
Mau bilang dulu kalau part ini adalah endingđź¤
Selamat membaca dan menikmati🤗
****
Semenjak saat itu hubungan mereka semakin romantis. Kemana-mana selalu bersama, seperti ke kamar mandi pun mereka saling menunggu atau berkahir bersama di dalam sana.
Kegiatan bercinta mereka pun semakin sering. Alex melakukannya dimanapun. Pria itu seolah tidak puas melakukannya sekali.
Lolita menjadi kelelahan, ia sempat dinyatakan kekuguguran oleh Dokter. Untungnya Janinnya masih bisa diselamatkan.
Pagi tadi Lolita terkejut, darah mengalir dari pahanya sampai mata kakinya. Ia yang berada dikamar mandi langsung berteriak memanggil Alex. Pria itu juga panik. Ia meringis kesakitan dan Alex pun segera membawanya ke rumah sakit.
"Aku sangat menyesal." ucap Alex, dengan mata berkaca-kaca.
Mereka sedang berjalan beriringan untuk kembali ke Rumah menggunakan Mobil.
"Karena nafsu binatangku, aku hampir membunuh anakku sendiri!" Alex menampar wajahnya sendiri.
"Alex! Apa yang kau lakukan?!" Lolita segera menghentikan aksi Alex tadi.
Lolita menangkup wajah Alex ke tangannya.
"Dengarkan aku, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Yang terpenting Bayinya masih selamat, kan?" tenang Lolita.
"Tapi aku Ayah yang buruk, bagaimana bisa-" Alex pun tidak bisa mengucapkan apapun lagi. Pria itu melepaskan tangan Lolita dan memalingkan wajahnya untuk menyeka air matanya.
"Kalau saja aku tidak memaksamu setiap hari, kau dan Bayi kita tidak perlu mengalami ini. Aku memang Pria bajingan!" hardik Alex pada dirinya sendiri.
Pria itu tampak kacau dengan rasa bersalahnya. Alex tidak bisa membayangkan, kalau anaknya tiada tadi.
"Alex ..." Lolita mengambil tangan Pria itu dan membawanya ke perut ratanya.
"Rasakan, Bayi kita masih ada di dalam. Jangan merasa bersalah, karena itu tidak ada gunanya. Kau hanya perlu lebih memperhatikannya. Dengan itu dia akan baik-baik saja di dalam. Iyah kan, Sayang?" Lolita kemudian berbicara pada anaknya dengan senang.
Perasan Alex mendadak campur aduk. Antara terharu, senang dan bersalah. Lolita pun mengelusakan tangan Alex di perutnya.
"Sekarang memang tidak ada yang bergerak di dalam sana, tapi aku yakin setelah kemamilan ku nanti membesar pasti kau akan merasakannya." ucap Lolita.
"Jadi jangan seperti ini yah, nanti anakmu menjadi sedih lagi ..." keluh Lolita.
Alex hanya diam.
"Astaga, Papahmu ternyata cengeng yah? Wajahnya sangar tapi masih bisa menagis. Malu tahu dilihatin orang!" Lolita pun segera menghapus sisa-sisa air mata di mata Alex.
Perasan cinta dikeduanya kembali tumbuh semakin besar.
Lolita bisa merasakan Alex mulai sering mengungkapkan perasaannya. Pria itu lebih berekspresif dari biasannya. Perubahan signifikan itu, mengingatkan Lolita pada sosok Alex yang manis dan emosional.
Alex dulu akan menangis diam-diam karena pernah melakukan kesalahan fatal padanya.
Karena menungggu Alex tengah malam di jalan, Lolita hampir di perkosa oleh beberapa orang. Untungnya walapun terlambat Pria itu dapat menyelamatkannya tepat waktu.
Tapi selama seminggu Alex menyalahkan dirinya sendiri, Pria itu tidak mau bicara dan bersikap aneh.
Padahal Lolita sudah memaafkannya. Tapi Alex tetaplah Alex, walaupun badannya yang besar tapi hatinya lemah.
Di akan menangis diam-diam di kamar mandi. Dan saat ia tanya Alex menjawab tidak papah.itulah Alex, tapi Lolita menyukainya.
"Aku mencintaimu." ucap Alex selanjutnya.
"Aku juga."
Alex kemudian membawa Lolita ke pelukannya.
...
Hari berikutnya diisi mereka berbelanja di supermarket. Belanja keperluan Rumah, membuat Lolita merasa seperti seorang istri yang mengingat bulanan untuk dapur mereka.
