MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | Part 63 - Lamaran


__ADS_3

Part ini semakin panas jangan sampai terbakar yah.


Happy Reading...


***


Setelah selesai dengan urusannya. Lolita kembali ke Apartemen Denis.


"Bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Lolita langsung duduk di tepi tempat tidur Denis untuk mengecek keadaannya.


"Sudah lebih baik." jawab Denis lalu membawa Lolita ke dalam pelukannya. Pria itu menghirup rambut Lolita gemas.


"Jika kau tidak memaksa, aku tidak akan mengizinkanmu menemuinya." keluh Denis, sebal.


"Denis ..." panggil Lolita melihat Denis sebentar. Ia tak mau berdebat lagi. Sudah cukup tadi sbelum pergi menemui Alex, ia harus membujuk Pria dewasa yang kelakuan seperti anak kecil ini.


"Oke baiklah." Pria itu menjawab sedikit tak rela.


Kemudian mereka terdiam.


Denis tidak akan melepaskan Lolita sampai kapanpun. Alex boleh saja memiliki masa lalu bersama Freya.  Mempunyai kenangan bersama dan memiliki Freya untuk pertama kalinya. Tapi itu sudah sangat lama.


Sekarang yang menguasai hati Lolita adalah Denis. Sudah banyak yang mereka lalui bersama. Denis sudah berjuang sejak lama. Saat ini ia tidak mau menyerah, ia ingin tetap maju dan memperjuangkan cinta mereka untuk kedepannya.


Itulah mengapa Denis melakukan ini, menjebak Alex dan mengatakan Kebohongan pada Lolita. Denis bukannya takut Alex bisa mengungkap kebusukannya pada Lolita. Tapi ia hanya belum siap menerima kemarahan Lolita.


Denis tahu mendapatkan Lolita dengan cara itu adalah salah. Tapi Ia tidak mempunyai pilihan. Lolita sangat berarti baginya, ia bisa melakukan apaun agar bisa memiliki Lolita. Walaupun dengan cara kotor sekalipun.


"Lolita." Kemudian Denis melerai pelukan mereka.


Pria itu memandang Lolita serius.


"Kau akan terus mencintaiku kan? Kau sudah keluar dari kasus ini, aku pun juga. Aku akan keluar dari kepolisian dan menikahimu." lanjut Denis mantap.


Ia tidak akan memberikan peluang bagi Alex untuk memasuki hubungan mereka lagi. Dengan ini ia bisa memiliki Lolita seutuhnya.


"Apa?" tanya Lolita langsung termangu.


"Iyah, ayo kita menikah. Ini memang tak mudah. Tapi aku pastikan tidak ada yang bisa menghalangi kita lagi. Entah masyarakat, keluarga atau darah sekalipun. Aku mencintaimu Freya, aku tidak peduli apaun lagi. Aku hanya ingin hidup bersamamu ..." Denis menyatukan kening mereka dan menatap Lolita dalam.


"Kau mau kan berjuang bersamaku kan?" tanya Denis dengan nafas yang memburu.


Lolita menatap Denis. Wajah mereka sangat dekat. Ia kembali mengingat flasback tentang masa lalu mereka. Di hari pernikahan mereka, Lolita tak menemukan Denis. Pria itu menghilang dan saat ia menemukannya Denis sudah berada di hotel bersama seorang Gadis.


"Aku sudah menjelaskan semuanya di Singapure, Sintia adalah teman kampusku. Aku tidak melakukan apapun dengannya." jelas Denis, menginginkan Lolita untuk percaya padanya.


Mata Lolita semakin memanas. Ia takut. Ia tidak mau kembali ke masa lalu itu lagi.


Seolah tahu apa yang sedang dipikirkan Lolita, Denis pun segera memegang kepala Lolita dan tetap menyatukan kening mereka.


"Aku tahu kesalahan ku begitu besar, aku menyesali semua itu Lolita. Maafkan aku ..." Mata Denis memerah.


Lolita mengingat bagaimana Denis mengusirnya saat di Rumah sakit.


"AKU TIDAK MAU MELIHATMU LAGI FREYA. IBUKU BENAR, KAU SAMA SEPERTI ****** YANG MERAYU SAUDARAMU SENDIRI. AKU SANGAT JIJIK PADAMU KARENA AKU PERNAH MENCINTAIMU!! PERGILAH, HUBUNGAN KITA BERAKHIR!"


Setelah kalimat itu, hati Freya langsung hancur. Freya yang dulu kemudian hilang digantikan Lolita yang kuat dan ******. Sama seperti yang diinginkan Denis.


