
Lolita segera masuk ke kamarnya. Ia terlihat gelisah dan mondar mandir tak jelas di sepanjang kamarnya.
Apa benar ia hamil? Bagaimana mungkin?
Tidak-tidak, ini pasti karena Ia sering bergadang dan telat makan. Karena itulah ia sering pusing dan muntah.
Tapi telat datang Bulan? Pasti itu tidak mungkin kan? Ia tidak pernah telat. Bahkan sebulan ia bisa dua kali datang bualan karena setres memikirkan kasus.
Lolita menggigit kukunya, resah. Sebaiknya ia harus mengeceknya langsung dengan Testpack.
Mengambil Tasnya cepat, Lolita bergegas keluar dari kamar. Berada di lantai satu, Lolita langsung waspada. Wanita itu tidak mau Aidan maupun Denis mengetahui dirinya akan keluar sekarang.
Bisa gawat dan ribet nantinya.
Setelah di rasa aman Lolita berjalan cepat keluar dan memesan Taxi lewat ponselnya.
...
"Terimakasih." setalah membayar uang pada petugas Apotik. Lolita langsung buru-buru keluar.
Ia tidak sabar untuk melihat hasilnya. Lolita yakin ia tidak hamil. Berulang kali ia mengatakan itu dalam hati.
"Lolita!" mendengar Alex memanggilnya dari belakang Lolita langsung berbalik dan menyembunyikan plastik itu di belakang punggungnya.
Bagaimana Pria itu bisa di sini? Rasa takut mulai Lolita rasakan. Jangan sampai Alex tahu ia membeli Testpack.
"Kenapa?" Alex mengusap peluh di keningnya, perhatian.
Lolita semakin gugup.
"Aku mengikutimu dari Rumahmu, aku melihatmu pergi ke Apotek? Kau sakit?" tanya Alex khawatir.
Lolita menggeleng dengan kaku.
"T-tidak." mampus, kenapa ia harus gelagapan sih. Alex bisa curiga.
Pria itu kemudian memandangnya lama. Lolita menatap ke arah lain.
"Tatapan mataku ..." Alex memalingkan wajah Lolita ke arahnya.
"Kau sakit kan?"
"Hanya demam." elak Lolita cepat.
"Sudahlah, aku harus pergi." Lolita hendak pergi dari sana tapi tangannya di tahan.
Lolita memejamkan mata. Kenapa Alex datang diwaktu tidak tepat sih?
"Tidak papah. Jangan lupa minum obatmu." pinta Alex lembut.
Lolita tertegun. Kenapa Alex berubah lembut. Biasanya Pria itu akan datang dengan marah-marah atau bahkan lebih parah memperkosanya seperti kemarin.
"Freya ..." Seseorang memanggil namanya dari kejauhan. Lolita berbalik dan terkejut.
Aidan?
Astaga kenapa Aidan ada di sini juga? Aidan tak boleh tahu bahwa Alex adalah seorang Mafia.
"Aku akan berangkat kerja, kebetulan aku melihatmu ..." Aidan melihat tangan Lolita yang di pegang seorang Pria yang tidak dikenalnya.
Siapa Pria itu?
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?"
Lolita segera melepaskan cekalan tangan Alex.
"Hanya teman." jawab Lolita cepat.
"Ayo, antarkan aku dulu sebelum kerja ..." Lolita memakasa dengan manja.
Aidan pun tidak bisa berkata lagi. Ia pasrah di tarik adik tersayangnya itu.
"Oke-oke. Kau sangat manja. Bagaimana jika kau ke kantor ku dulu?"
Lolita hanya memberengut kesal.
Alex melihat pemandangan itu dari kejauhan. Pria itu mengenali Aidan sebagai kakaknya Lolita. Ia tahu karena Jhon pernah memberikan Biodatanya padanya.
...
Di depan kamar mandinya, Lolita gusar, apakah ia harus menggunakan alat ini atau tidak.
Bagaimana jika ia hamil? Lolita tidak bisa membayangkan kemarahan Denis. Penghianatannya akan ketahuan dan Pernikahan akan hancur.
Tidak, masih ada kemungkinan ia tidak hamil. Yah, Lolita harus percaya itu.
__ADS_1
Mengambil nafas dalam-dalam Lolita membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam.
Lima menit kemudian Lolita sudah kembali dengan alat Testpack yang sudah ia celupkan ke dalam urinnya.
Kenapa lama sekali?! Seharusnya tadi ia beli Testpack yang lebih mahal agar hasilnya lebih cepat. Ia kan tidak harus menunggu dengan jantung yang hampir copot seperti ini.
Lolita memejamkan matanya, lalu setelah hasilnya keluar Lolita membuka matanya.
Dua garis merah.
