
Hallo aku up lagi, setelah baca komen kalian di part sebelumnya aku sedikit sedih, banyak yg bilang ceritanya mulai rumit dan banyak drama. Bukannya apa, cerita ini sudah dikemas dengan alur yg kubuat lama, jadi tidak bisa diubah begitu saja yah🙏 Tenang sajah Alex dan Lolita bakal bersama kok, tapi tentu itu tidak semudah yg Alex inginkan dan kalian juga. Di part-part berikutnya akan ada kejutan yg buat kalian terkejut.
Pembaca sebelumnya yg sudah baca cerita ini secara berbayar pasti tahu. Denis dan Lolita tidak mungkin bersama walupun ingin. So, kalau masih tetep ingin lanjut monggo aku dengan senang hati mempersilahkan dan kalaupun sudah mulai muak dan muntah sama alurnya jangan di paksa, aku enggak pph kok🤗
Happy Reading guys....
****
"Maksudmu apa Denis?" tanya Lolita tak percaya dengan penjelasan Pria itu barusan.
Sebelumnya mereka baru saja sampai di Rumah sakit, atas pemberitahuan resepsionis akhirnya mereka tahu tempat rawat inap Pria itu.
Namun saat Lolita bertanya siapa yang membuat lengan Denis sampai patah seperti itu. Pria itu menjawab Alex lah yang menyerangnya.
Bagaimana mungkin?
"Yah, Dialah pelaku sebenarnya Lolita! Pria Bajingan itu menyuruh anak buahnya untuk menyerangku!! Dia ingin aku mati dan mengambilmu dariku!" bentak Denis diakhir kalimatnya.
Matanya menyiratkan kemarahan yang mendalam pada Alex yang ada di samping Lolita. Denis bangun dari tidurnya dan ingin menyerang Alex lagi.
"Tidak Denis, tanganmu masih sakit. Biar aku yang membuat perhitungan dengannya!" Lolita langsung membaringkan Denis lagi ke tempat tidurnya lalu berbalik menatap Alex.
Pria itu menyeringit, bingung. Apa-apaan semua ini. Apa Denis sedang membuat Drama baru untuk memfitnahnya?
"Aku tidak menyangka ini darimu Alex. Aku sangat percaya padamu, kau selalu jujur padaku. Tapi dengan kau melukai Denis, kau juga melukai hatiku Alex ..." Lolita membentak Pria itu.
Dengan rasa marah Lolita semakin mendekati Pria itu, "Kau memang tidak berubah Alex. Kita akhiri saja, aku tidak mau berurusan denganmu lagi dan tentang bukti itu aku akan mengembalikannya padamu. Kau bisa bebas dan aku tidak akan menggangumu lagi ..." Lolita kemudian memberikan jarak di antara mereka.
Alex tidak percaya ini, Lolita menyalahkan atas apa yang tidak ia lakukan.
"Jadi kau percaya padanya?!" tanya Alex menatap Denis yang juga memandang mereka.
"Dia berbohong Lolita, dia memfitnahku. Aku sama sekali tidak menyuruh anak buahku untuk menyerangnya!" jelas Alex merasa bingung sekaligus kesal karena Lolita lebih percaya pada Denis dibandingkan dirinya.
"Cukup Alex!!" Lolita menyetop Alex dengan satu telapak tangannya.
Tatapan Lolita berubah tajam, "Kau masih ingin berbohong?!" bentak Lolita penuh amarah.
"Jangan mengelak lagi Alex, kau bilang saat di mobil kau akan menyingkirkan Denis? Apa maksudnya itu?! Kau pikir aku bodoh! Aku sudah curiga saat kau akan berbuat sesuatu pada Denis.
"Tapi saat aku bertanya padamu, kau menjawab tidak! Sungguh kau memang bajingan sesungguhnya Alex!" Lolita memukul dada Alex beberapa kali untuk menyalurkan amarahnya.
"Demi tuhan, aku tidak melakukan apapun Lolita!!" bentak Alex menghentikan tangan Lolita.
Mereka bertatapan. Kemudian Lolita menampar pipi Alex keras agar Alex sadar.
Pria itu memandang Lolita tak percaya.
