MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia Kejam | Part 76 - Ancaman Denis


__ADS_3

Warning! 21+ untuk part ini. Bijak memilih bacaan. Aku enggak maksa loh🤭🤣


****


Dua hari di Rumah sakit membuat Lolita bosan. Ada saja yang membuatnya kesal dan ingin marah-marah. Semenjak ia hamil moodnya sering berubah-ubah dan itu kadang membuatnya bingung. 


Tapi untungnya sekarang Lolita jarang merasa mual. Mungkin bayinya mengerti bahwa Ayahnya itu ada bersama mereka. Itulah mengapa anaknya tak rewel dan tidak membuatnya lebih repot lagi.


"Aku tidak mau bubur!" rengek Lolita, kesal. Dari kemarin Alex selalu memberikannya bubur, bagaimana ia tidak bosan coba.


"Lalu kau menginginkan apa?" tanya Alex, berusaha sabar. 


"Berikan aku Cheers Cake." pinta Lolita dengan nada manjanya. 


"Yah aku akan memberikannya setalah kau sembuh." balas Alex selanjutnya.


"Kapan? Aku sedang hamil. Bukan aku yang menginginkannya tapi anakmu!" tekan Lolita. 


Dan mendengar anaknya dibawa-bawa, Alex pun tak bisa menolak. Pria itu langsung membelinya keluar. Tapi saat Alex kembali, Lolita sudah tidak menginginkannya lagi. Wanita itu malah berkata kenyang akibat makan buah-buahan sambil menunggu Alex tadi.


Bisa bayangkan betapa sakit hatinya Alex. Ia bersusah payah membelikan apa yang Lolita mau tapi saat sudah ada wanita itu malah berbuah pikiran. Usahanya sekarang terasa sia-sia.


"Sekarang aku mau tidur, elus perutku!" titah Lolita membaringkan tubuhnya di kasur.


Kegiatan ini sudah berlangsung dua hari, walaupun Alex sedikit kecewa tentang masalah makanan, tapi setidaknya Alex bisa merasakan kesenangan karena bisa menyentuh perut Lolita lagi.


"Alex mendekatlah." pinta Lolita.


Ketika Alex sedang asik mengelus perut Lolita, wanita itu mengeluarkan permintaan lain.


Alex menyeringit tapi tetap menuruti permintaan wanitanya itu.


"Lebih dekat!" pinta Lolita lagi. Dan Alex pun menuruti sampai wajah mereka berdekatan. 


"Cium aku?" Permintaan Lolita selanjutnya membuat Alex terkejut. Kenapa Lolita tiba-tiba seperti ini?


"Cepat!" rengek Lolita, tidak mau dibantah.


Alex pun mengecup Lolita sekali.


"Lagi." pinta Lolita.


Kedua kalinya Alex mengecup.


"Lagi." pinta Lolita terus menerus.


"Kau ingin memancingku Lolita?" tanya Alex, kesal. Ia tahu, Lolita itu orangnya berani dalam hal seperti ini. Wanita itu tidak segan lagi menggodanya. Tapi apa harus dalam keadaan seperti ini? Lolita sedang sakit, ia tidak mau melakukan sesuatu sampai Lolita sembuh.


"Memang itu yang aku inginkan, memancingmu!" ucap Lolita tersenyum nakal.


"Aku tidak tahu semenjak aku hamil, aku melakukan hal-hal spontan dan kadang aku merasa kesal. Aku juga bingung." keluh Lolita.


"Tapi kau sedang sakit." Alex menolak yang sedang dipikirkan Lolita. 


Wanita itu memutar bola matanya, "Kau sungguh tak menginginkannya?! Besok juga aku boleh pulang ...." bujuk Lolita dengan kesal. 


Fix, Lolita memang tidak punya harga diri. Ia sendiri yang menawarkan dirinya pada Alex. Dimana letak rasa malu Lolita?


Alex tiba-tiba merasa marah, "Jangan memintanya duluan." ucap Alex lalu mencium bibir Lolita ganas.


"Biar aku yang memohon dan memintanya." lanjut Alex lagi. 


Lolita terkekeh dalam ciuman mereka, "Aku sudah terbiasa Alex ..." ucap Lolita. 


Alex segera naik ke kasur Lolita dan menindihi tubuh wanita itu. 


"Apa yang dikatakan Denis benar?" tanya Alex sambil membuka kancing seragam Rumah sakit Lolita dengan perlahan.


"Yang mana?" tanya Lolita, menantang. 


"Saat kau bertengkar dengan Denis, aku mendengar kau selalu berganti pacar dan—" Alex tidak bisa mengatakan lebih lanjut karena merasa itu tidak benar. 


"Yah, itu benar." Lolita menjawab santai.


