
Jangan lupa Like dulu sebelum baca๐
****
Mobil Alex tiba di Rumah. Pria itu langsung tinggalkan mobilnya dan masuk ke dalam Rumah untuk menenangkan diri.
Rasanya ada perasaan kesal dan amarah dalam hatinya. Entahlah kenapa Alex bisa seperti ini. Alex seperti menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Lolita yang sebentar lagi akan terjadi.
Tapi karena rasa angkuhnya yang begitu besar, Alex tidak mau mengakuinya. Ia terus menyangkal bahwa Ia sangat khawatir dengan keadaan Lolita saat ini. Bagaimana nasib wanita itu sekarang?
Ah, sial!! Alex langsung memecahkan semua fas-fas bunga yang berada di ruang tamu. Ini semua salah. Alex tidak boleh mempunyai perasaan ini terhadap Lolita. Pembohong dan wanita ular itu tidak pantas untuk memasuki hatinya.
"Boss ada yang ingin aku katakan padamu." Jhon mendadak datang di samping Alex.
"Tidak sekarang Jhon!!" ucap Alex marah lalu pergi untuk memasuki kamarnya.
"Tapi ini penting." Jhon berucap lagi sambil mengikuti atasannya itu memasuki kamar.
Alex langsung murka, "Kau tidak dengar apa yang aku katakan?!! JANGAN GANGGU AKU!" Teriak Alex di depan wajah Jhon.
"Tapi ini penting." Jhon tetap tidak mau menyerah.
Ada apa dengan Jhon. Tidak biasanya kaki tangannya itu membantah dirinya.
"Apapun itu jangan ganggu aku, pergilah!" Perintah Alex lagi.
Sekarang Alex tidak mau mendengarkan apapun. Apalagi menambah masalahnya di saat pikirannya sedang terpusat pada Lolita.
"Kau tidak dengar?!" Alex tiba-tiba marah lagi kala mendapati Jhon tetap di sana dan tetap bertahan.
"Boss aku mohon, kali ini dengarkan aku. Masalahnya sangat penting hingga jika tidak dikatakan sekarang kau akan menyesali nya nanti."
Alex tiba-tiba meninju wajah Jhon hingga tersungkur ke lantai, "Jika aku mengatakan tidak, maka tidak. Kau ingin mati sekarang?" tatapan membunuh dan nada bicara yang dingin di layangkan Alex pada anak buahnya itu.
"Tap-" Alex langsung menginjak dada Jhon keras sampai sang pemilik terbatuk karena sentakan yang keras.
"Pergi atau kau akan mati?" Ancam Alex tidak main-main.
Akhirnya Jhon mengangguk lemas, "Baiklah aku akan pergi." jawab Jhon terpaksa.
Alex menurunkan kakinya di atas dada Jhon dan membiarkan Pria itu bangun dan pergi.
Tapi baru selangkah Jhon menginjak ambang pintu, Pria itu kembali lalu menyerahkan sebuah Map coklat pada Alex.
"Bacalah Boss agar kau tidak menyesalinya."
...
Sementara di dalam Markas Black King, anak buah Ferrit kesulitan menyalakan kayu bakarnya untuk membakar Lolita hidup-hidup.
Kayunya terus tak mau menyala seolah mendukung Lolita agar tetap hidup. Padahal sudah berapa kali kayu nya di tambahkan.
"Lepaskan! Lepaskan aku!!" Semenjak dari tadi Lolita terus berteriak dan menangis sampai suaranya pun serak dan hampir habis. Ia tidak boleh menyerah, pokonya ia tidak ingin mati di sini.
"Kenapa tidak bisa dinyalakan?" Tanya Ferrit menghampiri anak buahnya yang berjumlah sepuluh orang termasuk X dan R.
"Mungkin kayunya basah Ketua." jawab salah satu anak buah.
Mendengar penuturan anak buahnya, Ferrit langsung marah, "Kenapa diam saja, cepat cari yang baru, Dasar bodoh!" Hardik Ferrit tak bisa menahan ketenangannya lagi.
Ia sangat ingin menikmati pertunjukan Lolita yang tersiksa, tapi apa, anak buahnya sangat tak berguna.
Mereka pun segera bergegas keluar untuk mencari kayu bakar yang kering.
"Kek, apa kita akan membakarnya begitu saja? Kakek sudah mencari tahu latar belakangnya, mungkin saja dia berbahaya jika kita membunuhnya?" Sila yang ternyata adalah cucu tersembunyi Ferrit bertanya.