Yah, jika ada yang bertanya mengapa Freya bisa berubah, maka jawabnya adalah Denis. Pria itu yang menyebabkan hidupnya hancur, kebahagian dan bahkan keluarganya sendiri ia tinggalkan.


"Maafkan aku Lolita ..." Denis berucap lagi.

__ADS_1


Lolita semakin terisak kuat. Masa lalu itu selalu membuat Lolita merasa buruk. Ia seolah menjadi tidak berharga di mata Denis.  Sepanjang ia mengenal Denis, Lolita tahu Denis sering membentaknya dan berkata kasar. Tapi waktu itu adalah kalimat yang paling menyakitin yang pernah Lolita terima.


"Yah, aku salah. Ibuku yang mencelakai dirinya sendiri. Tapi karena rasa marah dan Khawatirku, aku buta dan percaya semua perkataan ibuku. Aku memang bodoh, Freya. Bodoh!!" Denis kemudian menangis.


Mereka berdua menjadi menagis bersama.


"Kau menyesalinya Denis?" tanya Lolita di sela tangisannya


"Sangat."


"Kau akan percaya padaku kan?" tanya Lolita lagi.


"Akan selalu!" jawab Denis yakin.


"Baiklah ... kita menikah." lanjut Lolita akhirnya.


Denis menangis haru. Pria itu memangkup wajah Lolita dan menghapus air matanya.


"Terimakasih ... Aku janji tidak akan menyakitimu lagi. Kita lewati semuanya bersama yah setelah ini?"


Lolita mengangguk.


Kemudian Denis mengambil cincin di kantung celananya.


Lolita ingat, cincin itu adalah cincin pertunangan mereka yang ia buang waktu itu. Bagaimana Denis bisa menemukannya?


"Aku menemukannya di depan rumah sakit. Sebenarnya aku mengikutimu waktu itu. Aku merasa bersalah tapi karena egoku yang besar akupun meninggalkanmu." Denis masih terlihat menyesal.


"Aku tahu Lolita, aku bukan Pria baik. Aku kekanakan, aku playboy, tidak peka dan bahkan sering membentakmu saat aku marah. Aku sadar telah banyak menyakitimu, tapi apakah bisa aku hidup bersamamu walaupun dengan kekuranganku yang seperti ini?" tanya Denis lagi.


Lolita mengangguk, "Aku akan tetap menerimamu Denis ..." ucap Lolita, sendu.


Denis pun menyematkan cincin itu di jari manis Lolita.


"Aku mencintaimu Lolita." Kata Denis penuh makna.


"Aku juga." balas Lolita sambil memeluk leher Denis.


Jika ada yang bertanya mengapa Lolita sangat tergila-gila pada Denis.


Maka jawabnya adalah pengorbanan. Denis sudah banyak melakukan pengorbanan, dari mulai meninggalkan karirnya untuk menjadi pebisnis seperti ayahnya hingga meninggalkan orang tuanya demi dirinya.


Semua pengorbanan itu belum ada apa-apanya dibandingkan cinta Denis yang begitu besar padanya. Itulah mengapa Lolita tidak bisa meninggalkan Denis walapun ia tahu pemilik hatinya bukan Denis lagi. Tapi orang lain.


...


Lolita melihat pesan masuk di ponselnya. Ia menatapnya lama sampai Denis yang ada di samping keheranan.


"Siapa yang mengirim pesan?" tanya Denis hendak melihat tapi segera di tutup oleh Lolita.


"Tidak, hanya spam tak berguna." jawab Lolita cepat.


Denis hanya mengangguk dan kembali memakan nasi goreng yang di buat Lolita. Mulai sekarang ia akan mempercayai apapun yang dikatakan Lolita. Ia sudah berjanji bukan.


Sementara Lolita merutuki dalam hati, Alex yang tadi mengirim pesan. Pria itu mengatakan sedang lapar dan belum sarapan pagi. Dan sebelum Lolita membuatkan makanan untukya Alex tidak mau makan. Lolita pun mendumel, bodo amat. Mau Alex makan atau tidak itu bukan urusannya.


Jangan harap yah, Alex bisa mempermainkannya lagi.


"Lolita kau kenapa?" Denis bertanya lagi saat melihat wanitanya itu malah menekan garpunya bukan memakan nasi gorengnya.


"Hah?" Lolita tersadar dan melihat apa yang ia lakukan. Lolita pun merutuki diri sendiri. Ini semua gara-gara Alex.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya berfikir kecap di Amerika dan Indonesia berbeda, yah?" jawab Lolita menggaruk pelipisnya yang tak gatal.


