MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam Partai 43 - Jatuh Cinta Kembali


__ADS_3

Alex merenung di bangku taman sendirian. Jhon datang dan duduk di sampingnya.


Menatap ke arah depannya datar Alex memulai pembicaraan, "Jika Lolita adalah Freya mengapa di dalam kecelakaan tersebut terdapat nama Freya?" tanya Alex penasaran.


"Dari informasi yang aku selidiki, Freya membeli dua tiket penerbangan ke Amerika dan ke Indonesia. Freya seolah sengaja membeli dua tiket tersebut, entahlah apa alasannya,


"Tapi yang aku ketahui Tiket itu di berikan kepada sesorang wanita di bandara dan Freya memilih terbang ke Indonesia menggunakan tiket satunya." jelas Jhon panjang lebar.


Sekarang Alex mengerti, tidak ada alasan lagi Lolita adalah Freya. Tapi mengapa Freya mengganti namanya menjadi Lolita dan terbang ke Indonesia. Apa alasannya? Apakah hal ini berkaitan dengan Denis?


Awalnya saat Alex menangkap Denis dan Lolita di Singapore Alex sama sekali tak mengenalinya.


Tapi sekarang saat ia mengingat lagi, Denis adalah orang yang sama yang mencium Freya di masa lalu dan juga orang yang membuatnya melepaskan Freya demi cintanya terhadap Denis.


Miris sekali, dari dulu hingga sekarang Freya tetap mencintai Denis. Terbukti bagaimana mereka masih berhubungan sampai sekarang.


"Aku juga mempunyai satu hal yang harus aku tunjukan." Jhon mengambil Map coklat dan mengeluarkan isinya.


"Aku tidak tahu ini boss atau bukan, tapi foto ini sempat tersebar di internet dua belas tahun lalu. Jika dihitung Boss masih sekolah menengah atas waktu itu." Jhon memberikan foto itu pada Alex.


Dan seketika Alex langsung terkejut ketika Foto itu menunjukan dirinya sedang melakukan *** dengan seorang wanita. Jelas sekali ini editan, ia tak mengenali wanita itu. Lalu siapa yang melakukan ini?


Seolah tahu isi pikiran Bossnya, Jhon kemudian menjelaskan, "Yang menyebarkan Foto itu adalah Denis. Melalui akun palsunya Dia mulai mengirimkan Foto itu melalui MMS,email bahkan internet dan membuat heboh satu sekolah."


Alex sama sekali tak mengetahui hal ini. Di hari kelulusannya ia pergi ke Italia untuk melihat pemakaman orang tuanya dan saat kembali ia melihat Freya dan Denis berciuman. 


Denis sengaja melakukannya agar Freya mengira ia telah mengkhianatinya. Padahal tidak. Pria itu telah menjebaknya. Kurang ajar. Denis telah membuat hubungannya dan Freya hancur. Bahkan dengan bodohnya ia merelakan Freya demi Denis yang biadap seperti itu.


Alex janji, ia akan memperbaiki segalanya. Ia akan membuat Freya kembali lagi padanya. Lihat saja nanti.


...


Membalikan badannya ke samping, Lolita tidur membelakangi Alex. Ia merutuki dirinya sendiri. Apa yang sudah ia lakukan.


Berciuman dengan Alex?


Bodoh-bodoh. Katanya tadi ia marah pada Alex dan ingin mati. Tapi lihat, saat Alex menciumnya, ia malah menerimanya. Dasar murahan!


Sementara Alex yang tidur di samping Lolita tersenyum tipis menatap punggung Lolita.


Setelah memikirkannya, Alex akan membuat Lolita kembali padanya. Siapa yang tahu, satu ciuman panjangnya pada Lolita membuat wanita itu menghentikan tindakan bodohnya untuk melukai dirinya sendiri.


Alex sangat bersyukurlah tidak terjadi sesuatu lagi pada Lolita. Tapi kaki Lolita. Mungkin lukanya semakin parah karena di paksakan menginjak lantai. Ini tidak boleh di biarkan, Alex akan mengobatinya.


Setelah mengatakan itu dalam hati, Alex segera beranjak dari kasur dan pergi keluar.


Lolita yang merasakan kasurnya bergerak, melihat Alex pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Cih, apa maksudnya ini. Pria itu pergi tanpa pamit padaku?!" Lolita memikik dan merasa kesal sendiri.


Bilangnya cinta tapi sikapnya tidak pernah berubah. Seenaknya dan tidak punya sopan santun.


Apakah Lolita harus melakukan rencana awalnya untuk pergi dari sini?


"Awhh!" tiba-tiba di tengah lamunannya, Lolita merasakan seseorang menyentuh kakinya yang terluka. Ia melihat Alex sedang berjongkok dan membuka perbannya.


"Aku khawatir lukamu semakin parah dan lihatlah aku benar. Akibat kau berjalan di lantai luka bakarmu semakin besar." Alex mengomel sambil mengoleskan obat merah pada telapak kaki Lolita.