"Jangan lupa Alex, aku adalah wanita yang licik. Sebelum kau berakhir di kantor polisi ... sebaiknya kau pergi sekarang!" titah Lolita menunjuk pintu keluar pada Pria itu.
"Tidak! Kau harus pulang bersamaku!" Alex mengambil tangan Lolita. Secepat itu juga Lolita menarik tangannya kembali.
Alex terdiam dan menatap Lolita sayu. Untuk pertama kalinya Pria itu menunjukan kelemahannya di depan Lolita.
"Kita berakhir Alex dan asal kau tahu, aku tidak pernah mencintaimu walau SEDIKITPUN!" tekan Lolita memandang Alex dengan mata tajam yang berkaca-kaca.
Mungkin ini akhirnya.
Meremas kerah baju Alex dengan kuat, Lolita dekatkan wajah mereka kembali.
__ADS_1
"Tidak ada yang lebih aku cintai Dunia ini di bandingkan Denis, Alex. Aku sangat-sangat mencintainya ..." teriak Lolita sambil menangis dan mengamuk.
Alex pun tanpa sadar meneteskan air matanya. Pria itu menatap Lolita terkejut.
"Jika aku melihat Denis mati, aku tidak bisa hidup lagi Alex. Hidupku hanya milik Denis, kebahagiaanku, semua yang aku lakukan hanya untuk Denis. Bukan kau, kau hanya pion yang aku gunakan, kau sama sekali tidak berarti bagiku ..." Jelas Lolita menarik kerah Alex dan mendorongnya ke pintu dengan kasar.
"Keluar dan jangan temui aku lagi!!" teriak Lolita dan segera menutup pintunya, kencang.
Alex tertegun dengan wajah kacaunya. Semuanya sudah jelas, Lolita tak mencintainya.
Walaupun sudah mengetahui sejak awal tapi rasanya mengapa lebih menyakitkan di banding tahu saat Lolita menyembunyikannya di belakangnya.
...
Beberapa hari kemudian terlihat kamar Alex yang sangat berantakan. Botol minuman berserakan dimana-mana. Pria itu hanya bersandar di lantai tanpa mau melakukan apa-apa.
Semenjak Lolita mengakhiri hubungan mereka. Alex menjadi depresi. Ia terus mengingat ucapan Lolita yang tergila-gila pada Denis.
Wanita itu bahkan mengatakan Alex tidak ada apa-apanya di banding Denis. Denis adalah hidup Lolita sementara Alex? Hanya parasit di hubungan mereka.
Kenapa semuanya bisa seperti ini. Di saat Alex ingin mengungkapkan kebenarannya. Freya malah pergi dan memilih Denis. Apa kenangan mereka tidak ada artinya untuk wanita itu?
"Kau sangat menyedihkan ..."
Alex langsung mendongak ketika mengenali siapa suara itu. Seketika Alex langsung tersenyum saat melihat Lolita di sana.
Pria itu berdiri dan menghampiri Lolita dengan kepala yang pusing. Ia tidak menyangka Lolita kembali lagi ke Rumah ini.
"Kau ..." Alex menatap Lolita bahagia.
"Jangan salah sangka, aku kemari untuk memberikan ini padamu!" Lolita mengambil tangan Alex dan memberikan sebuah kunci pada Pria itu.
Mendadak wajah Alex berubah mengeras.
"Aku sudah memberikan bukti itu padamu dan aku harap kau tidak mengangguku dan Denis setelah ini." Lolita terus bicara.
Alex yang kesal langsung mendorongnya ke tembok.
Wanita itu terkejut dan menatapnya.
"Aku tidak peduli tentang hal itu. Yang aku perdulikan tentang cintaku, bagaimana cara kau menyembuhkan sakit hatiku? Apa kau akan bertanggung jawab?!" tanya Alex, sangat dekat di wajah Lolita.
Lolita hanya memandang Alex malas, "Tidak ada yang harus di pertanggung jawabkan. Kau sendiri yang tergoda olehku." jawab Lolita enteng.
Mendengar itu, semakin membuat amarah Alex memuncak, "kalau begitu aku akan membuat hidupmu tidak tenang. Membuatmu tergila-gila dan membuatmu kembali padaku." ucap Alex semakin mempersempit jarak di antara mereka.
