MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | part 74 - Ancaman menakutkan


__ADS_3

Alex sampai di Rumah sakit itu dengan Mobil mengebut kencang. Pria itu parkiran Mobil itu asal dan buru-buru memasuki Rumah sakit itu.


Namun kehadiran Denis yang mendorongnya hingga terjatuh ke tanah membuat Alex merasa marah. Ada apa dengan Denis, apa Pria itu ingin berkelahi di saat Lolita dalam berbahaya?


"Brengsek! Untuk apa kau kemari Alex?!" bentak Denis marah lalu meninju wajah Alex yang akan pergi tanpa mau melawannya balik.


"Aku tidak punya waktu untuk memulai perkelahian denganmu Denis." tekan Alex dingin. Lalu hendak masuk lagi.


Tapi lagi-lagi Denis menarik tangannya dan membuat wajahnya ditinju lagi. Alex pun marah dan balik menyerang Denis dengan hantaman yang keras.


"Cukup Denis! Aku sedang tidak ingin berkelahi denganmu!"  Alex melepaskan cengkaramannya di baju Denis. 


"Percuma, Lolita sudah menggugurkannya. Bayimu sudah mati, Alex!!" teriak Denis beringas.


Alex langsung berbalik.


"Apa maksudmu?" tanya Alex tidak mengerti.


Denis terdiam. Itu berarti Alex tidak mengetahui Lolita sedang mengandung sekarang.


"Apa maksudmu Denis?!" Alex kemudian mencengkram baju Denis untuk menuntut penjelasan. 


"Sungguh brengsek, kau bahkan tidak tahu Lolita mengandung anakmu!" cela Denis sinis. Pria itu sangat marah mengingat Lolita pernah tidur dengan Alex.


"Apa?" Alex terlihat terkejut dan ling-lung. Jadi kemarin malam Lolita muntah-muntah itu karena wanita sedang hamil? Tapi kenapa Lolita tidak memberitahunya?


"Sayangnya Alex, bayi itu akan mati sekarang. Aku sudah mengirim Lolita ke ruang aborsi!" jelas Denis senang.


Mendengar hal itu membuat Alex kembali memukul Denis dengan marah, "Apa yang kau katakan?! Kau mengirim Lolita untuk menggugurkan kandungannya?! Aku Ayahnya! Siapa kau hingga berhak melakukan ini?!" tinjuan dan tinjuan dilayangkan oleh Alex pada Denis.


Kekuatan Denis sudah di ketahui Alex tidak ada apa-apa dengannya. Tapi Pria itu terus ingin berurusan dengannya, jadi jangan salahkan Alex, kalau saat ia berniat untuk membunuh Pria itu saat ini.


"Stop-stop!" tiba-tiba seseorang menghentikan aksi Alex.


"Denis kau tidak papah?" Aidan membantu adiknya itu untuk berdiri. Denis pun meringis memegangi bibirnya yang berdarah.


"Ada apa ini?!  Siapa yang membuat keribuatan di rumah sakit seperti ini?" kesal Aidan melihat beberapa orang yang melihat ke arah mereka.


"Bubar!" teriak Aidan pada semua orang.


"Denis ada apa ini?!" Aidan meminta penjelasan pada adiknya itu. 


Sarah dan Roger pun ada di sana. Mereka kemari karena mendengar info Lolita di bawa ke rumah sakit secara diam-diam.


"Dimana Freya?" tanya Roger kemudian.


"Iyah kau membawanya kemana?!" tanya Alex penuh emosi.


Aidan menatap Alex. Bukankah Pria itu yang bersama Freya waktu itu? 


"Aku tidak akan memberitahu. Bayi itu harus mati!" tekan Denis menantang Alex. 


Alex pun menyerang Denis lagi. 


"Aku bersumpah akan menghabisimu Denis, jika anakku sampai mati!!" beringas Alex.


Alex menghempaskan tangan Aidan yang menahan tangannya. 


"Kalian semua juga akan mendapatkan hukuman!" ancam Alex tanpa merasa takut.


Menatap mereka sebentar dengan sorot kejamnya, Alex pun berlari masuk ke dalam Rumah sakit. Ia harus cepat menemukan Lolita. Ia tidak mau bayinya dan Lolita kenapa-kenapa.


"Jadi Pria itu adalah Ayah dari anak yang di kandung Freya saat ini?" tanya Aidan pada Denis.


Denis hanya diam dengan nafas memburu.


Sarah yang di sana juga tercengang. Ia tidak percaya ini, Lolita mengandung anak Mafia kejam itu? 


...


Di dalam Rumah sakit, Alex membuka satu persatu Ruangan. Ia mengira Lolita ada di sana, tapi ternyata tidak ada.


