MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | Part 45 - Pertempuran Mafia


__ADS_3

Setelah kejadian itu Lolita merasakan Alex dingin padanya. Walaupun Alex berusaha manis tapi tetap saja senyumnya yang terpaksa membuat Lolita gelisah.


Lalu bagaimana ia bisa mencari bukti dan membuat Alex mengakui kejahatannya sendiri. Sekarang saat ia mencarinya, Alex tak ada. Katanya Alex sedang pergi karena urusan penting.


Jhon datang ke kamarnya, "Mohon maaf, Nona. Boss ingin aku memberikan ini pada anda." Sebuah ponsel yang dinginkan Lolita kemarin hari tiba-tiba datang dan di berikan Jhon kepadanya.


Lolita menyeringit, aneh. Bukankah kemarin Alex kekeh ingin membelikan yang baru padanya. Sampai-sampai karena masalah ini, Alex marah dan membuatnya kelipungan karena sikapnya yang seolah menjauh.


"Boss meminta Anda memakainya. Beliau juga meminta maaf karena untuk beberapa hari ke depan tidak bisa menemui anda terlebih dahulu." Jhon melanjutkan.


"Memangnya Alex kemana?" tanya Lolita penasaran. Semua orang yang ia tanyai, mereka semua mengatakan Alex sedang ada urusan penting di luar. Tapi ia tidak tahu apa itu dan di mana Alex berada.


"Nona tidak perlu khawatir." balas Jhon malah menjawab lain.


"Itu bukan jawaban!" Keluh Lolita tak terima.


"Boss akan kembali Nona." tambah Jhon tetap tak mau memberitahu.


Sudahlah. Percuma bicara pada Jhon. Pria itu kan salah satu pengawal setia Alex. Mana mungkin memberitahu informasi penting padanya. Menyebalkan.


"Boss meminta Nona untuk kembali ke rumah hari ini. Nona bisa bersiap-siap jika tak keberatan." Jhon menambahkan di saat Lolita sedang sibuk mengumpati Jhon dalam hatinya.


"Sendiri? Tanpa Alex?" Bagaimana mungkin, kemarin Alex janji padanya setelah ia sembuh Pria itu akan pulang bersama.


"Iyah Nona. Boss kami sedang sibuk, anda bisa pulang denganku." terang Jhon selanjutnya.


Terpaksa Lolita harus mengikuti kemauan Jhon, "Baiklah dan tolong bantu aku bereskan baju yang ada di lemari." Semua yang ada di sana adalah baju yang di berikan Alex padanya dan belum sempat ia kenakan. Jika Alex sampai tahu, pasti Pria itu akan marah lagi padanya.


...


Sampai di Rumah Alex, Lolita langsung di suguhkan dengan suasana sepi tanpa orang. R dan X mungkin bisa Lolita maklumi karena ia sempat meminta agar Alex tak membawanya lagi ke rumah. Lolita marah setelah sikap baiknya, R dan X sendiri yang menyeretnya ke tiang gantung waktu itu.


Namun untuk pembantu yang di sewa Alex, apa tak di perkejaan lagi. Lihat saja betapa porak poranda Rumah Alex ini. Bekas pecahan vas bunga di lantai tidak di bereskan, barang yang tadinya di susun rapi sekarang berantakan. Sebenarnya apa yang dilakukan Alex pada rumahnya.


"Maaf Nona, setelah kejadian itu Boss meluapkan emosi nya dengan merusak barang. Tidak ada yang boleh kemari jika Boss tak ada. Biar aku yang akan membereskannya." Jhon bersiap mengambil pecahan beling itu.


"Tidak Jhon, kau bisa terluka jika memegangnya seperti itu. Ambilkan sapu, biar aku yang bereskan." titah Lolita.


Jhon tampak diam menatap Lolita.


"Apa yang kau lakukan, cepet ambilkan!" Lolita mulai jengkel. Kenapa Jhon diam seperti orang bodoh.


"Baiklah." Jhon langsung bergegas. Pria itu hanya terpaku saja akan kebaikan hati Lolita yang mengawatirkan orang. Ia pikir Lolita adalah orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri.