Lolita marah, "Kau berani melakukan itu Alex?" tanya Lolita bareng.
"Kenapa tidak? Kau berhasil menggodaku lalu kenapa aku tidak bisa menggodamu kembali?" Alex kemudian ingin mencium bibir Lolita.
Tapi wanita langsung mendorongnya dan menjauh.
"Tidak akan!" Lolita hendak pergi lagi, tapi Alex kembali menggapai tangannya.
Pria itu menekan pinggang Lolita dan membuat mereka berpelukan intim.
"Kau yakin tidak akan tergoda?" Alex mengedus leher putih jenjang Lolita dengan begitu menggoda.
Bukan itu saja, Alex terus menjelajahi setiap inci bagian leher dan wajah wanita itu.
__ADS_1
Alex begitu memuja tubuh Lolita, ia ingin terus memilikinya. Sampai bibir mereka bertemu, Lolita langsung mendorongnya dan menamparnya seketika.
"Kau memang brengsek Alex!" Wanita itu sekarang benar-benar pergi menjauh darinya.
Alex hanya terdiam dengan pipi yang memanas akibat tamparan Lolita. Pria itu menggeram lalu menghancurkan barang di sekitarnya dengan bareng.
...
Lolita berlari keluar Rumah itu. Sampai di depan pagar Lolita berhenti dengan jantung yang berdetak hebat. Ia memegang bibirnya yang tadi sempat di cium Alex.
Kalau saja tadi ia tidak menghentikan perbuatan Alex. Lolita tidak tahu, apa yang terjadi selanjutnya diantara mereka.
Mungkin saja ia berakhir di tempat tidur Pria itu atau ia yang di perkosa oleh Pria itu.
Ah, Lolita tidak tahu!
Lolita tidak bisa menolak sentuhan Pria itu. Tapi ia juga tidak bisa mengkhianti Denis. Ia sudah memilih jadi ia harus setia bukan?
Walaupun hatinya sedikit tak rela. Tapi ini keputusan yang tepat.
Denis lebih penting dari apapun. Lolita bisa kehilangan apapun tapi tidak untuk Denis. Ia bisa mengorbankan apapun bahkan nyawanya sekalipun untuk pria itu.
...
Malam harinya Alex keluar dari kamar. Jhon berada di meja makan sendirian.
"Sedang apa kau?" tanya Alex menghampiri Pria itu.
Pria itu langsung berdiri setelah melihatnya.
Alex melihat banyak makanan di meja. Siapa yang membuatnya? Tidak mungkin Jhon kan, karena setahu Alex, Pria itu tidak bisa memasak sama sepertinya.
Jhon terlihat diam saja.
Alex semakin mendekat, "Kau anak buahku kan?" ancam Alex tajam.
Akhirnya dengan Penyesalan mendalam pada seseorang, Jhon menjawab, "Nona Lolita yang membuatkanya. Awalnya, Dia tidak ingin aku mengatakannya pada Boss, tapi karena aku tidak bisa berbohong padamu maka aku katakan semuanya .." keluh Jhon menyesal.
Alex termenung. Jadi Lolita yang membuatkan makanan ini untuknya?
Senyum kecil mendadak merekah di bibir Alex. Tidak di ragukan lagi, Alex masih memiliki kesempatan untuk memasuki hati Lolita.
Lolita masih peduli padanya dan Alex sangat senang.
Sabarlah Lolita, ia akan memulai pengejaran cintanya saat ini.
Tapi sebelum itu, ia harus menghabisi ini semua dulu.
Dengan semangat Alex duduk kursi meja makan dan memakan semua masakan Lolita dengan bahagia.
Jhon juga ikut tersenyum. Pria itu bersyukur, setidaknya Bossnya bisa makan lagi setalah beberapa hari ini tidak mau makan.
***
Kuusahakan up cepet yh, see you next time..
Jangan terlalu merasa sedih sama keadaan Alex saat ini. Di part selanjutnya tolong kuatkan hati kalian, karena Alex semakin di sakiti. Alex bukan pria bodoh, dia hanya pria yang sedang memperjuangkan cintanya tanpa menyakiti orang yg di sayang😢😭
Jangan lupa tidak tinggalkan jejak💜
__ADS_1