Alex pun tak menyerah. Ia kemudian mengelilingi Rumah sakit, ia juga bertanya pada Resepsionis Rumah sakit. Tapi mereka mengatakan Lolita tidak terdaftar di rumah sakit ini. Bagaimana mungkin?! 


Denis yang membawanya ke sini tapi mengatakan tidak ada. Apa Denis menggunakan jasa praktek ilegal di Rumah sakit ini? 

__ADS_1


Yah, mungkin saja itu benar. Sekarang Alex tahu harus mencari Lolita di mana. Mengenai seluk beluk dunia gelap dan Ilegal di kota ini, Alex sudah sangat hapal. Ia sangat yakin, Lolita di bawa ke bagian barat Rumah sakit ini.


Tempat praktek ilegal itu selalu di adakan di sana. Demi mendapatkan bayaran yang besar beberapa dokter di Rumah sakit ini pun membuka jasa seperti itu untuk kepentingan pribadinya.


Sampai di Pintu putih itu, Alex segera mengamuk. Ia membuka Pintu dengan kakinya dan membanting beberapa barang untuk menakuti mereka.


"BERHENTI!" teriak Alex kencang. 


Megan yang ada di sana tampak ketakutan. Penampilan Alex sangat menyeramkan apalagi dengan badan yang besar.


"Kau berhenti!!" Alex membanting sang dokter yang sepertinya akan melakukan Aborsi pada Lolita.


"Sialan kalian mengikatnya?!" marah Alex beringas sambil melepaskan ikatan tali di tangan Lolita. 


"AKHHHH!!!" Lolita tampak menjerit kesakitan.


Alex kebingungan. 


"Kalian menggugurkan bayinya?!" teriak Alex marah.


Dua perawat itu menggeleng. 


Tiba-tiba Lolita mengalami sesak nafas yang berkepanjangan. Alex semakin khawatir.


"Tenangkan dirimu Lolita, semuanya sudah baik-baik saja." ucap Alex memegang tangan Lolita, kuat. Tapi wanita itu tetap kehilangan nafasnya.


"A-aku ... **-tidakk ... b-bisa ... bernaffasss ...." susah payah Lolita mengatakan itu pada Alex.


Alex mulai hilang akal, Pria itu sangat khawatir, "APA YANG KALIAN LAKUKAN PADANYA?!!" teriak Alex pada mereka semua. 


Kemudian Aidan dan rombongannya datang ke Ruangan itu. Mereka semua terkejut dengan apa yang terjadi.


"Stop jangan ada yang mendekat!" peringat Alex pada Denis yang akan mendekat.


Denis pun kemudian menatap nyalang pada Alex.


"Katakan siapa yang melakukan ini padanya?!" Alex kemudian menatap Sanga Dokter.


"Tidak bukan aku, tapi Nyonya ini yang menyuruhku untuk menyuntikan sesuatu padanya." tunjuk sang dokter pada Megan.


"Cukup! Apa yang kau berikan padanya?!" Alex kemudian bertanya pada Megan dengan sorot tajamnya.


Megan semakin ketakutan. Dia tidak bisa menjawab.


Roger yang ada di sana menghampiri Megan dan menarik tangannya agar berhadapan dengannya.


"Apa yang kau lakukan pada Freya, Megan?!" Roger juga tampak marah.


"Wah! Keluarga yang sangat hebat! Kalian ingin mengugurkan kandungannya dan sekarang ingin membunuhnya?!" beringas Alex sangat murka.


Denis ingin menghadap Alex tapi Aidan segera menahan dadanya.


"Jika ada yang ingin menyakiti anakku dan Freya, aku berjanji akan membunuhnya!!" bentak Alex menggelegar.


"ALEX SAKIT ... SAKIT .... !" tiba-tiba Lolita meraung sambil menangis.


Alex segera menggenggam tangan Lolita lagi, "Aku di sini, disini." tenang Alex.


Denis yang melihat itu semakin kesal.


"Kau akan baik-baik saja." Alex pun segera menggendong tubuh Lolita untuk di bawa ke Dokter lainnya. 


...


Semua orang menunggu di Ruang pemeriksaan. Dokter ilegal itu sudah di tangkap polisi. Sekarang tinggal Lolita saja yang belum diketahui kondisinya seperti apa. 


"Megan kau berikan apa pada Freya? tanya Roger lagi.


"Sudah ku bilang aku tidak melakukan apa-apa!" ucap Megan pura-pura tidak tahu. 


"Sungguh kau tidak melakukan apapun?" tiba-tiba Alex mendekat dengan marah.


"Jangan mendekati Ibuku, Alex!" Denis kemudian maju dan mendorong Pria itu.


Alex yang tak terima ingin memulai perkelahian tapi Aidan segera melerai.

__ADS_1


"Jika kalian berkelahi, kalian akan di usir dari Rumah sakit ini!" peringat Aidan selanjutnya. 


Dua orang itu kemudian saling bertatapan sengit. 


