MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | Part 56 - Gugup


__ADS_3

“Jadi, kau yang membunuhnya?” Alex hanya diam tanpa suara. Tampilannya sangat berantakan dengan luka di kepalanya yang di perban dan luka di badannya yang masih memerah.


Pria itu tak akan memberitahu. Sampai kapanpun. Namun jika Lolita yang menginginkannya, ia akan katakan semuanya.


"Katakan sesuatu Tuan!" Polisi menjadi jengkel. Pasalnya, semenjak satu jam lalu Alex dan Jhon sama sekali belum bicara sedikitpun.


"Jika kau tidak mau mengatakannya, kita bisa panggil saksinya?" Polisi itu bertanya. Dan dua orang itu tetap bungkam.


"Baiklah, panggil saja saksinya." Perintah Polisi itu.


....


"Aku mohon Denis, jangan katakan apapun pada Polisi. Biarkan Alex bebas." pinta Lolita menyatukan kedua tangannya memohon pada Pria itu.


"Bebas bagaimana? Dia sudah membunuh orang. Dia pantas mendapatkannya!" Denis membalikan badan dengan kesal.


"Maaf Pak anda dan Nona Lolita dipanggil sebagai saksi." tiba-tiba seorang polisi datang.


"Kami akan segera ke sana." setalah ucapan terakhir dari Denis, polisi itu pun kembali masuk ke dalam.


"Ini belum waktunya Denis ..." ucap Lolita frustasi.


"Freya aku mohon. Aku seorang polisi, aku harus memberikan keadilan bukan?!" Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Denis memanggilnya dengan sebutan Freya. Pria itu juga bicara dalam bahasa asing dan bukan bahasa Indonesia.


"Yah, aku tahu. Tapi sekali ini saja, jangan katakan yang sebenarnya." pinta Lolita lagi.


"Kau mencintainya? Itukan, yang membuatmu memutuskan ku? Bagaimana bisa kau mencintai Pria seperti itu. Dia jahat seorang kriminal. Pengedar narkoba dan kau mencintainya? Ka—" Perkataan Denis langsung terhenti kala tangan Lolita menampar bibirnya.


Denis langsung melotot tak percaya. Ia sedang bicara dan Lolita dengan seenaknya memukul mulutnya?


"Kau bisa tidak diam?!" kali ini Lolita yang marah.


"Sungguh? Kenapa jadi kau yang marah!!" Denis tak terima. Di sini cintanya yang telah dikhianati dan Lolita masih bisa marah padanya. Wah luar biasa!


"Kau ingin penjelasan kan? Maka dengarkan. Aku dan Alex hanya sebatas cinta palsu!" Lolita kemudian menarik tangan Denis untuk menepi ke tempat sepi.


"Alex adalah Ketua Mafia yang kita cari. Yang membunuh Damar dan orang yang mengedarkan Narkoba. Dia telah melakukan banyak kejahatan, kau tahu itu.


"Karena itu, aku di sini berusaha mendapatkan hatinya lalu dengan itu aku bisa menjebloskannya ke penjara." jelas Lolita panjang lebar.


"Aku tidak mengerti, apa hubungannya dengan memasukan ke penjara dan mendapatkan hatinya?" tanya Denis, bingung. Apa mungkin ini hanya akal-akalan Lolita, karena wanita itu telah jatuh cinta pada Alex?


Rasanya Lolita ingin memukul kepala Denis sekarang juga. Kenapa Pria itu tak mengerti-ngerti juga sih.


"Tentu saja ada lah! Dengan aku merayunya. Otomatis dia akan menuruti semua keinginanku dan menyerahkan bukti kejahatannya sendiri!" tegas Lolita geram.


"Kau merayunya? Kau tidak samp—"


"Tidak!!" Lolita langsung menjawab cepat. Ia tahu apa yang akan dikatakan Denis.


Berhubungan jauh? Ia dan Alex bahkan telah tidur besama. Bercumbu bahkan saling bersatu. Tentu saja hal itu tidak akan ia beritahu pada Denis.


