
Siapa yang panas setelah baca part sebelumnya?😂
sabar yah guys, Lolita dan Alex pasti bersama kok, kadang-kadang Alex harus berjuang bgt. kasihan babang Alex ku😭
so baca ajh yh guys, abis ini mereka akan bahagia kok, nanti aku dinginkan yh di part selanjutnya ❤️
****
Pagi-pagi itu Lolita dikagetkan dengan kehadiran Denis di kasurnya. Seketika Lolita terbangun dari tidurnya, ia langsung terkejut.
Pasalnya setelah Pertengkaran mereka. Seharusnya mereka sedikit canggung atau menahan ego kan?
"Mandilah, kita pergi ke suatu tempat." ucap Denis, biasa saja.
Serius Denis tidak bertanya sesuatu atau memulai pertengkaran lagi?
"Cepat mandilah, aku tunggu dibawah." lanjut Denis lagi menatap Lolita.
Mereka kemudian bertatapan. Denis lebih dulu memutus kontrak mata mereka lalu pergi dari sana.
Lolita terdiam. Sepekan detik Lolita bergegas masuk ke kamar mandi. Ia tidak mau membuat Denis menunggu dan berfikir macam-macam tentangnya.
Sudah beruntung Denis menerima anak ini, Lolita tidak mau mengecewakan Denis lagi. Ia kan memberikan segalanya untuk Pria itu.
Menurunkan tangga setelah bersiap-siap, Lolita di bingungkan dengan kehadiran Megan di samping Denis.
Apakah Megan akan ikut juga dengan mereka?
"Iyah, Mamah ikut. Tidak masalahkan?" tanya Denis saat Lolita sudah ada di hadapannya.
Lolita tersenyum manis, "Tentu saja." jawab Lolita. Ia akan berusaha menyenangkan Denis, setelah penghianatannya selama ini, seharusnya ia tidak akan mendapatkan maaf Denis. Tapi dengan baiknya Denis bukan hanya memaafkannya tapi juga menerima Bayinya juga.
Denis mengangguk dan pergi duluan bersama Megan. Lolita mengekori dari belakang.
"Kau tidak akan memberitahunya?" tanya Megan berbisik di samping putranya.
"Jangan beritahu dia Mah, aku ingin melihat bayi itu tiada tanpa Freya ketahui!" jawab Denis.
Mereka pun masuk ke dalam Mobil. Lolita duduk di samping Denis. Wanita itu masih mempertahankan senyumnya.
"Kita mau pergi ke mana Denis?" tanya Lolita senang.
Sementara Megan yang melihat tingkah manis Lolita pada Denis rasanya ingin muntah. Cih, dasar wanita ular, setelah hamil dengan Pria lain dia juga masih ingin menguasai Denis. Murahan. Lihat saja, semuanya akan berakhir setelah ini.
"ke suatu tempat yang akan membuatku tenang." jawab Denis selanjutnya sambil melajukan Mobilnya. Yah, Denis hanya akan tenang setalah Bayi itu mati.
Setelahnya Lolita tidak bertanya lagi, ia menikmati perjalanan Mobil dengan bahagia.
Walaupun nanti setelah anaknya lahir, Dia tidak akan pernah tahu siapa ayah kandungnya. Tapi dengan kehadiran Denis, ia yakin anaknya pasti akan bahagia.
Tangan Lolita pun mengelus perut ratanya.
Denis yang tanpa sengaja melihat itu langsung merasa marah. Ia cengkram setir mobilnya dengan begitu kuat. Demi tuhan, Denis akan membuang tanda Cinta Alex itu dari dalam perut Lolita. Ia tidak Sudi melihatnya apalagi merawatnya.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Yang membuat Lolita bingung adalah kenapa Denis membawanya ke Rumah sakit seperti ini?
"Ayo kita keluar." pinta Denis setelah memarkirkan Mobilnya.
Lolita keluar dan menghentikan tangan Denis. Tiba-tiba rasa khawatir langsung merayap ke dalam jiwanya. Ucapan Denis kemarin membuat Lolita maerasa cemas.
"Denis untuk apa kita kemari?" tanya Lolita takut.
"Untuk apa lagi? Kau sedang mengandung, kau pikir wanita hamil datang ke sini untuk apa kalau bukan memeriksa kehamilannya?" balas Megan sinis.
