
Hallo guys up lagi💜
Part ini benar-benar ada kejutan besar. So, setelah selesai baca jangan lupa tinggalkan jejak yh🥰
****
Mendengar Pintu Apartemen terbuka, Lolita bergegas menghampiri Denis yang baru saja datang. Pria itu terlihat leleh. Ada apa sebenarnya?
"Terjadi sesuatu?" tanya Lolita khawatir.
"Duduk dulu." Kemudian Lolita menyuruh Denis duduk di Kursi meja makan agar bisa sedikit lebih santai.
Pria itu juga pulang larut malam.
"Aku bertengkar dengan ibuku. Ayah juga terlihat kecewa. Mereka semua tidak setuju, mereka bilang ini dosa Lolita. Kita harus mengakhiri ini semua. Tapi tidak, aku tidak akan mengakhiri ini semua. Demi tuhan jika mereka tetap menghalangiku, aku tidak akan tinggal diam." terlihat Denis yang marah. Matanya mengkobarkan kemarahan.
"Tenang Denis. Kita bisa melewatinya. Aku sempat berharap mereka bisa setuju, tapi aku juga tidak bisa memaksanya ..." lirihLolita, sedih.
Denis menangkap kesedihan Lolita. Pria itu langsung memegang tangan Lolita, "Lalu kenapa jika mereka tidak setuju. Kita masih bisa menikah kan? Aku tidak perlu restu mereka. Siapa mereka? orangtua? Tapi tidak pernah memikirkan kebahagiaan anaknya." Denis kemudian menggeram kesal.
"Sekarang kau tidak perlu memikirkan orang tua kita. Biarakan semua berjalan sesuai rencana awal. Aku tidak butuh keluarga itu!" putus Denis dalam amarahnya.
"Baiklah, aku akan ikuti kemauanmu Denis ..." Lolita menunduk. Walapun ia masih tetap sedih.
Denis kemudian menaikan dagu Lolita.
"Jangan sedih, mereka akan mengerti dengan seiring berjalannya waktu Lolita." ucap Denis menenangkan.Â
Lolita hanya diam.
"Sudahlah, aku tidak mau memikirkan hal ini. Aku ingin makan." lanjut Denis lagi.
Lolita mengerti dan langsung melayani Denis dengan masakan yang tadi dibuatnya.
...
"Hari ini aku akan mengajukan surat pengunduran diriku." jelas Denis sudah siap dengan Koper yang dibawanya.
Denis berencana pergi ke Indonesia hari ini untuk mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai Polisi. Keputusan Denis memang sudah final tapi Lolita masih ragu.
"Kau yakin dengan hal ini?" tanya Lolita mendekati Pria itu.
"Yah, tentu saja. Kau tahu sendiri aku menjadi seperti ini, hanya karena dirimu. Jika aku sudah memiliki dirimu, aku tidak membutuhkan hal ini lagi. Karir bisa digapai sering berjalannya waktu tapi cinta, susah di dapatkan." ucap Denis mengelus pipi Lolita.
Tadi malam mereka juga membahas tentang tempat tinggal. Denis ingin, setalah mereka menikah, mereka bisa menetap di New York. Pria itu juga akan mengembangkan bisnisnya di tempat ini.
"Aku sudah lelah dengan berbagai kasus, aku ingin sesuatu yang baru yang selama ini aku inginkan. Kau tidak keberatan, kan?" tanya Denis lagi.
"Tentu saja. Apapun pekerjaanmu aku akan menundukungmu dan tolong berikan ini kepada Atasanku." kemudian Lolita menyerahkan sebuah Amplop putih kepada Denis.
Denis menatap Lolita terkejut.
"Jika kau bisa mengundurkan diri kenapa aku tidak? Lagian aku sebentar lagi mempunyai suami kan? Dia pasti akan memenuhi kebutuhanku?" Lolita menaikan satu alisnya, bercanda.
Denis terkekeh, "Yah, aku janji tidak akan membiarkanmu kekurangan apapun ..."Â ucap Denis mengelus rambut Lolita.
"Kita berangkat?" tanya Denis.
"Siap bos!" Lolita memberikan hormat pada Denis.
Kemudian Denis tertawa dan memeluk bahu Lolita erat. Mereka pun keluar dari kamar.
...
Sehabis mengucapkan salam perpisahan pada Denis. Lolita pun keluar Bandara, ia sudah memesan Taxi di depan.
Denis memang tidak mengizinkannya untuk menggunakan Mobil. Pria itu terlalu paranoid karena ia pernah kecelakaan dulu.
Dan semenjak saat itu Lolita jadi tidak bisa menggunakan mobil sendiri lagi. Denis dengan banyak alasan selalu mengantar jemputnya dirinya kerja.