Lolita melihat Denis yang merenung lama. Sebelum Pria itu berfikiria macam-macam, ia harus mengalihkan ke lain.


"Sudahkan? kau mengerti sekarang. Jadi aku mohon jangan rusak rencana ku. Aku sudah menyusun misi ini sejak lama. Rencana ini hanya akan berhasil jika kau mendukungku Denis." lirih Lolita dalam kalimat terakhirnya.

__ADS_1


Denis menatap Lolita lama lalu Pria itu memutusakan mengenyahkan pikiran negatifnya. Mungkin saja tangis Lolita saat menyelamatkan Alex tadi hanya akting.


"Baiklah, aku akan mendukungmu." putus Denis.


Lolita tersenyum, "Terimakasih." Setelah mengucapkan itu, Lolita ingin buru-buru membawa Denis masuk. Tapi Denis segera menahannya.


"Kita tidak putuskan?" tanya Denis memastikan.


"Tentu saja tidak, aku hanya akan mencintaimukan?" Lolita menjawab cepat. Yah, Lolita hanya mencintai Denis dan bukan Alex?


"Terimakasih." Denis kemudian mengecup pipi Lolita lembut lalu mengajaknya masuk ke dalam.


Entah mengapa saat Denis mencium pipinya tadi, sebagian hatinya ada yang menolak dan sebagian lainnya menerima. Apa yang terjadi padanya. Lolita bingung.


...


Sesudah Denis menjelaskan kesaksiannya pada Polisi Dubai. Alex dan Jhon pun di bebaskan. Kasus ini pun di tutup dengan unsur ketidak sengajaan. Garik tewas karena Alex ingin membela dirinya. Itulah kebohongan yang dikatakan Denis.


Kemudian Denis mengantar mereka keluar kantor Polisi. Sama sekali semenjak mereka keluar, ia tidak mau memandang ataupun berbicara pada Pria itu.


"Kau besok pulang bersamaku ke Indonesia." ucap Denis selanjutnya.


Wanita itu tampak memandang Alex dulu. Apa harus melihat Pria itu dulu untuk mengambil keputusan? Denis jadi sebal sendiri rasanya.


"Lolita?" Denis ingin wanita itu setuju.


"Bukan berarti setalah kau menyelamatkanku kau bisa mengambilnya ..." Alex mendadak menatap Denis tajam.


Sebelum keadaan semakin memanas, Lolita segera merelai. Wanita itu mengelus dada Alex.


Denis langsung cemburu. Tidak melakukan apa-apa? Jelas sekali hubungan mereka melebihi kontak fisik seperti biasanya.


"Kita bicara Denis!" Lolita segera menarik tangan Pria itu setelah Alex mengizinkan dengan terpaksa.


"Kau bilang apa tadi? Ingin aku kembali ke Indonesia? Bagaimana mungkin! Aku sudah mengatakannya tadi Denis, aku sedang mencari bukti dan sebelum aku mendapatkannya aku tidak akan kembali!" ujar Lolita kesal.


"Tidak bisa seperti itu, kau bisa saja dalam bahaya. Aku sudah di sini dan aku akan menjagamu." tutur Denis tak mau kalah. Pokoknya ia harus membuat Lolita kembali bagaimana pun caranya.


"Kau tahu kan bertapa gigihnya aku Denis?! Aku seperti dirimu. Bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan apa yang aku inginkan!" Kalimat terakhir Lolita terasa seperti menyindir Denis.


Pria itu sampai terdiam. Ia juga bagian utama yang membuat Lolita seperti ini. Pria itu menunduk.


"Baiklah, lakukan apapun yang kau inginkan." balas Denis lemah. Sekarang ia tidak punya apapun lagi untuk diminta pada Lolita.


Kesalahannya begitu besar hingga kata maaf dari Lolita waktu itu menjadi anugerah terindah yang bisa Denis dapatkan.


"Maafkan aku Denis." tiba-tiba Lolita mejadi merasa bersalah.


