MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | Part 47 - Malam Gairah


__ADS_3

Warning 21+


yang blm cukup umur mohon menjauh!!


***


Lolita tiba-tiba tak menemukan Alex di manapun. Sebelumnya ia sempat mandi sebentar dan hendak kembali lagi ke kamar Alex untuk memberikan obat terakhir pada Pria itu.


Luka bakar Alex memang sudah sembuh, tapi bekas lukanya masih membekas di kulit. Alex memintanya untuk mengoleskan salep itu setiap hari, tapi saat Lolita tiba ia tak menemukan Pria itu di manapun.


Menatang-mentang sudah sembuh seenaknya bisa pergi kemanapun. Setidaknya beritahu Lolita dulu agar tadi ia tak perlu mencari. Buang-buang waktu saja.


Lolita hendak keluar dari kamar Alex, tapi suara Jhon yang khawatir menghentikannya.


"Nona, Gawat! Boss Alex dalam bahaya!!" tiba-tiba setelah berada dihadapannya Jhon berkata seperti itu. Lolita langsung terkejut.


"Apa maksudmu?!" Lolita meminta penjelasan.


"Tidak, nanti saja aku jelaskan. Bos membutuhkan bantuanmu sekarang!" setelah itu Jhon langsung menarik tangannya.


"Hei-hei ... Jhon, pelan-pelan. Beritahu aku dulu!!!" Jhon tak menggubris.


Hingga Lolita di suruh masuk ke dalam mobil, Jhon segera melajukan mobilnya cepat-cepat.


"Astaga Jhon! Sebenarnya Alex kenapa?" Lolita terus meminta Jhon menjawab.


"Boss di serang oleh seseorang, sekarang hanya anda yang bisa menolongnya!" ucap Jhon dramatis.


"Hanya aku yang bisa menolongnya? Bagaimana bisa? Aku tak sekuat itu." timpal Lolita bingung.


Jhon langsung berdehem aneh, "Sudahlah Nona, anda harus menemui Boss sekarang!"


Setelah Jhon mengatakan hal itu Lolita tak bicara lagi. Apakah benar Alex dalam bahaya? Kali ini siapa yang menyerangnya, kenapa ia juga harus terlibat dalam hal ini?


...


Sesampainya di tempat yang Jhon bawa, Lolita bingung mengapa Alex di serang di tempat Restoran seperti ini?


Ah, mungkin saja musuh Alex membawanya ke sini lalu tiba-tiba menyerangnya.


"Ayo Nona kita masuk." Jhon mempersilahkan Lolita mengikutinya dari belakang.


Bisa di tebak restoran ini berbintang lima, lihat saja bangunannya yang megah dan elegan. Membuat siapa saja yang datang ke sini bisa dikatakan orang kelas atas.


"Aku akan mencari di bawah, Nona cari di atas."


Lolita menyeringit aneh, "Jadi kau tidak tahu keberadaan Alex?" tanya Lolita sedikit jengkel.


"Maaf aku hanya di beritahu keberadaannya. Cepat Nona kita tidak mempunyai waktu lagi." ucapan Jhon yang tergesa-gesa. Membuat Lolita panik juga.


"Lagian kenapa kau membawaku ke sini? Ini pekerjaanmu, bagaimana bisa aku melawan mereka?!!" Kesal Lolita tetap berjalan pergi untuk menaiki Lift.


"Lantai tiga Nona!" Teriak Jhon dari jauh.


Bayangan Alex di pukuli oleh Levin anak buahnya Garik waktu itu seketika menghantui Lolita selama menaiki Lift. Bagaimana jika Levin lah yang menyerang Alex?

__ADS_1


Lolita harus cepat-cepat ke sana. Lantai tiga. Lolita melihat lift sudah sampai di Rooftop restoran itu.


Bergegas keluar dari Lift dengan rasa khawatir, Lolita mendadak di kejutkan dengan karpet merah yang membentang panjang di depannya.


Apakah mungkin mereka berkelahi menggunakan karpet merah? Bodohnya Lolita, itu tidak mungkin terjadi.


Menginjak karpet itu, Lolita gerakan kakinya sepanjang jalan. Pasti ada seseorang yang mengerjainya.


Dan benar saja lampu tiba-tiba menyala dan suara alunan biola yang dimainkan seseorang terdengar. Lolita mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang.


Alex, itulah Pria yang ia cari sedang berdiri di dekat sebuah meja sambil memegang sebuket bunga.


Lolita segera menghampiri Pria itu dan menatapnya kesal, "Kau berbohong!!" ucap Lolita mencebik. Ia pikir terjadi sesuatu pada Alex dan Jhon pun terlibat dalam hal ini. Dasar sial!


"Kau lebih pembohong!" Balasan menusuk dari Alex langsung membuat Lolita terdiam. Maksudnya apa? Alex mengetahui semuanya?


Kekehan kecil dari Alex mencairakan suasana, "Aku membawakan ini untukmu." Alex melupakan ucapannya barusan dan memberikan bunga mawar merah pada Lolita.


Setelah Lolita menerimanya, Alex mempersilahkan Lolita duduk dengan kursi yang di dorongnya tadi.


"Jangan marah. Aku hanya ingin makan malam romantis denganmu." timpal Alex selanjutnya.


"Aku juga menyiapkan makanan kesukaanmu." Alex meminta Lolita mencicipi makanan yang sudah di siapkan di meja.


"Kau menyukainya?" Alex bertanya.


"Hmm ..." jawab Lolita tampak canggung. Entah mengapa setalah Alex mengatakan ia pembohong. Lolita jadi memikirkan banyak hal.


Seorang pelayan datang dan sesuatu lagi.


"Aku menyiapkan Desert untukmu." Alex menjawab tatapan kebingungan Lolita.


