MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | part 52 - Malam bersama Alex


__ADS_3

Alex kembali ke kamar Hotelnya, Pria itu langsung menemukan Lolita yang sedang tertidur di kasurnya. Wajahnya sangat tentram tidak seperti saat kesal. Wajahnya akan menunjukan kegarangan. Padahal sama sekali tidak seram. Malah lucu.


Alex sedikit tersenyum. Ia pun menghampiri Lolita dan mengelus rambut wanitanya itu dengan lembut.


Jika Lolita tahu Denis berada di Dubai, apa kira-kira reaksi wanita itu? Apakah Lolita akan meninggalkannya?


Alex tidak ingin kehilangan Lolita seperti dulu lagi. Sudah cukup ia merelakan Freya untuk Denis. Sekarang tidak lagi. Ia akan melakukan apa saja agar Lolita tetap disisinya untuk selamanya.


"Alex?" Tanpa Pria itu sadari, Lolita terbangun dan menatap dirinya dengan mata mengantuk.


"Tidurlah." Alex mencoba menidurkan Lolita kembali.


Namun wanita itu langsung duduk dari rebahannya, "Tidak-tidak, aku sudah menunggumu sedari tadi. Aku ingin keluar dan melihat-lihat." ucap Lolita mengucek matanya dengan gerakan pelan.


"Sekarang?" Alex melihat jam tangannya yang menunjukan pukul tiga pagi.


"Memangnya kenapa? Kau menyuruhku untuk tidak keluar. Maka aku tidak keluar. Sekarang saat kau kembali, kau tidak ingin menurutiku!!" Keluh Lolita kesal.


Alex tidak tahu saja, Lolita tadi keluar dan sempat berselisih dengan seorang Pria tampan. Karena hal itu Moodnya langsung hilang. Ia kira menunggu Alex untuk melihat Hotel adalah pikiran yang tepat. Tapi ternyata tidak, Pria itu menolaknya.


"Tenang dulu, memangnya aku mengatakan akan menolaknya?" tanya Alex menaikan satu alis ke atas.


"Terus?"


"Kita pergi!" Alex tersenyum dan menggeram tangan Lolita. Wanita itu ikut tersenyum.


Mereka pun keluar dari kamar Hotel.


"Bagaimana dengan Garik, kau berhasil menangkapnya?"


Alex mengingat bagaimana ia sempat mengejar Garik yang kabur. Tapi belum sempat menangkapnya,  sebuah Mobil hitam membawa Garik pergi dan ia pun kehilangan Pria itu.


"Tidak berhasil." Alex menjawab lelah.


"Tidak papah. Kau akan menemukannya lagi. Pria itu pantas untuk diberi pelajaran!" kata Lolita menyemangati.


"Yah." jawab Alex pendek.


"Alex, ayo kita lihat Pantainya. Dari tadi aku ingin melihatnya!" Lolita mengajak Alex dengan semangat.


Mereka pun turun dari Lift, berkeliling di tepi pantai hingga berhenti di jalanan berpagar yang menghubungkan pantai dan Jalan.


"Wah, indah sekali ..." Lolita menatap bintang-bintang di langit sana.


"Kenakan ini agar tidak kedinginan," Alex segera menyisipkan jaketnya untuk di kenakan Lolita.


Lolita terus memperhatikan sekitarnya yang di penuhi lampu warna-warni di sepanjang jalan. Dari sini ia juga bisa melihat pantai dan Hotel tempat menginapnya bersama Alex.


Tidak banyak pejalan kaki yang berjalan. Karena dini hari yang gelap. Tapi Lolita senang, setidaknya ia bisa menikmati ini semua dengan leluasa tanpa keramaian orang.

__ADS_1


"Lolita tunggu sebentar." Alex berpamitan karena ponselnya berdering. Pria itu menyendiri untuk menjawab telfon.


Lolita tak peduli dan menatap langit. Sebenarnya apa yang ia lakukan? Ia mengikuti Alex sampai sini dan melupakan tentang tujuannya.


Bukankah Lolita sudah mendapatkan bukti, lalu apa yang ia cari lagi? Kebenaran Alex? 


Hanya karena Alex mengatakan Dia tidak membunuh Damar, tidak membuktikan Pria itu tidak bersalah bukan? Tapi kerena rasa penasarannya, ia masih di sini dan menemani Alex.


Tak jauh dari Lolita, Denis datang dan menyaksikan langit sambil menumpahkan rindu bersama Lolita.


Lolita, aku merindukanmu.


Denis menghelakan nafasnya berat. Andai saja hubungan mereka tak berakhir seperti ini. Denis pasti tak akan menyusul Lolita ke Indonesia dan tetap di Amerika, lalu menikah dengan wanita itu.


Sementara Lolita juga meningkat Denis. Kemana Pria itu, apakah dia baik-baik saja. Ini sudah tiga bulan dan Denis belum mencarinya?


Di bawah rembulan yang sama, mereka berdiri berjauhan tanpa menyadari satu sama lain.


