MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM
MaFia KeJam | Part 69 - Pemaksaan


__ADS_3

Part ini aku bagi dua :)


***


Tiga hari kemudian Lolita dan Denis hendak Fitting Baju bersama di sebuah butik.


Megan selalu merecoki Lolita, Ibu tirinya itu terang-terangan menunjukan ketidaksukaannya pada Lolita.


"Aku yakin, Pernikahan ini tidak akan terjadi." ucap Megan saat melihat Denis dan Lolita hendak pergi.


"Mah!"


Denis sudah lelah menghadapi Ibunya itu. Ayahnya sudah memutuskan dan seharusnya Ibunya tak melakukan ini.


"Lihat saja Denis, firasat seorang ibu selalu benar. Dia tidak baik untukmu. Apapun caranya aku pastikan Pernikahan ini tidak akan terjadi!" tegas Megan menatap sinis Lolita yang terus menunduk.


"Terserah Mamah mau bilang apa. Papah sudah mengatakan tidak ada yang boleh menentang Pernikahan ini!" Setalah mengatakan hal itu, Denis mengajak Lolita pergi dari sana.


Mereka sampai di sebuah butik ternama. Lolita dan Denis langsung menjajal Pakaian Pengantin mereka.


"Sangat cantik ..." puji Denis melihat Lolita keluar menggunakan Gaun pengantunya.


Sesuai yang diinginkan Denis. Mewah dan sangat elegan. Denis sendiri yang meminta pada sang Desainer agar menambahkan banyak detail bunga pada bagian dada Lolita. Ia ingin Lolita tampil Sexy namun tetap elegan saat Pernikahan mereka.


"Setelah berganti baju, aku akan tunggu di luar." ucap Denis lalu masuk kembali ke ruang Ganti.


Lolita memijit keningnya. Kenapa kepalanya sering pusing akhir-akhir ini, badannya pun terasa lemas. Lolita tidak ingin memberitahu Denis tentang kondisinya, ia tidak mau Denis khawatir dan membatalkan Fitting baju mereka hari ini.


Lolita pun menyembunyikan wajah pucatnya sebelum pergi menggunakan make-up. Jangan sampai rencana yang sudah disusun akan kacau karena sakitnya.


"Silahkan Nona ..." Dua pegawai itu mempersilahkan untuk membantunya di Ruang ganti.


Lolita masuk dan perlahan Gaunnya itu di buka oleh dua pergawai itu. Saat Dua pegawai itu ingin membantunya memakai pakaian sebelumnya, Lolita segera menghentikannya.


"Sudah, sisanya biar aku saja." ucap Lolita.


Mereka pun menunduk dan pergi dari sana.


Lolita langsung memejamkan mata kala ia hanya sendirian di sana. Rasa pusing itu kembali berdenyut di area kepalanya. Ada apa dengan dirinya, ia tidak boleh sakit karena sebentar lagi hari pernikahannya.


Semua orang sudah berjuang agar pernikahan ini berhasil. Lolita tidak mau mengecewakan mereka semua.


Wah, pengaruh Alex memang luar biasa. Lolita menjadi sakit seperti ini karena setiap hari mengingat Pria itu. Batinnya ingin bertemu dengan Alex tapi logikanya menolak. Ia merindukan Alex.


Di saat lamunan itu, pintu Raung ganti bajunya di buka kembali.


"Aku sudah bilang sisanya biar aku saja!" ucap Lolita jengkel, ia mengira dua pegawai itu kembali lagi ke sini.

__ADS_1


"Aku Alex." balas Pria itu singkat dan kemudian langsung memojokan Lolita ke sudut Ruang ganti itu.


Lolita langsung terkejut, baru saja ia mengatakan dalam hati, ia ingin bertemu dengan Alex. Pria itu sendiri yang datang menemuinya. Tapi kenapa harus di sini dengan keadaannya yang seperti ini lagi!


"Bagaimana kau bisa masuk?" tanya Lolita, bingung.


Apa tidak ada orang di luar?


"Tidak penting. Aku hanya ingin meneruskan pembicaraan kita tiga hari lalu. Kau mencintai Denis?" tanya Alex to the poin.


Lolita hanya diam saja.


"Tidak." Alex langsung menyimpulkan dengan yakin.


"Tapi kenapa kau mau menikah dengannya?!" tanya Alex, kesal.


"Aku sudah menjelaskannya, Alex!" jawab Lolita malas, wanita itu kemudian mendorong tubuh Alex untuk mengambil pakaiannya. Ia tidak mau sampai Alex melihatnya dengan tubuh berlapis bra dan ****** ***** saja.


Tangan Alex kemudian menarik pinggangnya dan memeluk tubuh Lolita seketika.