"Kau pergi saja belanja ke supermarket biar aku yang membereskan rumah ini. Aku ingin setalah boss kriminal itu kembali rumah ini sudah bersih dan aku bisa memasak untuknya." Lolita tersenyum menerawang jauh.


Sementara Jhon terdiam. Mungkinkah Lolita sungguhan, mencintai Bossnya?


...


Dua hari berlalu, Alex belum juga kembali. Kemana sebenarnya Pria itu? Kenapa tak ada kabar sama sekali dari Pria itu.


Lolita mulai bosan dan jengah di Rumah ini. Ia butuh sedikit bersenang-senang di luar sana dan Alex juga mengatakan waktu itu ia boleh melakukan apapun yang di inginkan. Maka rencana di dalam otaknya yang saat ini ia pikirkan tidak salah kan?


Oke, tinggal melakukan rencananya sekarang.


Berganti bajunya dengan yang sexy, Lolita lalu keluar kamarnya setelah selesai. Ia merapihkan riasannya di kaca ponselnya.


"Jhon ...! Jhon...!" Sambil mengaca Lolita, memanggil anak buah Alex itu.


"Ada apa Nona?" Jhon langsung bertanya setelah sampai di ruangan tengah.


"Antarkan aku." Lolita menjawab tanpa menatap Jhon.


Sementara Jhon terus terdiam.


"Kau sudah tahu kan, Alex membebaskan aku pergi kemanapun?" Lolita mengira Jhon tidak tahu.


"Aku tahu, tapi saat ini Boss tidak ada di sini ..." Jhon menggantungkan kalimatnya karena tidak mau dalam masalah jika Alex kembali.


"Tenang saja. Aku yang akan bertanggung jawab. Cepat!" Lolita pergi lebih dahulu ke mobil.


Jhon membuka pintu mobil, lalu ia sendiri masuk ke kursi Setir untuk melajukan mobilnya.


"Kita akan kemana Nona?" Jhon bertanya sebelum pergi.


"Jalankan saja dulu mobilnya." ucap Lolita tidak mau Jhon tahu tujuannya.


"Baiklah Nona."


Mobil berjalan membelah jalan sepuluh menit lalu dan Lolita masih belum mengatakan tujuannya.


Jhon mulai bingung, ia pun berniat bertanya lagi, "Non—" belum sempat Jhon memanggil kekasih Bossnya itu, Lolita langsung menyelanya.

__ADS_1


"Jhon kau tahu Club malam paling terkenal di sini?"


Jhon langsung terkejut, "Nona ingin pergi ke sana?" Tanya Jhon menengok sebentar ke belakang.


"Iyah, memangnya kenapa? cepat bawa aku ke sana." titah Lolita. Sebelum Jhon bertanya lagi, Lolita kemudian berkata lagi,


"Jhon, kau tahu sendiri Alex mengijinkan aku pergi kemanapun. Di sini kau bertugas menjagaku, setidaknya kau juga bisa menurutiku kan seperti Alex?" Lolita berusaha berucap semanis mungkin agar Jhon tak banyak membantah.


Ah, anak buah Alex yang satu ini sangat menyebalkan sama seperti bossnya.


"Baiklah." jawab Jhon pasrah.


"Bagus!"


...


"Welcome to my life!!!" Lolita langsung berteriak dan berlari menari di atas Dance Floor setelah sampai di Club itu.


"Nona hati-hati!" Jhon langsung menyusul Lolita.


Suara musik di DJ dan orang-orang langsung memenuhi telinga Lolita. Rasanya ia ingin selamanya tetap di sini. Semua kepenatan dan rasa gundahnya langsung hilang setalah ia minum dan bersenang-senang di sini.


"Nona, sebaiknya kita pulang. Kau berjanji hanya sebentar." Jhon menghampiri Lolita yang sedang meminum Alkohol.


"Ayolah Jhon, aku baru tiba dan kau ingin aku kembali?" Lolita tak percaya.


"Ayo sini-sini kita menari saja ..." Lolita menarik tangan Jhon ke lantai dansa.


Tapi tubuhnya tiba-tiba menabrak punggung seseorang hingga Lolita merasa bersalah, "Maaf-maaf, aku tak sengaja."


Pria itu berbalik dan tersenyum pada Lolita, "GARIK!!" Sedetik setelah Lolita menyebut siapa Pria itu tangannya langsung di tarik.