Seketika pegangan tangan Lolita di Testpack itu melemah. Wanita itu terdiam beberapa saat.
Lolita mengingat lagi bayangan percintaan panasnya bersama Alex. Mereka melakukannya di Sofa, tempat tidur dan bahkan di kamar mandi. Dan itu semua dilakukan beberapa kali tanpa menggunakan pengaman.
Sial! Kenapa ia begitu bodoh?
Jadi selama ini ia tak enak badan dan muntah-muntah itu karena sedang hamil? Lolita tidak percaya ini. Ia hamil anak Alex?
Lolita menyentuh perut ratanya. Bayi ini adalah hasil buah cinta dirinya dan Alex?
Air matanya jatuh seketika ke pipinya. Bagaimana ia menjelaskan pada Denis. Pria itu pasti akan marah besar.
Kenapa takdir membawanya ke hadapan Alex lagi. Sungguh ia tidak menginginkan bayi ini. Ia akan segera menikah dan memulai hidup baru. Ia sudah memilih dan pilihannya adalah Denis.
"Anak haram!!"
Lolita langsung menghapus air matanya dan segera menyembunyikan Testpack itu di belakang punggungnya setalah sang ibu tiri datang ke kamarnya.
"Freya kau sangat tidak tahu malu! Kau membuat Ayahmu menanggung malu seumur hidup!!" bentak Megan menggelar.
Lolita menyeringit.
"Lihat ini, stasiun tv semuanya membicarakan Ayahmu. Mau ditaruh di mana martabat keluarga ini. Adik dan kakak menikah? Sangat menjijikan. Aku sudah bilang ini tidak mungkin! Dan kau masih menggoda Denis. Wanita kurang ajar!!" Megan langsung menampar pipi Lolita keras.
Lolita hanya bisa menunduk setelahnya. Kenapa sesudah mengetahui ia hamil, Megan harus datang dan menyiksanya kembali?
Tiba-tiba Megan menjambak rambut Lolita hingga kepalanya mendongak ke atas.
"Kau tidak lupakan, bagaimana aku menyiksamu dulu? Jika kau tidak mau mengalaminya lagi, lepaskan Pernikahan ini!" bisik Megan di telinga Lolita.
Lolita hanya diam dengan rasa sakit di kepalanya.
"Kau tidak mau menjawab?!" Megan pun hendak membawa Lolita ke tembok untuk membenturkan kepalanya.
"Bu aku mohon!!" Lolita memohon sambil menangis. Ia Kembali mengingat kenangan menyakitkan saat ibunya itu menyiksanya.
"Bu ..." Pegangan di Testpack itu tiba-tiba terjatuh. Lolita merasakan takut yang luar biasa. Semoga saja Megan tak melihat ia menjatuhkan benda itu.
Tapi terlambat, ternyata Megan sudah melihatnya dan bahkan sekarang mengambilnya.
"Kau hamil?" tanya Megan tak percaya.
"Menjijikan! Kalian sedarah dan kau Berani mengandung anak Denis?!!" Megan kemudian emosi berkali-kali lipat.
"Tidak, semua orang harus tahu ini!!" Megan kemudian menarik tangan Lolita secara paksa.
"Tidak Bu ..." Lolita menggeleng ketakutan. Jika Megan memberitahu semua orang, otomatis Denis akan tahu. Mereka tidak pernah berhubungan bagaimana ia bisa hamil bersama Denis?
...
"SEMUANYA KELUAR!!" teriakan Megan di Ruang keluarga itu terdengar kencang.
Lolita menangis dan sangat ketakutan.
"Ada apa Mah?" Aidan yang tadi mengatar Lolita ke rumah datang menghampiri Megan.
Pria itu tidak langsung pergi ke kantor, Sarah tiba-tiba muntah dan ia pun menemaninya sebentar.
Roger yang baru datang tampak malas. Drama baru apa lagi yang akan di buat istrinya?
"Wah ada apa ini?" Denis pun yang baru Kembali untuk menemui WO datang dan bingung seluruh keluarga berkumpul. Apa jangan-jangan ini masalah Aidan lagi?
Tapi Kenapa Lolita menangis?
"Mah, apa yang mamah lakuin?!" Denis mendadak marah dan melepaskan cengkaraman Megan di tangan Lolita.
"Yah, kau akhirnya datang!" puas Megan.
"Kalian tahu semua ... " Megan berteriak lagi dan menunjuk Lolita.
"Freya yang kalian bangga-banggakan telah hamil di luar nikah. Dia hamil anak Denis. Menjijikan!" hardik Megan selanjutnya.
Semua orang terkejut termasuk Denis yang mematung menatap Lolita.
"Yah, kau benar suamiku. Putri polosmu itu tidak sepolos itu. Dia hamil sebelum menikah!" lanjut Megan lagi pada Roger.