"Katakan kau mencintaiku ..." ucap Alex.


Lolita langsung mendesah kala bagian bawahnya di sentuh dan di permainkan oleh Pria itu.


"Alex ..." Lolita merasa frustasi, ia tidak mau menjawab dan ia pun tidak bisa menolak sentuhan Pria itu.


"Katakan kau mencintaiku, Lolita ..." Alex berucap lagi sambil bibirnya mencumbu leher putih Lolita dengan lembut.


Wanita itu hanya memejamkan mata dan tidak mau menjawab.


"Katakan Lolita ...." Alex semakin berani membuka bra Lolita dan melakukan aksinya di sana.


Lolita merasakan kakinya seperti jeli. Ia bertumpu pada leher bekang Alex yang ia pegang dengan satu tangannya.


"Kau tidak mau mengatakannya?" tanya Alex lagi, kemudian mencumbu dada wanita itu dan memasukan jarinya di bawah sana.


Lolita mendesah. Alex tahu, Lolita ingin pelepasan. Tapi ia tidak akan memberikannya sebelum Lolita sendiri yang menjawab pertanyaannya.


"Aku merindukanmu dan sangat mencintaimu Alex ..." Lolita menjawab cepat diiring dengan ******* tertahan.


"Aku juga merindukanmu." Lalu setelah Alex mengatakan itu, Pria itu langsung meraup bibir Lolita dan menciumnya penuh gairah.


Sekarang Alex tak menggunakan jarinya, ia angkat tubuh Lolita dan menyatukan diri dengan posisi berdiri.


Lolita terus melengkung dan mendesah. Wanita itu merasakan benda keras itu terus bergerak hebat di dalamnya.


Akal sehatnya tidak berkerja sekarang. Yang Lolita rasakan hanya kerinduan mendalam pada Pria itu.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Freya." Alex terus mengungkapkan itu selama percintaan mereka.


Saat sudah hampir puncak, Alex terus bergerak cepat. Lolita memejamkan mata dan terjadilah akhir dari percintaan mereka.


Lolita tidak percaya ini, ia baru saja melakukannya lagi bersama Alex?


Rasa khawatir dapat Lolita rasakan. Entah sudah beberapa kali ia menghianati Denis. Tapi mau bagaimana lagi, Lolita juga menginginkannya. Ia merindukan Alex.


Alex melepaskan diri dari Lolita. Pria itu kemudian menatapnya.


"Tidak ada yang salah, kita saling mencintai." ucap Alex, menenangkan kecemasan di wajah Lolita.


Lolita hanya diam.


"Jika saling mencintai kenapa tak bisa bersama? Aku akan berjuang dan jangan mencegahku." pinta Alex tegas.


"Alex ..." Lolita memelas.


"Jangan menolaknya. Jika selama berjuang kau tetap memilih Denis, aku akan menyerah dan mengiklaskanmu." lanjut Alex.


"Terserah." Balas Lolita kesal. Ia kemudian menggunakan bajunya cepat.


"Lain kali, jangan memaksaku Alex!" ucap Lolita sinis dan pergi dari sana.


Sungguh, Lolita tidak bisa menahan perasaannya jika dihadapan Alex. Perasaannya perlahan tumbuh besar. Setiap malam Lolita selalu mengingat momen kebersamaan dengan Alex. Ia tidak bisa tidur, ia sellau gelisah dan puncaknya hari ini. Lolita tidak bisa menahan rindunya lagi dan tanpa pikir panjang menyerahkan dirinya lagi pada Pria itu.


Namun ini tidak benar, sebentar lagi Lolita akan menikah. Banyak yang harus ia pertanggung jawabkan, apalagi Ayahnya.


"Kita pulang!" ucap Lolita langsung melewati segerombolan wanita yang sedang mengobrol bersama Denis.


Lolita langsung duduk di kursi penumpang dan memijat kepalanya.


"Jangan cemburu, mereka hanya mengobrol bersamaku." ucap Denis langsung menjelaskan saat sudah berada dalam mobil.


"Aku tidak peduli." balas Lolita memejamkan mata karena kepalanya kembali berdenyut.


Denis menatap Lolita, Pria itu berfikir Lolita sedang marah dan cemburu.


Padahal yang sebenarnya terjadi, Lolita sedang berperang dengan hatinya. Ia merasa bingung sekaligus gundah. Alex selalu muncul tiba-tiba dan itu membuat hatinya selalu berdetak tak karuan.


Rasanya menyenangkan tapi Lolita merasa takut.


...


see you next time...


jgn lupa tinggalkan komentar agar cerita ini lanjut. Dan Jangan lupa pantengin IG aku untuk season 2. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2