"Aku sudah menunggumu Lolita ..." ucap Garik tersenyum jahat.


Jhon yang meyaksikan itu langsung terkejut, ia pun bergegas menarik tangan Lolita kembali tapi kekacauan terjadi. Jhon tiba-tiba di serang oleh sekumpulan orang. Yang ternyata itu adalah anak buahnya Garik.


"Tetap lawan dia!" Perintah Garik dan membawa Lolita pergi.


"Alex telah mengacaukan mainan ku waktu itu sekarang aku juga akan menghancurkan mainannya juga." Garik tertawa sepanjang membawa Lolita.


"Lepaskan Pria bejat!! Kau itu tak lebih hina dari pada iblis! Kau membuat para wanita itu memuaskan nafsumu dan menyiksanya. Lepaskan aku, aku tak sudi ikut denganmu!!" Lolita lalu menggigit tangan Garik.


Garik meringis kesakitan. Lolita memanfaatkan itu untuk pergi. Tapi sayang, tarikan dari rambutnya membuatnya harus kembali.


"Jangan salahkan aku, kau yang memulainya." Garik berucap kesal lalu menarik rambut Lolita untuk membawanya pergi keluar club.


Garik benar-benar gila. Alex tolong bantu aku.


Sementara Jhon di sana mulai kewalahan melawan banyaknya pengawal Garik. Kekacauan dimana-mana.


Barang-barang di Club itu hancur, orang-orang menjerit dan mulai berpergian karena ketakutan.


Jhon lempar salah satu anak buah itu ke meja bar, botol-botol berjatuhan dan berpecahan ke lantai. Jhon tidak bisa di sini terus, ia harus segera mengejar Garik sebelum kehilangan jejak Lolita.


Tanpa mempedulikan anak buah Garik yang sedang mengejarnya dari belakang, Jhon menelfon seseorang sambil berlari.


"Hallo boss, tolong aku. Nona Lolita dalam bahaya!" setelah mengatakan hal itu ponselnya terpental, anak buah Garik menendang punggungan nya.


Jhon sempat terjatuh, ia melawan sebentar lalu kembali berlari lagi untuk mencari keberadaan Lolita di luar Club.


Ketemu. Lolita sedang di seret kepalanya oleh Garik masuk ke sebuah Mobil.


"Masuk!"


"Tidak mau, lepaskan aku!!!" Lolita menahan dirinya untuk tidak masuk ke dalam Mobil.


"Masuk!" Garik masih terus memaksa.


Sampai Jhon datang dan menendang dada Garik. Garik terjatuh ke tanah seketika. Jhon langsung menghampiri Lolita.


"Kau tidak papah nona?"


Belum sempat Lolita menjawab, Jhon kembali di serang dan Lolita memekik lalu kembali menjadi sandera Garik.


"Levin bunuh dia!" Perintah Garik.


Jhon terus di serang, perutnya, wajahnya hingga badanya terpental ke tanah. Jhon tak bisa bangun lagi karena Levin  menginjak dadanya.  


Diketahui Levin mempunyai badan yang besar. Levin sangat kuat, sudah banyak orang yang di bunuh olehnya dengan sekali pukulan saja. Sekarang hanya seorang Jhon yang kekuatannya setengah darinya bagaiman mungkin bisa melawannya.


"Bunuh hama itu!" Garik berucap lagi.


Levin mengangguk dan saat Levin ingin memukulnya, Lolita berteriak, "Jhooonnn!!!" Bersamaan dengan itu Levin terpental karena tendangan seseorang.

__ADS_1


Itu adalah Alex. Lolita langsung tersenyum gembira. Iyah benar, kau akhirnya datang Alex.


Mereka bertatapan. Alex tampak pucat dengan kelopak mata yang menghitam. Tapi waluapun begitu Alex tetap melawan Levin.


Terjadilah batu hantam di antara mereka. Tidak ada yang kalah, mereka sama-sama kuat. Seperti Levin memukulnya, Alex membalas dengan pukulan lebih.


Sambil melawan Levin, Alex berteriak pada Garik, "Lepaskan Dia Garik!!" ujar Alex marah.


Suara gelak tawa terdengar, "Setelah kau menghancurkan mainan ku, seperti itu juga aku merusak dia!" Garik lalu menarik rambut Lolita lalu membenturkannya ke mobil.


