MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | Part 50 - Siapa?


__ADS_3

Kembali lagi Yey. Jika berkenan tingglkan komen sama like nya yah😀😘


Part ini benar-benar ada seseorang yg bakal muncul lagi di cerita😄


****


"Tapi sebelum itu, bisakah kau mendengarkan ceritaku?"


...


Lolita tak menjawab dan hanya diam saja.


Alex mengangguk dan menganggapnya sebagai jawaban yah.


"Kau berfikir aku yang membunuh Damar kan? Itulah mengapa kau mengikuti ku sampai ke Singapure waktu itu. Jika aku mengatakan aku tak membunuhnya apakah kau percaya?" Tanya Alex.


"Kakekmu sudah mengatakan segalanya, Alex." Lolita membalas 


sinis. Bisa-bisa Pria itu ingin berbohong.


"Nah! Kau tidak percaya. Karena itu aku memohon padamu jika sebelum kebenarannya terungkap, bisakah kau menunggunya?" pinta Alex, memohon.


Kali ini tak ada kemarahan tapi permohonan di mata Pria itu.


Lolita memalingkan wajah. Setelah mendapatkan bukti yang diinginkannya, bagaimana mungkin ia bisa menunggu? Alex benar-benar tak waras. Ini kesempatan yang bagus untuknya bukan?


"Kau bilang kau mencintaiku." Alex menggeram tangan Lolita.


"Tidak bisakah kau menunggu dan melihat kebenarannya? Aku janji, selama itu aku akan berkata jujur dan menjawab semua pertanyaanmu." janji Alex, sungguh-sungguh.


Lolita memandang Alex. Ia mengingat ucapan Alex tadi, 'Jika aku mengatakan aku tak membunuhnya bisakah kau menunggunya.'


Pernyataan Alex itu, entah mengapa terkesan aneh dan ganjil. Apa mungkin Alex tak membunuh Damar?


"Jika kau menyetujui permintaanku, kau bisa mendapatkan lebih banyak. Terserah setalah itu kau bisa melakukan apa saja padaku." Alex berucap lagi.


Lolita juga ingin mendapatkan hal lain. Seperti bukti yang memberatkan Ferrit, ia juga ingin menjebloskan Pria tua itu ke penjara. Ia dendam karena Pria itu hampir membakarnya hidup-hidup di Markas waktu itu.


"Baiklah." putus Lolita.


Alex tersenyum senang lalu memeluk Lolita erat, "Terimakasih-terimakasih banyak." Pria itu terus mengucapakan hal itu berulang kali pada Lolita.


...


"Kalian mau kemana?" Lolita melewati ruang tengah dan tak sengaja mendengarkan perbincangan antara Jhon dan Alex yang akan pergi.


Alex dan Jhon saling pandang. Alex ingat ia akan mengatakan semuanya pada Lolita.


"Garik berada di Dubai, kami berencana pergi ke sana untuk membalas dendam." ucap Alex tanpa ekspresi.


"Aku ingin ikut." cetus Lolita selanjutnya.


"Tidak!" Alex langsung menolaknya.


"Kenapa? Jangan lupa Alex, kau pernah mengatakan kau akan menuruti semua keinginanku!" ingat Lolita sebal.


"Untuk hal ini tidak bisa. Cobalah untuk mengerti Lolita, kau bisa dalam bahaya jika ikut denganku." resah Alex khawatir.


"Kau bersamaku jadi tidak mungkin terjadi sesuatu yang buruk padaku." timpal Lolita keras kepala.

__ADS_1


"Pokoknya tidak bisa!" Alex segera pergi dari sana.


"Alex!" Lolita tak percaya ini, Pria itu pergi tanpa menyelesaikan pembicaraan mereka.


"Alex...!!" Lolita mengejar Pria itu sampai kamarnya.


"Oh yaampun! Apa yang kau lakukan?!" pekik Lolita melihat Alex yang membuka bajunya di kamar.


"Aku ingin mandi." jawab Alex pendek.


"Bagaimana dengan pembicaraan kita?" Lolita mengikuti Alex di depan pintu kamar mandi.


"Sudah jelas, kau tidak bisa ikut." setelah mengatakan hal itu, Alex segera menutup pintunya.


Lolita merasa kesal. Alex dan sikap dominannya tak pernah bisa berubah. Pria itu selalu berfikir bisa mengendalikan apapun sesuka hatinya.


Tapi bukan Lolita namanya jika tak bisa merubah Alex menjadi budak cintainya.


...


"Kau membuat makan malam?" Alex mendadak memeluk Lolita dari belakang.


Wanita itu terdiam sinis pada perlakukan Alex. Lihat. Jika ingin pegang-pegang saja pasti akan bersikap manis padanya. Tapi untuk menuruti permintaannya ke Dubai. Pria itu susahnya minta ampun mengizinkannya.


"Aku sedang masak." Lolita langsung menyingkirkan tangan Alex dari pinggangnya.


Melihat perlakuan Lolita yang seperti itu, Alex terdiam. Sebagian hati ada yang sakit. Tapi tidak, ia tidak akan mengizinkan Lolita ikut. Jika Lolita sampai ikut, tidak tahu apa yang terjadi nantinya.


Setelah selesai memasak, wanita itu menata kembali makanan itu di meja makan. Alex mengikutinya lalu duduk dan menunggu Lolita menyajikan makanan di piringnya seperti biasa.


Tapi ternyata tidak, Lolita langsung pergi setalah menaruh makanan itu di Meja. Ia tahu Lolita marah.


