
Garik membawa Mobilnya ke sebuah bangunan besar. Beberapa orang sudah menyambutnya di sana. Itu adalah anak buah Garik yang tersisa yang sebelum ia telfon kemari. Mereka membawa paksa Lolita dari Mobil untuk keluar.
Dari belakang Mobil Garik kemudian Para polisi dan Alex tiba. Mereka segera keluar dari Mobi dan bergabung menghadap Garik dan anak buahnya.
"Lepaskan dia." seorang Polisi Dubai berucap.
"Mundurlah! Kalian para Polisi pergilah. Aku hanya menginginkan Pria ini dan anak buahnya!" Garik menatap Alex dan Jhon sambil menyandera Lolita lagi dengan beling itu di hadapan semua orang.
"Alex jika kau tidak ingin kekasihmu tiada, suruh mereka pergi dan serahkan dirimu padaku!!" Perintah Garik tajam.
Alex menatap Lolita. Wanita itu sangat ketakutan dan panik. Jika sudah menyangkut nyawa orang yang di cintainya, Alex seketika lemah. Ia tak berdaya. Sial! Kenapa ia harus berada dalam situasi ini!
"Mundur kalian semua. Ini adalah urusanku!!" Alex berucap dingin lalu menyuruh Jhon mengikutinya.
Mereka berdua berdiri di hadapan Garik. Pria itu kemudian tertawa seperti orang gila, "Alex ... Alex. Aku tidak menyangka hanya untuk seorang wanita kau rela menurunkan harga dirimu seperti ini." Garik merasa Prihatin.
"Tidak, Alex hanya akan di Borgol!" ucap Garik serius. Alex sangat kuat, ia tak boleh gegabah dan mendapati Alex menyerangnya nanti.
Sesudah Alex dan Jhon diikat, Garik mengancam mereka semua, "Kalian semua pergi!!" ucap Garik lagi, pada Polisi itu yang masih ada di sana.
"Pak, sepertinya kita harus pergi." Alfin berbisik pada Denis.
Tapi Denis hanya diam. Tidak mungkin ia meninggalkan Lolita sendirian dalam keadaan berbahaya seperti ini. Sudah cukup kemaren ia meninggalkan Lolita dengan Pria seperti Alex. Sekarang tidak lagi, ia tidak mau menjadi seorang pengecut.
"Aku akan tetap di sini." ucap Denis yakin menatap Garik yang memandangnya penuh keremehan.
Mendengar penuturan Denis barusan, Mereka pun mendukung, "Yah kita juga di sini." para Polisi Dubai berucap.
"Sebaiknya kau lepaskan Dia. Polisi lainnya akan segera datang sebentar lagi." ucap Polisi Dubai itu.
"Sebelum mereka datang kalian yang akan mati." balas Garik, sinis.
"Serang mereka!!" teriak Garik selanjutnya.
Terjadilah pertarungan antara anak buah Garik dan Para polisi itu. Denis melawan mereka tanpa henti, sesekali Denis kena pukulan tapi berakhir Pria itu yang menang. Anton dan Alfin membantunya, dua polisi Dubai juga tak kalah kuat dan menyerang mereka.
Garik mulai khawatir. Anak buahnya mulai kalah. Di saat kepanikannya itu, tiba-tiba munculah Levin, orang kepercayaannya. Syukurlah.
"Levin habisi mereka!" Garik tertawa keras, sekarang tidak ada lagi yang harus dikawatirkan. Levin sangat kuat dan tak mudah dikalahkan. Mati saja kalian semua.
"Bawa mereka masuk!" kemudian Garik masuk ke dalam bangunan besar itu bersama sandera dan anak buahnya m
"Hidupmu akan berakhir Alex ..." tawa renyah Garik terdengar sepanjang jalan.
Sementara itu, Alex hanya diam. Pandangan tetap dingin dan datar.
...
"GARIK tidak .... Hentikan!" Lolita tidak sanggup lagi melihat Alex dicambuki beberapa kali oleh Garik.
Lolita menangis. Ia tak berdaya. Tangan dan kakinya diikat di kursi. Demi dirinya Alex rela mengorbankan tubuhnya untuk di siksa oleh Garik.
"Kau tidak perlu lakukan ini Alex! Garik hentikan!!" Lolita berteriak frustasi.