Sesudah pelayan itu menaruh piring di meja dan pergi, Lolita menyeringit, "Keju? Kau tahu aku tidak suka keju kan?" Lolita bertanya. Tidak mungkin Alex lupa, terakhir kali di pantai ia juga mengatakannya.


"Hanya orang yang melupakannya saja yang membenci makanan kesukaannya." ucap Alex penuh teka-teki.


"Maksudmu?" Lolita tak mengerti.


"Kau sangat menyukai keju tapi karena kenangannya kau pun membencinya."


Lolita langsung tertegun. Bagaimana Alex tahu?


"Sudahlah, aku akan memesan yang lain." Alex hendak beranjak dari kursi tapi tangan Lolita segera menahannya.


"Biarkan saja, aku ingin pulang sekarang."


Alex menatap Lolita. Ia pikir Lolita akan membahas hal ini lebih lanjut, tapi ternyata tidak.


"Baiklah." ucap Alex tersenyum kembali. Walau hatinya kecewa. Jika saja Lolita bertanya, ia akan mengatakan dirinya adalah Alex yang dulu.


...


Mereka kembali ke Rumah. Lolita berjalan ke arah yang berbeda, "Kau akan kemana?"


"Kamarku." Lolita menjawab enteng.

__ADS_1


"Kau sudah sembuh, jadi tidak ada alasan bagiku untuk tidur bersamamu." Lolita hendak memasuki kamarnya.


Tapi Alex menahannya, "Tetap tidur bersamaku." ucap Alex.


"Alex jangan mulai ... kau bermanjaan dengan ku saat kau sakit aku bisa memakluminya. Tapi sekarang kau sudah sehat, jadi jangan mencoba merayuku." cegah Lolita menggeleng.


Wanita itu sudah membuka pintu tapi Alex segera menahan tangannya lagi, "Tetap tidur bersamaku ..." kali ini Alex berbicara serius.


"Al—" belum sempat Lolita berucap, Alex mendadak mendorong tubuh Lolita ke tembok dan menciumnya.


"Alex ..." Lolita memohon sambil menjauhkan tubuh Alex darinya.


"Kita adalah sepasang kekasih. Tidak salah kita melakukannya." Alex kemudian mencium Lolita lagi.


Lolita berusaha menolak, tapi Alex tak  membiarkannya. Sampai kemudian Lolita terlena dan membalas ciuman Alex barulah Pria itu mengangkat tubuh Lolita dan masuk ke kamar wanita itu.


"Mau di kamar siapapun tak masalah, asal kau tidur bersamaku, aku akan senang." Lalu setelah Alex meniduri Lolita di kasur, Pria itu menjelajahi leher putih Lolita penuh *****.


"Alex ... Berhentilah ..." Lolita memohon sambil mendesah. Oh, astaga, Bagaimana ini.


"Alex ..." Lolita mulai hilang akal. Pria itu melakukan hal lebih yang membuat Lolita mendesah panjang.


Alex membuka Dressnya, Lolita sudah beberapakali meminta Alex berhenti dengan ucapannya. Tapi sama sekali ia tidak berbuat apapun.


Sampai kemudian Alex ingin melakukan lebih, Lolita langsung menggeleng dan memegang tangan Alex, "Tidak, aku tidak ingin melakukannya Alex." mohon Lolita.


Mereka berdua bertatapan. Jelas sekali terdapat kabut gairah di keduanya. Tapi tetap menggeleng tidak mau.


Alex pun tidak bisa berbuat apapun, "Baiklah. Maafkan aku." Setelah mengatakan itu Alex beranjak dari tubuh Lolita dan pergi dengan rahang mengetat.


Melihat Alex pergi. Lolita langsung duduk dan mengacak rambutnya, "Bodoh!" Lolita menyalahkan dirinya Sendy, seharusnya ia tak terbuai dan menghentikannya cepat. Dengan itu Alex tak marah dan tersiksa.


Alex berjalan ke arah kolam renang. Ia berusaha mengontrol gairahnya. Menatap langit, Alex menertawakan dirinya sendiri. Tidak ada tempat untuk dirinya bagi Freya.


Tadinya Alex berniat menguji Lolita. Apakah wanita itu mencintainya atau tidak. Tapi ternyata yang dipikirkan Lolita hanya Denis. Bahkan wanita itu menolak dirinya untuk berbuat lebih.


Sebuah tangan tiba-tiba memeluknya dari belakang. Alex terdiam.


"Ada apa? Maaf, aku tidak akan memaksamu lagi."


Nada bicara Alex yang masih lembut membuat Lolita merasa bersalah. Sekarang Lolita tahu, jika Alex marah ia akan menyimpannya sendiri lalu nanti jika waktunya Pria itu mendadak bersikap dingin. Ia tidak mau hal itu terjadi.


"Maaf ..." Lolita menyenderkan tubuhnya ke punggung Alex lalu membawa Pria itu membalik padanya.


"Kemarilah." Kemudian Lolita menuntut tangan Alex masuk ke kamarnya dan menyuruh Pria itu duduk di kasur.


Lolita hendak membuka celana Alex tapi secepat itu juga Alex menghentikannya.


"Aku bilang, aku yang tidak mau. Tapi bukan berarti kau tidak. Tenang saja aku tidak akan meninggalkankanmu seperti di meja makan waktu itu." Bersamaan dengan itu Lolita memegang celana Alex dan menciumnya.


"Sekarang aku akan melakukannya ..."


Kamar itupun kemudian di penuhi erangan nikmat Alex. Lolita memang luar biasa.


Dalam hati Lolita berkata, jangan marah Denis aku hanya membantunya bukan menyatukan diri dengannya.

__ADS_1


...***...


Jgn lupa vote like dn komen yah❤️


__ADS_2