"Iyah, masuklah dengan Mamah, aku akan tunggu di sini." tambah Denis selanjutnya.
"Tap-" belum sempat Lolita mengutarakan ketidak setujuannya, Denis lebih dulu memotongnya.
"Kau percaya padaku kan?" potong Denis.
__ADS_1
Lolita segera mengangguk.
"Maka periksalah dengan Mamah." bohong Denis.
"Aduh! Kau ini ribet sekali! keluh Megan menjadi jengkel.
"Sudah, kau pergi saja dengan Mamah." pinta Denis lagi.
Saat Megan akan pergi dengan Lolita. Denis menarik ibunya dulu untuk menjauh dari Lolita.
"Mah, aku mohon buat operasinya tidak membuat Lolita kesakitan. Aku tidak mau dia terluka." Pesan Denis.
Megan hanya memutar bola matanya. Kenapa sih, anaknya ini masih saja memikirkan anak haram itu. Sudah di khianati masih saja menjadi budak cintanya.
"Iyah." jawab Megan singkat. Lalu menarik tangan Lolita masuk ke dalam Rumah sakit.
Lolita memperhatikan sekitarnya. Banyak orang yang sakit ternyata. Hari Jumat ini terasa ramai untuk rumah sakit ini.
Lolita melihat papan tulisan Ruang kandungan di sana. Tapi ia langsung bingung saat Megan membelokan nya ke sisi barat Rumah sakit.
"Bu Ruangan kandungannya ada di sana?" tunjuk Lolita pada Megan.
Megan mendengus tersenyum.
"Kau pikir kita akan memeriksa kandunganmu begitu?" tanya Megan, tak percaya.
Lolita semakin bingung. Bukankah Denis yang mengatakannya bahwa Megan akan mengantarkannya memeriksakan kandungannya?
"Kau telah di bohongi Denis, Freya." ucap Megan senang.
"Kita tahu siapa Denis ... Jika dia ingin A maka akan terjadi A juga. Dari dulu hidupnya selalu enak dan berkecukupan. Semuanya harus sesuai keinginannya termasuk menggugurkan kandunganmu!" jelas Megan lagi.
"Tapi kita sudah membicarakannya, Denis pun setuju menerima anak ini."
Tiba-tiba Megan marah dan mencengkram baju Lolita.
"Bu ...." lirih Lolita menangis.
"Sudahlah, jika bukan karena Denis aku juga tidak mau melakukan ini. Aku lebih suka Denis mengakhiri hubungannya denganmu!" sarkas Megan lalu menarik tangan Lolita lagi.
Tidak, Lolita tidak ingin menggugurkannya. Anak ini sangat berharga baginya dan ia tidak sanggup menghabisinya.
Kenapa Denis tega membohonginya seperti ini. Jika Denis tidak menginginkanya, seharusnya Dia bilang. Bukan dengan cara pemaksaan seperti ini. Lolita benar-benar marah dan kecewa pada Pria itu.
Lalu tanpa sepengetahuan Megan, Lolita pun mengirim pesan pada Alex.
Tolong aku.
Lolita mengetik pesan itu dengan cepat. Ia tidak mau sampai Megan curiga ataupun marah. Karena sejujurnya, jika Lolita berhadapan dengan Megan lagi, Lolita tidak ada apa-apanya. Ia masih takut dan akan nurut semua perkataan Megan.
Lolita hanya bisa berharap dalam hati, Alex datang dan menyelamatkannya.
Setelah sampai di sebuah lorong yang sepi, Megan memberhentikan langkah mereka di sebuah ruangan bercat putih.
"Bu ... Aku tidak mau. Aku mohon jangan lakukan ini ..." Lolita melirih dan memohon pada ibu tirinya itu.
Megan tersenyum miring, "Aku suka saat melihatmu merasa takut seperti ini. Setelah dari sini, kau juga bukan kehilangan bayimu kau juga akan kehilangan Denis dan kewarasanmu, Freya ...." kekehan kepuasan di tunjukan Megan.
Lolita langsung terkejut. Apa Megan akan melakukannya lagi?
"Tidak Bu aku mohon jangan lakukan itu ...." Lolita terisak ketakutan sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Megan di tangannya.
"Sudah terlambat!" balas Megan senang.
Wanita paruh bayah itu pun segera menarik Lolita secara paksa untuk masuk ke dalam Ruangan itu.
Dua orang perawat dan satu dokter dapat Lolita lihat.