Sang Dokter keluar dari bilik pemeriksaan. Semua orang mendekat dan bertanya tentang keadaan Lolita. 


"Pasien mengalami kejang dan sesak nafas. Denyut jantung pun meningkat, untungnya gejala itu tidak mengakibatkan kerusakan otak yang mendalam." jelas sang Dokter. 


"Jadi adikku dan kandungannya baik-baik saja kan?" tanya Aidan.


"Iyah, untungnya kami bisa tangani dengan cepat. Kalau tidak obat Dextromethorpan itu bisa membuat sang pasien mengalami gangguan jiwa bahkan bisa berpengaruh pada bayinya." lanjut sang Dokter. 


"Apa?" Aidan tampak tercengang. 


Semua orang di sana juga ikut terkejut termasuk Alex. 


"Obat itu sangat berbahaya dan tidak untuk di konsumsi semua orang. Hanya orang yang mempunyai gangguin jiwalah yang bisa mengkonsumsinya. Kami juga  memeriksa darahnya, kami menemukan obat itu telah di konsumsi beberapakali melalui suntikan." 


Sekarang tidak diragukan lagi, Meganlah pelaku dibalik semua ini. 


Semua orang menatap Megan tajam.


"Kondisi pasien sudah kembali normal. Kami akan memindahkannya ke Ruang pemulihan setelah itu kalian bisa menemuinya." akhir sang Dokter lalu pergi dari sana. 


Aidan menghampiri Ibunya.


"Mah! apa penyiksaan pad Freya belum cukup?" tanya Aidan, tak percaya.


"Apa maksudmu?" Denis bingung. Ia juga marah pada Ibunya, ia menyuruh Megan mengugurkan kandungannya bukan menyuntikan obat gila itu pada Lolita.


"Selama ini aku diam karena Freya. Tapi sekarang tidak. Aku tahu Mamah selalu membuat Freya susah. Mamah  juga yang selalu menyiksa Freya. Aku tidak bisa menyelamatkannya karena bersekolah di luar negeri tapi Mamah sudah berjanji padaku untuk tidak menyiksa lagi. 


"Tapi apa! Mamah malah memfitnah Freya dan membuatnya pergi dari kita semua. Padahal saat itu Mamah sendiri yang kecelakaan bukan Freya. Mamah juga ingin menyutikan obat itu pada Freya tapi gagal!" ucap Aidan marah. 


Megan menangis, "Aku tidak melakukan apapun!" bentak Megan histeris. 


"Jadi Mamah melakukan itu?" tanya Denis tak percaya.


"Yah Denis, inilah yang ingin aku beritahu pada semua orang. Freya tersiksa dan mengalami trauma yang besar. Sejak kecil dia sudah disiksa oleh mamah tapi Freya tidak ingin kita mengetahui semua ini." jelas Aidan dengan mata berkaca-kaca. Malangnya adiknya itu, ia pun tidak bisa berbuat apaun waktu itu 


"Jangan sebarkan informasi palsu Aidan!" bentak Megan tak terima.


"Dokter itu sudah mengatakannya dan Mamah ingin mengelak?!" balas Aidan marah. 


"Stop!" tiba-tiba Alex memotong.


"Jangan temui Freya lagi. Mulai sekarang dia adalah tanggung jawabku." ucap Alex selanjutnya.


Denis tidak terima, "Tapi dia adalah calon istriku!" balas Denis menaikan nada suaranya.


"Itu tidak akan pernah terjadi karena aku Ayah dari anaknya! Aku tidak akan membiarkan kau mendapatkan Freya!" 


Denis ingin menyerang Alex. Tapi Aidan menahannya.


"Tapi kami keluarganya!" kemudian Aidan menimpali.


"Keluarga apa yang tidak bisa melindunginya!" balas Alex sangat dingin.


Alex kemudian menatap mereka semua.


"Jangan ada yang menemui Freya, jika kalian tetap memaksa. Aku akan melakukan hal buruk pada kalian!" 


Kemudian anak buahnya baru saja datang. 


"Lihat orang-orang ini, jika mereka ingin menemui Freya, kalian lakukan seperti biasanya!" titah Alex pada anak buahnya. Matanya tidak teralih sedikit pun dari mereka. 


Alex menantang dan menunjukkan kekuasaannya pada Mereka. Ia tidak ingin Lolita disakiti lagi. Mereka pikir Lolita lemah. Tidak. Selama Alex di sini ia tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada Freya maupun bayinya.


Roger yang melihat itu, merasa ada yang janggal. Siapa sebenarnya Alex?


***


Jgn lupa tinggalkan jejak yah biar cerita ini berkembang dan banyak yang baca. Berharap bgt kalian suka cerita ini🤗😘


CERITA INI DAN SEASON 2 PUBLISH DI FI---ZZO❤️

__ADS_1


__ADS_2