MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | Bab 75 - Janin Lolita


__ADS_3

Mengusir keluarga Lolita pergi, Alex kemudian masuk ke dalam rawat inap Lolita. Ia duduk di sana dan menggenggam tangannya.


Alex lihat Lolita membuka matanya sebentar. Wanita itu tampak lemas menatapnya.


"Sudah ... tidurlah." ucap Alex, sambil mengelus kepala Lolita dengan tangannya.


Ia tidak percaya ini, Lolita mengandung anaknya?


Tapi mengapa Lolita menyembunyikan hal ini darinya. Alex mengingat lagi tentang malam itu saat Lolita muntah. Wanita itu juga tidak memberitahunya.


Sebenarnya kenapa Lolita menyembunyikan hal sebesar ini darinya, jika ia tahu pun ia tidak mungkin menelantarkannya. Ia akan senang dan bahagia.


Apa jangan-jangan Lolita berfikir menjadikan Denis ayah dari anak ini akan membuatnya senang?


Tidak mungkin, Alex tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kita lihat saja, dengan alasan ini Lolita akan kembali padanya. Ia tidak peduli tentang Lolita yang ingin bersama Denis. Ia akan mempertahankan Lolita dan menjadikannya menjadi miliknya untuk selamanya.


...


Sementara itu di Rumah Roger kembali terjadi Pertikaian. Roger sangat marah karena baru mengetahui selama Freya selalu di siksa oleh Megan.


"Kita cerai saja. Aku sudah muak denganmu, Megan!" maki Roger keras.


Megan menangis kencang, "Tidak jangan lakukan itu. Aku mencintaimu ..." ucap Megan.


"Cinta?!" Roger mengulang dengan kesal.


"Kau pikir cinta apa yang menguntungkan dirimu sendiri? Selama ini aku merasa bersalah padamu Megan. Aku berusaha menebus kesalahanku karena sudah menghianatimu. Tapi apa?! Kau malah membalasnya dengan menyakiti Putriku?!" pekik Roger tak terima.


"Apa menghabisi Nadin belum cukup hingga kau juga menyiksa anaknya?!" tanya Roger lagi.


"Aku tidak menghabisinya!" teriak Megan.


"Yah, kau tidak menyakiti fisiknya tapi kau menyakiti mentalnya."


"Aku tidak bersalah. Kalian yang mengkhiantiku duluan. Apa salah aku melakukan ini!!" teriak Megan lagi.


"Kalau kau lupa Nadin juga adik kandungmu!" tekan Roger, beringas.


"Aku tidak peduli. Mereka pantas untuk mendapatkannya! Seharusnya Nadin berfikir dulu sebelum merebut Suami orang. Jika dia tidak melakukannya, aku tidak akan membencinya dan Freya pun tidak akan hadir di dunia ini! Anak ****** itu juga pantas mendapatkan perlakuan seperti binatang!!"


"PLAK!" Roger tiba-tiba menampar pipi Megan.


"Pah!" Aidan terkejut. Dari tadi anak-anaknya ada di sana tapi tidak ada yang berani ikut campur.


"Cukup Megan!" tunjuk Roger di depan wajah Megan dengan marah.


"Kau seharusnya sadar, jika kau tidak mementingkan kehidupan sosialitamu, aku tidak berselingkuh! Kau juga tidak meninggalkan anak-anakmu. Kita semua bisa berkumpul saat aku pulang kerja, tapi ketika aku kembali kau masih sibuk dengan duniamu. Kau pikir apa? Aku juga seorang pria, kau istriku seharusnya kau bisa hadir saat aku merasa membutuhkan seseorang. Dan saat itu hanya ada Nadin, dia yang menyemangatiku saat aku sedang down!"


Megan tampak terpukul, "Jadi kau lebih memilih dia dari pada aku?" tanya Megan.


"Yah, jika Nadin masih hidup aku akan kembali padanya dan menceraikanmu saat ini juga!" ucap Roger kasar.


"Tidak .... !" Megan tiba-tiba memukuli dada suaminya.


"Kau tidak bisa melakukan ini padaku. Aku tidak bersalah, di sini aku yang menderita, Roger!!" Megan meraung sambil menangis.


Aidan segera menjauhkan Ibunya itu dari ayahnya.


"Setelah pernikahan Aidan. Kita urus perceraian kita." setalah mengatakan itu Roger pergi dari sana.


Megan hanya berteriak dan tak terima.


...


Ternyata Denis masih ada di Rumah sakit. Pria itu tidak ikut keluarganya kembali ke Rumah. Saat Alex mengusir mereka dari Rumah sakit, Denis hanya berdiri di luar Rumah sakit tanpa mau pergi dari sana.


