MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
Mafia KeJam | Part 61 - Kebusukan Denis


__ADS_3

"Denis?!"


...


"Aku tidak menyangka kau akan melakukan ini padaku Lolita ..." Denis tampak kecewa dan menunjukannya pada Lolita.


Bagaimana ini ... bagaimana bisa Denis berada di New York?


Rasa takut mulai menghantui Lolita. Sungguh ia tidak mau kehilangan Denis. Pria itu sangat berarti baginya.


"Tunggu, Denis!" Lolita langsung mengejar Pria itu sebelum semakin menjauh.


Alex langsung mencekal tangan wanita itu.


"Sebentar saja." mohon Lolita langsung menepis dan berlari keluar meninggalkan Alex.


Seketika Pria itu terkejut dengan apa yang dilakukan Lolita. Wanita itu menepis tangannya?


Kemarahan mulai menguasainya. Alex kepalkan tangannya yang tadi masih mengudara. Ia bersumpah, tidak ada membiarkan Denis mendapatkan Lolita.


"Denis ... Denis ... Kumohon ...." Lolita terus menahan tangan Pria itu agar tak bisa pergi.


"Denis ..." Pria itu tetap pergi.


"DENIS!" akhirnya Lolita membentak dan berdiri di hadapan Pria itu.


"Apa?!!" Denis kali ini mau bicara, tapi dengan rasa kesal di hatinya. Pria itu tidak menyangka Lolita bisa melakukan ini padanya.


"Dengarkan penjelasan aku dulu!" pinta Lolita, Frustasi.


"Penjelasan apa?! Apa kau akan menjelaskan bahwa kau menikmati ciuman dengan Pria itu, begitu?!!" Denis bertanya dengan nada tinggi di suaranya.


Raut wajahnya menunjukan kemarahan dan kesedihan secara bersamaan.


"Bukan begitu ... " mendadak suara Lolita menurun. Ia merasa bersalah dan tidak tahu harus menjelaskan apa.


"Kau sudah berjanji Lolita. JANJI!" ingat Denis penuh penekan.


Yah, Lolita mengingatkannya. Tapi Lolita bisa apa, hatinya juga menginginkan Alex untuk bersamanya.


"Sekarang apa lagi? Waktu dua tahun masih belum cukup?! Kau mempermainkan diriku, membuatku mengemis cintamu. Sementara kau! Dengan balas dendamu, kau menyerahkan dirimu kepada banyak Pria.


"Aku cemburu, aku marah. Tapi tidak bisa, karena hubungan kita sudah berakhir waktu itu. Tapi sekarang tidak, kau sudah menjadi milikku lagi. Tapi dengan murahannya kau menyerahkan tubuhmu pada Pria brengsek itu? Kau memang ****** sesungguhnya Lolita ..." hardik Denis dengan penuh kejijian.


"PLAK!" Lolita tidak segan lagi menampar pipi Pria itu.


Wajahnya langsung memerah sempurna. Air matanya tumpah begitu saja.


"Jaga bicaramu Denis!" peringat Lolita dengan jari telunjuk mengarah pada Pria itu.


"Itu benar. Kau selalu berganti pasangan, membawanya ke hotel lalu pulang pagi. Sama sepertiku, tapi saat aku melakukannya kau tidak terima dan pergi. Lalu sekarang saat aku melihatmu berciuman dengan Pria kriminal itu apa aku tidak boleh marah?!" rasanya Denis sudah naik pitam.


Ia ingin terus menumpahkan kata-kata kasarnya pada Lolita.


"Kau sedang marah." Lolita kemudian menurunkan suaranya.


Lolita sudah hapal, jika Denis sedang marah. Pria itu akan mengeluarkan kata-kata menyakitkan padanya.


Ia sudah terbiasa dan sebelum Denis menyelesali perbuatannya, ia harus menghentikan Pria itu.


"Kau mau kemana?" Denis langsung mencekal tangannya yang hendak pergi.


"Kau harus tenangkan dirimu." ucap Lolita hendak pergi lagi.


"Tidak! Kau pasti akan menemuinya lagi kan? Aku tidak akan membiarkannya." Denis segera menarik tangan Lolita pergi.


"Denis ..." Lolita tidak mau tapi Pria itu terus menariknya.


"Denis ..." Lolita memanggil Pria itu lagi.


"Lepaskan!!" seketika cekalan Denis terlepas ketika Alex berada di sana dan menarik Lolita ke pelukannya.


Denis menatap nyalang kedua mata Alex. Sementara Pria itu hanya diam dengan sorot dingin di matanya.


"Jangan memaksanya." peringat Alex tajam.

__ADS_1


"Siapa kau, hingga berani memerintahku?" Denis menantang Pria itu.


