
Pagi sekali Alex sudah sibuk di dapur sendirian. Rencananya ia berniat membuat sarapan pagi untuk Lolita.
Namun sepanjang menit berlalu. Belum satu pun bentuk atau rasa bubur yang ia inginkan. Buburnya malah menjadi gosong. Padahal ia sudah mengikuti semua intruksi resepnya dengan benar.
Ini pasti salah resepnya. Yah, Alex tidak salah. Yang membagikan resep ini penipu. Sepertinya ia harus meriset situs ini agar tidak beroperasi lagi. Biarlah, biar mereka tahu rasa.
"Alex kau sedang apa?"
Mendadak Lolita datang dengan kekehan lucu di bibirnya. Wanita itu mengejeknya sambil memandang apa yang dilakukannya.
"Kau memasak?" tanya Lolita sedikit tak percaya. Dapur seketika menjadi berantakan dan bubur yang sedang di buat Alex pun menjadi gosong.
Sepertinya benar, Pria itu tak bisa memasak.
"Seharusnya, kau tetap di kamar." Alex menjawab lain. Ia sangat khawatir. Apalagi dengan kejadian semalam wanita itu yang mengalami mimpi buruk.
"Tidak masalah, aku sudah baik-baik saja." kemudian Lolita mengambil sepatula yang di pegang Alex lalu mengembalikannya di Panci lagi.
"Jika kau ingin memasak bubur, kau harus terus mengaduknya agar tidak gosong dan menggumpal." jelas Lolita.
"Tidak papah, lagian aku sudah sembuh. Aku tidak menginginkan bubur seperti orang sakit. Rasanya hambar dan aku tidak menyukainya. Bagaimana dengan Sandwich?" lanjut Lolita lagi.
Alex hanya diam.
Wanita itu pun dengan semangat langsung menyiapkan peralatan dan bahan-bahannya untuk membuat Sandwich.
"Jika kau menginginkannya, aku bisa membelinya di luar." Alex segera menahan tangan Lolita Yanga kan mengambil Roti.
"Oh yaampun Alex, Jangan berlebihan! Aku hanya demam dan aku sudah sembuh, biarkan aku memasak, yah?" kemudian Lolita membawa Alex duduk di meja makan.
"Duduk di sini dan aku akan membuatkan sarapan untukmu!"
"Jangan membantah!!' Lolita langsung bersuara saat Alex hendak berdiri dari kursinya lagi.
Pria itu pun hanya bisa menurut. Kemudian Alex terus memperhatikan Lolita yang sedang membuat Sandwich, Wanita itu juga menyiapkan Kopi Espersso, kesukaannya. Kalau Masalah memasak Lolita tidak perlu diragukan lagi. Masakannya selalu enak dari dulu hingga sekarang.
"Taraa!! Sarapan sudah jadi ..." Lolita menyiapkan dua Sandwich dan dua kopi hangat untuk dirinya dan juga Alex di meja makan.
"Ayo kita makan." Lolita langsung duduk dan memakan Sandwichnya dengan semangat.
Namun Alex sama sekali tidak mau menyentuh makanannya. Pria itu hanya diam dan memperhatikan Lolita.
Wanita itu jadi jengah, "Kau membuatku kesal Alex. Aku sudah baik-baik saja. Jika kau tidak memakan sarapanmu, aku benar-benar akan menendang bagian bawahmu sekarang?!" ancam Lolita keras.
Alex langsung tersenyum miring. Sepertinya Lolita sudah sembuh, buktinya saja wanita itu bisa mengeluarkan kata-kata kasarnya.
"Baiklah." singat Alex langsung menyeruput kopinya perlahan.
"Bagus!" puji Lolita sok berkuasa. Biarkan saja, sekarang Alex mau mengikuti semua keinginannya, jadi Pria itu harus menurut padanya. Ia yang sekarang memengang kendali.
"Selesai sarapan kita pergi ke Rumahku." ucap Alex selanjutnya.
"Jadi ini bukan Rumahmu?" tanya Lolita bingung.
__ADS_1
"Bukan. Rumah ini milik kakekku. Ferrit. Dia memliki banyak rumah, pusat bisnisnya berada di sini. Aku adalah salah satu dari perkejanya yang menegang bisnis gelap." terang Alex, memberitahu sedikit tentang dirinya.
Secara tidak langsung Alex menjelaskan, bahwa dirinya hanyalah orang yang dikendalikan Ferrit. Bukan pemilik seseguhnya dari bisnis Ilegal ini. Sebenarnya apa yang terjadi?
Belum sempat Lolita bertanya lebih lanjut Alex lebih dulu berucap.
"Sebelum kau bertanya tentangaku lebih lanjut, aku menginginkan kau tahu lebih dulu mengenai jati diriku sesungguhnya." ujar Alex.
Mereka saling bertatapan. Sorot matanya menunjukan sesuatu yang tidak biasa. Lolita berusaha menyelaminya telaga tajam itu tapi tetap saja ia tak menemukan apapun.
"Sesuatu yang kau lihat saat ini, mungkin saja kau pernah mengenalinya di masa lalu."
Perkataan Alex itu membuat Lolita terenyuh. Kenapa rasanya ada yang aneh, seolah ada ikatan lain dari ucapan Alex tadi.
....
Sesuai yang dikatakan Alex tadi, mereka akan pergi ke Rumah Alex di Brooklyn New York City. Waktu tempuh yang di butuhkan biasanya hanya tiga puluh menit dari Manhattan menggunakan mobil Pribadi.
Namun ini sudah satu jam dan kemacetan Mobil mulai terjadi dimana-mana. Orang-orang mulai mengeluh termasuk Alex dan Lolita.