__ADS_1
Lolita hanya menunduk menangis. Ia bukan takut dengan pendapat orang, ia hanya takut dengan tanggapan Denis.
"Denis bagaimana ini mungkin? Kalian sudah berhubungan jauh. Pasti Wanita murahan ini yang menggodamu. Aku tidak percaya padamu Denis, kau menghamili Freya?" Megan menunjukan kekecewaannya.
"Bukan." Mendadak Denis berkata seperti itu.
Lolita langsung menatap Pria itu.
"Itu bukan anakku." lanjut Denis lagi tampak linglung.
Semua orang terkejut.
"Bukan anakmu? Lalu anak siapa itu?" tanya Megan memekik.
"Itu yang ingin ku tanya, anak siapa itu?" tatapan Denis berubah menyeramkan pada Lolita.
Wanita itu mundur sambil menangis.
"KATAKAN ITU BAYI SIAPA?!" Mendadak Denis membentak kencang hingga semua orang terkaget di tempatnya.
Ini bukan hal biasa lagi, Denis suka marah-marah dan melakukan kenakalan di rumah ini. Tapi kemarahan Denis sangat tak biasa saat ini.
"Bayi siapa itu Freya?!" Denis kemudian mencengkram lengan Lolita kencang. Pria itu mulai bersikap kasar.
Aidan yang melihat itu segera merelai, "Tidak Denis, kita bisa membicarakan dengan baik-baik." ucap Aidan sambil melepaskan tangan Denis.
"Membicarakan baik-baik apa?! Aku bahkan tidak pernah menyentuhnya!! Dan sekarang aku mendengar dia hamil?! Bagaimana mungkin ini!!" Denis emosi sambil mengeluarkan air matanya.
Seharusnya Lolita tahu, Denis tidak pernah bisa menyentuhnya. Lolita tahu tentang penyakitnya.
"Freya katakan bayi siapa itu?!!" Denis kembali berteriak kencang.
Lolita hanya bisa menunduk dan menyesal.
Ini yang Lolita takutkan, menghadapi kemarahan Denis. Ia tahu, saat Lolita hendak melakukan bersama dengan Denis. Mereka tidak pernah benar-benar melakukannya. Denis selalu berhenti di tengah jalan.
Mereka sudah memerikasanya ke dokter. Dan itu adalah ketakuatan Denis. Karena hubungan darah mereka, Pria itu menjadi merasa takut dan jijik jika harus menyentuhnya.
Karena itulah Denis tidak pernah melakukan **** dengannya.
Dan sekarang Lolita malah melakukannya bersama Alex?
"Kau ingin membalas ku Lolita?! Aku tidur dengan banyak wanita tapi aku tidak bisa tidur denganmu. Karena itulah kau berhubungan dengan Pria lain sampai hamil seperti ini?!" tanya Denis dengan mata merahnya.
"Sabarlah Denis." Aidan berusaha menghentikan kemarahan Denis.
Lolita menggeleng dengan menyesal. Ia tak berniat melakukan bersama Alex. Perasaannya lah yang membuatnya melakukan itu.
"Maaf Denis ..." Lolita menangis terisak.
"Apakah Alex?" setelah nama itu keluar dari mulut Denis. Lolita langsung mengangkat wajahnya.
Seketika Denis meraung dan berteriak. Pria itu menghancurkan semua barang yang ada di ruang tengah itu.
"KENAPA? KENAPA HARUS ALEX!!" teriak Denis kencang pada Lolita.
Semua orang hanya diam. Tidak ada yang berniat ikut campur.
Denis kembali menghampiri Lolita.
"Kapan kalian melakukannya?" tanya Denis.
Lolita tidak berniat menjawabnya.
"Di Italia? Dubai? Atau saat aku pergi ke Indonesia. Ah, yah, kau menghilang waktu itu?" Denis seperti orang gila.
"Denis ..." Lolita memohon.
"Tidak ini kesalahanmu!" Denis tidak mau disentuh Lolita.
"Gugurkan kandungan itu sekarang!" ucap Denis selanjutnya.
Setelah kalimat itu keluar, semua orang tertegun termasuk Lolita.
"Kau tidak mau? Kita akan menikah Freya ... dan aku tidak mau mengurus anak Pria brengsek itu!" ucap Denis keras.
"Denis pikirkan apa yang kau katakan?" Roger menasehati.
"Tidak Pah, ini urusanku!" Denis tidak mau ada yang ikut campur dengan masalahnya.
Megan diam-diam tersenyum senang.
"Gugurkan kandungan itu atau kita tidak menikah!!"
***
__ADS_1
Maaf yah jrng up.
jgn lupa tinggalkan jejak yah guys..