
Happy Reading Guys ....
***
Pesawat yang ditunggangi Lolita dan Alex tiba di Bandara internasional Dubai. Setalah perjalan berjam-jam lamanya, akhirnya mereka sampai juga di Kota indah dan menawan ini.
Melihat Bandara yang bagus, Lolita berfikir, apalagi kotanya? Lolita tidak sabar melihat bangunan yang menjulang tinggi di sepanjang jalan. Ia akan menyaksikan itu semua lewat Mobil yang menjemputnya nanti.
"Alex, orang yang menjemput kita sudah menunggu di luar Bandara kan?" Lolita bertanya di samping Pria itu.
Jhon di belakang sedang membawa barang-barang mereka. Kasian sekali, barang Lolita lebih banyak. Lagian aneh, Perjalanan ke Dubai untuk menangkap Garik saja harus membawa barang banyak. Mereka bukan untuk jalan-jalan kemari. Kesal Jhon. Pria itu hanya bisa mengeluh dalam hati.
"Mereka pasti sudah menunggu. Sepertinya kau bahagia?" Alex langsung memeluk pinggang Lolita, senang.
"Walapun kau ke sini untuk menangkap Si tua Bangka Garik itu. Aku tidak terlalu peduli, setidaknya aku bisa menikmati kota impianku kan? Ini pertama kalinya aku ke Dubai." jelas Lolita, senang.
"Tentu saja, tapi aku menyesal, ini bukan untuk liburan." Alex terlihat merasa bersalah.
"Memangnya kenapa? Kau selalu menganggap, semuanya serius." keluh Lolita jengah.
"Baiklah, lain kali kita liburan ke sini lagi. Jika perlu kita hanymoon di sini." Alex tersenyum miring.
"Dalam mimpimu!" Lolita langsung menghardik jijik.
Alex hanya terkekeh menanggapi.
Lalu tanpa Lolita sadari, Denis terlihat berjalan mendahului Lolita. Pria itu dan anak buahnya terlihat bercengkrama menyenangkan menuju pintu keluar Bandara, sampai Lolita yang tadi ia lewati pun tak di sadari oleh Pria itu.
Lolita pun terkejut karena tiba-tiba Alex mencium pipinya. Ia akan marah tapi Alex segera mengalihkannya,
"Itu Mobil yang menjemput kita." Alex segera menghampiri sang supir yang membawa kertas bernama dirinya.
"Alex ..." Lolita memanggil Pria itu, sebal.
Tapi Pria itu seolah tak mendengarnya, "Pak, masukan semua barangnya." perintah Alex, diiringi senyum gelinya pada Lolita.
Lolita hanya menatap Alex kesal. "Baiklah kau selamat Alex!"
"Pak ada apa?" Denis langsung menengok ke arah Toni.
"Sepertinya aku mendengar suara seseorang yang aku kenal." Denis merenung, seperti suara Lolita.
Ketika Denis akan berbalik ke arah Lolita, Toni segera memanggilnya lagi.
"Pak, kepolisian Dubai sudah tiba. Ayo kita menyapa mereka." ucap Toni bahagia sambil mengajak Denis menghampiri Kepolisian Dubai yang sudah berkerjasama dengan mereka.
Diiringi tangannya yang di seret, kepala Denis menengok ke arah sosok wanita yang baru saja masuk ke dalam Mobil.
Denis menyeringit sebentar, lalu kemudian mengabaikannya begitu saja. Mungkin itu hanya perasaanya saja.
...
Sampai di Hotel, lagi-lagi Lolita mengagumi bangunan megah itu. Tak hentinya Lolita memperhatikan setiap detail dari Hotel itu.
Seperti Lobinya yang luas, Liftnya yang di lapisi emas hingga kamar yang di sewa Alex sangatlah besar dan mewah.
Astaga pantas saja Dubai di sebut negara paling maju di antara negara-negara lainnya. Banyak turis yang ingin ke tempat ini, Lolita tak menyangka akan seberuntung ini yang bisa kemari.
Sementara Lolita yang masih memuji Dubai lewat kaca besar di kamar Hotelnya.
__ADS_1
Alex berbeda, Pria itu terlihat sedang berdiskusi dengan Jhon di kursi kamar Hotelnya dengan Lolita.
"Bagaimana Boss, apakah kita harus menyerangnya sekarang?" Jhon bertanya.
"Tentu saja, malam ini kita pergi." jawab Alex penuh dendam.
"Baiklah, akan kemabli ke kamarku." Setelah Jhon mengatakan itu, Pria itu pergi dari kamar Alex.
"Kau akan terus di sana?" Alex bertanya sambil menatap Lolita yang masih betah memandang pantai lewat kaca besar itu.
"Alex, lihatlah. Ini bagus sekali." Lolita tampak bahagia dan menunjukan pantai pada Pria itu.
Alex tersenyum dan menghampiri Lolita, "Yah, sangat cantik." tapi jawaban Alex bukan memandang pantai tapi wajah Lolita.
Lolita langsung menunjukkan wajah datarnya pada Alex,, "Bukan aku, tapi pantainya." keluh Lolita kesal.
"Yah, apapun itu, tidak ada yang lebih cantik dari pada dirimu." puji Alex memandang Lolita dengan tatapan memuja.
"Terserahlah." Lolita tak menanggapi Alex dan menatap kaca besar itu lagi.
Alex pun memeluk Lolita dari belakang, "Nanti malam jangan keluar. Tetap di kamar ini. Aku akan menangkap Garik." ucap Alex.
"Garik? Memangnya dia ada dimana sekarang?" tanya Lolita selanjutnya.
"Dari dermaga, Pria itu akan menyeludupi Narkoba ke Dubai. Saat itulah aku akan menangkapnya." tatapan Alex berubah mengerikan.