"Kau tunggu di sini, aku akan mengecek di luar." Alex segera keluar dari Mobil dan bertanya pada petugas Polisi. Mereka mengatakan ada sinkhole atau biasa di sebut jalan ambles di persimpangan jalan.
"Maafkan kami, kami akan mengumumkan bagi pengendara lainnya untuk putar balik kendaraannya." jelas Polisi itu.
Alex pun langsung masuk ke mobilnya lagi setalah mendapatkan informasi itu.
"Ada apa Alex?" Lolita langsung bertanya saat pria itu di sampingnya.
Padahal ia sudah senang karena akan kembali ke Rumahnya lagi. Banyak kenangan indah di sana bersama Freya. Ia berharap Lolita bisa mengingatnya kembali. Tapi sepertinya takdir tak mengizinkan mereka untuk ke sana.
Dalam perjalanan kembali, Lolita menatap Alex yang sedang menyetir di sampingnya.
Entah mengapa sebagian hatinya senang saat mengetahui mereka tak jadi pergi. Setidaknya dengan ini, ia masih memiliki waktu bersama dengan Alex.
"Alex aku menginginkan sesuatu?" ucap Lolita tiba-tiba.
Pria itu langsung berbalik menatapnya lalu fokus menyetir lagi.
"Katakan saja." balas Alex tak keberatan. Ia bahkan bisa memberikan seluruh Dunianya pada wanita itu. Jadi untuk permintaan kecil dari Lolita ia bisa memberikannya.
"Ayo kita jalan-jalan?" ucap Lolita semangat.
"Ke Time Square. Aku menginginkan berbelanja dan berwisata kuliner di sana. Bisakah?" tanya Lolita lagi.
"Tentu saja." jawab Alex cepat.
Lolita langsung bersorak gembira.
"Aku akan belanja banyak, kau tak masalah kan?"
"Hmm ..."
"Aku akan makan banyak."
__ADS_1
"Hmm ..."
"Aku akan membeli barang Branded."
"Hmm ..."
Alex terus beguman selama Lolita mengeluarkan permintaannya.
Yah, inilah Lolita. Kekasihnya yang bar-bar dan banyak bicara. Tanpa sadar Alex sudah terbiasa dengan Freya yang seperti ini. Tapi ia juga merindukan Freya yang lembut dan manja.
Kira-kira mengapa sifat Freya bisa berubah se-drastis ini.
Alex baru menyadari saat mereka akan pergi ke New Your dan malam saat Lolita sakit. Saat itu Lolita bernar-benar lembut seperti Freya. Wanita itu bahkan tidak banyak bicara saat di pesawat.
...
Time Square merupakan persimpangan jalan utama di Manhattan Kota New York. Di kawasan ini banyak sekali toko-toko, barang-barang Branded dan Restoran terkenal.
Kawasan ini juga merupakan salah satu tempat tersibuk di Manhattan. Sering di jadikan lokasi syuting film Hollywood membuat tempat ini terkenal di seluruh penjuru Dunia.
Lolita pernah beberapa kali pergi ke sini. Waktu itu bersama Denis. Namun sekarang dengan Alex. Rasanya berbeda, seperti ada yang aneh tapi menyenangkan.
Pria itu selalu nurut dan mengikuti semua keinginannya. Saat berbelanja tas dengan harga mahal pun Pria itu tak keberatan dan langsung membayarkan dengan kartunya.
Alex juga tak mengeluh saat Lolita meminta membawakan barangnya. Ia benar-benar senang, ia merasa seperti mempunyai pengawal pribadi sekarang.
"Alex aku ingin makan di sana." Lolita menunjuk Restoran Cina.
"Bukankah kau sudah makan?" tanya Alex tak percaya. Ia masih ingat Lolita tadi menghabiskan Pasta dan Stick daging di Restoran Italia dan sekarang wanita itu masih kurang dan ingin pergi ke Restoran China?
"Memangnya kenapa?" tanya Lolita marah.
"Biasanya kau tidak ingin banyak makan. Kau selalu bilang sedang diet kan?" ucap Alex jujur. Benar, ia selalu menawarkan banyak makan pada wanita itu saat si Rumah mereka. Tapi Lolita tidak mau.
"Sekarang tidak lagi. Kau akan tetap menyukaiku kan, walaupun aku gendut?" tanya Lolita mengancam.
"Yah, walaupun kau tidak cantik lagi aku akan terus mencintaimu. Karena aku sudah menunggu selama dua belas tahun, mana mungkin aku berpaling pada orang lain." jawab Alex serius.
"Dua belas tahun, maksudmu?" Lolita langsung bingung.
"Kita ke Restoran sekarang, kau ingin makan kan?" Alex langsung mengalihkan dan mengajak Lolita masuk Restoran China itu.
Alex merasa ini belum waktu yang tepat untuk memberitahu Lolita. Karena itu saat sampai di Restoran ia langsung memesan dan membuat Lolita makan di sana.
Seharian itupun dihabiskan Alex dan Lolita dengan berjalan-jalan di Time Square NYC. Lolita memang lelah tapi ia ingin terus berjalan-jalan dan menikmati makanan walaupun perutnya sudah kenyang.
Lolita bahagia, setidaknya untuk sekarang ia melupakan tentang segalanya. Masa lalu dan Denis. Ia menutup semua matanya dan hanya fokus pada Alex. Mungkin untuk ke depannya hubungan mereka tak seperti ini lagi tapi Lolita akan mengingatnya mereka pun punya kenangan indah bersama.
***
Hallo update lagi nih setelah sekian lam😂
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yah😘😘
__ADS_1