Sebelumnya Lolita yang akan di siksa oleh Garik tapi Alex menawarkan diri untuk di pukul atau dibunuh. Lolita yang ada di sana di suruh menyaksikan hal itu.
"Wah, aku tidak menyangka cinta kalian begitu besar." Garik tersenyum lalu mencambuki Alex lagi dengan begitu brutalnya.
Pria tua itu tak akan berhenti, sebelum Alex sendiri yang memohon padanya.
Namun semenjak dari tadi, Alex belum juga menunjukan rasa sakitnya itu padanya. Itulah mengapa Garik tidak terima dan terus memukuli Alex sampai puas.
__ADS_1
"Alex ..." Lolita melirih sedih.
Kemudian anak buah Garik melempar Denis kehadapan Bossnya itu.
"Levin sedang mengurus para polisi itu diluar. Pria ini masuk diam-diam ke dalam, aku segera menangkapny." jelasnya.
Lolita terkejut dengan kehadiran Denis. Pria itu berdiri dan menghadap Garik tak takut.
"Aku ke sini untuk menyelamatkan kekekasihku." Denis menatap Lolita.
Alex terdiam dengan kemarahannya. Beraninya Denis mengatakan Lolita adalah kekasihnya.
"Aku tahu Garik, kau sudah melakukan banyak kejahatan. Termasuk melakukan kejahatan di Indonesia, kau merusak nasionalisme negara dengan ajaran mu yang sesat.
"Sebulan lalu aku mencarimu sampai Italia. Sebaiknya kau serahkan saja dirimu atau hukumanmu akan semakin berat!" ancam Denis.
Tiba-tiba Garik tertawa. Lucu sekali Polisi tengil ini mengancamnya.
"Kau ingin menangkapku?" Garik masih menyisahkan tertawa.
"Tidak semudah itu." balas Garik pada Denis selanjutnya.
"Tapi sepertinya ini akan seru." Garik kemudian berucap lagi sembari menatap Alex, Lolita dan Denis secara bergantian. Cinta segitiga.
"Cepat ikat tangan Pria itu dan bawa ke tiang pancang." perintah Garik.
Lolita langsung panik. Wanita itu terus memperhatikan Denis.
Denis sempat melawan tapi kedua anak buah Garik lebih dulu memegang kedua tangannya.
"Serahkan dirimu Garik atau polisi Dubai akan segera tiba!" Denis terus berteriak.
Mereka tak mendengarkan dan memaksa Denis diikat di tiang pancang. Denis menggeram kesal.
Garik mengambil sebuah Tali. Anak buahnya mengerti dan membawa Alex dan Denis naik ke sebuah kursi. Sementara Jhon di biarkan diikat di sudut ruangan. Anak buahnya Alex satu itu juga terlihat khawatir.
Garik mengahampiri Alex dan mengejek, "Kita lihat, siapa yang paling di cintai wanita itu, kau atau Pria itu..."
Kemudian Garik pergi ke Lolita dan melepaskan ikatan tali Wanita itu, "Pilihlah siapa yang akan mati lebih dulu." Garik menyerahkan dua tali tambang pada Lolita.
Lolita menatap nanar Tali itu, kenapa ia harus berada dalam situasi sulit seperti ini.
"Tidak aku tidak mau memilih!!" ucap Lolita langsung membanting Tali itu ke Lantai.
Sebuah jambakan keras dilakukan Garik pada rambut Lolita, "Lakukan!!" Garik terlihat marah.
"Lepaskan Garik, jika kau menyakitinya kau akan mati!!!" seketika bentakan Alex terdengar.
Denis tak mau kalah, "Lepaskan Garik!!!" ucap Denis berteriak.
Mereka berdua saling bertatapan setelahnya. Alex dengan tatapan tajam dan Denis dengan tatapan kesal.
"Baiklah aku akan melakukannya!" Lolita akhirnya menyerah. Lagian, ia memang harus menyelamatkan dirinya dan juga mereka bukan?
Mengambil Tali itu setelah Garik melepaskan jambakannya, Lolita menatap mereka berdua. Alex yang tubuhnya penuh luka dan Denis wajahnya penuh lembam. Mana yang harus ia pilih.
Lolita sangat bingung, ia mencintai Denis. Ia yakinkan itu dalam hati. Tapi Alex, Lolita menatap tali yang menghubungkan pada Pria itu.
Jika Alex mati, semuanya akan berakhir. Tapi kenapa hatinya tak menginginkan hal itu?
