
Part ini sebagian di hapus dan dipotong, karena ada adegan 21+nya jadi ditolak NT. Untuk bagian yg hilang bisa cek profil nama akun igku yh🙏
***
Semuanya terasa aneh bagi Alex. Pria itu tidak menyangka Lolita dan Denis memiliki hubungan darah?
Alex mengingat lagi saat masa-masa pacaran bersama Freya dulu. Alex begitu cemburu kala Freya tiba-tiba di antar sekolah bersama Denis. Freya tidak ingin di jemput olehnya tapi mau di antar oleh Denis.
Mereka bertengkar. Freya meminta maaf karena membohongi Alex. Dia tidak mau merusak pertandingan Tinju Alex hanya untuk menjemputnya. Kebetulan Rumahnya dengan Denis searah, Denis memaksa, Dia pun tak bisa menolak.
Seharusnya Alex sudah sadar sejak itu. Lolita dan Denis bukan mempunyai Rumah searah, tapi memang mereka tinggal bersama. Saat itu Alex hanya dibutakan kecemburuan tanpa tahu hal sebenarnya.
Di saat Alex melamun, Jhon datang bersama informasi yang ingin ia ketahui.
"Boss benar, aku kurang teliti dalam menyikapi informasi tentang Nona Lolita. Freya memang saudara tirinya Denis. Ayahnya berselingkuh dengan Ibunya yang berasal dari Indonesia.
"Saat umurnya empat tahun, ibunya meninggal dan Freya pun di rawat oleh Ayah kandungnya. Tapi di sini aku menemukan Nona Freya sama sekali tidak terdaftar dalam kartu keluarga." jelas Jhon membaca kertas yang di pegangnya.
Pantas saja Alex tak menyadari hal ini. Saat Freya sekolah dulu pun, walinya selalu orang lain, entah Alex tak mengenalnya. Dan jika ia bertanya dimana orang tua Freya. Freya hanya menjawab Ibunya sudah tiada. Alex pun tak membahasnya lagi karena tidak mau menyinggung perasaan Freya lagi.
"Aku tidak mengerti, mereka mempunyai hubungan darah tapi tetap ingin menikah?" tanya Jhon mulai banyak bicara.
Alex memandang tajam Jhon.
"Boss aku rasa ini kesempatanmu, anda bisa mengungkap bahwa anda adalah Alexsander kekasih pertamanya Freya. Aku yakin dengan ini Nona Lolita tidak akan menikah dengan Denis dan Nona pun tidak disalahkan masyarakat karena dosanya." tutur Jhon, lugu.
Sejak kapan Jhon banyak bicara seperti ini. Oh, Alex lupa. Ia mengambil Jhon dari tempat Seles Maketing. Pria itu terlibat penipuan dan ia pun menolongnya, semenjak saat itu tidak heran lagi Jhon suka bicara.
"Apa?!" Tiba-tiba suara Lolita terdengar.
Alex langsung berbalik dan terkejut saat Lolita sudah terbangun dari pingsannya.
Jhon langsung pergi dari sana. Sebenarnya Jhon sudah tahu Lolita sadar sedari tadi. Jhon sengaja banyak bicara pada Bossnya agar Lolita bisa mendengar tentang identitas Alex yang sebenarnya.
Ia begitu geram, dengan kisah cinta Bossnya yang gagal. Ia ingin mereka kembali bersatu lagi.
Lolita terus menatap Alex dan Pria itu pun menjelaskan.
"Yah, itu kebenarannya." lanjut Alex kembali datar.
"J-jadi, kau Alex?" tanya Lolita mendadak gelagapan.
Bagaimana mungkin?
"Freya, aku Alexsander ..." ucap Alex memegang pipi Lolita, lembut.
Mereka saling bertatapan. Dalam hati Alex, mungkin ini waktu yang tepat untuk memberitahu kebenarannya. Ia akan bongkar semu kebusukan Denis. Lihat saja.