Lolita tertegun. Ia bahkan tak sadar dengan rasa perih yang ia rasakan.


Apakah Alex sepeduli ini padanya? Jika saja Lolita masih menjalankan rencananya untuk menggoda Alex, ia pasti akan sangat senang.


Tapi untuk sekarang...


"Apakah sakit?" Alex menatapnya.


"Huh?" Lolita bingung tapi kemudian ia menggeleng, "Tidak." jawab Lolita kemudian.


"Aku tahu aku salah. Jangan maafkan aku jika itu berat untukmu. Tapi aku ingin mengatakan, aku menyesali semuanya.


"Merencanakan kematianmu memang buruk dan aku tidak akan melakukannya lagi. Aku mencintaimu dan aku tidak akan membiarkanmu pergi." ucap Alex selesai menggulung perban terakhir di kaki Lolita.


"Apa maksudmu? Kau tidak mau membunuhku maupun membebaskan ku?! Terus bagaimana dengan kehidupanku selanjutnya. Tidak mungkin aku terus menjadi sandera mu kan?" Lolita tidak percaya ini, Alex ingin ia bertahan di sini dalam Penyiksaan nya. Sungguh kejamnya Alex itu.


Alex menghela nafas pelan, lalu menjawab, "Siapa yang bilang aku akan terus menjadikanmu sandera?" Alex terdiam sejenak lalu menghampiri Lolita yang ada di tepi kasur.


"Dengarkan aku. Aku seorang Pria biasa, Alex. Akan kembali jatuh cinta kepadamu." 'Freya' Alex mengatakan nama itu dalam hati.


Gawat. Hati Lolita mulai goyah.


"Jadilah milikku ..." Alex bicara lagi.


Ah, masa bodoh. Lolita akan kembali menjalankan misinya. Lagian sekarang ia masih tetap hidup dan bernafas. Seharusnya ia bisa memaafkan Alex kan?


"Katakan sesuatu." Alex meminta.


Lolita menatap Alex tajam, "Biarkan aku memukulmu!" jawab Lolita serius.


Alex bingung tapi tetap menjawab, "Apapun itu kau bisa melakukannya." Alex menjawab tidak yakin.


Beberapa detik kemudian Lolita memukul kepala Alex kencang.


"Buk!" Alex melongo dan langsung memandang Lolita tak percaya.


"Apa?! Kau ingin marah padaku?" tantang Lolita pada Alex.

__ADS_1


Tapi siapa sangka Alex malah terkekeh pelan, "Setidaknya dengan kau memukulku rasa bersalahku berkurang." ucap Alex selanjutnya.


Merasa sebal dengan jawaban Alex, Lolita duduk dari rebahannya dan memukuli Alex dengan bantalnya. Ia keluarkan semua kemarahannya.


"Ini adalah hukuman mu karena selama ini kau menyiksaku." satu pukulan berhasil mendarat di wajah Alex.


"Ini adalah hukuman mu karena berani memberikanku pada Garik." Lolita memukul Alex lagi.


"Dan ini hukama mu karena kau berniat membunuhku." beberapa kali Lolita layangkan pukulan pada Alex.


Dan Alex terus diam menerimanya.


Setelah lelah, Lolita akhirnya berhenti, "Ini belum seberapa. Selanjutnya aku yang balik menyiksamu!" ancam Lolita menunjuk wajah Alex, geram.


Alex terkekeh geli, "Baiklah ... Kau bisa melakukan apapun." ucap Alex selanjutnya.


Merasa semuanya selesai Lolita tidur rebahan lagi. Niat ingin memberi pelajaran pada Alex, badanya yang malah kena hukumannya.


Tangannya pegel!


Melihat Lolita yang mengeluh pada tangannya, Alex berinisiatif memijitinya, "Kau juga bisa menjadikanku pembantu." ucap Alex duduk di samping Lolita lalu memijit tangannya sambil tersenyum.


Lolita menatap Alex. Mungkinkah karena jatuh cinta, sikap Alex berubah?


"Kau pasti terkejut pada sikapku yang manis seperti ini kan."


Lolita menyeringit, kesal. Kenapa Alex jadi bisa membaca pikirannya.


"Biasakan. Karena untuk selanjutnya aku akan bersikap manis bahkan romantis padamu." ucap Alex dengan senyum yang mengembang.


Lolita yang melihat senyum Alex, langsung bergidik ngeri, "Jangan tersenyum!" Perintah Lolita tajam.


"Kenapa?" tanya Alex tak mengerti.


"Senyummu mirip keledai." hardik Lolita cepat.


"Apa?"


"Kenapa, kau ingin marah?" Lolita langsung mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.


Alex langsung diam, sementara Lolita tersenyum puas. Kapan lagi ia bisa mempermainkan Alex.


Lihat saja, Lolita yang akan mengendalikan Alex.


***


Cie-cie, Alex mulai bucin nih yeh😄😅

__ADS_1


Nantikan kelanjutannya episodenya yah😀


tinggalkan jejak jgn lupa🥰


__ADS_2