...
"Tetap di kamar!" pesan Alex sebelum mengecup kening Lolita untuk pergi dari sana.
Setalah pintu tertutup, Lolita segera menghampiri Pintu dan membukanya sepuluh menit setalah Alex pergi.
Oke, waktunya bersenang-senang!!!
"Gedubrak!!" Awh! pantat Lolita langsung menyentuh lantai.
Siapa yang berani menghalangi jalannya?!
Lolita melihat sebuah tangan di ulurkan padanya, "Biar aku bantu." ucap Pria tampan itu.
Lolita langsung terpanah, tapi hanya sebentar setelah itu ia langsung berdehem, "Tidak usah!" Lolita bangun sendiri dengan kedua kakinya
Pria itu tersenyum. Lihatlah, senyumnya bahkan begitu menawan. Tapi sayang, Lolita bukanlah orang yang tertarik pada ketampanan.
"Maafkan pelayanku, karena pelayanku, wanita cantik seperti dirimu sampai terjatuh. Aku sebagai Bosnya, ingin meminta maaf atas dirinya." Pria itu tiba-tiba mencium punggung tangan Lolita.
Lolita terkaget dan ingin marah. Tapi Pria itu lebih dulu pergi dan meninggalkannya.
"Sekali lagi aku minta maaf." Kalimat itu yang di ucapkan Pria itu sebelum pergi.
Lolita menatap kesal pada Pria itu, "Sial!" ucap Lolita. Moodnya kemudian langsung Down. Ia pun memutuskan kembali ke kamarnya dan tidak jadi berkeliling untuk melihat-lihat Hotel.
"Pria kurang ajar!" Lolita dan mulut kasarnya kembali keluar. Wanita itu pun kemudian menutup pintunya kencang.
...
Sementara Alex, Pria itu sudah sampai di Dermaga bersama Jhon. Mereka bersembunyi di balik mobil-mobil besar sambil mengintip beberapa orang yang sedang memasukan kardus ke dalam Truk Mobil itu.
"Boss, apakah kita akan terus di sini?" tanya Jhon. Pasalnya mereka sudah tiga puluh menit berada di sini.
__ADS_1
"Tidak. Tentunya aku akan menyerang dari depan. Tapi tunggu sebelum Garik keluar." ucap Alex fokus.
Selama orang-orang itu masih memasukan kardus ke dalam Truk, datanglah Garik dari kapal itu.
"Boss itu Garik." Jhon memberitahu.
"Jhon kau serang anak buahnya, aku yang akan menangkap Pria Tua itu!!" Setelah perintah Alex, Pria itu keluar dari persembunyiannya lalu muncul di hadapan Garik.
"Lama tak berjumpa Garik!" Lalu setelah itu mereka bertarung.
Garik tidak ada tandingan dengannya. Pria tua itu hanya bisa bicara dan kekuatannya hanya ada pada Levin. Di tinju dan di tendang sekali saja Garik langsung terjatuh ke tanah.
Alex memanfaatkan itu dengan mengunci leher Garik dengan tangannya.
"Kau ingin bermasalah denganku kan? Maka aku akan wujudkan." cekikan di leher Garik semakin keras.
Pria itu terlihat ketakutan dan tak bisa bernafas, "Leepaskan aku!"
Di sana Jhon berhasil mengalahkan anak buah Garik yang berjumlah dua puluh orang hingga terkapar kesakitan.
Jhon memang bisa diandalkan! Itulah mengapa Alex tak butuh membawa anak buah lainnya untuk membantu dirinya.
"Jangan harap aku melepaskanmu Garik. Kau pantas untuk mati!"
Wajah Garik semakin memerah, Pria tua itu tidak bisa bernafas.
Tiba-tiba suara sirienai Polisi terdengar, Jhon dan Alex tampak kaget. Bagaimana bisa Polisi di sini?
"Boss kita harus pergi!" kata Jhon panik.
"Tidak Jhon!" Alex tidak mungkin melepaskan Garik begitu saja.
Mobil itu kemudian terlihat, Alex dan Jhon saling bertatapan.
Kemudian saat mobil itu tiba di lokasi. Para polisi itu tak menemukan siapapun selain truk yang berisi kardus-kardus di dalamnya.
Para pengawal Garik kabur, Jhon bersembunyi dan Alex menyembunyikan dirinya bersama Garik di belakang Mobil besar.
Garik berusaha melepaskan tangan Alex. Tapi Pria itu tak membiarkannya.
"Cari mereka pasti mereka masih ada di sini!" Para polisi itupun berpencar mencari keberadaan yang membawa Narkotika ini.
Alex mengintip dari celah Mobil besar, beberapa Polisi berpencar. Dan salah satu Polisi itu, Alex mengenalnya, Denis?
Pria itu mendekat, Alex segera bersembunyi lagi. Bagaimana bisa Pria itu di sini?
"Semuanya kembali, sepertinya mereka sudah kabur. Kita bawa barang buktinya sekarang!"
Denis yang akan melihat ke belakang Mobil besar itu pun tak jadi dan kembali bergabung dengan rekannya.
Alex menghembuskan nafas lega. Ia mengingat wajah Denis, Pria itu masih hidup? Setelah penyerangan anak buahnya ia kira Denis sekarat karena sempat di tusuk oleh pisau saat ingin menyelamatkan Lolita di Singapore.
Karena banyak melamun, Garik pun memanfaatkan itu untuk menyikut perutnya. Tanpa sadar ia melepaskan Garik dan Pria itupun berlari kabur darinya.
"GARIIKKKK!!" Alex berteriak kenceng dengan marah.
Kurang ajar!!
***
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak🥰