Kemudian Alex mendekat ke arah Denis dan berbisik pada Pria itu.


"Kau mungkin lupa, aku adalah pacar pertamanya Freya. Alexander ... Cintanya dan juga sahabatnya." Alex tampak puas saat mengatakan itu.


Setalah itu Alex menjauh dan kembali pada Lolita.


"Kita pergi." Alex menggenggam tangan Lolita dan membawanya menjauh dari Denis.


Lolita tampak bingung, bagaimana bisa setalah bisikan Alex. Denis langsung tak berkutik.


Pria itu terdiam seperti patung. Sebenarnya apa yang tadi dikatakan Alex pada Denis?


...


"Istirahatlah." setalah sampai di Rumah Alex langsung membawanya ke kamar.


Lolita langsung menghentikan Alex yang hendak pergi, "Kau tidak ingin meminta penjelasan, kenapa aku mengejar Denis tadi?" tanya Lolita.


Alex menatapnya sebentar, "Tidak." singkat Alex.


Yah, Alex memang seperti itu. Menyimpan semuanya sendiri. Tapi ini bagus, setidaknya Lolita tidak perlu menjelaskan apapun saat ini.


Karena sesungguhnya Lolita bingung apa hubungannya dengan Alex? Mereka seperti kekasih tapi di lain sisi ia juga kekasihnya Denis.


Lolita begitu egois bukan? Misinya pun ia tinggalkan demi rasa nyamannya bersama Alex.


"Aku pergi." setelah itu Alex berpamitan singkat.


Setalah melihat Alex pergi dari kamarnya, Lolita langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.


Ia memikirkan segalanya, cinta dan pekerjaannya.


Denis begitu penting ia tidak akan pernah meninggalkan Pria itu sampai kapanpun. Lolita yakin akan cintanya pada Denis, ia bahkan rela menukar nyawanya untuk Denis.


Sedangkan Alex. Lolita begitu bingung. Pria itu sangat menyayanginya, Dia bahkan rela mengorbankan segalanya untuk dirinya.


Bukti itu pun di serahkan dengan suka rela padanya. Betapa besar cinta Alex padanya. Hingga saat Alex sakit pun, Pria itu berani menolongnya dari serangan Garik.


...


Ternyata Alex kembali menemui Denis di sebuah Apartemen. Dengan bantuan Jhon akhirnya ia bisa menemukan tempat tinggal Pria itu yang ada di Manhattan.


Alex ingin sekali membuat Denis menyadari sesuatu. Bahwa Lolita adalah miliknya.


Menekan bel sekali, sang pemilik langsung membukakan pintu untuknya.


Denis tampak terkejut dengan kehadirannya. Ia tidak peduli dan langsung masuk ke Apartemen Pria itu tanpa izin.


"Tidak mengejutkan lagi seorang Boss Mafia selalu bermain kotor dalam bisnisnya, jadi untuk bertamu di rumah orang pun Dia tidak mempunyai sopan santun." ejek Denis, menutup pintu kembali dan menghampiri Alex yang ada di ruang tengah.


"Ada apa kau kemari? Jika kau ingin membahas masa lalu, itu tidak ada gunanya. Sekarang Freya adalah milikku." lanjut Denis lagi.


"Yah milikmu yang kau curi dariku selama dua belas tahun." ucap Alex memberikan katanya.


Denis tampak terkejut. Tapi Pria itu segera menampilkan wajah biasanya kembali. Tidak mungkin Alex tahu mengenai konspirasinya tentang foto itu.


"Kau pikir aku tidak tahu, kau yang menyebarkan foto itu di Mading sekolah. Kau memfitnahku dan membuat semua orang dan Freya mengiraku adalah Pria bajingan yang tidur dengan banyak Gadis. Kau memang hebat Denis!" kali ini Alex menunjukan wajah kesalnya. Tidak seperti Alex yang datar.


"Kau ingat, dulu kau yang selalu menghinanya, membully nya dan bahkan menolaknya di depan semua orang. Aku kasihan padanya, perlahan karena rasa kasihan itu kami menjadi dekat dan tanpa sadar aku mencintainya. Tapi lagi-lagi kau mengusiknya.


"Membuatnya bingung dan aku pun mengkhilasinya untukmu tapi siapa sangka Freya berlari padaku dan di saat semuanya baik-baik saja kau malah membuat Foto palsu itu hingga aku pun harus mengikhlasinya untuk kedua kali."


"Lalu?"


Setelah perkataan itu Alex langsung mencengkram baju Denis.


"Kau yang menyebarkan ini semua dan kau sama sekali tidak merasa bersalah atau takut?" Alex tak percaya ini.