"Pilihlah!" Garik berucap lagi.
__ADS_1
Di sana Alex berharap Lolita memilihnya. Bukan karena ingin di selamatkan tapi ia menginginkan bukti cinta Lolita.
Denis pun serupa, ia berharap perkataan putus Lolita itu bohong. Lolita masih mencintainya. Karena itu, ia yakin Lolita tak akan pernah membiarkannya terluka.
"Kau tak akan memilih?!" Garik mulai marah dan akan menyerang Lolita lagi.
"Sabarlah!" teriak Lolita pada Garik. Pandangannya fokus pada mereka. Alex dan Denis.
Sambil menutup matanya Lolita mengucapkan maaf. Alex melihat itu, bagaimana Lolita perlahan menarik tali yang membuat Kursi yang di pijaknya bergerak.
Seketika hatinya langsung berdenyut sakit. Sampai kapanpun Lolita tak menganggap cintanya ada. Lolita hanya ingin bukti kejahatan bukan dirinya.
Alex pun tersenyum miring, baiklah jika itu yang di inginkan Lolita. Ia akan mewujudkannya.
Menendang kursi itu dengan kasar, Alex pun langsung tercekik oleh Tali.
Lolita langsung terkejut, ia segera melepaskan tali yang membelit kakinya lalu berlari menyelamatkan Pria itu.
"Alex!! Alex!! Alex!!!" Lolita berhasil melepaskan tali itu dari leher Alex.
Wanita itu sesegukan menangis, "Tidak... Kau tak boleh mati..." Lolita terlihat ketakutan sambil memeluk Pria itu.
Di sana terlihat bagaimana Denis yang tertegun. Wajah Pria itu menegang hingga matanya pun tak berkedip sedikit pun.
Bagaimana bisa di depan matanya, Lolita berlebihan menghawatirkan Pria lain seperti itu.
Mata Denis langsung memerah.
Apakah cinta Lolita telah berpaling?
"Brakk!!" Bersamaan dengan itu tiba-tiba Garik melempar kursi ke punggung Alex.
"TIDAKK...!!!" Lolita berteriak nyaring.
Alex langsung menggeram kesakitan dalam pelukan Lolita. Daritadi ia sadar dan senang menyaksikan bagaimana Lolita menyelamatkannya tadi di tiang gantung.
Rasanya tidak percaya, walaupun Lolita menyangkalnya Alex bisa pastikan Lolita telah jatuh cinta padanya. Inilah cinta sesungguhnya.
Sekarang Alex tidak peduli apapun. Ia hanya harus menyelesaikan masalah satunya ini.
"Tenanglah, aku tidak papah." ucap Alex serak.
Kemudian Pria itu melerai pelukan mereka dan tersenyum tipis, "Tunggulah di sini." pinta Alex.
Lalu sebelum Garik bisa menyerangnya dengan sebuah kayu, Alex segera menangkapnya. Anak buah Garik yang ingin ikut menyerang segera di tahan oleh Jhon. Pria itu ternyata baru saja berhasil melepas tali yang membelinya tangannya.
"Kau akan mati Garik!" Alex menangkis kayu itu hingga terpental ke tanah.
Sekarang gantian Alex yang memukul Garik bertubi-tubi hingga mementog ke tembok Alex terus meninju wajah dan perutnya.
"Ini untuk kau yang menjambak rambutnya!" Alex memukul perut Garik.
"Ini untuk kau yang menyayat lehernya!" Alex meninju wajah Garik kencang. Wajahnya tuanya langsung sobek dengan keluarganya darah dari pipinya.
"Dan ini untuk kau yang sudah mempermainkan ku!!" Alex terlihat marah dan menginjak perut Garik hingga Pria Tua itu terbatuk darah.
Belum puas dengan itu, Alex segera mengambil kayu lalu menacabkannya di perut Garik. Pria itu seketika merenggang nyawa di tempat.
Lolita langsung menutup mulutnya terkejut. Polisi datang. Melihat itu Lolita segera menghampiri Alex dengan panik, "Aku mohon Alex, jangan lanjutkan ...." ucap Lolita memegang tangan Pria itu sambil menangis.
Dari jauh sana, Denis menyaksikan hal itu dengan marah.
__ADS_1
Jika Lolita mencintai seseorang selain dirinya, maka orang itu tidak pantas mendapatkan Lolita juga.