"Jangan lakukan ini, aku mohon Dok, aku tidak ingin menggugurkannya!" teriak Lolita pada Dokter itu.
__ADS_1
"Jangan dengarkan dia. Kalian di bayar untuk mengikuti perintahku. Sekarang cepat lakukan prosedurnya." Perintah Megan pada sang dokter.
Sang dokter mengangguk dan memerintah pada dua perawatnya, "Cepat bawa dia ke brangkar."
Lolita segera berontak dan menangis.
"Lepaskan! Aku tidak mau! Tidak mau!!" teriak Lolita histeris.
Namun mereka tetap membawanya ke Brangkar tempat tidur dan menidurinya di sana. Kedua tangannya pun diikat kencang sehingga ia tidak bisa berontak.
"Kalian tidak bisa melakukan ini. Aku tidak setuju kalian bisa dikeluarkan dari rumah sakit ini karena menyalahi izin praktek!!" pekik Lolita.
"Lepaskan! Aku tidak ingin menggugurkannya! Tidak akan pernah. Aku mohon lepaskan aku ...." Lolita terus menangis dan berteriak.
Megan merasa malas, "Ayo cepat mulai prosesnya!" ucap Megan kesal mendengar Lolita terus berteriak.
"Tapi tunggu." Megan kemudian mengehentikan sang dokter yang ingin membuka kaki Lolita.
Wanita itu mengeluarkan suntikan yang sudah diisi cairan pada sang dokter.
"Suntikan ini dulu padanya." perintah Megan menyerahkan suntikan.
"Apa ini Nyonya?" Dokter itu takut, dia tidak mau menanggung resiko jika sang pasien terjadi apa-apa setalah di suntikan hal itu.
"Kau dibayar olehku! Turuti semua keinginanku!" sergah Megan marah.
Dokter itu pun menunduk, "Maafkan aku nyonya." Setalah menagatakam itu, Sang dokter pun mau menyuntikan obat itu ke dalam tubuh Lolita.
"Kau akan tamat Freya ...." Senyum jahat Megan terpampang di bibirnya.
Sekarang tidak ada lagi yang akan mengganggu hidup Denis. Karena sebentar lagi Lolita akan menjadi gila dan dibuang semua orang.
....
Sementara itu di Ruang Kerja Pribadinya, Alex sedang merasa galau dengan hatinya.
Dengan sikap Lolita yang selalu sinis padanya membuat Alex hilang kepercayaan diri. Ia merasa sudah tidak ada harapan lagi. Apa ia menyerah saja dengan cintabya.
Lolita mengatakan Dia ingin bahagia bersama Denis. Itu berarti walapun Lolita mencintainya wanita itu tidak merasa bahagia jika bersamanya.
Apa mengiklaskan untuk yang ketiga kali itu mungkin?
Namun Alex belum siap. Ia tidak ingin kehilangan Lolita. Kenanganya bersama Lolita begitu indah, hingga rasanya Alex akan mati jika tidak bersama Lolita.
"Boss, sudahlah ... Anda harus berjuang. Tidak ada gunanya berdiam diri seperti ini. Jika Nona Lolita mencintaimu aku yakin dia akan kembali pada anda lagi." Jhon berusaha menyemangati Alex yang sedang minum-minuman di kursi.
Alex diam saja dengan wajah dinginnya.
Sebuah pesan masuk terdengar, awalnya Alex tidak ingin membukakannya. Tapi setelah melihat nama Lolita terpampang di layar ponselnya membuat Alex segera mengambil ponselnya dan membukanya.
Tolong aku Alex.
Ada apa ini. Apa yang terjadi pada Lolita.
"Jhon, lacak lokasi Lolita sekarang!" perintah Alex cepat.
"Bagaimana?" tanya Alex langsung.
"Rumah sakit utama New York." jelas Jhon sambil mengutak-atik komputer Alex.
Perasaannya mendadak tidak enak. Alex segera mengambil kunci mobilnya dan pergi dari sana.
Semoga saja Lolita masih baik-baik saja sebelum ia sampai di sana.
****
Jgn lupa tinggalkan jejak.
Season 2-season 1 di jadiin satu novel yh di Fi----zzzo dengan judul yg sama (hurf kecil) Mafia Kejam. Jadi kalain bisa baca secara puas. Jgn lupa baca yh di sana❤️
__ADS_1