MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | Part 48 - Mencari bukti lagi


__ADS_3

Lolita sedang mengobrak-abrik Ruangan kerja Alex. Ia sedang mencari bukti tentang kejahatan Pria itu, mumpung sang empu sedang tidak ada di Rumah.


Siapa tahu dengan Lolita melakukan hal ini, ia bisa menemukan sesuatu yang mengejutkan. Ia sempat curiga sudah dua hari ini Jhon dan Alex sering bertemu dan itu hanya berdua di ruangan ini.


Entah apa yang mereka bicarakan. Tapi Lolita yakin pasti ada sesuatu yang aneh di sini. Karena itu ia berniat mencarinya sendiri.


Lolita memeriksa rak-rak buku Alex, mencarinya tapi tak menemukan apapun. Ia juga tadi sempat membuka beberapa berkas Alex dan memeriksa tapi isinya tak begitu penting. Hanya berisi data diri seseorang yang tak Lolita kenal.


"Kau sedang apa?" Tiba-tiba penampakan Alex yang berada di depan pintu mengaggetkan Lolita yang sedang memegang satu berkas. Ia pun tanpa sadar menjatuhkannya ke lantai.


Alex menatap bekas itu lalu mengambilnya.


"Lolita ..." Panggil Alex lembut.


"Aa..aku ..." Lolita langsung gugup dan berfikir apa yang harus ia katakan pada Alex.


Alex menunggu, "Yah?"


"Itu! Aku sedang mencari lem!" ucap Lolita cepat.


"Lem?" Alex menyeringit, bingung.


"Yah. Aku mencari lem tapi tak menemukannya. Dan tentang berkas itu, aku mencoba menatanya kembali di meja karena sempat berantakan." jelas Lolita gugup.


Alex terdiam menatap Lolita. tatapan matanya tak bisa di gambarkan. Dan hal itu semakin membuat Lolita gelisah.


"Aku membutuhkan lem karena pisau di dapur patah." Sesudah Lolita mengatakan itu, ia umpat dirinya sendiri


Apa yang ia katakan? Maksud ingin meyakinkan Alex, Lolita malah terlihat bodoh di hadapannya.


"Tidak usah, biar aku membelikan yang baru nanti." Jawaban Alex yang seperti itu membuat Lolita terkejut. Tapi sekaligus lega.


Setidaknya Alex percaya pada kebohongannya ini.


Lolita mengangguk, "Baiklah, aku pergi." Tapi baru selangkah berjalan, ia berbalik lagi.


"Aku menyiapkan makan siang, makanlah dulu sebelum pergi." pinta Lolita tersenyum, lembut.


Alex terkekeh, "Baiklah, mana mungkin aku menolakmu." Lalu setelah itu mereka saling melempar senyum


Sejak kejadian di kamar waktu itu, hubungan mereka semakin membaik. Alex tidak lagi memaksanya dan Lolita pun tidak membahasnya lagi.


...


Di teras kolam renang, Lolita resah sendiri. Ia tadi hampir ketahuan. Bagaimana jika Alex tahu bahwa tadi ia sedang menggeradahi ruang kerja Alex untuk mencari bukti.


Setelah kebohongannya terbongkar, Lolita pun jadi takut sendiri. jika Alex tahu ia melanjutkan kasus ini dan mencari bukti, apakah Alex akan menyerahkannya lagi pada Ferrit atau tidak.


Walaupun Alex bilang mencintainya, tapi itu tidak menjamin keselamatan hidupnya kan?


Alex tetaplah seorang Mafia. Mafia tidak akan menganggap perasaannya lebih penting dari tidurnya.


Sekarang Lolita tidak punya banyak waktu. Secepatnya ia harus mendapatkan bukti sebelum Alex bosan dan membuangnya nanti.


"Kau akan pergi kemana?" Lolita bergegas berlari setalah melihat Alex melintas di Ruangan tengah.


"Aku akan ke markas." jawab Alex membenarkan jaketnya.


"Markas yang itu?" Lolita berucap lagi sambil mengingat sebuah Gudang yang hampir merenggut nyawanya.

__ADS_1


Alex menatapnya, Pria itu tahu apa yang dipikirkan Lolita, "Gudangnya terlalu kotor, aku akan membersihkannya dan merenovasinya kembali." jawab Alex sedikit tidak enak.


"Aku boleh ikut?" Mendadak Lolita meminta hal yang tak terduga. Ia pikir Lolita masih trauma akan kejadian waktu itu.


"Kau yakin?" Lolita mengangguk mantap.


Ada yang ingin Lolita cari tahu. Mungkin di markas Alex, ia bisa menemukan bukti?


"Baiklah." Setelah Alex menyetujuinya, Lolita bersorak gembira.


"Aku hanya bosan di rumah, karena itu aku ingin ikut denganmu." ucap Lolita beralasan.


Mereka saling menggenggam tangan selama berjalan keluar rumah. Alex hanya tersenyum dan mengelus rambut Lolita sebelum memasuki mobil.


...


"Kau baik-baik saja?" Alex tampak khawatir melihat peluh di dahi Lolita yang banyak.


Tiga puluh menit lalu mereka sampai di Markas, Lolita yakinkah bahwa dia baik-baik saja di hadapan Alex


Namun ketika masuk dan melihat banyaknya orang apalagi X dan R. Lolita langsung berkeringat dingin. Bayangan itu membuat Lolita lemas.


Wanita itu masih trauma, untuk pertamakalinya ia akan di bunuh dengan cara mengenaskan. Dalam hidupnya Lolita tak pernah membayangkan hal itu sebelumnya.