Denis ingin bertemu dengan Lolita. Siapa Alex hingga bisa menghalanginya? Sungguh, Alex tidak tahu derajatnya. Ia adalah calon suami Lolita dan Alex ingin merebutnya darinya? Tidak akan.

__ADS_1


"Pergilah!" anak buah Alex masih bersabar dalam menyikapi kealotan Denis.


"Seharusnya kau yang pergi atau buat Bossmu itu menyingkir dari calon istriku. Dasar tidak tahu malu, dia ingin mendapatkan Freya dengan cara kotornya. Kalian hanya kriminal yang mengotori Negara. Sampah!" hardik Denis keras.


Setelah perkataan Denis itupun, anak buah Alex langsung menyerang. Mereka yang jumlahnya sepuluh orang berhasil membuat Denis babak belur dan tidak bisa melawan.


"Sekarang kita bisa melihat siapa yang sampah saat ini!" Jhon meninju Denis untuk terakhir kalinya.


Kaki tangan Alex itu tampak puas, "Jika kau seorang polisi maka kita adalah Mafia!" setelah mengatakan itu Jhon mengajak semuanya pergi.


Denis yang babak belur memukul rumput dengan kesal. Sial! Ia bersumpah tidak ada yang boleh mengambil Lolita darinya. Ia akan mengembalikan semuanya ke keadaan semula dan membuat Alex menyadari posisinya.


...


"Denis ingin masuk?" tanya Alex di luar Rawat inap Lolita.


"Yah, Boss. Tapi kami sudah menyelesaikannya." jawab Jhon menunduk.


"Tetap awasi gerak-gerik Denis. Aku yakin Pria itu akan kembali lagi besok." ucap Alex, menerawang jauh.


...


Seperti mimpi buruknya, Alex tidak menemukan Lolita di Ranjangnya. Apa mungkin Denis nekat membawa Lolita pergi darinya lagi?


Tadi ia sempat ketiduran dan ketika ia terbangun gengagaman tangannya sudah hilang. Lolita pergi.


Ketakutan mengenai Denis semalam, terjadi pagi hari ini. Alex menyangka Denis kembali lagi besok dan benar saja, Lolita tidak ada di ranjangnya dan itu membuktikan Denis lah yang melakukan ini semua.


Tidak, Alex tidak ingin kehilangan Lolita. Apalagi dengan darah dagingnya yang sedang dikandung wanita itu. Alex tidak sanggup jika harus berjauhan dengan mereka.


Bergegas keluar, Alex segera menemui anak buahnya.


"Kalian ini kenapa?! Menjaga satu wanita saja tidak becus. Dimana Lolita sekarang?!" bentak Alex marah.


Seluruh anak buahnya menunduk, "Nona Lolita menghilang? Maaf Boss, kami keluar atas perintah anda untuk mengawasi Denis. Kami tidak tahu Nona Lolita kemana."


Lolita kau kemana?


Setelah mengelilingi Rumah Sakit, Alex belum juga menemukan Lolita. Dimana dia? Alex mulai cemas dan takut.


"Tuan!" seorang Perawat semalam yang mengecek infus Lolita datang menghampiri Alex.


"Kenapa Tuan berada di sini, Nona berada di dokter kandungan. Anda tidak menemaninya?" tanya sang Perawat.


Dokter kandungan?


Lalu tanpa berterimakasih ataupun membalas perawat itu, Alex pun langsung berlari ke sana.


Membuka pintu dengan kasar Alex bisa melihat Lolita yang sedang di periksa oleh dokter. Menggunakan alat yang entah Alex tidak tahu, Pria itu bisa melihat sosok gumpalan kecil di layar monitor. Semakin mendekat ia juga mendengar detak jantungnya.


Rasa haru mendadak menyelimuti hati Alex. Apa itu adalah anaknya?


"Alex." Lolita juga menangis sambil memanggilnya.


"Janinnya sudah berusia dua Minggu, dia sehat dan akan tumbuh dengan baik." jelas sang Dokter senang.


Lolita menggengam tangannya, "Maaf tidak memberitahumu." tangis Lolita.


Alex menggeleng dengan mata berkaca-kaca, "Tidak, aku sangat bahagia." ucap Alex langsung mengecup kening Lolita haru.


Pria itu tidak menyangka, buah cintanya akan berada di rahim Lolita saat ini. Alex sangat bahagia.


"Apa kalian ingin fotonya?" tanya sang Dokter menawarkan dengan ramah.