Seketika mata Lolita langsung memanas kala Alex memanggilnya dengan sebutan Freya. Ia kembali mengingat kalimat masa lalu Alex.
"Nama Freya sangat cantik, seperti artinya, Dewi cinta, aku akan selalu memujamu setiap hari ..." kemudian Alex menatap wanita itu penuh cinta.
Freya hanya terkekeh, "Berlebihan." ejeknya, singkat.
"Kenapa?" tanya Alex tak terima.
"Lihat saja! dua belas tahun dari sekarang, kau akan melihat, Alexmu ini hanya memuja dirimu!"
Nada penuh keyakinan itu terbukti benar. Alex masih menatapnya dengan tatapan memuja seperti itu.
Lolita pun langsung memalingkan wajahnya, tidak kuat. Semuanya begitu sulit untuk dipercaya. Rasa cintanya pada Alex memang tak salah, mereka pernah bersama itulah mengapa Lolita merasa nyaman saat bersamanya. Tapi, kenapa harus sekarang?
"Sebenarnya aku tidak meninggalkanmu Freya. Aku sangat mencintaimu dan saat aku kembali, kau mengecewakanku dengan berciuman dengan Denis." ucap Alex tak terima.
Lolita tertegun.
"Aku sudah meninggalkanmu tanpa kabar lalu bagaimana bisa memiliki kepercayaan dirian kan?" Alex terlihat menertawakan dirinya sendiri. Ia merasa bodoh karena sudah mengikhaskan Freya hanya untuk Denis yang bodoh itu.
"Kau juga menghianatiku Alex." ucap Lolita tak mau kalah. Suaranya menjadi serak.
"Kau ingin tahu Freya?!"
Oke, Alex akan mengungkapkanya.
__ADS_1
"Denis memalsukan foto itu. Dia menyebarkan foto itu di Mading tanpa sepengetahuanku. Aku mohon percayalah padaku, aku sama sekali tidak mengenalnya. Dia mefitnahku. Dari dulu sampai sekarang Denis ingin membuat kita berpisah Freya!" geram Alex marah.
Lolita meremas rambutnya, pusing. Ia tidak percaya ini, semuanya terasa kelabu. Wanita itu pun kemudian menangis.
"Freya aku mencintaimu ... Aku ingin kita bersama lagi." Alex memohon sambil menggenggam tangannya.
"Tapi itu percuma Alex, itu sudah sangat lama." Lolita semakin menangis. Lolita tidak tahu apa yang diinginkannya, tapi untuk kembali bersama Alex, itu rasanya tidak mungkin.
"Kau dan Denis tidak bisa bersama. Kau ingat, kau mengatakan Kalian memiliki hubungan darah. Kalian tidak bisa menikah. Tinggalkan Denis!" perintah Alex marah. Ia tidak ingin masyarakat dunia mengecap Lolita menjijikkan karena menikah dengan saudaranya sendiri.
"Cukup!" Lolita langsung membentak Alex.
"Cintaku murni Alex. Jauh sebelum aku mengenalmu, aku sudah mengenal Denis. Kita tumbuh bersama. Aku sudah memiliki perasaan ini sejak lama." jelas Lolita penuh emosi.
Alex terdiam. Sekarang ia menyadari sesuatu.
"Kau sudah memiliki perasaan itu sejak lama? Jadi saat kau bersama ku, kau juga mencintai Denis?" tanya Alex dengan mata tajamnya.
Lolita seketika diam. Kenapa di saat ia mempunyai masalah dengan Ibunya, ia harus kembali dengan masa lalunya bersama Alex.
"Kau tidak mencintaiku Freya, itu benarkan?" Alex bertanya dengan sorot yang tajam.
Lolita tetap diam. Ia mengigit bibir bawahnya, kencang.
"Jawab!!" Alex mencengkram bahu Lolita kencang.