Tapi semenjak hari ini, Alex tidak pernah mengajaknya menikah. Padahal kandungan sudah mulai membesar. Ia tidak mau saat mereka menikah, perutnya semakin membuncit dan orang-orang mulai membicarakanmya karena hamil diluar nikah.
"Kau ingin yang mana?" tanya Alex sambil menunjukan kardus Susu kehamilan pada wanita itu.
Namun Lolita tampak melamun.
"Freya!" satu panggilan dari Alex langsung menyadarkan Lolita dari lamunannya.
"Kau tidak fokus, kau baik-baik saja?" tanya Alex khawatir.
"Aku baik." singkat Lolita.
Alex menyeringit, kenapa Lolita berubah dingin?
"Bagaimana dengan susu kandunganmu, kau tidak mau membelinya?" tanya Alex semakin bingung melihat Lolita yang malah pergi.
"Masih banyak di Rumah, aku tidak membutuhkannya lagi."
Aneh, sekarang Lolita malah berubah ngambek. Apa Alex sudah berbuat salah?
Sampai di Rumah pun, Lolita tidak mau bicara dan langsung masuk kamarnya. Alex yang khawatir segera mengikutinya.
"Freya kau kenapa?" tanya Alex duduk di tepi kasur dibelakangi tubuh Lolita yang berbaring.
Lolita tidak menjawab.
"Freya ..." Alex menyentuh bahunya dan langsung terkejut tubuh wanita itu bergetar.
__ADS_1
"Kau kenapa?" Alex panik dan langsung membalikan tubuh wanita itu menghadapnya.
Ternyata yang Alex lihat, Lolita sedang menangis. Sekarang Wanita itu semakin sesegukan.
Alex mendudukkan Lolita dipangkuannya.
"Sssttt ... Aku mohon, kau kenapa?" wajah Pria itu semakin panik.
Alex menghapus air mata Lolita yang menangis seperti anak kecil. Mungkinkah ini faktor kehamilan, karena Alex mengenal Lolita. Wanita ini tidak secengeng ini, jika dia sedih akan mengatakannya, jika dia marah dia akan melupakannya. Tidak diam-diam. Sepertinya?
Oh, apakah nanti anaknya sifatnya akan sepertinya?
"Freya ...." Alex menghapus lagi air mata Lolita yang masih diam tidak mau bicara.
"Kau kenapa, kau biasanya mengatakan apapun?" pinta Alex, lembut.
Sekarang Pria itu seperti seorang Ayah yang sedang membujuk putrinya yang sedang merajuk.
"Kau itu benar-benar tidak peka Alex!"
Alex menyeringit. Memangnya, ia kurang peka apa? Bukannya apapun yang Lolita inginkan selalu ia turuti.
Sambil menangis sesenggukan, Lolita meneruskan, "Kandungan ku mulai membesar dan kau belum melamarku?"
Alex langsung melongo. Jadi itu.
"Kau jahat Alex ... Aku sudah hamil anakmu dan kau tidak ingin bertanggung jawab?!" tangis Lolita semakin pecah.
Benar, Lolita seperti anak kecil dan duduk di pangkuannya sambil menarik-narik kaosnya.
"Tunggu-tunggu dulu ..." Alex segera menahan tangan Lolita yang menarik kaosnya.
"Jadi karena itu?" tanya Alex enteng.
"Kau benar-benar tidak peka Alex .... !" Lolita kembali menangis kencang.
Alex pun menenangkan lagi, "Sssrtttt ..." Alex membawa wajah Lolita mendekat padanya dengan lembut.
"Aku tidak tahu, kenapa kau sangat aneh seperti ini." ucap Alex jujur.
Lolita langsung memberengut tak suka.
Alex pun terkekeh kecil, "Tapi setidaknya aku bisa senang karena aku bisa melihat wajah lucumu."
Lagi-lagi Alex menggoda Lolita. Wanita itu kesal, mengapa Alex bisa se-menyebalkan ini.
"Oke-oke ... Jika kau tidak membahasnya sekarang aku berniat melamarmu besok di Restoran mewah. Aku sudah melakukan pemesanan.
"Tapi tidak papah, aku tidak ingin wanitaku dihina orang, dia sangat berharga bagiku. Aku sangat mencintainya dan menghargainya. Aku memang tidak mempunyai kata-kata bagus. Selain Will You Marry Me?" Alex langsung memperlihatkan cincin yang ia ambil dari kantung celananya pada Lolita.