Entah mengapa setelah mendengar jawaban Lolita, Alex langsung merasa marah. Ia permainan dada Lolita penuh nafsu. 

__ADS_1


Wanita itu mendesah.


Gerakan Alex terkesan buru-buru, seolah Pria itu ingin segera menyudahi ini semua.


Setiap sentuhan yang dilakukan Alex pada Lolita, apakah orang lain juga pernah melakukannya? 


Alex mencium Lolita lagi dan membuka celana Rumah sakit Lolita. Pria itu tidak tahan lagi dan membuka seluruh pakaiannya. Ia mencumbu bagaian bawah Lolita.


Apa mereka juga pernah melakukan ini pada Lolita?


Sentuhan yang dilakukan Alex semakin membuat Lolita menggila. Wanita itu memohon dan Alex pun langsung menyatukan diri dengan wanita itu.


Bersamaan dengan gerakan di bawah sana, Lolita tiba-tiba tertawa.


Alex menyeringit, "Ada yang lucu?" tanya Alex, tidak suka. Ia sedang kesal tapi Lolita seakan mengejeknya.


"Dasar pemarah akh .... !" Lolita tidak bisa mengontrol suaranya. ******* tetap wanita itu keluarkan.


Alex diam dan membalasnya dengan bergerak cepat di bawah sana. Lolita sempat berteriak dan memanggil namanya, frustasi.


"Akhh! Kau ini ... Jika kau percaya, aku tidak pernah melakukannya dengan siapapun." 


"Termasuk Denis?" Alex menggeram, mereka sudah hampir mencapai puncak. Alex terus bergerak di dalam Lolita.


Lolita menjerit dan mendesah berulang kali. Astaga ini membuatnya gila!


"Hmm ...." hanya gumanan yang di jawab Lolita. Wanita itu memejamkan matanya, hingga mereka sampai puncak barulah mereka mendesah panjang dan berhenti dengan kelelahan.


Alex menatap Lolita, "Itu benar?" tanya Alex di atas Lolita. 


"Apa?" Lolita pura-pura tidak tahu.


Alex menjadi kesal.


"Iyah, itu benar." jawab Lolita singkat. 


Menunggu Lolita terus menjelaskan, Alex tetap diam.


"Jika aku mengatakan semuanya, apa kau akan percaya? Aku seorang pembohong!" ucap Lolita mengatakan keburukannya sendiri. 


"Walaupun kau pembohong, apa aku  pernah tidak percaya padamu?" tanya Alex.


Alex mendadak merasa tak enak, kenapa Lolita membahasnya lagi. Ia menjadi merasa bersalah. 


"Kau melakukannya berapa kali, hingga kewanitaanku perih. Itu pertama kalinya aku berhubungan denganmu lagi. Tidak ada yang lain, hanya kau yang pernah menyentuhku Alex." 


"Sungguh?" 


Lolita mengangguk. 


Perasan bahagia merayap kehati Alex. Pria itu tidak percaya, ia satu-satunya orang yang menyentuh Lolita?


"Lalu kenapa selama ini kau bersikap seolah berpengalaman?" 


"Aku malas menjelaskannya sekarang. Ku rasa kita harus menyelesaikan itu dulu." Lolita menatap bagian bawah Alex yang masih menegang. 


"Ku rasa kau benar, tapi aku tetap meminta penjelasan." setelah mengatakan itu, Alex langsung menyerang Lolita lagi dengan segala kenikmatan.


Lolita mendesah dan mereka kembali melakukannya lagi.


...


Malam harinya Alex mengajak Lolita ke taman Rumah sakit. Besok Lolita di perbolehkan pulang, tapi Alex masih bingung, Lolita belum juga menjawab ajakannya untuk tinggal bersamanya.


"Kau harus tinggal bersamaku." Alex berkata lagi. 


Lolita memainkan tangan Alex, wanita itu sedikit berfikir jauh. 


"Baiklah." singkat Lolita akhirnya.


Alex merasa senang, "Aku hanya tidak ingin kau jauh dariku apalagi dengan keadaan kau mengandung anakku." Alex mencoba membuat Lolita mengerti. 


Lolita hanya mengangguk.


Kemudian terdengar suara teriakan.

__ADS_1


"LEPASKAN! LEPASKAN AKU!" Denis berontak dari anak buah Alex.


Lolita langsung berdiri dari bangku taman. 


"Bagaimana bisa dia Kembali lagi!" umpat Alex marah.


"AKU INGIN BERTEMU DENGAN CALON ISTRIKU!"  teriak Denis pada mereka. Lalu berhasil melepaskan diri dan menghampiri Lolita.


"Lolita katakan pada mereka, kau akan berbicara padaku kan?" tanya Denis.