"Aku sudah makan." jawab Lolita jutek.


"Kapan? Aku tidak melihatnya?"


"Sudahlah!" Lolita jengah dan hendak pergi lagi.


"Lolita ..." panggil Alex dengan lembut.


"Kau tahu Alex, kau itu menyebalkan!! Kau berbicara akan melakukan apa saja untukku. Tapi apa, aku meminta untuk ikut denganmu saja, kau tidak mengijinkannya!" Keluh Lolita kesal.


"Itu sangat berbahaya Lolita. Berapa kali aku harus bilang." jawab Alex lelah.


"Lagian kenapa kau ingin sekali ikut denganku. Kau tahu betapa kejamnya Garik, dia bahkan menyekap wanita untuk dijadikan mainannya." ucap Alex mengingatkan.


"Lalu? Kau ada di sini, bersamaku. Tidak ada yang bisa mneyentuhku selama kau menjagaku Alex." Lolita meyakinkan.


"Oke, baiklah jika itu yang kau inginkan, kau bisa pergi bersamaku besok." Alex akhirnya menyerah. Pria itu tidak bisa jika Lolita terus bersikap menghindar seperti ini padanya.


Lolita bersorak dalam hati. Alex benar-benar budak cintanya. Lihat saja di jutekin sedikit seperti anjing, Pria itu langsung menjilat kakinya dan memohon padanya.


"Baiklah, ayo kita makan."


...


Besoknya mereka berada di Bandara. Alex sengaja tak menggunakan Pesawat pribadinya untuk ke Dubai. Pria itu tak ingin Garik curiga dan membuat rencananya berantakan.


Garik harus di beri pelajaran atas semua kesalahannya. Pria tua itu telah berani menantangnya dengan menculik Lolita. Ia tidak akan memaafkan Pria itu dan menghabisinya adalah rencananya.

__ADS_1


"Agar anak buah Garik tak curiga kita harus naik Bisnis Clas, kau tidak keberatan, kan?" Alex berucap setelah menaiki pesawat.


"Tidak masalah aku sudah terbiasa." balas Lolita. Mengingat Denis pernah membawanya ke pesawat tapi kelas ekonomi. Ini lebih baik daripada itu.


"Perjalanan akan membutuhkan waktu lama dan aku ingin kau selalu bersamaku." titah Alex.


Mereka kemudian menemukan kursi mereka. Sesuai namanya Bisnis Clas sangat nyaman dan banyak Fasilitas yang akan diberikan. Kursinya juga sangat empuk. Lolita bisa tidur di sana sesuai keinginannya.


Jhon juga ikut dan duduk di kursi belakang. Alex hanya membawa kaki tangannya itu tanpa membawa anak buah lainnya. Entahlah, Lolita tak mengerti.


"Yah-yah, aku mengerti. Kau sudah mengatakannya berulang kali saat di rumah." Lolita memutar matanya jengah.


"Aku hanya khawatir." balas Alex lagi.


Setelah itu pemberitahuan penerbangan terdengar. Mereka mengenakan sabuk pengaman dan saat sudah terbang mereka boleh melepaskannya.


"Alex aku ingin ke tolilet."


"Aku antar."


"Tidak usah, memangnya aku anak kecil." ucap Lolita tak suka.


Tatapan Alex berbuah dan Lolita pun terpaksa menurutinya, "Baiklah." ucapnya sebal.


Lolita jalan duluan dengan Alex yang mengikuti dari belakang.


Tanpa Lolita sadari, wanita itu telah melewati sosok Pria yang sangat di kenalinya. Denis, Pria itu juga sedang duduk di kelas bisnis bersama seorang Pria.


Mata Lolita hendak menengok ke arah Denis.


Tapi genggaman Alex di tangannya membuat Lolita tak fokus dan menatap Alex.


"Alex, ini hanya ke kamar mandi." Keluh Lolita malas.


"Kenapa? aku hanya menggegam tanganmu." jawab Alex tak merasa salah.


Akhirnya Lolita diam dan pergi dengan tangan yang digenggam Alex.


Lolita tidak jadi melihat ke arah Denis yang sedang mengobrol. Pria itu juga tampak tak sadar dengan ke hadiran Lolita.


"Wah Pak, anda memang luar biasa. Untuk pertama kalinya saya dan yang lainnya naik Pesawat kelas Bisnis." puji Pria yang rambutnya sengaja di botak.


"Biasa saja. Kalian adalah rekanku, kalian juga pantas mendapatkan fasilitas yang lebih baik." balas Denis yang nadanya terdengar sombong.


"Kalian liat, Pemimpin kita memang yang terbaik!!" Puji Pria botak yang bernama Anton itu.


"Iyah pak, saya merasa terharu loh ..." Alfin yang saingan gantengnya dengan Denispun ikut memuji.


"Oke-oke, saya terima pujian kalian. Tapi ingat tujuan kita kemari hanya untuk mencari Garik, bukan untuk bersenang-senang!" Ingat Denis.


"Siap pak!" Mereka berdua kompak memberi hormat pada Denis.


Denis terkekeh pelan, "Bagus!" ucapnya selanjutnya.


Bagaimana bisa Denis berada di Italia? dan Garik, kenapa Pria itu juga mencarinya. Lalu dengan Lolita, apakah Denis melupakannya?


Ternyata tanpa kedua Rekannya ketahui, Denis diam-diam mengambil sebuah Foto di buku jurnalnya dan melihat Foto Lolita yang tersenyum di sana.


Lolita dimana dia? Tatapan Denis berubah meredup. Ia sangat merindukan wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2