Sepertinya Denis harus di beri pelajaran.


"Walaupun kau menjelaskan panjang lebar. Itu semua sudah terjadi. Freya sudah menjadi milikiku." jelas Denis santai.


Batu hantam pun segera dilanyangkan Alex. Denis yang tak terima langsung menghajar balik muka Alex lagi. Kemudian terjadilah perkelahian di antara mereka.

__ADS_1


Untuk beberapa saat tidak ada Yanga mah berhenti. Sampai Alex mendorong Denis arah meja, Alex tahan badan Denis dengan tangannya yang kekar.


"Jika kau pikir Freya adalah milikmu, kau salah. Aku akan membongkar kebusukanmu dan setelah itu Freya akan menjadi milikku seutuhnya." Alex kemudian berdiri.


"Untuk hari ini kau beruntung, aku tidak membunuhmu!" setelah mengatakan itu Alex pergi dari sana.


Sementara Denis terdiam dengan nafas yang tak teratur. Wajahnya babak belur dengan pipi dan bibirnya yang sobek.


Bagaimana jika Alex mengatakan segalanya pada Lolita. Hubungannya bisa hancur dan Lolita akan marah besar padanya.


Denis tak akan membiarkan itu semua terjadi. Mereka tidak akan berpisah dan Lolita tetap akan menjadi miliknya.


...


"Kita pergi." Alex menggenggam tangan Lolita dan membawa wanita itu keluar rumah.


"Kemana Alex?" Lolita bingung, pria itu baru saja sampai dan langsung mengajaknya keluar lagi.


"Ke rumahku." ucap Alex, mempersilahkan Lolita masuk ke dalam mobilnya.


"Apa?" tanya Lolita, sedikit tak mau.


"Sekarang kita harus menyelesaikan ini, Lolita." Alex memohon. Akhirnya Lolita mau masuk ke dalam Mobil dan ia pun segera memutari mobil dan duduk di kemudi.


Mobil mulai di lajukan Alex melewati gerbang dan menuju jalan raya. Lolita terdiam dengan rasa gelisah di hatinya.


Apakah ia harus mengetahui semuanya sekarang? Padahal hatinya sedang memastikan sesuatu. Jika seperti ini caranya, Lolita harus ikhlas apapun pengakuan kejahatan Alex nantinya.


Alex memang bersalah dan harus di hukum.


"Tapi Alex wajahmu kenapa?" tanya Lolita melihat tulang pipi Alex yang membiru.


"Aku habis berkelahi dengan Denis." jujur Alex. 


"Apa?! Jadi setalah kau mengantarku kembali, kau berkelahi dengan Denis?! Aku tidak mengerti kenapa semua Pria menyelesaikan masalahnya dengan otot!!" ucap Lolita kesal sendiri.


"Tenang saja itu tidak akan terjadi lagi. Denis akan pergi dan kau akan tetap di sisiku." ujar Alex tetap fokus menyetir.


Lolita menatap Alex. Apa maksud dari perkataan Alex?


"Kau akan melakukan sesuatu pada Denis?" dengan penuh hati-hati Lolita bertanya karena takut Denis dilukai Pria itu.


"Tidak, aku tidak akan mengotori tanganku tapi kau sendiri yang akan tahu kebenarannya." jawab Alex.


Kemudian Lolita terdiam. Entah mengapa hatinya semakin gelisah. Ia memikirkan Denis.


Sebuah deringan ponsel terdengar. Lolita melihat ponsel barunya yang di beli Alex sebulan lalu, masih menggunakan nomer yang sama ia jawab panggilan yang tidak tertera namanya.


"Yah."


"...."


"Apa?!" Lolita langsung terkejut. Dari pihak Rumah sakit mengabarkan Denis mengalami penyerangan dan sedang dalam perawatan di sana.


Lolita langsung panik. Setelah panggilan telfon itu berakhir Lolita meminta Alex putar balik mobilnya ke rumah sakit.


"Ke rumah sakit?" Alex menyeringit.


"Denis di serang dan keadaan serius." jelas Lolita khawatir.


Alex tampak mengeratkan tangannya di setir. Buku-buku tangannya sampai memutih.


"Aku mohon!" pinta Lolita memohon dengan teramat.


Alex pun tak bisa menolak jika Lolita sudah memohon. Ia putar balik mobilnya dan melaju ke arah rumah sakit.


Sial! Kenapa di saat seperti ini harus ada masalah lagi, sih. Alex curiga ini hanya akal-akalan Denis agar ia tak memberitahu kebenarannya pada Lolita.


***


Yes update!🔥😆


Jgn lupa tinggalkan komen, like, vote nya yah ....


aku usahin up cepet, sayang kalian❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2