__ADS_1
Padahal ia tahu Denis hanya modus saja padanya. Pria playboy itu selalu mempunyai banyak cara untuk mendekatinya.
Seperti pertemuan tak sengaja, mendapatkan kasus yang sama bahkan terang-terangan mengajaknya makan di pinggir jalan yang awalnya ia tolak malah ketagihan selanjutnya. Ada saja tingkah konyol dan kekanakan Pria itu yang membuat Lolita tertawa.
Mengingat hal itu lagi langsung membuat Lolita tersenyum sendiri.
"Kau sangat bahagia?" Mendadak Alex muncul dihadapannya seperti hantu.
"Astaga!" Lolita langsung memegangi dadanya. Kenapa sih, Alex selalu datang dan pergi tanpa di undang. Lolita kan jadi kaget.
Wanita itu melengoskan matanya ke arah lain dengan sinis, "Perkataan aku yang kemarin masih belum cukup, huh?" tanya Lolita marah.
Bagaimana bisa Alex tiba-tiba ada di Bandara seperti ini. Pria itu pasti mengikutinya kemari.
"Aku sudah menjelaskan, aku dan Denis akan menikah. MENIKAH! kau tahu artinya itu? Itu berarti kami akan memiliki ikatan. Tidak ada ruang bagimu untukku Alex. Mengertilah!!" ucap Lolita Frustasi menjelaskannya lagi pada Alex.
"Kau yakin ingin menikah dengannya?" tanya Alex, datar.
"Kau sungguh ingin bertanya?" tanya Lolita tak percaya.
Alex hanya diam.
"Sudah yah, Alex. Tidak ada gunanya berbicara denganmu. Kau selalu berfikir kau bisa mengendalikan apapun. Tapi sebenarnya tidak. Cinta tidak bisa dikendalikan atau di paksakan Alex!" Lolita kemudian pergi dengan jengkel.
Tapi kemudian Alex tiba-tiba menarik tangannya dan memeluknya erat.
Lolita melotot. Ia bisa merasakan detak jantung Alex dan dirinya yang berdetak kencang lewat pelukan mereka.
"Kau bisa pahami detakan jantungku Lolita?" Alex bertanya sambil memeluk Lolita.
Mendadak Lolita merasa gugup. Sial.
"Itu artinya aku sangat mencintaimu Lolita ... Seluruh hidupku hanya untukmu. Jiwaku bahkan ragaku. Saat kau memutuskan pergi dariku, duniaku seketika hancur, aku sering minum-minuman dan tidak bisa makan dengan baik." ucap Alex meminta Lolita sedikit kasian padanya.
Lolita mengepalkan tangannya yang mengambang tak membalas pelukan Alex. Wanita itu juga merasakan sakit. Ia juga bisa melihat penampilan Alex yang berantakan dan kacau tadi. Apa kata Pria itu, Alex tak makan dengan baik jadi Pria itu hanya minum-minuman selama ini?
Mendorongnya kuat, Lolita lepaskan pelukan mereka.
"Aku tidak peduli dan jangan ikutiku lagi!" ucap Lolita saat Pria itu ingin mendekatinya.
Alex pun hanya bisa mengumpat saat melihat Lolita yang menjauh dan pergi darinya.
...
Lolita sampai di Apartemen menggunakan Taxi. Wanita segera masuk ke gedung Apartemen.
Ternyata dari kejauhan Alex mengikutinya dari belakang. Pria itu hanya berdiri diam dan terus menatap wanita itu.
Andai Lolita tahu, beberapa hari ini Alex selalu mengikutinya dari belakang seperti ini. Rasa resahnya lah yang membuatnya kemari. Alex tidak mau menemui Lolita, ia hanya ingin melihatnya.
Karena Lolita akan menikah membuat Alex kecewa. Ia belum siap menemui Lolita tapi melihat kemesraan Lolita dan Denis di Bandara tadi pagi langsung membuat Alex hilang akal.
Ia ingin menyalurkan sakit hatinya pada Lolita. Tapi ternyata wanita sama sekali tidak peduli dengan perasaannya.
...
Membuka kamar Apartemen Denis, Lolita langsung terkejut melihat siapa yang datang.
"Kurang ajar, ini yang aku tunggu!" seketika tamparan kencang mengenai pipi mulus Lolita.
Lolita hanya bisa menunduk dengan mata memanas.
Ibu tirinya datang bersama Aidan. Mimpi buruknya seketika hadir lagi dalam hidupnya.
"Mah!!" Aidan membentak ibunya. Ia membawa Ibunya kemari untuk menyelesaikan masalah mereka bukan untuk bertengkar.