Di sana Alex selesai menelfon dan terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya. Lolita dan Denis? Berdiri berjauhan tapi menyadari?


Rasa takut mulai Alex rasakan, Pria itupun bergegas memeluk Lolita dan membawanya pergi.


"Alex, aku ingin tetap di sini!" Lolita menolak tapi Alex terus membawanya pergi.


"Udara mulai terasa dingin. Kau bisa sakit." ucap Alex dan berjalan pergi ke hotel kembali.


Sementara di sana, Denis menengok ke samping dan menyeringit. Tubuh dan rambut wanita itu terlihat sama seperti Lolita? Tidak mungkin, jelas-jelas Lolita sedang di sandera.


...


Besok paginya, mereka sarapan bersama di Restoran Hotel. Alex terlihat berbincang dengan Jhon.


"Kau menemukan sesuatu?" Alex bertanya.


"Yah, Boss, aku baru mengetahui Hotel ini akan mengadakan Pesta besar di sini. Dari informasi yang aku dalami juga Garik akan hadir bersama pengusaha besar Aron.  Kita harus menghadiri pesta itu nanti malam. Untungnya Pestanya umum jadi kita tidak perlu memanipulasi undangan." terang Jhon.


"Bagus, kita akan pergi nanti malam."


"Aku ikut." mendengar kata pesta, Lolita langsung bersemangat.


"Tidak, tetap di kamarmu!" Alex menjawab datar dan Lolita langsung layangkan tatapan tajamnya.


"Sungguh? kau akan melarangku?" Lolita bertanya lalu melanjutkan, "Jika kau sampai melarangku, kau tahu aku bisa melakukan apa saja kan?" Lolita mengancam.


"Baiklah kau ikut. Tapi kau harus tetap bersamaku!" titah Alex tak mau tahu.


"Baiklah!" Lolita berseru lalu mengecup pipi Alex.


Mengingat Lolita orangnya nekat, Alex pun tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Wanita itu.

__ADS_1


"Yah, kau memang paling hebat dalam menjebak seseorang." Alex berucap sedikit kesal dan Lolita hanya tertawa gembira.


...


Tiba saatnya mereka pergi ke pesta. Sesuai yang dikatakan Jhon, Hotel ini mengadakan pesta besar-besaran. Dari pantai hingga kolam renang semuanya di hias indah.


Suara musik DJ terdengar dan kalian tahu apa yang membuat Lolita terkejut? Para wanita itu duduk di bangku warna-warni menggunakan pakaian minim tanpa malu.


Ketika Lolita dan Alex duduk di bangku Bar. Lolita melihat sepasang orang sedang melakukan *** di depannya.


"Jangan terkejut, sejak Dubai berkerjasama dengan Israel. Pemerintah membiarkan *** bebas bagi turis luar di kota ini. Para turis bisa melakukan perjalanan dengan tujuan *** di sini." Alex menjelaskan sambil menenggak minumannya.


"Oh jadi seperti itu." Lolita hanya melongo menatap dua sejoli itu.


"Jangan terus dilihat!" Alex memalingkan wajah Lolita ke arahnya.


"Memangnya kau mau kita melakukan itu?" tanya Alex menawarkan.


Lolita menatap kesal Alex, "Jangan Mecari kesempatan yah, Alex!" ucap Lolita keras.


Alex hanya terkekeh lalu berlalih pada Jhon.


"Kita lihat Jhon, aku menunggu Garik keluar dari sarangnya, baru setalah itu kita serang Dia!" ucap Alex dengan tatapan menyeramkan.


Kemudian datanglah seorang Pria tampan ke atas Dj bersama Garik di sampingnya.


Lolita tampak terkejut, bukankah Pria itu yang mencium tangannya untuk meminta maaf kemarin?


"Alex, Pria itu siapa?" tanya Lolita penasaran.


"Dia adalah Aaron Pengusaha besar Di Dubai. Keturunan Amerika dan Timur tengah. Hotel ini juga miliknya. Saat ini aku tidak mau berurusan dengannya." lanjut Alex lagi menerawang jauh.


Oh, pantas saja gayanya seperti Pengusaha yang tinggi. Tapi sikap tidak sopannya, langsung membuat Lolita tak menyukainya.


"Boss bagaimana sekarang, kita harus apa?" tanya Jhon menatap mereka.


"Kita ubah rencananya. Tiba-tiba saja aku berubah pikiran." ucap Alex.


Tidak mungkin Alex menyerang Garik di saat Aaron di sampingnya. Pria itu masih memikirkan banyak pertimbangan jika Aaron sampai terlibat dalam hal ini.


Lolita bisa dalam bahaya dan Jhon pun sama.


"Kita buat Garik pergi dari Aaron lalu setalah itu kita lalukan rencana selanjutnya." Lanjut Alex lagi serius.


Pertempuran sesungguhnya akan segera di mulai. Kau tunggu saja Garik!


***


Maaf lama Update😭

__ADS_1


yg mau cepet bisa masuk gc aku, cek deskripsi group.


__ADS_2