tangannya terus digenggam oleh Denis.
Aidan tiba-tiba menegang pundaknya, Pria itu menyalurkan kekuatan lewat matanya.
"Freya, jika kau ingin bersama Denis keluarkan rasa takutmu. Kali ini aku akan bersamamu." ucap Aidan sedih.
Lolita menangis dalam diam. Hanya Aidan saja yang tahu semua penderitanya. Kakaknya itu selalu membelanya disaat semua orang menunduhnya yang tidak-tidak.
Aidan merasa hatinya teriris, sebagai kakak, ia kurang bisa melindungi adiknya. Aidan tahu Freya selalu disiksa ibunya tapi karena ia harus menempuh pendidikan di Canada, ia harus jauh dari Freya. Ia berharap Denis tahu semuanya, tapi Pria itu sama sekali belum tahu sampai sekarang.
Dan yang memintanya untuk tidak memberitahu Denis adalah Freya sendiri. Freya tidak mau Denis mengetahui semuanya. Cukup dia saja yang menderita dengan kenangan ini.
"Denis?" Megan terlihat senang kala melihat anak keduanya itu berada di rumahnya. Tapi setalah matanya menangkap penampakan Lolita, Megan langsung menunjukkan ketidaksukaannya.
"Kenapa kau membawa anak haram ini kemari." Nada sinis keluar dari mulut Megan saat menghampiri mereka.
"Untuk apa Mamah menemui Freya kemarin?! Aku sudah bilang, walaupun kalian menantang kami, aku akan tetap menikahi Freya. Aku mencintainya dan sangat-sangat mencintainya. Dan kalau Mamah sampai membuat Freya pergi dariku lagi, aku bersumpah tidak akan memaafkan kehidupan kalian!!"
"DENIS!" tiba-tiba Megan berteriak setalah mendengar ucapan kasar dari anaknya itu. Ini semua gara-gara perempuan murahan itu.
"Kau membentak ibumu sendiri demi wanita menjijikan seperti ini?! Kau sadar tidak, aku melahirkankanmu dan sekarang kau mengucapkan kata-kata kasar itu?!" tanya Megan menunjukan jari di hadapan Denis.
"Aku tidak peduli. Jika perlu aku tidak mempunyai Ibu lagi!"
kata-kata menyakitkan dari Denis membuat Megan marah.
"Lihatlah, kau puas Freya? Kau telah menghancurkan hubungan ibu dan anak. Kau memang hebat!" tepuk tangan Megan terdengar.
"Jangan salahkan Freya!!" Denis tiba-tiba tidak terima.
"Denis bukalah matamu, wanita ini tidak sepolos itu! Aku yakin tubuhnya sudah disentuh banyak Pria...."
"MAMAH!!" bentak Denis menghentikan ucapan Megan.
"Aku benar ... Kau itu seperti ibumu Freya." Megan berkata sinis.
Lolita hanya bisa menunduk dan menangis. Ucapan Megan benar, ia semalam bahkan memberikan tubuhnya untuk Alex.
"Sangat murahan!" hardik Megan lagi.
Denis akan maju untuk memberi perhitungan. Tapi suara marah seseorang menghentikannya.
"Cukup semuanya!" Roger, ayah dari ketiga anaknya itu langsung melerai dengan tegas.
Tatapan Lolita bertemu dengan Ayahnya. Ada kerinduan di sana. Lolita pun hanya bisa menangis.
"Apa kalian pantas bertengkar di Rumahku?!" tanya Roger melototi semua orang.
Denis hanya mendengus kesal.
"Denis bawa Freya ke Ruangan ku, sekarang!!" perintah Roger tegas. Pria itu kemudian berbalik pergi dari sana.
Denis tampak tidak mau. Tapi Aidan memegang bahu adiknya.
"Pergilah, Papah mungkin rindu dengan Freya juga." ucap Aidan.
****
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan komentar yah...
cinta kalian💜