"GARRIKKK!" Alex berteriak kencang. Ia lumpuhakan Levin seketika. lalu menghampiri Garik dengan amarah berkobar di kedua matanya yang memerah.


"Kau berani melukainya?!!" Alex langsung mencekik leher Garik seketika.


Tangan yang menarik rambut Lolita tadi langsung terlepas.


Lolita memeriksa keningnya yang berdarah. Tapi kemudian matanya melihat Levin yang tersadar dari pingsan lalu  mengambil tongkat besi di sisinya.


"Awas ALEXX!!!" Lolita berteriak dan untungnya Alex bisa menghindar dan melawan Levin lagi.


"Kau melakukan kesalahan besar dengan melawanku!" Levin berucap lalu menyerang Alex menggunakan Tongkat besi itu.


Alex menghindar dan melawan. Tapi tiba-tiba pandangannya bergoyang dan kepalnya pusing. Sikap Alex yang terdiam itu di manfaatkan Levin untuk melumpuhkannya.


Alex di pukul di bagian perut, punggung dan Wajah untuk beberapakali. Alex tidak bisa menghindar, ia sampai terbatuk darah. Pria itu tampak lemah sekarang.


Lolita yang menyaksikan itu langsung khawatir, "Tidak Alex ..." Lolita menggeleng.


Sampai Levin ingin melakukan pukulan terakhir menggunakan tongkat itu, Lolita berteriak, "ALEXX!!!" Dan ingin menghampirinya.


Tapi suara segerombolan orang menghentikannya. Itu adalah anak buahnya Alex. Ia pernah melihat tanda ular dan elang di jaket mereka saat di markas waktu itu.


"Serang mereka dan lindungi boss!" Ternyata yang membawa meraka adalah Jhon.


Jhon menghampiri Lolita dan mereka semua melawan anak buahnya Jhon satu persatu.


"Nona cepat bawa Boss." Lolita mengangguk dan menghampiri Alex.


"Alex kau tidak papah?"


Jhon pun kemudian gantian yang melawan Levin. Terjadilah pertempuran antara kelompok Mafia.


Garik mulai panik. Anak buah Alex lebih banyak darinya. Mereka kalah jumlah. Jika terus di biarkan ia yang akan kalah.


"SEMUANYA PERGI!!" Perintah Garik berteriak sebelum masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.


"Alex kau tidak papah kan?" Lolita mengangkat wajah Alex ke pahanya. Banyak luka di wajah Alex dan itu membuat Lolita panik.


Alex terkekeh pelan, "Kau menghawatirkanku?" tanya Alex senang.


"Jangan bicara, tentu saja aku khawatir!!" ucap Lolita sebal.


Alex kemudian berusaha berdiri. Ia abaikan rasa sakit di tubuhnya dan berdiri dengan di bantu Lolita.


"Apa kau masih kuat, biar aku papah untuk berjalan." Lolita hendak mengambil tangan Alex untuk di bawa ke pundanya.


Namun Alex menggeleng, "Memangnya aku selemah itu?" tanya Alex pura-pura marah.


"Seharusnya aku yang membantumu. Keningmu berdarah. Ayo kita pulang!" Alex menggenggam tangan Lolita pergi.


Lolita memandang miris bagaimana Alex berjalan pincang dan terus membawanya sampai ke mobil.


Sebenarnya Alex terbuat dari apa, Pria itu menahan rasa sakitnya sendiri demi tidak mau terlihat lemah di hadapannya.


"Alex ..." Lolita menatap iba.


Alex mengabaikan panggilan Lolita dan membukan pintu Mobil untuk Lolita, "Masuklah." Alex berusaha mempertahankan senyum baik-baiknya pada Lolita.


"Baiklah." Tapi baru saja, Lolita hendak masuk. Ia dikejutkan dengan tubrukan tubuh Alex yang menubruk tubuhnya hingga Mereka tiduran di Jok belakang mobil.


Ternyata Alex pingsan.


"Alex!!" Lolita memanggilnya khawatir.


***


Sesudah baca jgn lupa like, vote dan komen.


...


...


Salam dari mereka♥️

__ADS_1


...


...


__ADS_2