Tapi Megan tak peduli dan kembali menyerang Lolita dengan menarik rambutnya.
"Mah!!" Aidan berusaha melerai
__ADS_1
"****** murahan!! Kau merusak nama baik keluargaku! Dan kau ingin menikah dengan anakku? Kau memang tidak tahu diri, aku membesarkanmu bukan untuk menikah dengan saudaramu sendiri!!" Megan terus menarik rambut Lolita kuat.
Lolita menangis dan Aidan pun melepaskan tangan Ibunya di rambut Lolita dengan kasar.
"Mah cukup, Freya kesakitan!" bentak Aidan tak tega.
"Aku tidak peduli Aidan! wanita murahan ini harus diberi pelajaran. Susah payah aku menyingkirkannya dari Denis tapi dia malah merayu anakku lagi!!" Megan hendak menyerang Lolita lagi, tapi Aidan segera menahan Ibunya itu.
"Putuskan hubungan kalian?!" akhirnya Megan memerintah dengan kencang.
Lolita menggeleng, "Aku tidak bisa ..." Lolita menangis. Ia sudah berjanji pada Denis akan memperjuangkan hubungan ini. Apapun masalahnya, walaupun masyarakat menentang, mereka akan tetap bersama.
"Kau dengar itu Aidan?!" Megan menunjuk Lolita dengan jijik.
"Dia benar-benar tidak tahu malu. Bagaimana bisa sedarah bisa memiliki hubungan?! Wanita itu sepertinya sudah tidak waras!!" hardik Megan, kesal.
"Mah, aku membawamu kemari, bukan untuk memakai Freya!" ingat Aidan tak terima adiknya di maki.
Sebagai kakak, Aidan kecewa tapi ia juga tak bisa ikut campur. Mereka sudah dewasa dan ia sangat menyayangi mereka berdua. Kalau ini bisa membuat mereka bahagia, kenapa ia tak bisa mendukungnya? Aidan akan selalu bersama Freya maupun Denis. Mereka adiknya.
"Aidan!!" Megan membentak Putranya itu. Kenapa jadi putranya yang membela anak tidak sah itu.
Kemudian terjadilah pertengkaran antara ibu dan anak itu. Aidan terus membela Lolita dan Ibunya terus memaki Lolita.
Lolita sudah pusing, ia pun berlari keluar pintu Apartemen dengan menangis.
Panggilan Aidan dan makian Megan tidak Lolita dengarkan. Lolita terus berlari dan keluar Gedung Apartemen.
Wanita itu bersimpuh di jalan. Lolita tidak kuat lagi, kenapa ia harus menahan banyak hinaan.
Denis menyuruhnya tetap bertahan. Jadi ia harus bertahan. Tapi Freya begitu lemah. Apalagi saat berhadapan dengan Megan, ibu tirinya itu. Lolita rasanya ingin pergi dari dunia ini saja daripada harus mendapatkan siksaannya lagi.
"Lolita?" tiba-tiba Alex datang di bawah kaki Lolita.
Wanita itu langsung menangis dan memeluk Alex erat.
...
Sebelumnya Alex sedang duduk di kawasan pejalan kaki sekitar Apartemen Lolita. Pria itu belum juga kembali sejak tiga puluh menit lalu melihat Lolita masuk.
Alex hanya ingin menunggu sebentar di sini. Tapi siapa yang tahu Lolita tiba-tiba keluar dan menangis di tengah jalan.
Alex pun yang khawatir langsung menghampirinya.
"Lolita." panggil Alex berlutut.
Lolita memandangnya sebentar lalu memeluknya sambil menangis kencang.
"Siapa yang membuatmu menangis?" tanya Alex marah. Ia berjanji tidak akan memaafkan orang itu dan akan membuat perhitungan padanya
Tapi Lolita langsung menggeleng dan melerai pelukan mereka.
"Apa aku salah mencintai Denis, Alex?!" tanya Lolita mendadak bertanya seperti itu sambil menangis.
Perasaan Alex tiba-tiba merasa sakit.
"Apa salah aku dan Denis bersama?" tanya Lolita lagi.
Alex hanya diam.
"Semua orang mengatakan hubungan mereka salah, mereka tidak boleh menikah. Dan mamah ... Dia juga marah. Dia memakiku sebagai perayu saudaranya sendiri Alex. Hubungan darah tidak bisa bersama, mamah bilang itu hina dan sangat menjijikan."
Alex langsung terkejut.
"Maksudmu?" tanya Alex memastikan.
"Yah, aku dan Denis sedarah. Apa salah kita bersama?!!" Lolita kemudian menangis histeris.
"Lolita!" Alex kemudian berteriak karena Lolita pingsan akibat sesak nafas.
__ADS_1