"Sebaiknya kita pulang." Alex tidak tahan lagi, ia tahu apa yang Lolita pikirkan saat ini.


"Tidak." Lolita menggeleng. Masih ingin bertahan.


"Sebaiknya kau pergi dan melihat perkejaan mereka." suruh Lolita selanjutnya.


"Lolita ..." Alex memanggil namanya.


Alex terus memperhatikan Lolita yang membawanya pergi. Saat tiba di mobil, Pria itu menghentikan Lolita.


"Kau masih trauma?"


Lolita mengangguk pelan.


Alex menangkup wajah Lolita, "Jika kau masih takut kenapa kau ingin kemari?" tanya Alex lembut.


"Aku bosan." jawab Lolita seadanya.


Dari tadi Lolita tiba-tiba berada di Ruang kerjanya hingga ingin pergi ke markas seperti ini. Alex tahu semua yang Lolita inginkan.


"Katakan saja, jika ada hal yang ingin kau ketahui?" Alex memberi peluang.


Di sana Lolita sedikit tersentak, "Tidak, aku tidak ingin tahu apapun." Lolita menunduk. Jangan sampai Alex curiga.


"Baiklah kita pulang." Alex mempersilakan Lolita masuk mobilnya.


...


Malamnya mereka sedang tidur di kamar Lolita. Alex memang tidak memaksa Lolita tapi Pria itu meminta agar seterusnya mereka bisa tidur seranjang bersama.


Alex janji tidak akan melakukan apaun sebelum Lolita sendiri yang mengijinkannya. Dan wanita itupun setuju.


"Kau berteleponan dengan Jhon? Kalian membicarakan apa? Tidak, jangan di jawab. Aku tak berhak mengetahuinya." ucap Lolita segera menyela pertanyaannya sendiri.


Alex menaruh Ponselnya di Nakas lalu naik ke kasur, "Tidak papah jika kau ingin tahu." balas Alex.

__ADS_1


Lolita menatap Alex. Pria itu pasti ingin bercanda. Tapi sepanjang ia mengenal Alex, Pria itu tak pernah bercanda dan selalu serius.


"Aku menyuruh Jhon menyelidiki keberadaan Garik. Setelah kelompoknya hampir menculikmu, aku tak terima dan akan membalasnya." jawab Alex tanpa di minta.


Seperti yang dipikirkan Lolita, Alex tak pernah bercanda. Tapi ia sedikit terkejut Alex membagi ceritanya padanya.


"Sudah ku bilang, jika ada yang ingin kau ketahui. Katakan saja. Aku janji akan berkata jujur padamu." ucap Alex memberi peluang lagi.


Benarkah? Ini kesempatan bagus tapi tidak. Alex pasti menjebaknya dalam kata-kata.


"Tidak, kita sebaiknya tidur." Setelah mengatakan hal itu Lolita langsung berbaring di tempat tidurnya.


Alex hanya menatapnya. Lalu kemudian memeluknya dari belakang.


Lolita harus mencari buktinya sendiri. Ia harus melakukan sesuatu besok. Ternyata Lolita belum tidur dan Alex malah semakin memeluknya erat.


...


Besoknya Lolita dan Alex sedang sarapan pagi. Lolita harus mengatakannya sekarang.


"Alex, bisakah kau berikan salah satu mobilmu padaku?" pinta Lolita memohon.


"Untuk apa? Jika kau ingin kemanapun, Jhon siap mengantarmu."


"Tidak, aku ingin mengendari mobilku sendiri." mendadak Lolita berubah manja.


Alex jadi terheran tapi ia tetap menuruti kemauan Lolita, "Baiklah." ucap Alex selanjutnya.


Lolita bersorak, "Kau memang yang terbaik Alex!" girang Lolita sambil mencium pipi Alex cepat.


Alex pun ikut tersenyum. "Selama kau bahagia, aku bisa memberikan segalanya untukmu." balas Alex.


...


Di cuaca yang buruk, Lolita melihat mobil Alex baru saja keluar garasi, buru-buru ia masuk ke dalam mobil dan mengikuti mobil Pria itu dari belakang.


Inilah rencananya. Kemarin Lolita mendengar Jhon dan Alex sedang membicarakan transaksi narkoba. Entahlah apa yang akan mereka lakukan. Tapi Lolita curiga Alex akan mengirim barang terlarang itu pada seseorang hari ini.


Demi mendapatkan buktinya, Lolita sekarang membawa ponsel dan berniat merekam segalanya di sana. Semoga saja ia berhasil mendapatkan videonya.


"Boss sepertinya Nona Lolita mengikuti kita." Alex yang sedang memainkan ponselnya, langsung menghentikan aktivitasnya.


Lalu kemudian Pria itu berkata, "Biarkan saja." Alex terdiam dan Jhon mengangguk.


Hujan besar tiba-tiba mengguyuri jalanan kota.


"Kenapa harus ada Hujan di saat seperti ini." keluh Lolita sambil menyalakan pembersih kaca di Mobilnya.


"Jhon mereka menunggu di mana?" tanya Alex.


"Mereka menunggu di hutan agar tidak ada yang curiga." setelah Jhon mengatakan itu, Alex terdiam.


Pria itu memikirkan tentang Lolita.


Sementara wanita itu masih berusaha mengejar Mobil Alex dari belakang. Semoga saja misinya berhasil dan ia bisa segera pergi dari sisi Alex.


***


Tinggal kan jejak setelah baca.

__ADS_1


See you again ....❤️


__ADS_2