Walaupun Denis bingung, Pria itu tak melanjutkan.


"Aku akan ke rumah Ayah." ucap Denis hati-hati.


Pria itu menatap Lolita yang juga menatapnya.


"Mereka harus tahu. Aku akan menceritakan semuanya pada mereka. Cinta kita tidak salah. Walaupun mereka pada akhirnya tetap tidak setuju dengan penjelasanku. Aku tidak peduli, aku akan tetap menikahimu walaupun tanpa restu sekalipun." tegas Denis dengan penuh keyakinan.


Lolita hanya menangguk, "Aku percayakan padamu." balas Lolita.


Setalah itu Denis mendekat dan mencium dahi Lolita lama.


"Apapun keputusan mereka kita harus tetap bersama. Tidak lagi tentang restu, tidak lagi tentang masyarakat dan tidak lagi tentang darah yang mengalir di tubuh kita. Kita harus menikah dan menjadi satu." ucap Denis penuh keyakinan.


Lolita kemudian hanya menatap Denis. Ia juga menginginkah hal sama. Semoga saja tidak ada lagi rintangan untuk kebersamaan mereka.


...


Sorenya Lolita pergi berbelanja di supermarket, ia bosan menunggu Denis terus di rumah.


Bukan lagi jantungnya terus berdebar-debar karena menunggu keputusan keluarga Denis. Ia juga seorang wanita, menikah tanpa restu rasanya itu tidak baik. Ia ingin semuanya menerima pernikahan ini, bukan hanya dirinya dan Denis tapi keluarga mereka juga.


"Hai!"


Lolita langsung melotot melihat keberadaan Alex yang di sana. Pria itu langsung memasukan saus pasta yang di sedang pegangannya ke keranjang belanjaan.


"Sengingatku aku mengirimmu pesan pagi tadi. Hingga sore hari kau tidak datang?" tanya Alex tak percaya. Wajahnya memang datar dan dingin, tapi bagi yang sudah mengenal Alex sejak lama, Lolita tahu pria itu sedang kesal sekarang.


"Itu bukan urusanku. Kau ingin makan kan? carilah sendiri, kenapa harus aku yang harus membuatnya?!" balas Lolita sewot sambil mendorong keranjang belanjaan untuk pergi dari sana.


Alex mengikutinya.


"Tapi aku tidak bisa makan jika kau tidak memasaknya untukku." ucap Alex. Terakhir kali ia makan saja saat  malam itu. Seterusnya ia tidak mau makan lagi. Alex sudah terbiasa dengan masakan Lolita sampai melihat makanan dari restoran lainpin tak membuatnya tertarik.


"Jangan berlebih Alex. Sebelum kau mengenalku, kau bisa makan apapun kan? Kenapa sekarang tidak!" Lolita mendorong trolinya ke arah bagian mie, Denis sangat suka mie, sebaiknya ia membelinya.


"Itu dulu, sekarang tidak." jawab Alex cepat.


"Sudahlah Alex, jangan menggangguku. Aku sudah bilang kita berakhir. Aku sudah menyerahkan bukti itu padamu. Jadi jangan ganggu aku!"  Lolita berhenti dan membentak Alex.


Beberapa orang ada yang menatap mereka. Tapi Lolita tak peduli.


"Kau sangat ingin menggodaku? Tapi itu terlambat Alex. Aku akan menikah!" Lolita menunjukan cincin di jari manisnya pada Pria itu


"Denis melamarku dan kita akan menikah Minggu depan." jelas Lolita lagi.


Seketika hati Alex langsung mencelos sakit. Bagaimana bisa Lolita melakukan ini padanya. Ia pikir setalah Lolita memberikan makanan waktu itu, wanita itu mempunyai sedikit saja rasa suka padanya.


Tapi ternyata tidak. Makan malam itu ternyata hanyalah makanan perpisahan dari Lolita untuknya sebelum pergi.


Alex telah salah paham menafsirkan semuanya. Untuk kesekian kalinya Lolita telah mematahkan hatinya.


"Jangan ganggu aku lagi Alex." Lolita berucap sebelum pergi dari sana.


Di balik itu semua, ternyata Lolita  mengigit bibir bawahnya sakit.


Lolita tidak ingin membuat Alex sakit hati, tapi ia harus melakukan ini agar Alex sadar posisinya dan tak mengejarnya lagi.


...

__ADS_1


Aku usahkan sering up yah, walaupun enggak setiap hari. Cerita ini akan tamat di episode 80an, kalau ada seseon 2 Apakah kalian akan baca?


Jangan lupa tinggalkan jejak aku tunggu 💜


__ADS_2