Lolita meringis kesakitan. Mata mereka bertatapan sengit.
"Yah!" Lolita tiba-tiba membentak, "Aku menggunakanmu untuk melupakan Denis, tapi sayangnya aku tak bisa! Aku terus mencintainya! Hingga rasanya aku hampir mati Alex ...!" putus Lolita kencang dengan air mata yang terus mengalir.
Alex langsung tercengang. Ia tidak menyangka perkataan itu lolos dari bibir Lolita. Teganya wanita itu mempermainkannya dirinya seperti itu.
Alex sudah mencintai Lolita sangat lama. Tidak bisakah sedikit saja Lolita mengatakan dia mencintainya? Sekarang Alex merasa menjadi seorang pecundang pengecut yang perasaan tidak dibalas sama sekali.
"Maafkan aku ..." Lolita tidak punya apapun lagi untuk di ucapkan pada Alex.
Dulu memang Lolita terus mencintai Denis tapi sebenarnya sikap perhatin Alex dulu membuatnya merasa nyaman.
Tapi satu kesalahan Alex, seharusnya Pria itu datang dan bukannya pergi. Dengan itu Lolita mempunyai alasan untuk mempertahankannya.
Sekarang Lolita sudah memulainya dengan Denis dan akan berakhir dengan Denis juga. Semua orang tahu Lolita begitu keras kepala. Tidak ada yang bisa mengoyanhkan prinsipnya, kecuali Freya yang lemah itu.
Tapi Lolita tidak mau jadi Freya yang lemah. Ia hanya ingin menjadi Lolita yang kuat.
...
Lolita pergi dari Rumah Alex. Ia meninggalkan Pria itu yang sedang terguncang sendiri dengan rasa sakit hatinya. Ia juga merasa sakit, tapi ia tidak mau kembali pada Pria itu.
Maafkan aku Alex.
Kemudian Lolita hanya bisa menangis sesenggukan di jalan.
Dari arah belakang Alex tiba-tiba berlari dan menangkap tangan Lolita, erat.
Lolita menatap Alex terkejut, ia bisa merasakan aura menyeramkan dibalik wajah Pria itu.
Matanya memerah dengan kobaran api kemarahan di sana. Pegangan ditangannya pun semakin mengetat.
Lolita merasa akan segera terjadi hal tidak diinginkan setalah ini. Alex sekarang dan yang dulu, tidak ada bedanya. Pria itu tidak bisa mengendalikan amarahnya.
"Ikut aku!" perintah Alex dingin sambil menarik paksa tangan Lolita.
"Alex!" Lolita tidak mau tapi Pria itu tetap menariknya hingga masuk ke dalam mobil.
"Semuanya sudah jelas Alex! Seharusnya kau tidak seperti ini!!" bentak Lolita marah.
Pria itu tidak peduli dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Lolita semakin was-was kala Mobil semakin melaju cepat di depannya. Ia pun memegang pegangan tangan di Mobil itu.
Sebenarnya Alex ingin membawanya kemana?
...
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian, Mobil Alex tiba di sebuah Rumah bergaya minimalis, terdapat lantai dua dalam bangunan itu.
Keluar dari Mobil, Alex segera membuka Pintu Mobil untuk Lolita. Namun Lolita hanya diam dengan wajah cemasnya.
"Kau tidak ingin keluar?" tanya Alex mulai mengancam.
"Aku tidak mau ke sini, Alex ..." Lolita memohon dengan wajah melasnya.
Pria itu tidak peduli lalu tanpa pikir panjang Alex segera mengangkat tubuh Lolita dan membawanya masuk ke dalam Rumah.
"Alex!" Pekik Lolita kaget.
Setelah berada di dalam Rumah, barulah Pria itu menurunkan Lolita di Ruang keluarga.
Perabotannya masih sama, tidak ada yang berubah.