Lolita menatap Alex, "Kau ingin berbicara padanya?" tanya Alex tak percaya. 


"Aku mohon." pinta Lolita, memelas.


Menggeram kesal, Alex menatap anak buahnya, "kalian pergilah!" usir Alex selanjutnya. 


Jika menyangkut tentang Lolita, Alex tidak bisa menolak. Ia sangat mencintainya. Itulah sebabnya ia begitu lemah hanya dengan tatapannya saja.


...


Setalah anak buah Alex pergi, mereka bertiga berdiri di area taman. Denis menghampiri Lolita yang sedang di gandeng Alex.


Denis cemburu tapi Pria itu tidak menunjukkannya.


Menghampiri Lolita, Denis mengenyahkan masalah yang terjadi pada mereka. Denis memperlihatkan sebuah cincin berlian pada Lolita.


"Ini adalah cincin pernikahan kita, besok aku akan memakaikannya padamu." 


Alex menyeringit, "Pernikahannya sudah batal. Freya mengandung anakku!" tekan Alex, posesif.


"Tidak papah, sekarang aku akan menerima anak itu. Kita bisa menikah Freya?" ucap Denis masih menatap Lolita. 


"Dasar gila!" umpat Alex selanjutnya, "Freya tidak akan menikah denganmu!" ucap Alex terus bicara.


Denis tidak mempedulikan Alex dan tetap fokus menatap Lolita. 


"Kita harus menikah Freya, aku tunggu kedatanganmu besok." setalah mengatakan itu Denis pergi dari sana. 


Namun Lolita yang tangannya masih di genggam Alex segera mengejar Denis.


Pria itu sempat mengumpat lagi. Apa yang akan dilakukan Lolita lagi?


"Aku tidak akan menikah denganmu Denis." sesudah perkataan itu lolos dari mulut Lolita.


Alex merasa senang tapi Denis langsung merubah air mukanya menjadi suram.


"Kau tahu Denis selama ini aku sangat menyayangimu, tidak ada yang lebih penting bagiku di dunia ini selain dirimu. Aku bahkan mengubur kehidupan Freya agar bisa menyamai kehidupanmu. Aku melakukan semuanya untukkmu. Tapi kau sudah menyakiti diriku Denis. Kejadian kemarin tidak bisa aku terima, jika kau tidak menginginkannya kau seharusnya bilang. Jangan memaksaku seperti itu.


"Oke, aku bersalah karena telah menghianatimu. Aku pantas mendapatkan makianmu. Aku terima. Tapi aku tidak bisa menikah denganmu karena aku sudah mencintai Alex!" tutur Lolita panjang lebar.


Tiba-tiba Denis terkekeh, "Aku tahu, kau sedang marah. Itulah mengapa kau mengatakan kebohongan ini. Kau selalu seperti ini Freya." 


"Tidak! Aku benar-benar mencintai Alex. Aku sudah muak dengan kebohongan ini. Kenyataannya cintaku memang untuk Alex, Denis!" bentak Lolita.


Denis langsung tertegun. Namun itu hanya sebentar. Pria itu tersenyum.


"Sudahlah Freya, aku tahu kau marah karena aku memaksamu menggugurkan anak itu. Aku minta maaf. Sekarang aku menerimanya. Aku mohon Pernikahan ini tinggal sehari lagi ...." pinta Denis.


"Berapa kali aku harus bilang Denis?! Aku menginginkan hubungan kita berakhir dengan baik!" keluh Lolita. Ia juga kasihan pada Denis, mereka sempat bersama ia tidak mau Denis mengalami hal buruk nantinya.


"Dengar, aku yakin kau sedang marah padaku. Kau harus hadir di Pernikahan kita. Jika tidak, sesuatu yang buruk akan terjadi padaku!" mendadak wajah Denis berubah serius.


"Aku tunggu." lanjut Denis sebelum pergi dari sana. 


Inilah yang Lolita takutkan. Denis akan berbuat nekat dan Lolita harus menghentikannya.


"Kau tidak akan pergi kan?" Alex bertanya dengan kesal.


Lolita hanya diam. Tidak mungkin ia diam saja saat Denis mulai kehilangan akal!


***


Jangan lupa tinggalkan jejak yh.


Follow Ig ku: na_herna90

__ADS_1


dan tambahkan perteman FB ku: Na Herna


Bagi yang ingin baca season duanya sudah up lebih dari 50 bab yah, ayo cus ke Fi----zzzo (catatan: Sesason 1 dan 2 digabungkan yah kalian bisa baca cerita di sini dan digabungkan dgn S2 di sana, dan jgn lupa yg sudah cukup umur pilih umur 18+ ke atas agar bisa menemukan ceritanya, terimakasih)


__ADS_2