Mendengar bagaimana Lolita terus mengendalikan Alex tak mungkin Lolita wanita biasa. Itulah yang dipikirkan Sila saat ini.
__ADS_1
Ferrit tersenyum, meremehkan, "Tidak peduli latar belakangnya seperti apa, tapi yang penting kita bisa menghabisinya sekarang atau tidak, bisnis kita yang akan hancur. Dan lagi aku ingin memberikan hadiah pada seseorang ..." Ferrit tersenyum mengingat Denis. Sudah pasti polisi kurang ajar itu murka padanya.
Memikirkannya saja sudah membuat Ferrit bahagia. Denis dulu pernah menantangnya, sekarang kira-kira apa reaksi Denis saat tahu kekasihnya sudah tiada. Pasti seru.
Ferrit memandang Lolita yang terus meronta. Ia suka bermain dengan api.
Denis, lihat saja kau akan tamat nanti.
...
Alex memandang Map yang tadi di berikan Jhon. Merasa tak penting ia lempar Map itu ke atas Kasur.
Tapi Alex teringat ucapan Jhon sebelum pergi, 'Bacalah Boss agar kau tidak menyesalinya.' Apa arti dari ucapan Jhon baruan?
Mengusap wajahnya kasar, Alex menggeram keras. Kenapa semua orang selalu membuatnya pusing. Pertama Lolita yang mengusik hatinya sekarang Jhon yang membuatnya sakit kepala.
Akhirnya dengan kekesalan dalam hati, Alex langsung mengambil Map itu kembali dan membuka isinya.
Beberapa lembar kertas Alex temukan di dalam Map itu. Salah satu yang membuatnya menarik perhatian adalah ada dua buah Biodata yang Jhon berikan, Yang satu milik Lolita dan yang satunya lagi milik Freya.
Alex membaca keseluruhan Biodata itu dan kedua isinya sama, hanya saja nama mereka yang berbeda dan di dalam biodata itu juga Alex menemukan fakta bahwa Lolita dan Freya pernah tinggal di New York Amerika dan bersekolah di Poly Prep Day Country School. Itu adalah sekolahnya dan Freya dulu semasa SMA dan itu sudah terkonfirmasi di sana.
Jadi mereka orang yang sama?
"Shirt!!" Alex mengumpat kencang.
Apa yang sudah ia lakukan. Penyesalan langsung merayap dalam hatinya. Jika terjadi sesuatu pada Lolita, Alex tak akan memaafkan dirinya sendiri. Ia pantas disebut brengsek karena selama ini tidak bisa memberikan kebahagiaan tapi malah penderitaan untuk Lolita.
Alex terdiam sejenak dengan lemas, semua ini membuatnya terguncang. Tapi ia ingat, Lolita masih berada di Markas.
Bergegas pergi, Alex segera taruh kertas itu sembarangan dan pergi mengambil mobilnya di depan Rumah.
Apapun yang terjadi Alex harus segera menyelamatkan Lolita. Ia tak boleh terlambat sedikitpun. Jika tidak, Lolita benar-benar dalam bahaya. Entah apa yang sedang dilakukan kakeknya saat ini guna menyiksa Lolita.
...
Apa? Lolita tak percaya ini hidupnya akan berakhir.
"Tidak! Jangan lakukan itu, aku mohon ... Aku berjanji tidak akan membocorkan rahasiamu dan menghilang dari sini. Tapi tolong jangan bunuh aku!" Pinta Lolita dengan panik.
Yah tuhan apa yang terjadi dalam kehidupan Lolita sebelumnya, sehingga ia harus mati dalam penderita seperti ini. Lolita tidak sanggup menerimanya. Masih banyak hal yang ingin ia lakukan termasuk menemui Denis.
Kayu itu di siram banyak minyak tanah oleh anak buah Ferrit. Lolita menangis dan terus merengek minta di lepaskan. Tapi percuma saja mereka tak mau mendengarkannya.
Sampai Ferrit maju dan menyalakan kayu itu dengan korek apinya, Lolita langsung menjerit keras.
"TIDAK, AKHH!!" Api itu membesar dan hampir melahap kakinya.
Lolita segera melipat kedua kakinya ke atas agar tidak terkena Api, "Tolong! Tolong aku, Panas ...!!" jerit Lolita terus berusaha menghindar.
Seperti inikah Alex setiap membunuh orang? Sangat kejam dan brutal.
Andai aku tak bertemu denganmu, mungkinkah hidupku akan baik-baik saja?