"Aku tahu cincin ini tidak seberapa dengan Cincin berlian yang diberikan Denis padamu waktu itu. Tapi, jangan dari berliannya, tapi lihat dari ketulusan hatiku."
Ahh, kenapa Alex berubah sweet seperti ini, sih.
"Jadi?" Alex menunggu.
"Kau pikir aku Wanita gila kemewahan. Lolita memang suka hal seperti itu. Tapi Freya, tidak. Dia suka kesederhanaan." ingat Lolita membenarkan.
"Kalau begitu aku harus menikah dengan siapa, Freya atau Lolita?" tanya Alex, pura-pura bingung.
"Dua-duanya, mereka kan orang yang sama!" keluh Lolita, sebal.
"Benar, mau kau menjadi Freya atau Lolita, aku tetap mencintainya." ucap Alex memuja.
"Baiklah, Yes I do." balas Lolita tersenyum malu.
Alex pun segera memasangkan cincin itu ke jari manis Lolita. Mereka saling tersenyum bahagia lalu setalah itu berciuman manis setalahnya.
Mereka berdua memang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tapi dengan saling menerima dan mengerti, mereka menjadi saling melengkapi.
Siapa yang tahu, Alex yang sangar dan mempunyai emosi meluap-luap jika dihadapkan dengan Lolita. Pria itu bisa menangis karena kesalahannya sendiri.
Memang tidak mudah menahan semuanya sendiri, tapi dengan adanya Lolita, Alex perlahan berubah menjadi lebih baik lagi.
Lolita pun, dengan segala keegoisan sering menyakiti Alex. Tapi Pria itu tidak pernah menyerah, walaupun jalan Alex dipenuhi beling dan bebatuan, Alex tidak menyerah Pria itu terus berjalan padanya hingga pada tahap akhir, Alex pun bisa menggapai dirinya dan sampai ke hatinya.
...
Namun yang membuat mereka khawatir adalah restu Ayah Lolita. Roger pasti tidak merestui pernikahan ini. Identitas Alex sudah terbongkar, otomatis Alex dicoret dari daftar menantu yang diinginkan Roger.
Tapi walaupun begitu, Lolita masih ingin memberitahu Roger. Alex juga setuju. Bagaimana pun Roger adalah Ayah Lolita. Mau direstui atau tidak itu urusan belakangan. Yang terpenting sekarang Ayah Lolita harus tahu ini semua.
Minggu pagi itu pun diisi mereka untuk berkunjung ke Rumah Roger. Berbekal keteguhan hati, Lolita dan Alex saling bergenggaman tangan.
"Apapun yang terjadi, jangan merasa ragu Alex. Aku tetap memilihmu dan memperjuangkan cinta kita." yakin Lolita.
Yah, Lolita sudah memutuskannya. Ia tidak akan berbohong pada dirinya, ia mencintai Alex. Untuk apa ia tahan dan tutupi.
"Terimakasih." balas Alex redup.
Setalah memencet bel, pembantu rumah datang dan menyuruh mereka masuk. Katanya Tuan besar ada di Rumah dan sedang ada di ruang kerjanya.
Lolita dan Alex pun langsung pergi ke sana. Susana sepi langsung menyambut Lolita di dalam. Kemana perginya Megan, biasanya yang membuat keribuatan atau perintah macam-macam pada pembantu di sini adalah Megan. Tapi sekarang Lolita tak menemukan wanita itu dimana pun.
"Freya!"
Setalah namanya dipanggil, Lolita langsung berbalik bersama Alex. Ternyata itu Roger. Ayahnya itu tidak di Ruang kerjanya melainkan terlihat marah sekarang.
__ADS_1
"Untuk apa kau datang ke sini bersama Pria ini?!"
Alex seketika ingin maju, tapi Lolita segera menahannya.
Jangan Alex. Lolita mengkode lewat matanya.
Alex pun hanya menggeram.
"Lihat dia bahkan tidak bisa mengontrol emosinya lalu untuk apa kau mempertahankan dia Freya ...." ucap Roger menghina.
"Aku ke sini untuk menikahi Freya. Terserah jika kau merestui kami atau tidak." balas Alex menantang.
Ketegangan mulai terjadi.
"Alex!" tegur Lolita. Mereka sudah berjanji akan membicarakan ini baik-baik tapi Alex selau tidak bisa mengontrol emosinya.