Lolita pun ingin segera pergi dari sana. Melihat ini semua membuat Lolita tidak kuat.
Tapi dengan sigap Alex segera menahan bahunya agar tidak pergi.
"Lihatlah Freya!" Alex menunjukan semua ruangan tengah yang terpampang di mata Lolita, yang masih sama.
"Di setiap jejak yang ada di Rumah ini adalah tanda cinta kita. Dan kau masih mengatakan kau tidak mencintaiku?!" bentak Alex tak terima.
Lolita hanya diam sambil mengigit bibir bawahnya. Ia tidak ingin mengingatnya!
"Kau ingat saat aku membawamu kemari, saat itu adalah hari persahabatan kita. Aku ingin menujukan Rumah baruku untuk hadiah persahabatan kita."
"Setiap pulang sekolah atau hari libur, kita akan bermain di sini. Menghabiskan waktu bersama dan bercerita banyak. Saat itu kau bahagia, dan itu masih bukan perasaan cinta?!" Alex bertanya dengan nada tinggi.
Kemudian Pria itu membawa Lolita ke sebuah Sofa tempat bersantai mereka dulu.
"Dan ini, jika kau tidak melupakannya. Aku yang pertamakali mengambil kehormatanmu di sini!" tunjuk Alex ke Sofa berwarna cream itu.
"Aku sangat marah saat Denis menyatakan cinta padamu dulu. Aku pikir kau menerima pernyataan cintanya. Dengan kesalahpahaman itulah akupun menidurimu di sini!" Alex masih bersuara dengan nada tingginya.
"Sekarang aku tanya?!" Alex langsung menarik pergelangan tangan Lolita hingga wanita itu berhadapan dengannya.
"Kau masih tidak mencintaiku?!" tanya Alex, marah.
Lolita menangis. Ia bersumpah tidak akan mengatakan apapun pada Alex saat ini.
"Semenjak saat itu kita bersama kan Freya? Kau bilang sangat bahagia bersamaku. Aku seperti sosok superhero yang baik yang selalu menyelamatkan wanitanya di saat kesusahan ..." Alex menurunkan suaranya dengan sedih.
Lolita menghapus air matanya. Ia tidak boleh seperti ini.
"Lalu kenapa? Aku tidak mencintaimu Alex! Ini kenyataannya ... Tolong sadarlah!!" teriak Lolita kencang.
Sebuah ciuman tiba-tiba mendarat di bibir Lolita. Wanita itu langsung terkejut, ia pun kehabisan nafas saat tadi berteriak dan sekarang Pria menciumnya?
Ini bukan ciuman biasa, amarah Alex seolah dikeluarkan Pria itu lewat ciuman ini. Lolita ingin mendorong tapi Alex tak membiarkannya. Pria mengeratkan pelukan di pinggangnya.
Lolita rasanya tak kuat lagi, ia pun kehabisan nafas.
Alex yang menyadari itu segera melepas ciumannya sebentar. Wanita itu pikir, Alex sudah berhenti dan tidak melakukan hal macam-macam lagi. Tapi pikiran Lolita salah.
Alex kembali menciumnya ganas dan membawanya ke atas Sofa untuk menidurinya di sana.
Lolita segera menyentak tangan Alex yang ingin membuka Dressnya, "Aku tidak mau Alex!" Saat hendak bangkit dari sofa, Pria itu kembali membanting tubuhnya di sana.
Lolita mulai ketakutan kejadian ini mirip ketika ia pertama kali melakukannya bersama Alex. Saat itu Pria itu juga sangat marah dan memaksanya seperti ini
"Alex aku mohon ..." Lolita terus meminta dengan Alex yang berada diatasnya.
Dressnya di sobek, Alex mulai merayap dan menyentuh setiap bagian titik sensitifnya.
Denis kau tidak akan memaafkanku kan?
***
Sampai jumpa lagi.
Sayang kalian😘😘
__ADS_1