Andai aku tak menyelidiki kasus itu, mungkinkah aku masih berada di rumahku?
Andai aku tak bermain dengan cinta, mungkinkah aku menyesal pernah bicara denganmu?
Semua penyesalan itu tak ada gunanya lagi sekarang. Lolita akan mati dan meninggalkan segalanya.
Lolita tertunduk lemas. Kakinya dibiarkan menyentuh api.
Selamat tinggal Denis ..
Selamat tinggal Aidan ..
Dan selamat tinggal untuk semua keluarganya yang tak menginginkannya.
__ADS_1
Mungkin seperti ibunya yang menginginkannya untuk mati seperti itu pula jalan takdir membawanya.
Satu permintaan terakhir pada Tuhan. Lolita hanya ingin semua orang yang di cintai nya merasakan bahagia.
"LOLITA!!" Sebuah teriakan dari arah pintu mengangetkan semua orang.
Alex. Apakah ini mimpi?
Seperti namanya yang sama, Lolita juga pernah menyebut nama serupa di masa lalu.
...
Maaf, maafkan aku. Aku terlambat untuk mengenalimu.
Mobil Alex telah sampai di area Markas. Ia segera keluar dan masuk ke dalam gudang tersebut. Semoga saja ia tidak terlambat. Ia memohon agar Lolita baik-baik saja di dalam.
Namun saat Alex tiba di sana, bertapa terkejutnya ia saat Lolita sudah di gantung dan di bakar hidup-hidup di sana.
Tanpa pikir panjang Alex berlari dan berteriak menyelamatkannya, "LOLITA!"
Di tengah jalan Alex di tahan, "Apa yang kau lakukan Alex!" Kakeknya langsung marah.
"Jangan mendekat atau kau akan terluka juga." ujar Ferrit keras.
Namun Alex tak peduli dan menyentak tangan Ferrit, "Lepas! aku harus menyelamatkannya." jawab Alex buru-buru.
"Tunggu, kau ingin menyelamatkannya. Bukankah dia yang merusak-" belum sempat Ferrit menyelesaikan ucapannya, Alex langsung berlari ke arah api itu.
"ALEX!!" Sila berteriak panik saat Saudaranya itu menginjak arang dan menyingkirkan Api itu menggunakan kakinya.
"Apa yang dia lakukan?" keluh Ferrit kesal.
Alex terus menendang bahkan menyingkirkan kayu itu menggunakan tangannya.
"Bertahanlah Lolita." Alex akhirnya bisa menyingkirkan kayu itu sedikit demi sedikit dari jalannya. Ia membuka tali yang mengikat tangan Lolita di tiang itu.
"Lolita!" Alex memanggil nama wanita itu yang hampir menutup matanya, "Tidak bertahanlah jangan menutup matamu." pinta Alex menatap Lolita yang juga menatapnya dengan sendu.
Alex menyelamatkannya? Lolita berfikir dalam hati.
"Tetaplah hidup." lanjut Alex lagi dan berhasil membuka ikatan itu dan membawa Lolita dalam gendongannya.
"Kau gila?!!" Ferrit menghentikan Alex yang ingin membawa Lolita.
"Kita bicara nanti." putus Alex dengan keadaan kacau.
Bahkan mereka bisa melihat dari kejauhan, baju Alex terdapat bekas Bakaran dan sepatunya sobek. Banyak darah yang dikeluarkan kaki Alex sehabis menginjak arang tadi. Tapi tetap saja Pria itu tidak merasa sakit dan membawa wanita itu keluar markas.
"Apa yang dia lakukan?!" tanya Sila sama sekali tak mengerti dengan jalan pikiran Alex.
Pria itu mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Lolita. Sungguh tindakan yang bodoh!
"Jadi kita harus melakukan apa?" tanya Sila.
"Kita ikuti mereka." jawab Ferrit pada akhirnya.
Namun ternyata saat mereka keluar dari Markas, mereka menemukan Alex dan Lolita sudah terkapar di lantai. Pingsan.
Sila menatap kakeknya jengah. Ferrit juga tampak kesal.
"Bawa mereka ke Mobil!" Perintah Ferrit pada anak buahnya.
****
Salam dari pasangan baru Lolita dan Alex๐๐
...Mulai hari ini Mafia Kejam akan Up. jika ingin cerita lengkap/,Tamat season 1 bisa masuk Group chat NT/Mt aku yh๐ฅฐ...
__ADS_1
Jgn lupa tinggalkan comen+vote dll๐๐