"Sudahlah Freya, kita sudah tahu jawaban apa yang akan diberikan Ayahmu. Dia pasti menolaknya." ucap Alex dingin.
"Kau sudah tahu, jadi untuk apa menikahi putriku. Sangat tidak tahu diri. Lihat dirimu kau sama sekali tidak pantas untuknya!" hardik Roger lagi.
Alex langsung menghembuskan nafas kasar. Ia berusaha menahan emosinya sekarang.
"Aku masih menghargaimu karena kau adalah Ayah dari Freya." ucap Alex.
"Sungguh? Jika aku bukan Ayah Freya kau pasti akan membunuhku?"
"Alex." Lolita menggeleng.
Oke, kali ini Alex harus tenang.
Lolita maju menghampiri Ayahnya. Sambil menatapnya redup, Lolita berkata dengan hati-hati.
"Aku mencintai Alex, Ayah. Tidak bisakah Ayah merestui kami?" tanya Lolita.
"Dia penjahat Freya, bagaimana jika kau terluka?" tanya Roger khawatir.
"Itu tidak akan terjadi. Alex mencintaiku."
"Kau begitu yakin Freya. Dengarkan kata-kata ayah, jika kau tetap memaksa menikah dengannya. Bencana akan terjadi. Tidak akan ada yang bahagia. Ayah tetap tidak merestui kalian." putus Roger.
Lolita terdiam lama.
"Baiklah ... Jika Ayah tetap teguh pada pendirian Ayah. Aku juga tidak bisa memaksa." Lolita mudur dan menggenggam tangan Alex.
"Apapun yang terjadi, aku akan tetap menikah dengan Alex. Maafkan aku."
...
Kepergian Lolita dan Alex disaksikan oleh Denis yang melihat mereka dari celah jendelanya.
Pria itu hanya diam dengan pandangan kosongnya.
Lolita tampak bahagia. Sepertinya sudah tidak ada celah baginya untuk memiliki Lolita lagi.
Denis hanya masa lalu. Ia harus menerima itu mulai dari sekarang.
...
Hari selanjutnya seperti mimpi bagi Lolita. Ia dan Alex akhirnya menikah di Gereja. Walaupun tanpa dihadiri siapapun atau tanpa kemewahan apapun tapi Lolita tetap senang. Setidaknya ia dan Alex bisa menikah hari ini.
Dengan diiringi Pastor Gereja akhirnya mereka mengucapkan janji suci pernikahan bersama. Alex masangkan cincin pernikahan pada Lolita begitupun selanjutnya. Mereka kemudian dinyatakan sebagai suami istri yang sah.
Alex pun menutup Pernikahan itu dengan mencium Lolita.
Kebahagiaan selanjutnya dapat mereka rasakan saat malam pengantin. Alex begitu lembut, tidak terburu-buru saat melakukannya.
Lolita seolah menjadi wanita paling beruntung karena Alex memperlakukan seperti berlian.
"Alex aku mencintaimukhh..." Lolita mendesah saat benda keras itu memasuki dirinya lagi.
Alex bergerak dengan ritme sedang. Pria itu mencumbu bibirnya dan lehernya berulang kali. Suasana panas dan intim memenuhi ruangan itu.
******* lembut Lolita semakin membuat Alex berhasrat. Tapi Pria itu sudah berjanji pada dirinya sendiri, ia akan meredam nafsunya agar Lolita dan bayinya baik-baik saja.
Sekarang Alex hanya ingin memuaskan Lolita.
"Aku juga sangat mencintaimu ...." Alex mengganti posisi mereka menjadi ia membelakangi Lolita.
Pria itu bisa dapat lebih mudah meraba setiap bagian inci Lolita dan tetap melaju dibelakang sana. Seperti saat ia menyentuh bagian sensitifnya. Lolita langsung mendesah, ia pun menjadi senang.
"Kau sangat panas Freya." ucap Alex berbisik.
"Sekarang tidak ada lagi yang bisa merebutmu dariku. Kau miliku." tekan Alex.
"Yah, aku milikmu." balas Lolita, mendesah.
***
: 1972 word.
LANJUT SEASON 2 YAH! ONLY ON Fff**izz-+oo (GRATIS!)
Hai jangan lupa mampir ke mafia kejam season 2 hanya di fizzo gratis, up setiap hari dan sudah terdapat banyak bab yang bisa kalian baca❤️
jgn lupa setting umur 18+ yh
Love. Mafia kejam
__ADS_1