Denis tersenyum lalu memegang pipi Lolita, "Tidak papah, seharusnya aku yang meminta maaf." Kemudian mereka saling bertatapan dalam.


Lolita tahu apa arti tatapan itu. Kesalahan Denis bukan tentang wanita saja tapi ada hal besar lainnya yang membuat Lolita merasa marah.


"Eekkmm!!" tiba-tiba suara Alex mengangetkan mereka.


"Jadi, bisakah kita kembali ke Hotel?" tanya Alex pada Lolita.

__ADS_1


...


"Tidak kau tidak bisa ikut!" Alex langsung masuk ke dalam mobilnya bersama Lolita.


Saat Alex ingin mengajak Lolita kembali ke Hotel, tiba-tiba saja Denis mengatakan ingin ikut bersama mereka. Tentu saja hal itu tidak ia setujui.


Pria itu tak kehilangan cara, Denis berlari memutari mobil dan masuk ke sebelah Lolita duduk.


Tentu saja kejadian itu membuat Alex terkejut. Alhasil ia dan Denis saling bertatapan sengit.


"Setidaknya bayarlah jasaku karena sudah menyelamatkanmu!" Denis menekankan katanya. Pria itu kemudian menyederkan punggungnya santai di jok Mobil.


Terlihat jelas Alex yang memandang Denis tajam. Jika saja tidak ada Lolita di sini, ia sudah meninju Pria itu saat ini juga.


"Antarkan saja, aku mohon ..." Lolita mendadak mengeluarkan permintaannya.


Menggeram kesal, Alex hanya bisa memalingkan wajah ke arah jendela. Kalau Lolita sudah memohon, bagaimana mungkin Alex bisa menolaknya.


...


Lolita memandang kaca besar di depannya dengan pikiran jauh. Sebenarnya ada apa dengan hatinya? Kenapa saat Alex hampir tergantung, ia juga merasakan raganya ikut menghilang.


Ini tidak benar bukan, tujuannya adalah hanya untuk menjebloskan Alex ke penjara. Tapi kenapa hatinya bisa seperti ini.


Pria itu tidak baik untuknya. Alex jahat, kriminal, pembunuh dan masih banyak lagi. Seharusnya Lolita membencinya bukan?


Sebuah tangan besar tiba-tiba memeluknya dari belakang. Lolita terkejut dan berbalik cepat.


"Kenapa?" Alex menyeringit, heran. Tidak biasanya Lolita panik seperti ini saat di sentuh olehnya?


Rasa gugup langsung Lolita rasakan. Ia juga tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Semenjak memikirkan tentang Alex, pikirannya buyar dan jantungnya tiba-tiba berdetum cepat.


Astaga! Ia bukan anak remaja lagi yang takut akan sentuhan bukan?Jadi kenapa ia harus panik seperti ini.


"Aa-aku haus!" Lolita langsung berjalan ke Nakas dan meminum air putih untuk menenangkan rasa gugupnya.


"Kau tidak papah kan?" Alex kembali menyentuh pundak Lolita dan seketika Lolita menghindar.


Alex mulai merasa ada yang aneh, pikiran negatif langsung menyerangnya. Ia mengerti sekarang. Lolita seperti ini pasti karena Denis. Hanya Pria itu yang ada di hatinya. Percuma saja Alex sempat berfikir hati Lolita sudah berpaling.


Kenyataannya, ketika Garik meminta tali siapa yang akan di tarik, Lolita memilih dirinya untuk mati dan Denis untuk hidup.


Menyadari hal itu, rasa marah kembali Alex rasakan. Pria itu kemudian pergi dari sana dan masuk ke kamar mandinya dengan pintu yang di banting.


"Alex!" teriak Lolita. Ia tak bermaksud menyinggung Pria itu. Jantungnya terus berdetak cepat jika bersama Alex. Bagaimana bisa ia menjelaskannya pada pria itu?


****


lama nungguin up?


makin penasaran gk?😂


tungguin lagi yh~


jgn lupa kasih like, komennya😍

__ADS_1


__ADS_2