"Yah, aku ingin." jawab Alex menggebu.


Sang dokter terkekeh, "Baiklah aku akan mencetaknya dulu." jawab sang dokter lalu menyudahi pemeriksaan Lolita.

__ADS_1


"Kau mencariku?" tanya Lolita memulai pembicaraan.


"Hmm ...." guman Alex, singkat karena terpesona dengan layar yang masih menampilkan sosok gumpalan itu.


"Aku pergi untuk bertanya apakah aku masih hamil atau tidak. Ternyata sosok itu masih dalam kandunganku ... Aku sangat bersyukur, tuhan tidak mengambilnya dariku. Aku sempat berfikir dia telah lenyap setalah Denis mengirimku ke sana,"


Alex memandang Lolita.


"Aku tidak pernah berfikir Denis akan melakukan ini padaku, Alex. Dia mengatakan akan menerima anak ini tapi ternyata Denis membohongiku. Denis tidak menginginkanya ...." Lolita menangis terisak.


Alex mengusap air mata Lolita. Wanita itu segera menggenggam tangan Alex  kuat.


"Aku mohon Alex maafkan aku ... Kau selalu sabar menghadapi sikapku yang kasar, cuek dan bahkan memakimu. Aku telah salah menilaimu, kau selalu ada untukku saat aku susah tapi dengan tidak tahu malunya aku selalu menjauhimu dan membuatmu sakit hati. Kau tidak akan meninggalkanku dan bayiku kan?" tanya Lolita masih menangis.


"Tentu saja tidak, kenapa aku harus meninggalkanmu dan bayiku. Dia darah dagingku!" tekan Alex selanjutnya.


"Yah, dia adalah anakmu Alex. Aku mencintaimu ..." ucap Lolita selanjutnya.


Mereka kemudian berciuman.


"Ekkhmm!" Suara deheman dokter menghentikan ciuman mereka.


"Apa kalian masih menginginkan Fotonya?" tanya sang Dokter.


Mereka berdua terkekeh kecil, "Iyah Dok." ucap Alex selanjutnya.


...


Setalah dari Dokter kandungan, Alex membawa Lolita ke Ruang Rawat inapnya lagi. 


Alex menyuapi Lolita dengan Apel yang sudah dipotongnya. Pria itu menceritakan apa yang terjadi kemarin.


Lolita sangat terkejut dengan apa yang terjadi. Tapi ia juga takut, karena ibunya melakukan hal kejam seperti itu lagi.


"Tidak perlu takut lagi, aku sekarang sudah berada disini. Aku tidak akan membiarkan satu orang pun bisa melukaimu. Bahkan keluargamu." geram Alex, penuh kekesalan.


"Tapi tidak baik Alex, mengusir keluargaku." keluh Lolita.


"Mereka ingin melukaimu dan kau masih membela mereka?! Tidak, mulai sekarang kau adalah tanggung jawabku. Aku tidak akan membiarkan mereka menemuimu lagi." tekan Alex penuh kemarahan.


Lolita menghelakan nafas, pelan. Memang sulit untuk mengendalikan kemarahan Alex. Pria itu selalu berapi-api mengenai dirinya.


"Baiklah, kau bisa tidak suka pada Ibuku. Tapi bagaimana dengan Ayahku? Jika kau ingin menikahiku kau perlu restunya kan?" tantang Lolita tersenyum menggoda.


Alex tersenyum miring, "Kau ingin menikah denganku?" tanya Alex senang.


"Kau pikir apa? Setelah aku hamil, aku tidak boleh memikirkan Ayahnya?" tanya Lolita sewot.


"Baiklah kita menikah sekarang, tidak ada masalah bagiku." balas Alex bahagia.


"Tapi bukan sekarang, aku harus menyelesaikan hal lainnya dulu." senyum Lolita memudar, ia memikirkan Denis.


Alex mengerti.


"Aku harap kau bisa menyelesaikannya dengan cepat." mendadak Alex merasa kesal karena Lolita mengingat tentang Denis lagi.


Yah, Lolita mau tidak mau harus menyelesaikan masalahnya dengan Denis. Pria itu juga sangat berarti bagi hidupnya. Lolita tidak boleh gegabah mengambil tindakan kalau tidak Denis akan melakukan hal nekat lainnya.


***


Udah mulai bnyk yng baca yah?😆 Mksih bnyk atas dukungan kalian selama ini.


Ayo kita sama2 dukung kisah Alex sama Lolita sampai selesai.


Syang kalian💜💜


Jgn lupa tinggalkan jejaknya😘😘

__ADS_1


__ADS_2